SANG AYAH MAU MEMAAFKAN PEMBUNUH TAPI SYARATNYA HAFAL AL-QUR’AN

SANG AYAH MAU MEMAAFKAN PEMBUNUH TAPI SYARATNYA HAFAL AL-QUR’AN

posted in: Berita | 0

SANG AYAH MAU MEMAAFKAN PEMBUNUH TAPI SYARATNYA HAFAL AL-QUR’AN

Seorang menyatakan akan mengampuni pembunuh anaknya jika pembunuh anaknya itu berhasil menghafal Al-Quran, sebuah koran lokal melaporkan pada hari Sabtu lalu. Rabi’ah al-Dousary, ayah dari pemuda yang terbunuh bernama Abdullah, berjanji untuk mengampuni pembunuh anaknya yang sedang dihukum, Faisal al-Ameri, jika pembunuh anaknya itu berhasil menghafal semua Al-Qur’an sebelum meninggalkan penjara, surat kabar Saudi al-Yawm melaporkan.

Ameri sendiri sudah divonis hukuman mati karena membunuh Abdullah selama pertengkaran yang terjadi di lingkungan mereka.

Komite tinggi koreksi di provinsi timur kerajaan Saudi telah membujuk Rabi’ah al-Dousary untuk memaafkan dan mengampuni Ameri yang telah membunuh anaknya.

Sang ayah, yang menolak untuk menerima uang darah, berusaha mengajarkan Ameri pelajaran yang jauh lebih berharga, bersikeras mengampuni pembunuh anaknya dengan satu syarat: pembunuh harus menghafal 30 juz Al-Quran sebelum pembebasannya dari penjara.

Anak adalah harta tidak ternilai, bila dinilai dengan uang, emas, intan bahkan ditukar oleh satu pulau, jelas tidak akan terbayarkan bagi orang tuanya yang memiliki cinta.

Dan Kecintaan pada anak, memang tidak bisa pula menghalangi taqdir Ilaahi, namun dibalik kecintaan bercampur dendam bila dihayati lebih jauh, ia tidak akan mengembalikan nyawa sang buah hati, tetapi mungkin kita bisa mendalami maksud dari sang ayah, ketika kehilangan anak diambil oleh Allah, kedukaannya diarahkan dengan memaafkan sipembunuh dengan syarat menghafal Al-Qur’an. Semoga hanya redho Allah yang ia cari.

Memang masalah qishas berlaku pada hukum Syariat memang diterapkan pada negara Saudi adalah haknya, namun diluar semua itu ada naruni yang tidak sekedar balasan dendam, atau haknya terbayarkan.

Dibalik tujuan sibapak mungkin saja agar sipembunuh dapat kembali kepada jalan Allah, kembali bertaubat, memberi kesempatan padanya. Beratnya rasa kehilangan, semoga menjadi faktor keyakinan dia, yang menjadikan ukuran beratnya balasan Allah yang luarbiasa kelak diyaumil hisab yang ia cari, yaitu sebuah prestasi keikhlasan taqdir dan pengorbanan kepada Rabb-Nya, syukur-syukur sipembunuh ketika menghafal Qur’an bisa menjadi seorang ulama.

Kepasrahan serta keikhlasannya sibapak terhadap Allah semoga akan berbuah karunia-Nya yang tak terhingga dihari yang segala sesuatu berada dibawah pengadilan-Nya, ia mengharap syurga Allah, abadi dan kekal berkumpul dengan anaknya kelak dalam kenikmatan Rahmat-Nya, inilah sebuah harga yang tak terbayar oleh apapun. Insya Allah. Amin.

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply