Tiga Panggilan Allah yang Jarang Ditanggapi Oleh Manusia

Tiga Panggilan Allah yang Jarang Ditanggapi Oleh Manusia

posted in: Berita | 0

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki akal, pikiran, serta hawa nafsu. Allah menciptakan manusia di Dunia semata hanya untuk beribadah kepada-Nya. Lewat Rasulullah SAW, manusia diajarkan cara-cara beribadah sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah. Selain lewat Rasulullah SAW, Allah memanggil langsung manusia untuk beribadah. Ada tiga panggilan Allah yang jarang ditanggapi oleh manusia pada saat ini. Padahal tiga panggilan tersebut adalah panggilan dari Allah, Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

1. Panggilan pertama adalah Adzan

Alhamdulillah segala puji bagi Allah di Indonesia panggilan adzan sangat mudah sampai ketelinga kita. Masjid-masjid yang mengumandangkan adzan tidak jauh dari lingkungan kita dan jaraknya relatif dekat. Hal ini sangat berbeda apabila kita berkunjung ke luar negeri yang mayoritas penduduknya beragama non-muslim. Sangat susah untuk menjumpai masjid dan mendengarkan adzan berkumandang.

Adzan yang terdengar seringkali diacuhkan,tidak disimak, bahkan tidak dipenuhi panggilan tersebut. Padahal ini adalah panggilan dari Allah yang diwakilkan oleh muadzin di setiap masjid. Seorang muslim laki-laki wajib hukumnya untuk memenuhi panggilan ini dengan melaksanakan shalat wajib di masjid. Sesuai dengan hadits berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ  فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: Ada seorang lelaki buta yang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dia mengatakan: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak memiliki penuntun yang menuntun saya untuk berangkat ke masjid.”Dia meminta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk diberikan keringanan agar  diperbolehkan untuk shalat di rumahnya. Maka Nabi pun memberikan keringanan kepadanya, kemudian ketika lelaki itu berbalik untuk pulang beliau memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu masih mendengar panggilan adzan?”. Dia menjawab, “Iya.” Maka beliau bersabda, “Kalau begitu maka penuhilah.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Hal yang terjadi di Dunia saat ini, manusia cenderung lebih bersemangat dan sangat mempersiapkan diri ketika dipanggil oleh kepala negara atau pejabat. Sedangkan panggilan Allah Tuhan semesta alam, yang tiada bandingannya untuk memenuhi panggilan-Nya masih banyak manusia yang bermalas-malasan dan mengacuhkan panggilan tersebut.

Sudah sepantasnya kita sebagai umat muslim bersegara dalam memenuhi panggilan Allah untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Karena menjaga shalat lima waktu di masjid akan mendapatkan naungan Allah dihari kebangkitan kelak. Yang mana dihari tersebut tidak ada pertolongan lagi selain pertolongan dari Allah SWT.

2. Panggilan kedua adalah Haji dan Umroh

Haji adalah rukun Islam yang kelima. Haji merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Mekkah dan Madinah serta melakukan rangkain ibadah haji dan umroh di dalamnya. Haji dilaksanakan setiap tahun sekali dan dilaksanakan oleh kaum muslim sedunia yang mempunyai kemampuan.

Allah memanggil umat muslim untuk berhaji dengan cara yang sangat halus. Allah memanggil hamba-hamba-Nya dengan panggilan yang halus dan sifatnya bergiliran setiap tahun. Ada hamba yang tidak mampu secara finansial namun tetap bisa berangkat haji, dan ada hamba yang mempunyai kemampuan finansial tetapi belum bisa berangkat haji.

Allah berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 97 :

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ“

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran: 97).

Maka berniat untuk berhaji dan berumroh harus kita tanamkan sejak dini, karena bukan perkara biaya yang menjadi penghambat tetapi niat dan kesungguhan kita dalam berupaya dan berdoa untuk memenuhi panggilan Allah tersebut. Masih banyak saudara-saudara kita yang kaya namun belum mempunyai niat untuk berhaji dan Allah pun tidak memberangkatkannya.

 

3. Panggilan ketiga adalah kematian

Firman Allah dalam surat Al Fajr 27-28 :

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr [89]: 27-30).

Sesungguhnya semua yang hidup akan mati begitu juga manusia yang hidup pasti akan mengalami kematian. Kematian adalah panggilan dari Allah keseluruh makhluknya tidak terkecuali manusia. Kematian adalah jalan untuk bertemu dengan Allah, mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di Dunia. Tidak ada yang mengetahui kapan kematian akan menjemput kita dan sewaktu-waktu dapat terjadi.

Panggilan Allah yang ketiga ini sering kali diacuhkan oleh manusia. Melihat teman, saudara, bahkan orang tua meninggal dunia hati ini hanya diliputi oleh duka saja tanpa ada rasa khawatir kematian seperti apa yang akan menimpa kita kelak. Apakah khusnul khatimah atau su’ul khatimah kematian yang akan kita alami?

Sudah sepatutnya menyaksikan kematian, semakin bertambah keimanan, semakin bertambah ketakwaan kepada Allah SWT. Kematian pasti akan menjemput dan persiapan seperti apakah yang telah kita siapkan?

Wallahualam.

 

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply