MENJAGA SUASANA HATI YANG DAMAI DALAM RAHMAT ILAAHI | Penerbit Al Quran Indonesia

MENJAGA SUASANA HATI YANG DAMAI DALAM RAHMAT ILAAHI | Penerbit Al Quran Indonesia

posted in: Berita | 0

MENJAGA SUASANA HATI YANG DAMAI DALAM RAHMAT ILAAHI | Penerbit Al Quran Indonesia

Saat berbuat sesuatu bayangkA SUASANA HATI YANG DAMAI Danlah Allah bersama kita, maka kita akan bahagia melakukannya karena Dia. Tapi jika kita berbuat sesuatu dengan membayangkan manusia akan melihat kebaikan itu, maka bersiaplah untuk kecewa karena manusia adalah tempat salah dan lupa, ini berlaku dalam semua bidanglah, salah satu contohnya didunia ustadz misalnya, ada keluhan seperti ini, “saya sudah capek-capek berdakwah sana sini, mengorbankan segala kepentingan pribadi tapi tak ada yang memperhatikan dan sekedar mengucapkan terima kasih atas pengorbanan saya. Padahal mereka tidak tahu betapa banyak saya memberikan untuk dakwah ini.”
Kebahagiaan itu sebenarnya lahir ketika hati bahagia, bukan fisik semata. Hati yang selalu dekat dengan Rabb akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan yang tidak dapat dinilai dengan materi yang berlimpah sekalipun karena ia memang tidak diperjualbelikan, ia diberikan khusus untuk manusia-manusia mulia yang bersungguh-sungguh mengejar keridhoanNya.

Baik anda berprofesi apa saja dah baik ibu rumah tangga, karyawan, seorang suami yang mencari nafkah, saudara yang membantu saudaranya yang kesusahan dst. Penghargaan dan harapan larikanlah pada akhirnya kepada Allah SWT. Jadinya adem.

Jangan salah juga ya..banyak loh, orang yang berhasil namun tetap tidak menemukan juga apa yang dicarinya. Keberhasilannya hanya label semata bahwa dia bahagia. Namun, bila jujur, mungkin hatinya berontak karena kebahagiaan itu tidak hadir. Kerja-keras selama ini hanya berbuah keletihan belaka, tak ada ketenangan. Tahukah dirimu kenapa? Karena keberhasilannya hanya karena dunia sahaja. Kebahagiaan itu sebenarnya lahir ketika hati bahagia, bukan fisik semata.

Hati adalah kunci. Kunci keimanan, kunci keberhasilan dan kunci kemenangan dalam hidup, dunia dan akhirat. Maka, jika kunci itu sudah didapatkan, pegang ia erat-erat dan jangan lepaskan hanya karena bisikan kesenangan semu semata.

Banyakin dzikir, renungan tentang kekuasaan-Nya, kisah para Rosul dan keutamaannya jadiin pegangan agar suasana hati kejaga buat semangat beribadah, terus usaha, perbanyak doa, dan jadikan Allah SWT sebagai gantungan niatan kita.

Hati diciptakan selalu cenderung pada kebaikan bukan kejahatan. Hati pada dasarnya bisa menjadi penunjuk jalan yang baik. Mengarahkan akan ketidaktahuan seorang manusia, dan menjawab segala kebingungan yang menjengahkan. Layaknya seorang musafir yang tak tau arah,hati menjadi kompas yang tepat untuk membimbing ke jalan yang seharusnya. Maka, sangatlah salah bila seorang insan mengkambinghitamkan hatinya tatkala berbuat dosa karena sesungguhnya hati yang sebenarnya bukan hati yang mempengaruhi mereka sehingga berbuat maksiat, namun perbuatan itulah yang akhirnya menutupi hati.

Dan ketika hati-hati menyatu..
Jiwa-jiwa berpadu..
Alam syahdu bahagia.. saksikan zikir yang membahana..
Surga menanti pemilik hati..
Yang tunduk pada Ilahi..

di tulis oleh : ust. Yusuf Mansur

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply