Terjadinya Hujan Salju Menurut Al-Quran

Terjadinya Hujan Salju Menurut Al-Quran

posted in: Berita | 0

Terjadinya Hujan Salju Menurut Al-Quran

Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman barulah Al-Quran semakin jelas kebenarannya,saat Al-Quran pertama kali di turunkan di muka bumi ini cukup banyak bangsa arab yang kebingungan tentang penjelasan beberapa ayat di dalam al-qur’an,dikarenakan peradaban pada saat itu belum maju,masalah ini terdapat pada unsur penjelasan di masa yang akan datang.

Kenali unsur-unsur yang terdapat pada al-qur’an :

1.penjelasan masa lalu
yaitu menjelaskan/menceritakan kejadian masa lalu dari masa sekarang.

2.penjelasan masa sekarang
yaitu menjelaskan masalah/kejadian masa sekarang.

3.penjelasan masa akan datang
yaitu menjelaskan masalah/kejadian di masa yang akan datang.

Kebingungan terjawabkan

Pada abad ke 20 para ilmuan baru tahu bagaimana terbentuknya hujan salju,tetapi di dalam Al-Qur’an sudah disebutkan bagaimana terbentuknya hujan salju pada abad ke 14.

Berikut penjelasan di dalam ayat al-qur’an tersebut :


artinya:
“tidaklah kamu malihat bahwa allah mengarak awan,kemudian mengumpulkan antara(bagian-bagiannya),kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit,(yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung,maka ditimpakannya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendakinya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya.Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”(Al-Qur’an,24:43)

berikut bukti ilmiahnya :

hujan salju di arab

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus (sejenis awan hujan), adalah sebagai berikut:

TAHAP – 1 : Pergerakan awan oleh angin
Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP – 2 : Pembentukan awan yang lebih besar
kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP – 3 : Pembentukan awan yang bertumpang tindih
Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke
atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal,sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan salju (es).
Sebagian sumber : cararicky.wordpress.co

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply