Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan

posted in: Berita | 0

Puasa di bulan Ramadhan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat muslim yang beriman. Di dalam surah Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa perintah puasa ditujukan kepada orang yang beriman. Menjadi muslim saja tidak cukup untuk masuk kedalam syarat puasa tanpa adanya iman. Tujuan utama seorang mukmin menjalankan ibadah puasa adalah untuk mencapai derajat takwa. Banyak ayat-ayat Al Quran lainnya yang memerintahkan umat muslim untuk menjalankan syariat guna menggapai derajat takwa. Khusus untuk ibadah puasa, ketakwaan seorang mukmin diuji dengan mengendalikan hawa nafsu serta amarah saat berpuasa.

Amarah atau emosi sejatinya sudah ada pada diri manusia. Amarah bagaikan bara api yang siap menyala kapan dan dimana saja. Bara api yang tadinya padam dibuat menyala dengan memercikkan api kebencian oleh syaitan. Syaitan membisikkan kebencian dan hasutan untuk marah kedalam hati manusia. Marah merupakan pintu dari berbagai macam keburukan dan kemaksiatan.

Tidak jarang kita lihat di berita banyak yang membunuh orang lain hanya karena alasan marah. Bahkan menurut survey, kebanyakan terpidana penghuni penjara melakukan tindak kriminalnya dikarenakan kemarahan. Maka Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Quran Cordoba memiliki beberapa tips untuk Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan yang telah dirangkum dari berbagai sumber. Berikut tips mengendalikan amarah :

1. Membaca Ta’awudz

Rasulullah SAW bersabda :

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan Ta’awudz :

أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ

Sumber marah berasal dari syaitan yang memercikkan bara api kedalam hati manusia. Untuk itu sudah sepantasnya kita meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang menyulut api kemarahan dalam hati manusia.

 

2. Diam dan Menjaga Lisan

Marah biasanya disertai dengan berbicara keras atau menggunakan kata-kata kasar untuk mencela orang lain. Perkataan yang tanpa aturan dan seringkali menggunakan kata-kata kasar ini merupakan perkataan buruk dan dapat menimbulkan dosa. Maka dengan menjaga lisan dan diam merupakan cara yang mujarab untuk menghindari dosa yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

 

3. Mengubah Posisi Saat Marah

Rasulullusa SAW bersabda :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Orang yang berada pada posisi lebih tinggi dapat melampiaskan kemarahan sepuasnya dan sesegera mungkin. Dengan mengubah posisi berdiri menjadi lebih rendah, melampiaskan kemarahan akan lebih sulit dilakukan. Ketika kita duduk saat marah, maka menggerakan tubuh untuk melampiaskan kemarahan akan terasa lebih sulit. Saat posisi duduk masih terasa ingin melampiaskan kemarahan, maka tidurlah karena posisi tidur sangat sulit untuk melampiaskan kemarahan.

 

4. Mengingat Dalil Tentang Marah

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)

Dengan mengingat dalil ini, seseorang yang akan marah tentu akan menahan marahnya karena Allah SWT akan memberikan hadiah bagi manusia yang bisa menahan amarahnya pada hari kiamat nanti. Dalam hadits diatas hadiah dari menahan amarah adalah Allah akan memanggil dan menyuruh untuk memilih bidadari yang dikehendaki di hadapan seluruh makhluk Allah pada hari kiamat.

 

5. Berwudhu atau Mandi

Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)

Pada hadits diatas, berwudhu atau mandi dapat memadamkan kemarahan yang berasal dari syaitan. Berwudhu dan mandi dapat memadamkan kemarahan karena syaitan tercipta dari api dan air dapat memadamkan api yang dipercikkan oleh syaitan. Namun menurut para ulama hadits ini lemah oleh An-Nawawi yang menyebut sanadnya lemah.

Namun para ulama tetap menganjurkan untuk berwudhu ketika marah bukan karena sunah, tetapi lebih kepada faktor medis dari air. Air yang dingin, bisa menurunkan darah bergejolak yang muncul ketika emosi. Sebagaimana ini bisa digunakan untuk menurunkan tensi darah tinggi. Karena itulah, di masa silam, terapi mandi digunakan untuk terapi psikologi.

Semoga tips-tips Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan di atas dapat membantu kita untuk menahan amarah dan meraih pahala puasa yang sempurna.

Sumber : konsultasisyariah.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply