Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat

Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat

posted in: Berita | 0

Alhamdulilllah Wa Syukurillah,

segala puji bagi Allah Rab semesta alam.

Yang telah menyampaikan kita semua dari satu Jumat ke Jumat yang berikutnya sehingga berguguranlah dosa-dosa kita diantar dua Jumat tersebut sesuai Sabda Rasulullah (ﷺ) :

“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”

(HR. Bukhari)

Hari Jumat adalah hari yang teramat baik bagi umat muslim. Banyak hadits yang telah menyebutkan keutamaan hari Jumat. Hadits-hadits tentang hari Jumat ini dapat dibaca pada artikel berikut : Keutamaan Hari Jumat.

Setelah kita mengetahui keutamaan hari Jumat, alangkah baiknya kita dapat mengoptimalkan pahala dengan mengikuti sunah-sunah yang diajarkan oleh Rasulullah (ﷺ) dengan mengikuti Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat berikut ini :

1. Memulai pagi dengan shalat subuh berjamaah di Masjid

Shalat subuh berjamaah disertai dengan sholat sunnah Qobliyah subuh merupakan sholat dengan pahala yang besar dan diutamakan pada hari jumat. Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).

Jelas disebutkan pada hadits dari ‘Aisyah diatas begitu besarnya cinta Rasulullah kepada shalat sunnah Qobliyah Subuh sehingga tidak pernah meninggalkannya. Begitu besar pahala yang di dapat shalat Qobliyah subuh, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat subuh itu sendiri? Perlu diketahui bahwa shalat wajib pahalanya lebih besar dari pada sholat sunnah.

 

2. Mandi dengan berniat untuk sholat Jumat

Mandi pada hari jumat atau sering disebut dengan mandi jumat memiliki keutamaan yang besar. Para ulama mayoritas sepakat untuk meyunahkannya , dan sebagiannya lagi mewajibkan mandi jumat . Karena itu, sudah sepantasnya mandi jumat tidak ditinggalkan. Mandi jumat hanya disunnahkan dan disyariatkan bagi orang yang menghadiri shalat Jumat saja. Sedangkan wanita atau anak-anak yang tidak punya kewajiban untuk shalat Jumat, tidak terkena perintah ini.

Dalam hadits Ibnu ‘Umar disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من أتى الجمعة من الرجال والنساء فليغتسل ومن لم يأتها فليس عليه غسل من الرجال والنساء

Barangsiapa menghadiri shala Jum’at baik laki-laki maupun perempuan, maka hendaklah ia mandi. Sedangkan yang tidak menghadirinya –baik laki-laki maupun perempuan-, maka ia tidak punya keharusan untuk mandi”. (HR. Al Baihaqi, An Nawawi mengatakan bahwa hadits ini shahih).”

Mandi jumat memang agak berat bagi para pekerja yang harus pergi ke kantor sejak pagi hari. Namun, hal ini tidak jadi masalah karena mandi jumat dapat diniatkan sejak pagi hari. Adapun waktu untuk mandi Jumat ini adalah setelah terbit fajar. Sedangkan mandi yang dilakukan sebelum terbit fajar maka mandi Jumatnya tidak sah sesuai dengan pendapat mayoritas ulama.

 

3. Memakai wewangian dan pakaian terbaik

Rasulullah (ﷺ) memaknai hari jumat sebagai hari raya umat muslim. Karena itu beliau selalu memakai pakaian terbaik dan khusus digunakan pada hari jumat. Beliau juga memerintahkan kepada para sahabatnya untuk melakukannya juga. Sesuai dengan potongan hadits yang telah disampaikan oleh Bukhari bahwa memakai wewangian dan pakaian yang baik adalah sebagian sunnah agar dapat diampuni dosa-dosanya antara jumat tersebut dan jumat berikutnya.

 

4. Memperbanyak bersholawat

Bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah (ﷺ) salah satunya adalah dengan mengingat dan berdoa kepada Rasulullah (ﷺ)  yang dilantukan dengan membaca sholawat baik lisan ataupun dalam hati. Sesuai dengan sabda beliau :

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

Perbanyaklah shalawat kepadaku  pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro.

5. Membaca surah Al Kahfi

Membaca Surah Al kahfi menjadi langkah selanjutnya yang dapat dilakukan guna memaksimalkan pahala di hari Jumat. Sabda Rasulullah (ﷺ) :

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at” HR. Hakim.

Dalam lafazh lainnya dikatakan,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah).” HR. Ad Darimi no. 3407.

Waktu yang tepat untuk membaca Surah Al Kahfi adalah pada malam jumat atau hari jumatnya. Adapun batas untuk membacanya yaitu setelah terbenamnya matahari pada hari kamis hingga sebelum terbenamnya matahari pada hari jumat. Selain itu, manfaat dari membaca Surah Al Kahfi adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surah Al Kahfi.

6. Memperbanyak berdoa di hari jumat

Hari jumat merupakan hari yang mustajab untuk berdoa. Menurut para ulama, ada beberapa waktu yang paling mustajab untuk berdoa pada hari jumat. Namun secara umum terdapat empat pendapat yang kuat yaitu :

Pendapat pertama berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” HR. Muslim, 853 .

Menurut hadits diatas, waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jumat selesai. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi. Maka disetiap shalat jumat pada khutbah yang kedua khatib selalu menutup khutbah dengan berdoa diwaktu yang mustajab.

Pendapat kedua berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” HR. Abu Daud, no.1048. Menurut hadits diatas waktu yang tepat untuk berdoa adalah setelah shalat ashar pada hari Jumat. Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga yaitu setelah ashar namun diakhir hari jumat saat matahari akan terbenam dan akan masuk waktu maghrib . Pendapat keempat yaitu menggabungkan tiga pendapat diatas yaitu pada saat khatib naik mimbar hingga selesai, waktu ashar, hingga menjelang waktu maghrib.

7. Datang ke masjid lebih awal untuk mendapatkan saf pertama

Rasulullah (ﷺ) bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ غُسْلَ الجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الخَامِسَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ المَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ»

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari Jumat seperti ia mandi junub, kemudian berangkat ke masjid di awal waktu maka ia seperti orang yang berkurban seekor unta. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu kedua, maka ia seperti orang yang berkurban seekor sapi. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu ketiga, maka ia seperti orang yang berkurban seekor kambing yang memiliki tanduk. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu keempat, maka ia seperti orang yang berkurban seekor ayam. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu kelima, maka ia seperti orang yang berkurban sebutir telur. Jika imam (khatib) telah keluar (naik ke mimbar), maka para malaikat hadir untuk mendengarkan dzikir (khutbah Jum’at).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

Dari hadits diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa keutamaan datang kemasjid untuk menunaikan shalat jumat dan mendapatkan saf pertama bagaikan berkurban seekor unta. Selain itu dengan datang kemasjid lebih awal kita dapat melaksanakan sunnah-sunnah yang lain seperti sholat sunnah, berdzikir, bersholawat, dan bertilawah. Badan dan jiwa akan lebih siap untuk mendengarkan khatib saat berkhtubah.

 

8. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Saat kita tiba di masjid lebih awal, tentu ada waktu yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan amalan-amalan kebaikan pada hari Jumat salah satunya sholat sunnah. Sholat sunnah yang dimaksud dapat berupa shalat sunnah Tahyatul Masjid, sholat sunnah mutlak, atau sholat sunnah Qobliyah Jumat. Adapun sholat sunnah qobliyah jumat memiliki perbedaan pendapat dikalangan ulama ada yang berpendapat boleh dan tidak sesuai dengan hadits

« بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ – ثَلاَثًا – لِمَنْ شَاءَ »

 “Antara adzan dan iqamat itu terdapat shalat –Rasul mengulanginya tiga kali- bagi siapa yang berkehendak.” (HR Bukhari dan Muslim). Namun sering kali khatib langsung berkhutbah seusai adzan, maka sholat qobliyah jumat tidak perlu dilaksanakan dan mendengarkan khutbah adalah kewajiban dalam sholat jumat.

9. Mendengarkan khutbah dengan khusyu’ dan tidak tidur

Tidur saat khutbah jumat berkumandang bukan hal aneh pada saat ini. Tidur pada saat khutbah jumat berkumandang adalah salah satu kesalahan besar. Padahal dalam khutbah terdapat pesan-pesan ketakwaan dan pengingat akan kebenaran serta syariat Islam. Bisa jadi, ini adalah salah satu sebab umat muslim sulit untuk menjadi umat yang terdidik.

Allah berfirman,

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Apabila dibacakan Al Quran, dengarkanlah dan diamlah, agar kalian mendapatkan rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204) .

Pada ayat diatas jelas disebutkan bahwa dengar dan diamlah saat dibacakan ayat Al Quran diluar khutbah jumat terlebih dalam khutbah jumat. Diriwayatkan dari Aisyah, Said bin Jubair, Atha, Mujahid, Amr bin Dinar dan beberapa ulama lainnya, bahwa ayat ini turun dalam rangka mendengarkan khutbah jumat.

Adapun tips untuk menghilangkan kantuk dan berkonsentrasi mendengarkan khutbah dapat dilihat pada artikel berikut : tips menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan

10. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Rasulullah (ﷺ) bersabda :

“Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata,“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Setelah sholat jumat alangkah baiknya ditutup dengan sholat ba’diyah jumat yang dapat dilakukan dua rakaat atau empat rakaat. Dari hadits di atas maka shalat ba’diyah jumat dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :

– Empat raka’at di mesjid (baik dengan sekali salam, maupun dua salam)
– Dua raka’at di mesjid + dua raka’at di rumah
– Dua raka’at di mesjid atau dirumah (dan dirumah lebih utama)

Mudah-mudahan 10 Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat dapat kita lakukan dengan baik dan insyaallah dengan ikhlas sehingga Allah dapat membalas amal-amal kita dengan ampunan dan pahala yang banyak. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber tulisan Arrahmah.com, rumaysho.com, konsultasisyariah.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply