10 Bahaya melupakan Al-Quran

10 Bahaya melupakan Al-Quran

posted in: Berita | 1

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Thaha ayat 124 :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sunguh,dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Q.S : Thaha : 124).

Sebenarnya amat banyak bahaya yang akan menimpa manusia sekiranya mereka melupakan atau meninggalkan tuntutan Al-Quran.
Berikut ini 10 bahaya melupakan Al-Quran yang telah disusun oleh tim Quran Cordoba :

  1. Dhalalum mubin,   ضَلاَلٌ مُبِيْنٌ
    Orang yang melupakan Al-Qur’an akan berada dalam kesesatan yaitu orang yang suka menyimpang dan berbuat kerusakan, kalau di ingatkan malah melawan, akhirnya dirinya sendiri ia rusak dan ia binasakan tanpa ia sadari.
  2. Dhayyiqun haraj, ضَيِّقٌ حَرَجٌ
    Yaitu dadanya terasa sempit karena menjauh dari Allah SWT, dihimpit beragam masalah jadilah dada terasa penat.
    Setiap orang mempunyai masalah, akan tetapi Allah akan melapangkan dada orang-orang yang mendekatkan dirinya dengan Al-Qur’an. hingga iapun mendapat kesabaran dan ketegaran yang luar biasa dan akhirnya dia bebas dari masalah-masalah itu.
  3. Ma’isyatun Dhonkun, مَعِيْشَةٌ ضَنْكٌ
    Yaitu Kehidupan yang serba sulit, dan kegelapan. Padahal Al-Qur’an adalah sumber cahaya. berarti hidupnya akan terang, ia pasti melangkah dijalan Ilahi, sementara yang melupakannya ia pasti menjumpai kegelapan dalam hidupnya.
  4. Umyul bashirah,   عُمْيُ الْبَصِيْرَةِ
    Yaitu buta mata hatinya. Orang yang buta mata hatinya tentu tidak bisa membedakan yang mana yang haq dan yang batil, yang benar dan yang salah.
    Buta hati mengakibatkan seseorang tidak bisa mengambil pelajaran dari fenomena yang ia sendiri saksikan. Padahal betapa banyak kekuasaan Allah yang ditampakkanNya di alam semesta ini.
    Dalam terjemah Al-Qur’an dijelaskan:

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”    (QS. Al-Hajj: 46)

  1. Qaswatul Qalb, قَسْوَةُ الْقُلُوْبِ
    Yaitu Hati menjadi keras karena mata hati buta, perbuatan yang terlahir dari orang tersebut selalu keburukan, susah di ingatkan, Sombong dan meremehkan orang lain menjadi kebiasaannya, keangkuhan akan tampak dari sikap dan perbuatannya.

 

  1. Zhulmun wadzull, ظُلْمٌ وَذُلٌّ
    Yaitu Gelap dan Hina. Karena hatinya sudah buta dan keras terhadap kebenaran Al-Qur’an. Kalau orang sudah  begitu pantaslah ditimpa kehinaan, dirinya tersesat dan dihinakan.

“Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (QS. Al-Furqaan :29)

  1. Shuhbatusy syaithan, صَحْبَةُ الشَّيْطَانِ
    Yaitu Berteman dengan Setan. Siapayang dekat dengan makhluk itu iapun akan ikut-ikutan terlaknat. Firman Allah SWT :

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pengasih(Al Qur’an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman karibnya.”(S. Az-Zukhruf : 36)

  1. Nis-Yan, اَلنِّسْيَانُ
    Yaitu lupa terhadap dirinya sendiri, Sudah tidak ingat diri, karena memang ingatan manusia sangat terbatas, sementara ia sudah jauh dari Al-Quran. Jadilah ia hidup semaunya. Firman Allah SWT :

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al-Mujaadilah : 19)

  1. Fasiq-Fusuq, اَلْفُسُوْقُ
    Yaitu orang tersebut Fasiq bila telah melakukan dosa besar, bila setan telah menjadi teman, melakukan kejahatan menjadi kebiasaannya, mula-mula melakukan dosa-dosa kecil, lama-lama ia berani melakukan dosa besar, karena terbiasa dengan perbuatan dosa. Sehingga menjadi Fasiq.
  2. Nifaq, النِّفَاق
    Yaitu sifat berpura-pura, sekedar untuk menutupi aib dirinya/ kemaksiatannya. Karena melupakan Al- Qur’an manusia akan terkena penyakit nifaq ini. Dalam Al-Qur’an dijelaskan :

“Apabila dikatakan kepada mereka : “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan
sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An nisa’ : 61).

Semua bahaya yang disebutkan akan berujung pada kesengsaraan الشَّقَاوَةُ hidup kita di dunia maupun di akhirat, hilang peran khilafah dan ruhnya, mendapatkan azab di neraka.

wallahualam

oleh: ust Heri Mahbub

referensi: madah tarbawiyah

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

One Response

  1. Mimi Rino

    Sangat bermanfaat artikel nya.
    Jazakillau Khoir.

Leave a Reply