UMAT ISLAM SHALAT HADAP KA’BAH, BUKAN BERARTI ALLAH BERADA DIDALAM KA’BAH

UMAT ISLAM SHALAT HADAP KA’BAH, BUKAN BERARTI ALLAH BERADA DIDALAM KA’BAH

posted in: Uncategorized | 0

UMAT ISLAM SHALAT HADAP KA’BAH, BUKAN BERARTI ALLAH BERADA DIDALAM KA’BAH

Si A : Mengapa orang Islam menyembah kotak hitam?

Ustadz : Salah itu! Umat Islam tidak menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah.

Si A : Bukankah orang Islam shalat menghadap Ka’bah, satu kotak yang berwarna hitam? Apakah Allah itu ada di dalam Ka’bah?

Belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone-nya si A berbunyi. Setelah si A selesai menjawab panggilan di handphonen-ya, dia memandang sang ustadz. Sang ustadz tersenyum.

Si A : Mengapa tersenyum? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi ustadz?

Ustadz : Hmm… Perlukah saya menjawab pertanyaanmu?

Si A : Ah, pasti kau tidak bisa menjawab bukan? hehehehe…..

Ustadz : Bukan itu maksud saya. Saya melihat kau kurang menyadarinya.

 

sumber Yusufmansurnetwork

Si A : Mengapa kau bicara begitu?

Ustadz : Tadi saya lihat kau bicara sendiri, ketawa dan tersenyum sendiri. Dan kau mencium HP itu sambil bicara “I love You”

Si A : Saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telfon saya tadi.

Ustadz : Mana istrimu? Saya tak melihatnya.

Si A : Istri saya di Padang. Dia telfon saya, saya jawab menggunakan telfon. Apa masalahnya? [ heran ]

Ustadz : Boleh saya lihat HP kamu?

Si A mengulurkan HP-nya kepada sang ustadz. Sang ustadz menerimanya, lalu membolak-balikan HP itu, menggoncang-goncangnya, mengetuk-ngetuk HP tersebut ke meja.

Ustadz : Mana istrimu? Saya lihat dia tidak ada di sini. Saya pecahkan HP ini pun istrimu tetap tak terlihat di dalamnya?

Si A : Mengapa kau bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon. Apa kau tak bisa menggunakan otakmu?

Ustadz : Alhamdulillah [senyum]. Begitu juga halnya dengan Allah SWT. Umat Islam shalat menghadap Ka’bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka’bah. Tetapi umat Islam shalat atas arahan Allah. Allah mengarahkan umat Islam untuk shalat menghadap Ka’bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka’bah. Begitu juga dengan dirimu dan istrimu. Istrimu menelfon menggunakan HP, ini bukan berarti istrimu ada di dalam HP. Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan

Si A : Bisa saja kau [ Garuk kepala tak gatal ]

Ustadz : Ada satu lagi, bilamana shalat tidak menghadap ka’bah, maka arah shalat akan kacau. Ada dua jamaah shalatnya berhadap-hadapan, ada yang shalat sendiri, karena tidak ada arah akan ganjil, ada yang menghadap kekiri dan kekanan. Wah bisa terbayang kan ?

Si A : [ Merenung ]

Share Share on FacebookTweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrShare on Google+Email this to someone

Leave a Reply