Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam

posted in: Berita | 0

Di Dunia saat ini terutama di negara-negara Eropa dan Barat, perkembangaan Islam sangat pesat. Perkembangan ini menyebabkan semakin banyak orang-orang yang masuk Islam. Berikut ini adalah beberapa kisah orang-orang yang masuk Islam.

1. Selusin Wanita Pekerja Asing Masuk Islam

Selusin Wanita Pekerja Asing Masuk Islam

Mereka adalah Fatma, Ayesha, Aasha, Yasmeen, Aisyah (Aeimy) Nareman, Fatima, Saira, Noor, dan Mariyam Sami, 12 pekerja asing perempuan yang masuk Islam secara bersama-sama di sebuah restoran. Oleh Lembaga dakwah Moulana Hifzur Rehman Seoharvi Academy acara digelar guna memberikan penghargaan bagi 12 pekerja asing wanita tersebut. Hadir juga seorang tamu khusus yakni Mariya Attarji yang sebelumnya dikenal sebagai Lisa Quiroga. Attarji merupakan seorang guru yang telah memeluk Islam beberapa tahun yang lalu. Sementara itu Mariyam Sami adalah seorang muallaf yang berkebangsaan Inggris. Secara singkat Sami menceritakan kisah hidupnya sebelum masuk Islam,dan kini Sami mengaku hidupnya lebih baik. Acara tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Dalam suasana emosional, para perempuan mualaf itu saling mengisahkan perjalanan hidup mereka dalam mendapat hidayah, termasuk tantangan dan kesulitan yang dihadapi.

2. Kisah Misionaris Kristen yang Masuk Islam

Kisah Misionaris Kristen yang Masuk Islam

Dialah Yusha Evans seorang misionaris dari Carolina Selatan yang masuk Islam karena membaca dan memahami Al Kitab. Kisah Yusha Evans mencari jalan kebenaran dimulai dari kedatangan teman yang bernama Benjamin. Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Alkitab dari awal hingga akhir. Ia memintanya untuk membaca Alkitab selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Alkitab. Pada saat Yusha membaca Alkitabnya lagi banyak pertanyaan yang bermunculan tentang beberapa kisah nabi yang justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan. Mereka malah seperti pelaku kriminal,  yang justru dicari-cari polisi.

Yusha akhirnya menemui sejumlah pendeta untuk menanyakan beberapa keganjilan tersebut. Namun,Pendeta-pendeta itu hanya menyuruh Yusha agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta hanya cukup percaya saja pada apa yang diajarkan.sejumlah pendeta memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka  memintanya untuk membaca Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut bahwa Yesus berkata Tuhan itu satu. Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus.Rasa penasarannya semakin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.

Dalam hatinya muncul kegamangan. Yusha berpendapat, hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang untuk melakukan khutbah Kristen di gerejanya. Saat kondisi imannya sedang goyah, Benjamin kembali menemui Yusha. ‘’Aku telah membaca Alkitab berulang kali. Alitab itu pula dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Ciptaannya pun sempurna dan kitabnya juga haruslah sempurna,’’ ujar Benjamin. Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih untuk mencari agama lain.

Sampai suatu hari, Yusha berkunjung ke rumah seorang temannya bernama Musa yang beragama Islam. Selama bertahun-tahun Yusha mengenalnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau temannya itu adalah seorang Muslim. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang agama. Dari situlah, Yusha berkenalan dengan Islam yang sebenarnya.

Singkat cerita Musa mengajak Yusha mengunjungi sebuah masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Yusha tak percaya kalau di lingkungan tersebut terdapat masjid, rasa penasarannya kemudian mengantarkan Yusha mendengarkan khotbah Jumat yang disampaikan oleh khatib. Selesai shalat Jumat, Yusha segera menemui khatib tersebut dan mempertanyakan yang dilakukan oleh umat muslim saat itu. Khatib pun menjelaskan tentang shalat dan menyembah Allah. Namun Yusha ingin pembuktian akan kebenaran tersebut, maka sang Khatib pun memberikan Al Quran kepada Yusha untuk dibaca. Yusha pun pulang dan membacanya. Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Selama tiga hari, ia tidak dapat berhenti membacanya. Ia begitu meyakini kebenaran yang tercantum dalam Alquran. Hidayah Allah SWT memancar dalam kalbunya. Yusha pun bertekad untuk menjadi seorang Muslim.

Setelah kembali kepada sang khatib untuk menjadi seorang Muslim, Yusha harus mencari tahu tentang Nabi Muhammad SAW. Yusha pun membaca tentang kisah Nabi Muhammad. Ia pun meyakini Muhammad sebagai utusan Allah. Pada Desember 1998,  Yusha yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. ‘’Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.’’

Bersambung dalam Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam Part 2..

Sumber : onislam.net/ islamevents.com/ yushaevans.com

 

 

 

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply