Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

posted in: Berita | 0

Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Mencintai dan memuliakan Rasulullah Muhammad SAW adalah syarat sahnya iman. Barangsiapa dalam hatinya tidak ada rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, niscaya dalam hatinya tiada keimanan sedikit pun.Pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW, sangat menyakiti hati umat Muslim di Dunia. Sebagai seorang Muslim sudah tentu seorang Rasul yang berhati mulia dan senantiasa menjadi panutan akan dibela dengan cara-cara tertentu.

Aksi terror yang terjadi di Perancis seakan membuka mata kita betapa aksi pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW dapat memicu pertikaian oleh pihak-pihak yang tidak terima dan tentunya membela Rasulullah dengan cara mereka. Namun, Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah telah dijelaskan dalam Al Quran. Berikut penjelasannya :

Islam memandang penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Rasulullah Muhammad SAW sama artinya dengan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah dan agama Islam. Sebab, Allah Yang telah mengutus beliau sebagai penutup seluruh nabi dan rasul dengan membawa agama Islam.

Demikian pula penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada agama Islam sama artinya dengan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Tentu saja, penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah juga merupakan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Rasulullah Muhammad SAW dan agama Islam.

 

majalah charlie_hebdo melecehkan Nabi Muhammad SAWMajalah Charlie Hebdo yang Melecehkan Rasullullah Muhammad SAW

Dalil – Dalil Al Quran

1. Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 12

وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
Jika mereka merusak sumpah (perjanjian damai)nya sesudah mereka berjanji dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (QS. At-Taubah [9]: 12)
Penjelasan dari ayat di atas :
Imam Ibnu Katsir berkata, “Makna firman Allah mereka mencerca agama kalian adalah mereka mencela dan melecehkan agama kalian. Berdasar firman Allah ini ditetapkan hukuman mati atas setiap orang yang mencaci maki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam atau mencerca agama Islam atau menyebutkan Islam dengan nada melecehkan. Oleh karena itu Allah kemudian berfirman maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti, maksudnya mereka kembali dari kekafiran, penentangan dan kesesatan mereka.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4/116)
2. Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 65-66
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ . لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?”

Tidak usah kalian meminta maaf, karena kalian telah kafir sesudah kalian beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kalian (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah [9]: 65-66)

Penjelasan dari ayat di atas:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Ayat ini merupakan dalil yang tegas bahwa mengolok-olok Allah atau ayat-ayat-Nya atau rasul-Nya adalah perbuatan kekafiran. Sehingga mencaci maki lebih layak untuk menjadi perbuatan kekafiran. Ayat ini telah menunjukkan bahwa setiap orang yang melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam,secara serius maupun bercanda, adalah orang yang telah kafir.” (Majmu’ Fatawa, 7/272)
3.Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 74
يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ
“Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan mereka telah menjadi kafir sesudah Islam.(QS. At-Taubah [9]: 74)
Penjelasan dari ayat di atas:

Imam Al-Qurthubi berkata: “Imam Al-Qusyairi menyatakan: “Makna dari perkataan kekafiran adalah mencaci maki Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam dan mencerca agama Islam. Adapun makna dari “dan mereka telah menjadi kafir sesudah Islam” adalah mereka menjadi kafir setelah mereka dianggap sebagai orang-orang Islam.” (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an, 8/206)

Imam Muhammad Anwar Syah Al-Kasymiri berkata: “Kesimpulannya barangsiapa mengucapkan ucapan kekafiran baik secara sendau gurau maupun bermain-main, niscaya ia telah kafir menurut semua ulama, tanpa mempertimbangkan keyakinan dia. Hal ini seperti telah ditegaskan dalam kitab Al-Fatawa Al-Khaniyah dan Raddul Mukhtar.” (Ikfarul Mulhidin fi Dharuriyatid Dien, hlm. 59)

4.Firman Allah SWT dalam QS An Nisa’ ayat 140
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذاً مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu wahyu di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya kalau kamu tetap duduk bersama mereka, tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di dalam neraka Jahanam.” (QS. An-Nisa’ [4]: 140)

 

Penjelasan dari ayat di atas:

Imam Al-Qurthubi berkata: “Barangsiapa tidak menjauhi mereka, berarti ia rela dengan perbuatan mereka. Sementara rela dengan kekafiran merupakan sebuah kekafiran. Maka barangsiapa duduk dalams ebuah majlis kemaksiatan dan ia tidak mengingkari perbuatan mereka, niscaya dosanya sama dengan dosa mereka. Jika ia tidak mampu mengingkari mereka, maka ia selayaknya beranjak pergi agar tidak termasuk dalam golongan yang terkena ayat ini.” (Al-Jami’ fi Ahkamil Qur’an, 5/418)
Namun,Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah patut di pertimbangkan dari pada menggunakan kekerasan akan jauh lebih baik apabila umat Islam diseluruh Dunia bersatu untuk bertindak tegas dengan menolak adanya bentuk pelecehan terhadap agama. Bentuk penolakan ini dapat dilaksanakan seperti mengajukan pengaduan-pengaduan kepada kedutaan-kedutaan , mengajukan (ancaman-ancaman), pemboikotan, pemutusan hubungan antar negara, memperketat peredaran media-media massa. Diterjemahkan sejarah hidup Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar ke dalam bahasa asing oleh orang-orang Muslim. Meminta agar segera mengumumkan permohonan maaf secara resmi dan terang-terangan kepada kaum muslimin. Meminta agar kaum muslimin diberi kebebasan berbicara dalam menjelaskan dan memperkenalkan hakikat agama Islam yang sesungguhnya. Dan masih banyak lagi cara-cara bagi kaum muslimin dalam rangka membela Islam dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesungguhnya hal yang membuat mereka berani melakukan semua ini adalah kelemahan kaum Muslimin, jauhnya Kaum Muslimin dari agama, dan berpecah belahnya kaum Muslimin. Dan –amat disayangkan- kaum Muslimin tidak memiliki sikap tegas (dalam masalah ini).
Wallahualam.
Sumber Arrahmah
Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply