HIKMAH KEAJAIBAN REJEKI DARI LANGIT DIDALAM AL-QUR’AN | Penerbit Al-Qur’an Indonesia

HIKMAH KEAJAIBAN REJEKI DARI LANGIT DIDALAM AL-QUR’AN | Penerbit Al-Qur’an Indonesia

posted in: Berita | 0

Pertama Nabi Isa Alaihissalam. Dalam menjalankan misi dakwahnya Nabi Isa beserta para pengikutnya banyak menghadapi tantangan dan ancaman dari para pendeta dan kaum bani Israil yang telah menyimpang dari ajaran Taurat. Mereka menjalankan misi dakwanya berpindah pindah karena selalu menghadapi ancaman. Kondisi ini meyebabkan merekia mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan hingga sering menderita kelaparan. Diantara pengikut Isa ada yang berkata:” Ya Isya putra maryam, dapatkan Tuhan menurunkan makanan dari langit untuk kita ? Mendengar tututan itu Isa berkata pada pengikutnya agar jangan banyak menuntut mukjizat dan keajaiaban dari Allah. Mereka menjelaskan bahw mereka bukan tidak percaya pada allah, mereka hanya ingin mendapat kemantapan hati dengan makanan itu.

Setelah mendengar perkataan mereka Isyapun berdoa kepada Allah:” Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama.”

Doa dan pengharapan itu dikabukan Allah. Makanan yang lezat cita rasanya turunlah dari langit untuk merteka santap bersama sama diiringi dengan turunya wahyu Allah:” “Sesungguhnya Aku turunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”

Kisah hidangan dari langit bagi Nabi Isa beserta para pengikutnya itu disebutkan dalam surat Almaidah 112-115

“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?.” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.” 113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.” 114. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama.” 115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia.”

( Makanan Siti Maryam )

Nabi Zakariya berusaha mendidik Maryam untuk menjadi wanita solihah dan berbakti hanya pada Allah. Ia ditempatkan di Mihrab tempat biasa Nabi Zakaria beribadah . Ketika Zakariya masuk menemui Maryam di Mihrabnya ia tercengang melihat ada berbagai makanan dan buah buahan yang lezat disekeliling Maryam. Ia bertanya :” Hai Maryam darimana kau dapatkan berbagai makanan yang lezat ini ? “ Maryam menjawab :” Ini datangnya dari sisi Allah”. Demikianlah Allah memelihara Maryam dan memberikannya makanan dan buah buahan yang didatangkan dari syurga. Kisah tentang Maryam yang mendapatkan makanan dari syurga itu disebutkan dalam surat Ali Imran 36-37.

“Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” 37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

( Makanan dari langit Nabi Musa )

Kisah Makanan dari Langit. Manna dan Salwa kurnia rezeki dari Allah iaitu Rezeki dari Langit untuk Nabi Musa a.s dan pengikutnya. Sedikit makanan yang diturunkan dari langit untuk Nabi Musa a.s dan pengikutnya ketika mereka tersesat di padang pasir Manna. Setelah Nabi Musa a.s berjaya membawa keluar Bani Israil dari Mesir menuju ke Palestin, rombongan ini tersesat di sebuah Padang Pasir At-Tih yang terletak di kawasan semenanjung Sinai. Ada juga pendapat lokasi padang pasir ini terletak di Urdun Jordan. Mereka berada di padang pasir ini selama empat puluh tahun. Dalam tempo itu mereka mengalami pelbagai penderitaan dan kepanasan yang amat sangat. Justeru Allah SWT telah melindungi mereka dengan awan supaya mereka dapat berteduh dari dari panas dan juga dikurniakan Makanan dari Langit yang berupa Manna dan Salwa. Namun Bani Israil yang tidak bersyukur atas rezeki dan pertolongan dari Allah. Kisah Makanan dari Langit – Manna dan Salwa ini ialah Huraian dari Tafsir Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 57-61

Demikianlah beberapa kejadian aneh dan ajaib yang dalami para Nabi dan pengikutnya dimasa lalu. Semua kejadian aneh dan ajaib itu merupakan pelajaran bagi kita bahwa Allah tidak terikat pada aturan dan hukum alam dalam menolong siapa saja yang dikehendakiNya. Ia kuasa berbuat apa saja yang dikehendakiNya. Apabila Ia menghendaki sesuatu cukup dengan menyatakan Kun…fayakun, jadilah maka terjadilah apa yang dikehendakinya itu.

( Kesimpulan )

Pertama Nabi yang bertahan terus menyerukan Agama Allah, dikala kemaksiatan dan kemusyrikan merebak dimana-mana sudah sangat mengakar, sehingga nasehat yang sering diserukan para Nabi tidak dipatuhi, sampai ketingkat mereka diusir, dan dicemooh. Adakah pekerjaan jaman sekarang yang menyerukan manusia kepada hukum Allah dan menentang semua kemaksiatan sehinnga sampai dikucilkan masyarakat dan pemimpinnya ? disanalah keimanan dibuktikan dan janji Allah menanggung rejeki hamba-Nya yang mengajak manusia kepada kebenaran, taat kepada Syariat-Nya. Mereka menjauh dari lingkungan kemaksiatan, mereka berhijrah dari kebatilan berpindah tempat untuk menjaga keimanan, inilah yang senantiasa dijalani para Nabi dalam menjaga keimanan umatnya.

Hikmah kedua kepada siti Maryam, seorang wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya, menyiapkan kebutuhan beribadah dimihrabnya, dia abdikan hidupnya melayani mereka yang beribadah kepada Allah Swt sehingga Allah menjamin kehidupannya. Dirinya selalu terhubung dengan Allah SWT, dalam keterpencilan bukanlah hina, agama dan kehormatannya selalu terjaga, ia memudahkan mereka yang ingin beribadah. Sehingga ia ditakdirkan menjadi bunda seorang Nabi yaitu Nabi Isa Alaihissalam.

( Hikmah untuk kita )

Kita sebagai manusia yang dhaif, hendaknya kisah nyata mereka menjadikan pelajaran penting agar jangan melalaikan kewajiban kita, menjaga aqidah dan iman keluarga kita, perbaiki visi dan tujuan kehidupan kita untuk selalu bersandarkan pada Qur’an dan Sunnah secara cermat, Allah menjamin rejeki hambanya yang taat, janganlah karena galau rejeki kita sulit menghindari praktik haram, seperti suap, ribawi, korupsi atau menahan/menumpuk harta hingga tidak dizakati. Seperti para Nabi marilah senantiasa mengajak kepada kebaikan, mencegah kemungkaran sekemampuannya, perbanyak dzikrullah sebisanya jauhi segala kemaksiatan dan niatan dari selain Allah SWT.

Semoga kita bisa amalkan tuntunan-tuntunan dalam Al-Quran dan hadits karena keduanya petunjuk dalam kehidupan. Janganlah lalai dari mengkajinya, sediakan khusus belajar membaca kitab tafsirnya, buku sirah Nabi agar kita terang menjalani Islam seperti hamba-hamba pilihannya yaitu para Nabi dan shahabatnya.

( Dalil terkait )

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُوْنَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكَّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَتَرُوْحُ بِطَانًا

“Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Alloh sebenar-benar tawakkal (Tetap taat dijalan Syariat-Nya), niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban)

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :

نَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ: يَا ابْنَ آدَمَ، تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِي، أَمْلَأْ صَدْرَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَيْكَ شُغْلاً وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

Sesungguhnya Allah l berfirman, “Wahai anak Adam, pusatkan perhatianmu untuk beribadah kepada-Ku niscaya Aku akan memenuhi hatimu dengan kecukupan dan Aku akan tutupi kefakiranmu . Bila engkau tidak melakukannya niscaya Aku akan memenuhi tanganmu dengan kesibukan (tidak pernah merasa cukup) dan Aku tidak akan menutupi kefakiran/kemiskinanmu .” (HR. At-Tirmidzi )

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ
وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا كُتِبَ لَهُ،
وَمَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ لَهُ أَمْرَهُ
وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya maka Allah akan mencerai beraikan urusannya, dan menjadikan kemiskinan di pelupuk matanya, dan tidak akan datang dunia melainkan apa yang telah ditetapkan baginya. Dan barang siapa yang akhirat menjadi niatnya maka Allah akan menyatukan urusannya, dan menjadikan rasa kaya di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR. Ibnu Majah)

Rosululloh Sholallohu ‘alaihi was salam bersabda :

إِنَّ اللهَ تَعَلىَ يَقُولُ : يَاابْنَ آدَمَ تَفَرَّغْ لِعِبَدَتِى أَمَْـَلأُصَدْرَكَ غِنىً, وَأَسُدُّ فَقْرَكَ. وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلَأْتُ يَدَكَ شُغْلاً, وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكَ

“Sesungguhnya Alloh Ta’laa berfirman,”Wahai anak Adam. Beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku ! Niscaya Aku penuhi di dalam dada dengan kekayaan dan aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan, niscaya aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak aku penuhi kebutuhanmu.” (HR. Ibnu Majah)

yusufmansurnetwork

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply