Berfikir Positif dan Lupa Al Quran

Berfikir Positif dan Lupa Al Quran

posted in: Berita | 0

Berfikir positif dan lupa Al-Quran

Allah berfirman dalam surat Al A’laa ayat 6 dan 7 :

سَنُقْرِئُكَ فَلاَتَنسَى {6} إِلاَّمَاشَآءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَايَخْفَى {7

” Kami akan membacakan (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, (6) kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi (7) ”  (QS Al A’laa : 6-7)

Keluarga Al-Qur’an yang berbahagia

Tadabbur ayat ini ALLAH Swt, memberi kabar dan janji bahwa bacaan Al-Qur’an yang tidak akan terlupakan oleh Rosulullah SAW. ketidak lupaan ini adalah hidayah ALLAH Swt, yang diberikan khusus pada Rosulullah SAW. ini merupakan janji dari ALLAH Swt, dengan pertologan-Nya, Rosulullah tidak akan pernah lupa pada apa yang telah diwahyukan karena beliau dima’sum dari salah dan lupa.

Sedangkan kita sebagai manusia biasa, wajar apabila lupa akan hafalan Al-Qur’an, maka lupa bukan suatu masalah apabila kita benar mensikapinya dan terus mengingat hafalan Al-Qur’an kita.

Mari belajar bahasa positif dan keyakinan kuat dengan sering mengulang kalimat dibawah ini setiap hari;

” Nikmat Allah kepadaku begitu melimpah”

“ Saya adalah penghafal Al Qur’an pilihan Allah yang istimewa”

“ Konsentrasi dan daya ingatku kuat dan tajam “

“ Saya pasti bisa dan yakin mampu hafal Al Qur’an”

“ luangkan waktu untuk Allah SWT, semangat Ibdah pada Rabb semesta alam”

“ Saya pribadi yang positif dan optimis menghafal Al Qur’an ”

“ Ya Allah, Tolonglah bimbing aku dalam menghafal kitab-Mu”

Hendaknya kita Ikhlas mengulang kalimat tersebut setiap pagi atau menjelang tidur, mengharap keridoan Allah, sampai tertanam dalam hati dan amalan kita, konsisten mengucapkannya sehingga menjadi kebiasaan, masuk ke alam bawah sadar dan menjadi kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT.

Faktor yang menyebabkan lemahnya daya ingat hafalan, diantaranya;

  1. Pikiran dan keyakinan yang negatif yang menghalangi kekuatan otak manusia
  2. Tidak latihan, dan tidak belajar mengembangkan daya ingat
  3. Perasaan gelisah, tertekan, depresi, kekecewaan dan perasaan negatif lainnya yang mengurangi kemampuan tubuh dan otak untuk mengingat hafalan.
  4. Hidup yang tidak teratur, lingkungan yang tidak rapih dan bersih berpengaruh kepada kemampuan otak.
  5. Sedikit istirahat dan sering bergadang akan berpengaruh kepada konsentrasi.
  6. Pola makan yang tidak sehat dan kurang teratur, waktu yang tidak pas untuk menghafal Al Qur’an adalah setelah makan.

Di antara cara menghafal Al-Qur’an adalah selalu mengulang-ulang dan menjaganya, juga bersungguh-sungguh, ikhlas, berkeinginan keras, memahaminya dan men-tadabburi-nya serta ber-tadharru’ (memelas) dan memohon taufiq (kemudahan) untuk hal itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar selalu menjaganya supaya tidak lupa.

تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِيْ عَقْلِهَا

“Jagalah (hafalan) Al-Qur’an, demi Dzat yang jiwa saya ada tanganNya, sesungguhnya Al-Qur’an itu sangat cepat terlepas melebihi (lepasnya) unta dari ikatannya” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dari hadits Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu.

 

Penulis: Ust heri Mahbub

 

Referensi : 9 asrar lihifzill Qur’an

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply