Sukses Menurut Al-Qur’an (Surah An-Nashr)

Sukses Menurut Al-Qur’an (Surah An-Nashr)

posted in: Berita | 0
 An-Nashr adalah ayat Al Quran yang terakhir tu­run dalam bentuk surat. Surat ini bercerita tentang kesuksesan dan kemenangan. Menurut sebagian besar ulama, surat ini turun dua tahun setelah Fathul (kemenangan) Makkah. Isi surat ini adalah berita gembira tentang kemenangan agama Islam di tempat di mana berhala paling banyak disembah sebelumnya.

Dalam surat ini juga dideskripsikan dengan berbondong-bondongnya orang masuk Islam setelah 20 tahun Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat ber­juang. Inilah kesuksesan yang hakiki, dan pemenangnya adalah pemenang yang sesungguhnya. Di surat ini akan dijelaskan apa sebenarnya kesuksesan itu, bagaimana kesuksesan itu bisa diraih, dan apa saja yang seharusnya dilakukan oleh sang pemenang setelah kemenang­an itu datang dalam tiga ayat saja.

Namun para sahabat dekat Ra­sulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang sangat peka merasakan ada hal lain dari turunnya surat ini. Mereka justru bersedih. Ibnu Abbas merasa bahwa kalau Rasulullah di­­beritakan telah memenangkan aga­ma ini, itu berarti telah selesai tugas beliau, saat Rasulullah untuk pulang kembali kepada Allah tinggal sebentar lagi. Abu Bakar juga sependapat, dia menafsirkan kemenangan sempurna ini dengan bulan purnama. Setelah purnama bersinar terang dan sempurna, bulan akan  kembali berkurang sinarnya. Pertanda berkurangnya sinar itu adalah akan wafatnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan

Kata “Idzaa” artinya apabila. Ini adalah kata waktu, saat. Jadi yang namanya kemenangan itu, Allah te­gaskan, akan ada saatnya.

“Jaa-a” artinya datang, dan da­­tang­­nya itu karena Ada Yang Men­datang­kan. Datangnya kemenangan/kesuksesan adalah hasil per­paduan antara kerja keras dan taq­dir Allah. Itulah yang disebut taufiq. Keber­hasilan kita bukan se­mata-mata ka­­rena upaya kita, atau karena kita pinter. Bayang­kan, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam ber­juang memenangkan agama ini se­la­ma 20 tahun, baru ke­mudian Allah men­taqdirkan ke­me­nangan. Dan berapa lama beliau “menci­cipi” kemenangan besar Islam dalam hi­dupnya? Hanya dua tahun lebih. Itu­lah maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala katakan bah­wa kemenangan besar itu ada saatnya, dan terjadi­nya itu hanya pada satu saat saja da­lam hidupmu.

* Baca selengkapnya di majalah ESQ Life edisi Juni 2014

esqlife.com

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply