KISAH SEKALI TAHAJUD, URUSAN MENCARI KERJA LANGSUNG MUDAH | Penerbit Al Quran Indonesia

KISAH SEKALI TAHAJUD, URUSAN MENCARI KERJA LANGSUNG MUDAH | Penerbit Al Quran Indonesia

posted in: Berita | 0

Panggilan interview itu akhirnya tiba. Jadwalnya besuk, jam 11 siang.

“Jangan lupa bangun malam, tahajud… Insya Allah urusanmu dimudahkan Allah,” Pesan nenek kepada pemuda itu.

Ia pun menuruti nasehat neneknya. Di sepertiga malam yang terakhir ia bangun, menunaikan shalat tahajud. Lalu ia pun pergi ke masjid untuk shalat Subuh berjama’ah.

Paginya, anak muda itu naik bus ke alamat perusahaan yang ditujunya. Matanya terasa berat, beberapa kali kepalanya terangguk, hingga ia tak lagi melihat dan mendengar apa-apa. Beberapa waktu kemudian ia terbangun. Ia kaget, karena bus sudah berada di Arion Jakarta Timur. Segera ia turun.

Sudah jam 11, ia bimbang apakah mau tetap datang ke interview itu atau pulang. “Masih ada waktu, mungkin belum terlambat,” akhirnya ia memutuskan untuk tetap ke sana. Bergegas ia pindah kendaraan, naik bus yang berbeda.

Sesampainya di daerah Cempaka Putih, seorang Bapak dengan pakaian yang agak berantakan naik ke bus yang ditumpanginya. “Silahkan duduk, Pak” kata pemuda tersebut memberikan tempat duduknya. Ia merasa kasihan dengan bapak tersebut. Selain usianya yang lebih tua, laki-laki tersebut juga tampak lelah. Mungkin ia baru melakukan sesuatu yang menguras tenaga.

Semula, laki-laki itu menolak. Tapi melihat ketulusan sang pemuda, ia menerima kebaikan pemuda itu. “Terima kasih, Dik”

“Sama-sama Pak. Bapak mau ke mana?”
“Jalan Thamrin”
“Di mana Pak Thamrinnya?”
“Wisma Nusantara”
“Wah, sama Pak. Saya juga mau ke sana”
“Ada perlu apa Adik ke sana?”
“Ada panggilan kerja Pak. Sayangnya terlambat. Enggak biasa-biasanya shalat malam, tadi malam saya tahajud akhirnya ngantuk sampai ke Arion”
“Panggilan kerjanya di lantai berapa?”
“Saya tidak tahu, Pak. Rencananya begitu sampai di sana baru tanya kantornya di lantai berapa”
“Kantor saya di sana Dik. Biasanya saya naik mobil. Tapi tadi pagi ban mobil saya bocor. Saya sudah menunggu taksi lama, akhirnya naik bus ini. Adik tenang saja, nanti saya antar ke tempat wawancara.”

Akhirnya mereka sampai di depan Wisma Nusantara. Sang pemuda kaget, ratusan orang telah antre di sana. Ia berpikir ia belum terlambat, tetapi entah jam berapa ia bisa ikut wawancara karena harus antre sebanyak itu.

“Coba lihat surat panggilannya Dik” kata Bapak itu, segera disambut sang pemuda dengan mengeluarkan sebuah surat dan memberikannya kepada orang tersebut.

“Nah, ini tanda tangan saya” kata-kata itu membuat sang pemuda bingung. Ternyata orang yang bersamanya sejak tadi adalah orang yang memanggilnya, sekaligus orang yang mewawancarainya. Ia bersyukur, ia tidak antre. Ia bisa langsung wawancara.

Benar kata nenek, urusannya dimudahkan Allah…

Saudaraku, kisah yang diceritakan Ustadz Yusuf Mansur dalam buku Kun Fakayuk 2 ini hanyalah satu diantara sekian banyak kisah kemudahan dari Allah untuk orang-orang yang menunaikan shalat malam. Maka tunaikanlah shalat malam, niscaya urusanmu dimudahkan. Dan jangan berharap hanya urusan dunia yang dimudahkan, karena yang jauh lebih penting dan lebih kita butuhkan adalah kemudahan urusan akhirat kita. Saat sakaratul maut, kita dimudahkan. Saat berada di alam barzah, kita dimudahkan. Saat hisab, kita dimudahkan. Saat melewati sirath, kita dimudahkan. Dan pada akhirnya kita dapat mencapai maqaamam mahmuuda; kedudukan yang mulia, kemuliaan hidup di surga. [Kisahikmah.com]

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply