Kebiasaan Tidur Rasulullah yang Sering Dilupakan Oleh Umat Muslim

Kebiasaan Tidur Rasulullah yang Sering Dilupakan Oleh Umat Muslim

posted in: Uncategorized | 0

Kebiasaan Tidur Rasulullah yang Sering Dilupakan Oleh Umat Muslim

Allah berfirman dalam surat Al-Qalam ayat 4 :

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤

Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (QS Al-Qolam : 4)
Pada ayat di atas, Rasulullah SAW  memiliki budi pekerti yang luhur, yang wajib dicontoh dan dijadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW memiliki akhlak yang paling agung dijaga oleh Allah SWT dari dosa dan kesalahan. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita mengikuti akhlak Rasulullah yang dicerminkan dalam kebiasaan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Quran Cordoba telah merangkum kebiasaan tidur Rasulullah yang sering dilupakan oleh umat muslim menjelang tidur di malam hari dan terbangun di pagi hari. Kebiasaan tersebut antara lain :
1. Tidur di Awal Malam
“Rasulullah SAW membenci tidur sebelum isya’ dan beliau tidak menyukai obrolan setelah isya’.” (HR. Ahmad)
Dari hadits di atas, Rasulullah SAW memanfaatkan waktu setelah isya’ untuk beristirahat dan bertafakur kepada Allah SWT. Tidur di awal waktu bermanfaat untuk proses pemulihan tubuh yang membutuhkan istirahat. Dengan tidur di awal waktu, kita akan memiliki waktu yang cukup untuk bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan qiyamulail. Ibadah di sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT. Hal ini akan sangat sulit dilakukan oleh orang yang tidur tengah malam dengan waktu tidur yang sedikit.
2. Berwudhu Sebelum Tidur
“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wudhu sebelum tidur ternyata memberikan banyak manfaat. Manfaat dibalik diperintahkannya wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Bahkan ulama fikih menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari usaha untuk memelihara kebersihan jasmani dan rohani. Tentu setiap perintah Allah SWT itu mempunyai hikmah dan kebaikan didalamnya.Dalam sekali melakukan wudhu, lima panca indera kita terkena semua tanpa terkecuali disapu oleh air wudhu. Mata, hidung, telinga & seluruh kulit tubuh. Pertama, menenangkan otot-otot sebelum beristirahat. Kedua, mencerahkan kulit wajah. Ketiga, didoakan malaikat.
3. Membaca Ayat Kursi Sebelum Tidur
“Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari)
Ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung paling utama dan paling mulia karena mengandung perkara-perkara besar dan sifat-sifat Allah yang mulia . Di dalam ayat kursi terdapat nama-nama Allah yang agung beserta sifat-sifatNya.Oleh karena itulah, banyak hadits-hadits yang menganjurkan kita untuk membacanya dan menjadikannya wirid harian yang dibaca di pagi dan sore hari, sebelum tidur dan sehabis shalat lima waktu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan pada ayat tersebut tentang Diri-nya, bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Dia, karena kesempurnaan-Nya dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya serta banyaknya nikmat yang dikaruniakan-Nya. Di samping itu, karena keadaan seorang hamba yang memang berhak menjadi hamba Allah Tuhannya dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua sesembahan yang disembah selain Allah adalah batil, hal itu karena selain Allah adalah makhluk, memiliki kekurangan, diatur dan bergantung dengan sesuatu sehingga tidak pantas disembah.
4. Berdzikir Sebelum Tidur

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu (yaitu pada hari kiamat).” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca dzikir di atas.
Selain itu Rasulullah juga membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali sebelum tidur. Bacaan dzikir tersebut lebih baik daripada memiliki pembantu di rumah. Demikian dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada puterinya, Fatimah dan istri tercintanya, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma.
5. Meruqyah Badan Sebelum Tidur
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Mu’awidzat, lalu meniupkan tangan untuk diusap ke badannya ketika beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (Aisyah) yang  meniupkan ke tangan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah. (HR. Bukhari no. 5735)
Yang dimaksud ruqyah itu adalah membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian ditiupkan ke dua tangan, lalu diusapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, sambil berbaring.
6. Tangan Kanan di Bawah Pipi Kanan
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
Dari hadits diatas maka dapat kita ketahui bahwa Rosulullah menjadikan tangan kanannya sebagai bantal untuk bersandar kepalanya. Berikut manfaat yang dapat Anda dapatkan dengan tidur tanpa bantal :
- Mencegah sakit leher
- Kualitas tidur
- Keuntungan untuk tulang belakang
7. Berbaring ke Kanan
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).
Salah satu adab tidur adalah di anjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan.
- Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
- Mengurangi beban jantung.
- Mengistirahatkan lambung.
- Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.
Dan lainnya.
8. Membaca Doa Sebelum Tidur
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau membaca: Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa.. (HR. Bukhari 6324)
Orang yang sedang tidur, sejatinya sedang Allah wafatkan. Allah berfirman:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan (mewafatkan) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya (sehingga tidak bangun dari tidurnya) dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.” (QS. Az-Zumar: 42)

Karena itulah, ketika hendak tidur, kita membaca : Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup. Maknanya, aku mati ketika tidur dan aku hidup ketika bangun.

9. Saat Bangun Karena Mimpi Buruk
“Jika kalian mengalami mimpi yang dibenci (mimpi buruk) hendaklah meludah kesebelah kiri tiga kali, dan memohon perlindungan dari Allah dari godaan setan tiga kali, kemudian mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

 

Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar, mimpi bisikan perasaan, dan mimpi ditakut-takuti setan. Barangsiapa bermimpi yang tidak disukainya (mimpi buruk), hendaklah dia melaksanakan shalat.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani).

Sunnah Rasulullah SAW ketika bangun mimpi buruk :

– Meludah kekiri 3 kali.

– Memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari setan 3 kali, dengan membaca

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

A’udzu billahi minas-syaithanir-rajiim” atau bacaan ta’awudz lainnya).

– Memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut.

– Atau sebaiknya dia bangun kemudian melaksanakan Shalat.

– Mengubah pisisi tidurnya dari posisi semula ia tidur, jika ia ingin melanjutkan tidurnya, walaupun ia harus memutar kesebelah kiri, hal ini sesuai zahir hadis.

– Tidak boleh menafsir mimpi tersebut baik menafsir sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain.

 

10. Ketika Bangun Membaca Dzikir Bangun Tidur

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami (dengan bangun tidur) setelah memati kami (dengan tidur) dan hanya kepadanyalah kami akan dibangkitkan.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dari Hudzaifah Ibnul Yaman dan Abu Dzarr Al-Ghifary radhiyallahu ‘anhum, dan Muslim dari Al-Barâ` bin ‘Âzib radhiyallahu ‘anhumâ]

 

 

 

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply