Sepucuk Surat Dari Ayah dan Ibu | Penerbit Al Quran Indonesia

Sepucuk Surat Dari Ayah dan Ibu | Penerbit Al Quran Indonesia

posted in: Berita | 0

Penerbit Al Quran Indonesia

Anakku,

 

Ketika aku semakin tuaaku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untukkuSuatu ketika aku memecahkan piring..atau menumpahkan sup di atas meja, karena penglihatanku berkurangAku harap kamu tidak memarahiku

 

Orang tua itu sensitifselalu merasa bersalah saat kamu berteriak

 

Ketika pendengaranku semakin memburukdan aku tidak bisa mendengar apa yang kamu katakanAku harap kamu tidak memanggilku “Tuli!”Mohon ulangi apa yang kamu katakan atau menuliskannya

 

Maaf, Anakku

 

Aku semakin tuaKetika lututku mulai lemah,aku harap kamu memiliki kesabaran untuk membantu ku bangunSeperti bagaimana aku selalu membantu kamu saat kamu masih kecil, untuk belajar berjalan

 

Aku mohon, jangan bosan dengan kuKetika aku terus mengulangi apa yang ku katakan, seperti kaset rusakAku harap kamu terus mendengarkan akuTolong jangan mengejekku, atau bosan mendengarkanku

 

Apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil dan kamu ingin sebuah balon?

 

Kamu mengulangi apa yang kamu mau berulang-ulang sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan

 

Maafkan juga baukuTercium seperti orang yang sudah tuaAku mohon jangan memaksaku untuk mandi..Tubuhku lemah..

 

Orang tua mudah sakit karena mereka rentan terhadap dinginAku harap, aku tidak terlihat kotor bagimuApakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?Aku selalu mengejar-ngejar kamu..Karena Kamu tidak ingin mandiAku harap kamu bisa bersabar dengan ku, ketika aku selalu rewel

 

Ini semua bagian dari menjadi tua,kamu akan mengerti ketika kamu tuaDan jika kamu memiliki waktu luang, aku harap kita bisa berbicaraBahkan untuk beberapa menit

 

Aku selalu sendiri sepanjang waktudan tidak memiliki seseorang pun untuk di ajak bicaraAku tahu kamu sibuk dengan pekerjaan

 

Bahkan jika kamu tidak tertarik pada cerita ku,Aku mohon berikan aku waktu untuk bersamamuApakah kamu ingat, ketika kamu masih kecil?

 

Aku selalu mendengarkan apapun yang kamu ceritakan tentang mainanmu

 

Ketika Saatnya tiba..dan aku hanya bisa terbaring sakit dan sakitAku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatku

 

Maaf

 

kalau aku sengaja mengompol atau membuat berantakanAku harap kamu memiliki kesabaran untuk merawatkuselama beberapa saat terakhir dalam hidupku

 

Aku mungkin, tidak akan bertahan lebih lamaKetika waktu kematian ku datangAKu harap kamu memegang tangankudan memberikanku kekuaran untuk menghadapi kematian

 

Janganlah sedih pada saat itu anakkuKematian bukan hal yang menyakitkanDan kamu belum tahu rasa kematian seperti apa

 

Jika setelah itu kamu membuka lemariDan menemui bekas baju-bajuku..Simpanlah..Karna aku ingin kamu terus mengingatku..Dan jangan khawatir..Ketika aku bertemu dengan Sang Pencipta..

 

aku akan berbisik padaNyauntuk selalu memberikan BERKAH padamuKarna kamu mencintai,Ibu dan Ayahmu…Terima kasih atas segala perhatianmu, nak

 

Kami Mencintai Mudengan kasih yang berlimpah,

 

Ibu dan Ayah

courtesy of youtube

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply