Rahasia Keutamaan Bulan Syawal

Rahasia Keutamaan Bulan Syawal

posted in: Berita | 0

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk merasakan lezatnya beramal dan beribadah di bulan Ramadhan, dan saat ini kita telah masuk ke bulan Syawal. Semoga Allah SWT memberikan ampunan , menerima semua amalan ibadah di bulan Ramadhan, dan menjadikan kita kembali dalam keadaan fitrah yang suci.

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

“Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku. Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya). Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Tirmidzi).

Mudah-mudahan kita semua tidak termasuk dalam orang-orang yang disebutkan dalam hadits diatas. Di bulan Syawal ini terdapat rahasia keutamaan bulan syawal yang telah dirangkum oleh qurancordoba.com dalam beberapa poin. Dengan beberapa keutamaan di bulan Syawal ini mudah-mudahan amalan yang telah kita kerjakan dengan penuh semangat di bulan Ramadhan dapat dipertahankan di sebelas bulan berikutnya.

1. Berpuasa enam hari di bulan Syawal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Berpuasa enam hari di bulan Syawal dipertegas dengan hadits di atas. Setiap muslim hendaknya berusaha untuk menunaikan amalan puasa ini dikarenakan ganjaran pahala yang begitu istimewa yaitu seperti berpuasa setahun penuh. Beberapa faedah yang dapat diambil dari puasa enam hari di bulan Syawal antara lain :

Ibnu Rojab rahimahullah menyebutkan beberapa faedah di antaranya:

  • Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.
  • Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.
  • Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
  • Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu,  maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)

Tata cara puasa Syawal :

  • Puasa sunnah Syawal dilakukan selama enam hari
  • Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  • Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  • Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.
  • Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu.

 

2. Bulan Syawal adalah bulan peningkatan

Syawal secara harfiah berarti peningkatan, yaitu peningkatan ibadah sebagai hasil ketakwaan yang diraih pada bulan Ramadhan. Peningkatan kualitas serta kuantitas ibadah setelah bulan Ramadhan menjadi hal yang utama dikarenakan ujian sesungguhnya dalam melaksanakan ibadah adalah diluar bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan untuk menjaga konsistensi ibadah yang telah dilakukan di bulan Ramadhan bahkan mampu meningkatkannya bukan menurun atau kembali ke watak  semula yang jauh dari Islam.

3. Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah

Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah. ‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan :

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah di bulan Syawal untuk menepis anggapan bahwa di bulan Syawal akan mendatangkan kesialan bagi pasangan yang menikah. Anggapan ini adalah keyakinan masyarakat Arab jahiliyah yang harus dihilangkan.

4. Syawal adalah bulan kemenangan dan pembuktian ketakwaan

Inilah makna terpenting bulan Syawal yaitu bulan kemenangan dari hawa nafsu serta bulan pembuktian ketakwaan yang telah diraih setelah menjelankan ibadah puasa Ramadhan. Jika ketakwaan telah diraih, rahmat Allah akan turun kepada manusia sehingga hidup menjadi berkah, tentram, dan selalu di mudahkan oleh Allah SWT.

Seorang muslim yang telah mencapai derajat takwa akan menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan.

Semoga kita semua merupakan golongan orang-orang yang berhasil mengerjakan ibadah di bulan Ramadhan dan insyaallah memperoleh derajat takwa di dalam kehidupan.

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ

Semoga Allah menerima aku dan kalian

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

Sumber : rumaysho.com , muslim.or.id

Quran Cordoba

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply