Produk Al Qur’an Cordoba 2018

posted in: Berita, Produk, Promo, Uncategorized | 0
No Judul Konten Cover Ukuran Harga
1 Al-Qur’an Al-Hafidz Hafalan Cepat 3 blok, Tajwid Warna, Motivasi Quran, Motivasi Quran, Tema Ayat, Tabel Muraja’ah, Kata Kunci Hafalan Hard Cover A5       79,500
2 Al-Qur’an Al-Haramain Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Hard Cover A5       79,500
3 Al-Qur’an Al-Haramain Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Hard Cover B5     110,000
4 Al-Qur’an Al-Haramain Yusuf Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Jaket Agenda A5     138,000
5 Al-Qur’an Al-Hijr Transliterasi Perkata Warna Sambung, Terjemah Perkata, Terjemah, Latin Perkata, Asbabun Nuzul, Riyadus Shalihin, Kosa kata Hard Cover A5       76,000
6 Al-Qur’an Al-Hufaz Hafalan Mudah 5 blok, Tajwid Warna, Terjemah, Motivasi Quran, Tabel Kontrol, Kata Kunci Hard Cover A5       79,500
7 Al-Qur’an Al-Quds Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket Agenda A6       79,000
8 Al-Qur’an Al-Uswah Transliterasi Perkata Warna Sambung, Terjemah Perkata, Terjemah, Latin Perkata, Asbabun Nuzul, Riyadus Shalihin, Kosa kata Hard Cover A4       98,000
9 Al-Qur’an Amira Rainbow Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
10 Al-Qur’an Amira Tajwid Rainbow Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
11 Al-Quran Anatolia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
12 Al-Qur’an Andalus Mushaf Transliterasi Latin & Terjemah per Ayat Jaket A5     169,000
13 Al-Quran Arkadia Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
14 Al-Quran Arkadia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
15 Al-Qur’an Ar-Riyadh Mushaf Perkata Warna Sambung, Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Riyadus Sakihin, Kosa Kata Hard Cover A5       75,000
16 Al-Qur’an Ar-Riyadh Mushaf Perkata Warna Sambung, Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Riyadus Sakihin, Kosa Kata Hard Cover A4     179,000
17 Al-Qur’an Fathir Bombay Mushaf Bombay 18 Baris Hard Cover A5       39,000
18 Al-Qur’an Hilwa Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       68,000
19 Al-Qur’an Iqro Waqaf  Ibtida Mushaf 15 baris, Wakaf Ibtida’ Hard Cover A5       69,000
20 Al-Qur’an Maqdis Al-Aqsa Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       79,000
21 Al-Qur’an Maqdis Reguler Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       49,000
22 Al-Qur’an Maqdis Yusuf Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       79,000
23 Al-Qur’an Mufida Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
24 Al-Qur’an Mufida Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
25 Al-Qur’an Mushaf Kabir Mushaf Jumbo Wakaf Ibtida’ Mula Henti, Lafdzul Jalalah Hard Cover B4     179,000
26 Al-Qur’an Mushawwir Mushaf Perkata, Transliterasi Latin,Terjemah Hard Cover A4       79,000
27 Al-Qur’an Muslimah Marwah Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Hard Cover A6       48,000
28 Al-Qur’an Muslimah Vathia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       68,000
29 Al-Qur’an Muslimah Zulfa Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Soft Cover A6       38,000
30 Al-Qur’an New Sofia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       75,000
31 Al-Qur’an New Tihany Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       59,000
32 Al-Qur’an Tartil Tajwid Mudah, Belajar Tajwid kode al Fabetik, Qur’an Tahsin Hard Cover A4     189,000
33 Al-Qur’an The Amazing 101-in-1 33 Konten Utama, 68 Konten Tambahan Hard Cover A4     357,000
34 Al-Qur’an The Biggest Muhaf Jumbo, Transliterasi Latin Tajwid Warna, Tafsir Al Muyassar Hard Cover A4     348,000
35 Bulughul Maram Glosarium, Hadis, Transliterasi, Teks Hadis, Terjemah, Takhrij, Takhqiq, Kesimpulan Hard Cover B5     148,000
36 Cordobana Belajar membaca Al Qur’an sistem 3 hari Soft Cover B5       98,000
37 Fikih Sunah Wanita Hukum-hukum terkait dengan Wanita Hard Cover B5       99,000
38 Journey Through The Quran Panduan Praktis memahami Al Qur’an dengan Mind Map Hard Cover     145,000
39 Muhammad Sang Yatim Sirah Nabi Muhammad SAW Soft Cover       99,000
40 Paket Al-Qur’an Amazing 101 in 1 With E-Pen + Cordobana E-Pen Hard Cover A4  1,699,000
41 Paket Al-Qur’an Jaket Rainbow With E-Pen A1 Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak plus epen Hard Cover A5     990,000

Soft Launching Toko Al Quran Cordoba

posted in: Uncategorized | 0

WhatsApp Image 2017-10-05 at 10.32.02 toko 7 toko 6 toko 4 toko 3 toko 2Alhamdulillah, kini telah dibuka Toko Al Quran Cordoba, beralamat di Jalan Dr Djunjunan no 32 Pasteur Bandung, mulai beroperasi 2 oktober 2017

Sebagai bentuk memuaskan pelanggan, Soft Launching Toko Cordoba memberikan diskon sampai dengan 30%, segera kunjungi sebelum masa promosi habis.

Siaran Pers Kementerian Agama *Terkait Terjemahan ‘Awliya’ Sebagai ‘Teman Setia’, Ini Penjelasan Kemenag*

posted in: Uncategorized | 0

Kata ‘awliya’ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai ‘teman setia’ pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.

Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata ‘awliya’ pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari ‘pemimpin’ menjadi ‘teman setia’. Informasi yang viral di media sosial dengan menyertakan foto yang memuat halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 itu juga disertai keterangan yang menyebutnya sebagai ‘Al-Quran palsu’.
“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar,” tegas Muchlis.
Menurut Muchlis, kata ‘awliya’ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 – 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata ‘awliya’ diterjemahkan dengan ‘pemimpin’. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan ‘teman setia’.
“Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan ‘pelindung’, dan pada QS. Al-Nisa/4 diterjemahkan dengan ‘teman-teman’,” jelas Muchlis, Minggu (23/10).
Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.
“Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi,” terangnya.
Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata ‘awliya’ pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai *wali* dengan meninggalkan orang-orang mukmin”.
“Pada kata *wali* diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata *wali* pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.
Terkait penyebutan ‘Al-Quran palsu’ pada informasi yang viral di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, *terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran*. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”.
“Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” paparnya.

Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto, dan lainnya.
“Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urainya.
Kepada masyarakat, Muchlis berpesan bahwa dalam memahami Al-Quran hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.
*Humas Kemenag RI*

https://www.kemenag.go.id/berita/417806/soal-terjemahan-awliy-sebagai-teman-setia-ini-penjelasan-kemenag

Siaran Pers Kementerian Agama : Terkait Terjemahan ‘Awliya’ Sebagai ‘Teman Setia’, Ini Penjelasan Kemenag

posted in: Berita, Testimoni, Uncategorized | 0

Kata ‘awliya’ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai ‘teman setia’ pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.
Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata ‘awliya’ pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari ‘pemimpin’ menjadi ‘teman setia’. Informasi yang viral di media sosial dengan menyertakan foto yang memuat halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 itu juga disertai keterangan yang menyebutnya sebagai ‘Al-Quran palsu’.
“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar,” tegas Muchlis.
Menurut Muchlis, kata ‘awliya’ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 – 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata ‘awliya’ diterjemahkan dengan ‘pemimpin’. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan ‘teman setia’.
“Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan ‘pelindung’, dan pada QS. Al-Nisa/4 diterjemahkan dengan ‘teman-teman’,” jelas Muchlis, Minggu (23/10).
Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.
“Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi,” terangnya.
Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata ‘awliya’ pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai *wali* dengan meninggalkan orang-orang mukmin”.
“Pada kata *wali* diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata *wali* pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.
Terkait penyebutan ‘Al-Quran palsu’ pada informasi yang viral di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, *terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran*. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”.
“Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” paparnya.
Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto, dan lainnya.
“Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urainya.
Kepada masyarakat, Muchlis berpesan bahwa dalam memahami Al-Quran hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.

*Humas Kemenag RI*

Sumber : https://www.kemenag.go.id/berita/417806/soal-terjemahan-awliy-sebagai-teman-setia-ini-penjelasan-kemenag

Menuju Hafidz Quran bersama HAMANIS

posted in: Berita, Kegiatan, Promo, Uncategorized | 0

Warga Bandung jangan lupa ya, yang mau menghafal Quran bareng Hamanis..
Yuk ikutan  “Menuju Hafidz Quran bersama Hamanis”

Minggu, 24 Juli 2016
Pukul 08.00 – 12.00
Mesjid Agung Trans Studio Bandung
Jl. Gatot Subroto No. 209

Investasi Pendaftaran Rp 100.000
Dapat goodie bag keren berisi Al Quran Al-HAfidz + Snack + Tas Mesjid TSM

Informasi Pendaftaran hubungi :
Rika 082218872321

Jangan Sampai di lewatkan ya,
Ajak juga saudara dan teman-teman ;)

Antara Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan

posted in: Berita, Kegiatan, Uncategorized | 0

Kita sudah memasuki bulan Syawal, pada bulan syawal ada ibadah sunnah yang sudah sering kita laksanakan, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan (secara penuh, pen.) kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka itu senilai dengan puasa selama setahun.” (HR. Muslim, no. 1984)

Tapi bagaimana apabila kita mempunyai hutang puasa di bulan Ramadhan sebelumnya, sementara kita ingin juga melaksanankan puasa enam hari di bulan Syawal?

Ada perbedaan pendapat mengenai hal tersebut. Namun, mayoritas ulama menyatakan, karena puasa Ramadhan wajib, dan bila punya utang puasa, maka dia harus segera menggantinya di bulan lain. Jadi, bila sudah masuk di bulan Syawal, maka sebaiknya dia segera mengganti atau membayar utang puasanya dulu, baru mengerjakan puasa Syawal. Artinya, yang wajib dulu dibayar, baru mengerjakan yang sunah.

Syekh Abdullah bin Jibrin dalam kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Li al-Mar’ati al-Muslimah, menjelaskan, sebaiknya dikerjakan yang wajib dulu, yakni membayar utang puasa Ramadhan, baru kemudian mengerjakan puasa Syawal.

Alasannya, berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim di atas, keutamaan puasa Syawal itu karena mengikuti puasa Ramadhan. Jadi, kata Syekh Abdullan bin Jibrin, puasa Ramadhan harus disempurnakan terlebih dahulu, baru mengerjakan yang sunah.

Namun demikian, ada pula ulama yang menyatakan, bahwa boleh saja mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu, mengingat waktunya sangat terbatas, yakni hanya satu bulan. Sedangkan untuk mengganti puasa Ramadhan, diperbolehkan di bulan lain.

Apalagi bagi perempuan, dalam setiap bulan, mereka mengalami masa haid. Dan waktu haid ini, berlangsung antara 4-10 hari, bahkan ada yang lebih. Secara otomatis, waktu utnuk mengerjakan puasa Syawal pun akan semakin sempit pula. Atas dasar ini, para membolehkan untuk mengerjakan puasa Syawal dulu, baru membayar utang puasa.

Berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. (QS Al-Baqarah [2]: 148).

..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku) (QS Thaha [20]: 84).

Karena itu, mana yang bisa dilaksanakan dengan cepat, hendaknya itu yang dikerjakan terlebih dahulu. Jika waktunya masih panjang, sebaiknya membayar utang puasa Ramadhan dulu baru mengerjakan puasa Syawal. Namun, jika waktunya terbatas dan singkat, tidak masalah untuk mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu.

 

Sumber : Republika

 

 

Hadits Tentang Puasa Ramadhan

posted in: Uncategorized | 0

Berikut adalah kumpulan beberapa hadits tentang puasa Ramadhan, Semoga menjadi penyemangat menjelang Ramadhan dan penambah semangat dalam beribadah di bulan Ramadhan nanti :

 
اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ.

Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan (HR. Bukhari dan Muslim).

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari).

ثَلاَثَةٌ لاَتُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اَلصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَاْلإمَامُ الْعَادِلُ وَالْمَظْلُوْمُ.

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan donya orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

 

“Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya” [Bukhari-Muslim]

 

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793)

 

“Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur karena dalam bersahur itu ada keberkatannya” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan daripada Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila datang malam, berlalulah siang dan tenggelamlah matahari. Orang yang berpuasa pun bolehlah berbuka” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa” [Bukhari-Muslim]

 

“Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum” [Bukhari]

 

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah s.a.w lalu berkata: Celakalah aku wahai Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w bertanya: Apakah yang telah membuatmu celaka?

Lelaki itu menjawab: Aku telah bersetubuh dengan isteriku pada siang hari di bulan Ramadan.

Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu memerdekakan seorang hamba? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Mampukah kamu memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah SAW kemudian memberikan kepadanya suatu bekas yang berisi kurma lalu bersabda: Sedekahkanlah ini.

Lelaki tadi berkata: Tentunya kepada orang yang paling miskin di antara kami. Tiada lagi di kalangan kami di Madinah ini yang lebih memerlukan dari keluarga kami.

Mendengar ucapan lelaki itu Rasulullah s.a.w tersenyum sehingga kelihatan sebahagian giginya. Kemudian baginda bersabda: Pulanglah dan berilah kepada keluargamu sendiri” [Bukhari-Muslim]

 

” Barang siapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah niscaya Allah akan manjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

” Di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan; pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorang pun selain mereka memasukinya…..” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

“Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.” (Hadist riwayat Imam Ahmad)

” Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan kepadanya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku’.” (Hadist riwayat Muslim)

1 2 3