Author Archives: Taufik Ardi

Umat Islam Harus Tahu Sebab-Sebab Doa Sulit Terkabul

Umat Islam Harus Tahu Sebab-Sebab Doa Sulit Terkabul

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada umat Islam untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada-Nya. Doa dan harapan yang kita panjatkan pasti akan dikabulkan-Nya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Quran Cordoba telah merangkum waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa pada artikel sebelumnya. Namun, banyak umat muslim yang telah berdoa tapi merasa bahwa doanya tidak kunjung dikabulkan. Kali ini Quran Cordoba akan mencoba merangkum sebab-sebab doa sulit terkabul dalam point-point berikut ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surat Ghafir ayat 60 :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Sebelum mengerti tentang sebab-sebab doa sulit terkabul, kita harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya akan mengabulkan doa-doa kita sesuai dengan surat Ghafir ayat 60 di atas. Setelah yakin, mari kita intropeksi diri apa saja sebenarnya yang selama ini kita lakukan hingga doa yang kita panjatkan tidak kunjung dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala .

 

1. Hubungan hamba dengan Robnya yang tidak erat.

Sifat dasar manusia adalah ingat ketika butuh dan lupa ketika tidak butuh. Saat sedang sulit biasanya manusia akan ingat kepada Allah dan saat senang Allah akan dillupakan. Hubungan hamba dengan Robnya yang seperti ini bisa jadi membuat doa sulit terkabul. Allah akan menguji keimanan seseorang dengan ujian yang berat sebelum mendapatkan cintaNya.

Manusia-manusia yang mendapatkan cinta Allah adalah manusia yang telah berhasil melawati ujian dan akan mendapatkan kemudahan-kemudahan di dunia dan di akhirat. Mereka ridho kepada Allah dan Allah pun cinta dan ridho kepada mereka.

Hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).

 

2. Jeleknya Amal Ibadah

Seseorang yang selalu menjaga amal ibadahnya dengan baik akan memiliki kualitas iman yang baik pula. Seorang yang selalu menjaga kekhusyuan shalat pasti berbeda dengan orang yang shalat hanya memenuhi kewajiban saja. Amal ibadah yang wajib dan sunnah selalu dikerjakan dengan baik dapat berimbas pada ketenangan hati dalam menyikapi berbagai hal. Hati yang lalai dan tidak tenang dalam berdoa menjadikan doa sulit terkabul.

Dalil bahwa do’a dengan hati yang lalai :

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” ( HR. Tirmidzi no. 3479, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan )

Jadi salah satu penyebab sulit terkabulnya doa salah satunya adalah karena jeleknya amal ibadah yang membuat iman kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi sangat lemah dan mudah dikendalikan oleh syaitan.

 

3. Masih melakukan kemaksiatan dan perbuatan tidak benar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ  اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” ( HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid )

Dari hadits di atas disebutkan bahwa orang yang berdoa tapi masih melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan maka Allah tidak mengabulkan doa-doanya. Selain itu, memutuskan silaturahmi juga menjadi penyebab sulit terkabulnya doa. Ketika kita telah meninggalkan dosa dan kemaksiatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan tiga hal yaitu :

– Allah akan segera mengabulkan doanya.

– Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak

– Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.

 

4. Masih memakan harta-harta haram

Dalil pengaruh makanan yang haram terhadap do’a, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?“ ( HR. Muslim no. 1015 )

 

5. Allah mengganti apa yang ia minta dengan yang lebih bermanfaat di surga dan akhirat kelak.

Sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengabulkan doa kita yang terakhir adalah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menyimpan doa-doa kita di surga dan akhirat kelak. Allah mengabulkan doa kita kelak di akhirat ketika pertolongan sudah tidak ada lagi kecuali hanya datang dari Allah lewat doa-doa kita saat ini.

Sikap Husnudzon kepada Allah harus kita tanamkan agar doa-doa yang kita panjatkan mempunyai kekuatan. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada umatnya tidak mungkin Allah mendzolimi umatnya apalagi umatnya yang Allah cintai dan mencintai Allah.

Jadi kesimpulannya, jangan putus asa dalam berdoa. Teruslah berusaha untuk memperbaiki diri dan mencari solusi dari masalah yang kita hadapi seraya berdoa dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita. Jika pun terasa bahwa Allah belum mengabulkan doa-doa kita yakinlah bahwa Allah mengganti dengan yang lebih baik atau bisa jadi Allah menyimpan doa-doa kita kelak untuk dikabulkan di akhirat.

Wallahu’alam …

Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Sering Dilupakan Umat Islam

Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Sering Dilupakan Umat Islam

Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kasih-Nya kepada seluruh manusia, sedangkan sayangnya hanya kepada orang-orang beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai hamba yang senantiasa memohon dan berharap kepada-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surat Ghafir ayat 60 :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Sebaliknya orang-orang yang enggan memohon, berharap, dan menyombongkan diri untuk beribadah kepada Allah akan mendapatkan siksa dan dimasukkan ke dalam neraka jahannam, Naudzubillah. Oleh karena itu senantiasa berdoa merupakan kebutuhan manusia dalam rangka beribadah dan bertauhid hanya kepada Allah.

Quran Cordoba telah merangkum waktu mustajab untuk berdoa yang sering dilupakan umat Islam dalam poin-poin berikut ini :

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

 

2. Ketika berbuka puasa

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi).

 

3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Malam lailatul qadr, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah Ta’ala, namun Rasulullah telah menyampaikan ciri-ciri malam lailatul qadr dengan sabda beliau :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

 

4. Ketika adzan berkumandang

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”).

 

5. Di antara adzan dan iqamah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”) .

 

6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

 

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

 

9. Ketika turun hujan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

 

10. Ketika Perang Berkecamuk

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Wallahua’lam, semoga kita dapat diberikan kesempatan untuk mengamalkan amalan yang sudah dijelaskan di atas sehingga Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan.

Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat berjamaah

Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat berjamaah Ini

Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat berjamaah Ini

 

Salah satu sunnah Nabi SAW yang seringkali kurang diindahkan oleh umat Islam adalah shalat berjamaaah di masjid. Kurangnya perhatian umat Islam pada sunanul huda ini telah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Karena bukan hanya kalangan awam saja yang meninggalkannya, tapi juga tidak sedikit kalangan khusus—santri, ustadz, dan tokoh agama—yang meninggalkannya. Padahal jika kita simak berbagai hadits Nabi Muhammad SAW, tentu akan kita dapati perhatian yang demikian kuat dari generasi terbaik itu pada ibadah sunnah muakkad ini.

 

Shalat berjama’ah di masjid amat ditekankan perintahnya oleh Rasulullah SAW. Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah,

 

Ada seorang buta datang kepada Nabi SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun yang menuntun saya untuk datang ke masjid”; kemudian laki-laki buta itu minta keringanan/dispensasi kepada beliau agar diperkenankan shalat di rumahnya. Nabi SAW pun mengizinkannya; tetapi ketika ia bangkit untuk pulang, beliau SAW bertanya kepadanya: “Apakah kamu mendengar panggilan untuk shalat (adzan)?”. Laki-laki buta itu menjawab: “Ya (saya mendengar)”. Nabi SAW bersabda: “(Kalau begitu)Kamu harus datang ke masjid”.

 

Hadits di atas dengan jelas menginformasikan tentang penekanan perintah shalat berjama’ah, seorang buta sekalipun—bahkan yang tidak memiliki penuntun—tetap harus datang ke masjid jika mendengar seruan adzan.

 

Selain itu, shalat berjama’ah pun memiliki keutamaan daripada shalat sendirian. Sebuah hadits masyhur muttafaq ‘alaih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim menerangkan hal ini,

 

Dari Ibnu ‘Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat”.

 

Sungguh sangat  rugi orang yang melewatkan begitu saja keutamaan ini. Wahai saudaraku, bukankah ini seharusnya yang kita kejar demi meraih keridhoan Allah SWT? Demi membuktikan kecintaan kita pada-Nya? Demi meraih kebaikan bagi kehidupan kita?

 

Takutlah kepada Allah, karena sifat malas shalat berjama’ah di masjid—khususnya shubuh dan isya—adalah ciri orang munafik. Hal ini dijelaskan sendiri oleh beliau,

 

“Tidak ada shalat—berjama’ah—yang dirasakan berat oleh orang munafik, kecuali shalat fajr (shubuh) dan isya. Seandainya mereka mengetahui (keutamaan) yang ada pada keduanya, pasti mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak…”

 

Oleh karena itu marilah kita berupaya sekuat tenaga menghidupkan sunnah shalat berjamaah ini. Agar keislaman kita terpelihara dan terhindar dari kesesatan serta kemunafikan. Sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Mas’ud berkata,

 

“Siapa saja diantara kalian yang ingin bertemu dengan Allah SWT sebagai muslim maka ia harus benar-benar menjaga shalat-shalat ketika terdengar suara adzan. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi SAW sunanul huda (tuntunan-tuntunan yang penuh petunjuk) dan sesungguhnya shalat jama’ah itu termasuk sunanul huda. Seandainya kalian shalat di rumahmu sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah, niscaya kamu sekalian telah meninggalkan sunnah Nabi, dan seandainya kamu sekalian meninggalkan sunnah Nabi, niscaya kamu tersesat. Sungguh pada masa Nabi tiada seorang pun tertinggal dari shalat berjama’ah kecuali orang munafik yang jelas-jelas munafik. Sehingga terjadi ada seorang (sahabat) dipapah oleh dua orang sehingga ia bias berdiri pada salah satu barisan” (HR. Muslim).

 

Mari saudaraku, tekadkan dalam hati untuk selalu menjaga shalat berjama’ah di masjid. Jangan lupa ajak keluarga dan tetangga-tetangga kita untuk melaksanakannya. Insya Allah dengan sunnah ini umat Islam akan menjadi umat yang solid; terpelihara rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuannya. Semoga.

Kebiasaan Tidur Rasulullah yang Sering Dilupakan Oleh Umat Muslim

Kebiasaan Tidur Rasulullah yang Sering Dilupakan Oleh Umat Muslim

Kebiasaan Tidur Rasulullah yang Sering Dilupakan Oleh Umat Muslim

Allah berfirman dalam surat Al-Qalam ayat 4 :

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤

Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur. (QS Al-Qolam : 4)
Pada ayat di atas, Rasulullah SAW  memiliki budi pekerti yang luhur, yang wajib dicontoh dan dijadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW memiliki akhlak yang paling agung dijaga oleh Allah SWT dari dosa dan kesalahan. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita mengikuti akhlak Rasulullah yang dicerminkan dalam kebiasaan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Quran Cordoba telah merangkum kebiasaan tidur Rasulullah yang sering dilupakan oleh umat muslim menjelang tidur di malam hari dan terbangun di pagi hari. Kebiasaan tersebut antara lain :
1. Tidur di Awal Malam
“Rasulullah SAW membenci tidur sebelum isya’ dan beliau tidak menyukai obrolan setelah isya’.” (HR. Ahmad)
Dari hadits di atas, Rasulullah SAW memanfaatkan waktu setelah isya’ untuk beristirahat dan bertafakur kepada Allah SWT. Tidur di awal waktu bermanfaat untuk proses pemulihan tubuh yang membutuhkan istirahat. Dengan tidur di awal waktu, kita akan memiliki waktu yang cukup untuk bangun pada sepertiga malam untuk melaksanakan qiyamulail. Ibadah di sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT. Hal ini akan sangat sulit dilakukan oleh orang yang tidur tengah malam dengan waktu tidur yang sedikit.
2. Berwudhu Sebelum Tidur
“Apabila engkau hendak tidur, berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak shalat” (HR. Bukhari dan Muslim)
Wudhu sebelum tidur ternyata memberikan banyak manfaat. Manfaat dibalik diperintahkannya wudhu sangatlah besar bagi tubuh manusia. Bahkan ulama fikih menjelaskan hikmah wudhu sebagai bagian dari usaha untuk memelihara kebersihan jasmani dan rohani. Tentu setiap perintah Allah SWT itu mempunyai hikmah dan kebaikan didalamnya.Dalam sekali melakukan wudhu, lima panca indera kita terkena semua tanpa terkecuali disapu oleh air wudhu. Mata, hidung, telinga & seluruh kulit tubuh. Pertama, menenangkan otot-otot sebelum beristirahat. Kedua, mencerahkan kulit wajah. Ketiga, didoakan malaikat.
3. Membaca Ayat Kursi Sebelum Tidur
“Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai satu ayat. Maka akan ada penjaga dari Allah untukmu, dan setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari)
Ayat Kursi merupakan ayat yang paling agung paling utama dan paling mulia karena mengandung perkara-perkara besar dan sifat-sifat Allah yang mulia . Di dalam ayat kursi terdapat nama-nama Allah yang agung beserta sifat-sifatNya.Oleh karena itulah, banyak hadits-hadits yang menganjurkan kita untuk membacanya dan menjadikannya wirid harian yang dibaca di pagi dan sore hari, sebelum tidur dan sehabis shalat lima waktu. Allah Subhaanahu wa Ta’aala menyebutkan pada ayat tersebut tentang Diri-nya, bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Dia, karena kesempurnaan-Nya dan kesempurnaan sifat-sifat-Nya serta banyaknya nikmat yang dikaruniakan-Nya. Di samping itu, karena keadaan seorang hamba yang memang berhak menjadi hamba Allah Tuhannya dengan mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua sesembahan yang disembah selain Allah adalah batil, hal itu karena selain Allah adalah makhluk, memiliki kekurangan, diatur dan bergantung dengan sesuatu sehingga tidak pantas disembah.
4. Berdzikir Sebelum Tidur

اَللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

“Ya Allah, jauhkanlah aku dari siksaanMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu (yaitu pada hari kiamat).” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian membaca dzikir di atas.
Selain itu Rasulullah juga membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebanyak 33 kali sebelum tidur. Bacaan dzikir tersebut lebih baik daripada memiliki pembantu di rumah. Demikian dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada puterinya, Fatimah dan istri tercintanya, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhuma.
5. Meruqyah Badan Sebelum Tidur
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca Al-Mu’awidzat, lalu meniupkan tangan untuk diusap ke badannya ketika beliau sakit yang mengantarkan kematian. Ketik Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sangat parah, aku (Aisyah) yang  meniupkan ke tangan dengan bacaan surat tersebut, dan aku gunakan tangan beliau untuk mengusap badan beliau, karena tangan beliau berkah. (HR. Bukhari no. 5735)
Yang dimaksud ruqyah itu adalah membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian ditiupkan ke dua tangan, lalu diusapkan ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau, sambil berbaring.
6. Tangan Kanan di Bawah Pipi Kanan
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
Dari hadits diatas maka dapat kita ketahui bahwa Rosulullah menjadikan tangan kanannya sebagai bantal untuk bersandar kepalanya. Berikut manfaat yang dapat Anda dapatkan dengan tidur tanpa bantal :
– Mencegah sakit leher
– Kualitas tidur
– Keuntungan untuk tulang belakang
7. Berbaring ke Kanan
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).
Salah satu adab tidur adalah di anjurkan untuk miring ke kanan, dan di balik sunnah Nabi ini ternyata banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil dari sisi kesehatan.
– Mengistirahatkan otak sebelah kiri.
– Mengurangi beban jantung.
– Mengistirahatkan lambung.
– Meningkatkan pengosongan kandung empedu dan pankreas.
Dan lainnya.
8. Membaca Doa Sebelum Tidur
“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau membaca: Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa.. (HR. Bukhari 6324)
Orang yang sedang tidur, sejatinya sedang Allah wafatkan. Allah berfirman:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan (mewafatkan) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya (sehingga tidak bangun dari tidurnya) dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.” (QS. Az-Zumar: 42)

Karena itulah, ketika hendak tidur, kita membaca : Dengan Nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup. Maknanya, aku mati ketika tidur dan aku hidup ketika bangun.

9. Saat Bangun Karena Mimpi Buruk
“Jika kalian mengalami mimpi yang dibenci (mimpi buruk) hendaklah meludah kesebelah kiri tiga kali, dan memohon perlindungan dari Allah dari godaan setan tiga kali, kemudian mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)

 

Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar, mimpi bisikan perasaan, dan mimpi ditakut-takuti setan. Barangsiapa bermimpi yang tidak disukainya (mimpi buruk), hendaklah dia melaksanakan shalat.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani).

Sunnah Rasulullah SAW ketika bangun mimpi buruk :

– Meludah kekiri 3 kali.

– Memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari setan 3 kali, dengan membaca

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

A’udzu billahi minas-syaithanir-rajiim” atau bacaan ta’awudz lainnya).

– Memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut.

– Atau sebaiknya dia bangun kemudian melaksanakan Shalat.

– Mengubah pisisi tidurnya dari posisi semula ia tidur, jika ia ingin melanjutkan tidurnya, walaupun ia harus memutar kesebelah kiri, hal ini sesuai zahir hadis.

– Tidak boleh menafsir mimpi tersebut baik menafsir sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain.

 

10. Ketika Bangun Membaca Dzikir Bangun Tidur

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami (dengan bangun tidur) setelah memati kami (dengan tidur) dan hanya kepadanyalah kami akan dibangkitkan.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhary dari Hudzaifah Ibnul Yaman dan Abu Dzarr Al-Ghifary radhiyallahu ‘anhum, dan Muslim dari Al-Barâ` bin ‘Âzib radhiyallahu ‘anhumâ]

 

 

 

Inilah Keseluruhan Isi Al Quran Yang Kita Baca

Inilah Keseluruhan Isi Al Quran Yang Kita Baca

Allah SWT menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang agung yaitu diperintah. Allah menciptakan manusia bukan untuk main-main, namun beribadah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya sesuai dengan Firman Allah SWT berikut ini :

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Allah SWT memerintahkan kepada manusia agar mempelajari Al Quran yang berisi petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang sesuai dengan surat Ibrahim ayat 1 berikut :

 

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى

صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (١

Alif, Laam Raa. (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibrahim : 1)
Al Quran merupakan petunjuk Allah yang harus kita baca dan amalkan agar selamat di Dunia dan Akhirat. Inilah keseluruhan isi Al Quran yang kita baca sehari-hari dalam tiga pembahasan besar yaitu:

1. Al Quran Berisi Berita

Al Quran adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, dan masa lalu, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayat Al Quran. Di dalam Al Quran juga terdapat berita mengenai nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, keagungan Allah, kemuliaan Allah, seperti pada surat Al Baqarah ayat 255 atau sering disebut dengan ayat kursi. Dalam ayat tersebut terdapat 5 nama-nama Allah dan 25 sifat-sifat Allah.
Di dalam Al Quran terdapat banyak kisah-kisah orang-orang serta nabi-nabi terdahulu seperti kisah Ashabul Kahfi, kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi-Nabi yang lainnya. Semua kisah-kisah ini mengandung pelajaran yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan saat ini.

2. Al Quran Berisi Perintah dan Larangan

Di dalam Al Quran perintah terdapat banyak perintah dan larangan dari Allah sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. Perintah Allah yang pertama adalah mengajak manusia untuk bertauhid yaitu dalam awal surat al-Baqarah Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai manusia! Sembahlah Rabb (Tuhan) kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (Surat Al-Baqarah : 21)
Larangan Allah yang pertama bagi manusia adalah larangan untuk menyekutukan Allah dengan yang lainnya sesuai dengan ayat Al Quran berikut ini :

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَآءَ بِنَآءًوَأَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلاَ تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Surat al-Baqarah: 22)
Setelah bertauhid kepada Allah maka terdapat perintah-perintah lainnya yang terangkum dalam rukun Islam yaitu Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji dan lainnya. Selain itu larangan-larangan Allah juga terdapat dalam Al Quran seperti larangan berzina, larangan memakan haram dan riba, dan larangan-larangan yang lainnya. Semua perintah dan larangan dari Allah telah dijalankan oleh Rasulullah SAW maka dari itu mencontoh dan menjalankan sunnah Rasulullah juga berarti menjalankan perintah dan larangan dari Allah SWT.
Dalam menjalankan perintah Allah SWT, diperlukan ilmu agar amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah diterima dan tinggi derajatnya di sisi Allah SWT. Ilmu terhadap perintah Allah mencakup empat poin yaitu :
1. Mengetahui perintah Allah SWT sesuai dengan dalilnya.
2. Mengetahui batasan, kaidah, serta kaifiyah melaksanakan perintah Allah SWT.
3. Mengetahui hikmah dan tujuan perintah Allah SWT.
4. Mengetahui keindahan perintah Allah SWT.
Simak poin lengkapnya pada pembahasan selanjutnya.

3. Al Quran Berisi Kabar Gembira dan Ancaman

Di dalam Al Quran terdapat kabar gembira tentang ganjaran yang diberikan oleh Allah kepada umat muslim yang melaksanakan perintah dan larangan Allah SWT sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah SAW. Allah SWT memberikan janji akan nikmat di Dunia maupun nikmat di Akhirat berupa Surga.
Selain kabar gembira terdapat juga ancaman dari Allah SWT bagi siapapun yang menyekutukan-Nya, tidak menjalankan perintah dan larangannya, dan perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan dosa baik dosa besar maupun dosa-dosa kecil.
Allah berfiman dalam surat An Nisa :

وأولُهُمْ نوحٌ عليهِ السلامُ، وآخِرُهُم محمدٌ صلى الله عليه وسلم وهو خاتِمُ النَّبيينَ والدليلُ على أنَّ أوَّلُهُم نوح قوله تعالى: إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.“(An-Nisaa’ : 165)

فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih [Ali Imran : 21, At-Taubah : 34, Al-Insyiqaaq : 24]

Maka jadilah mukmin yang senantiasa berusaha untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan kabar gembira. Kabar gembira ini adalah kabar yang benar dan akan terjadi kelak bagi seluruh manusia.

Sumber : Video Ceramah Singkat: Memahami Isi Al-Qur’an – Ustadz Abu Qotadah.

 

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah bulan haji karena pada bulan tersebut umat Islam di seluruh Dunia melaksanakan rangkaian ibadah haji. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang memiliki keutamaan selain bulan ramadhan. Bulan Ramadhan yang telah berlalu membuat umat muslim rindu akan nikmatnya beribadah dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan yang jarang diketahui oleh masyarakat terutama di Indonesia. Kesemarakan menjelang bulan Ramadhan harus dihadirkan kembali di bulan Dzulhijjah ini untuk meningkatkan keasadaran masyarakat akan keistimewaan bulan Dzulhijjah. Banyak dalil-dalil yang menyebutkan keistimewaan di bulan Dzulhijjah yaitu :

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ

”Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadlan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari 1912 dan Muslim 1089).

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah adalah dua bulan yang istimewa.

Apa saja keistimewaan bulan Dzulhijjah?

Bulan Dzulhijjah memiliki beberapa keistimewaan salah satunya adalah keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.Dalil tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah yaitu :

Di surat al-Fajr, Allah berfirman:

وَ الْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh. (QS. Al Fajr: 1 – 2)

Ibn Rajab menjelaskan, malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Inilah tafsir yang benar dan tafsir yang dipilih mayoritas ahli tafsir dari kalangan sahabat dan ulama setelahnya. Dan tafsir inilah yang sesuai dengan riwayat dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma” (Lathaiful Ma’arif, hal. 469)

Dari dalil tentang keutamaan sepuluh hatr pertama di bulan Dzulhijjah di atas, Quran Cordoba merangkumnya ke dalam poin-poin berikut ini :

 

1. Melaksanakan Haji dan Umrah

Melaksanakan ibadah haji dan umrah pada bulan Dzulhijjah adalah amalan yang utama. Rasulullah SAW bersabda

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجن

“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

Firman Allah dalam surat Ali Imran 97 :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah , yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali Imron: 97]

 

2. Puasa sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah

Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya :

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidaklah disana terdapat hari-hari yang didalamnya dikerjakan amalan-amalan shalih, lebih dicintai di sisi Allah ta’ala, melainkan sepuluh hari ini. Maka para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak pula jika seorang berjihad di jalan Allah?”, maka beliau menjawab : “Walaupun dia berjihad di jalan Allah, kecuali jika seorang yang pergi untuk berjihad dengan membawa jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan sesuatu apapun darinya.” (HR Imam Al Bukhari dan Imam At Tirmidzi )

Dari hadits di atas beramal di sepeluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah amalan yang lebih dicintai Allah. Berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini adalah salah satu amalan yang lebih utama dibandingkan dengan puasa senin-kami, puasa tiga hari setiap bulannya, bahkan puasa enam hari pada bulan syawal.

Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah maksudnya adalah puasa dari tanggal satu hingga sembilan Dzulhijjah. Tanggal sepuluh Dzulhijjah diharamkan untuk berpuasa karena bertepatan dengan hari iedul adha hingga hari ke tiga belas yaitu hari tasyrik.

 

3. Memperbanyak takbir dan dzikir

Memperbanyak takbir dan dzikir merupakan amalan sholih yang jika dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah maka akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah sesuai dengan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah yang tertera pada hadits berikut :

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

 

4. Memperbanyak sedekah

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 261 :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah (2): 261) .

Bersedekah di sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah merupakan amalan sholih yang akan mendapatkan ganjaran pahala hingga tujuh ratus kali lipat.

 

5. Berpuasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah

Puasa Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah dan merupakan salah satu rangkaian amalan puasa yang dikerjakan pada sepuluh hari yang pertama pada bulan Dzulhijjah bagi orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Puasa Arafah dikerjakan ketika jamaah haji sedang melakukan wukuf di padang Arafah. Puasa Arafah memiliki keistimewaan yang terdapat pada hadits berikut :

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

 

6. Berkurban

Berkurban adalah ibadah kepada Allah dengan cara menyembelih seekor kambing, domba, sapi untuk tujuh orang, dan unta . Adapun hukum berkurban adalah sunnah muakkad menurut jumhur ulama. Ibadah kurban dianjurkan untuk dilaksanakan bagi orang yang mampu setiap tahunnya. Rasulullah SAW selalu berkurban setiap tahunnya ketika di Madinah. Rasulullah SAW bersabda :

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa memiliki kelapangan (rizki) tapi tidak berkurban, janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” [HR. Ibnu Majah Dihasankan oleh al-Albani dalam Takhrij Musykilatul Faqr no. 102]

 

7. Tidak memotong atau mencabut rambut, kulit dan kuku bagi yang akan berkurban

Bagi orang yang akan berkurban dianjurkan untuk tidak memotong rambut,kulit dan kuku, sesuai hadits Rasulullah SAW :

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره

“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

 

8. Sholat Iedul Adha

Shalat Idul Adha adalah shalat yang diadakan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan ibadah haji di Makkah Al-Mukarramah dan kerena itu disebut juga dengan Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban kerena disunnahkan berkurban bagi yang mampu. Shalat Idul Adha hukumnya sunnah. Ia merupakan bagian penting dari perayaan hari raya Idul Adha.

Pada hari raya Idul Adha, hukumnya sunnah bagi setiap muslim untuk tidak makan sampai selesai shalat Idul Adha. Ini merupakan kebalikan dari Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum berangkat ke masjid untuk shalat. Berdasarkan pada hadits riwayat Ahmad no. 22984

عن عبد الله بن بريدة، عن أبيه قال: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Artinya: Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak keluar pagi pada hari Idul Fitri sehingga beliau makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sehingga beliau pulang (dari shalatnya) kemudian memakan daging kurbannya”

 

Turut Berduka Atas Musibah yang Terjadi di Masjidil Haram

Turut Berduka Atas Musibah yang Terjadi di Masjidil Haram

إنا لله وإنا إليه راجعون

Kami Turut Berduka Atas Musibah yang Terjadi di Masjidil Haram.
Semoga Allah menerima seluruh amal sholehnya, diampuni semua dosa-dosa nya, keluarga mereka diberikan kesabaran,dan bagi korban meninggal semoga Allah berikan pahala syahid.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Mati syahid selain yang terbunuh di jalan Allah, ada tujuh, mati karena penyakit tha’un (lepra) syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit di dalam perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras) syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan) syahid” (HR. Abu Dawud no 3111)

#prayformecca

Tiga Panggilan Allah yang Jarang Ditanggapi Oleh Manusia

Tiga Panggilan Allah yang Jarang Ditanggapi Oleh Manusia

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki akal, pikiran, serta hawa nafsu. Allah menciptakan manusia di Dunia semata hanya untuk beribadah kepada-Nya. Lewat Rasulullah SAW, manusia diajarkan cara-cara beribadah sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah. Selain lewat Rasulullah SAW, Allah memanggil langsung manusia untuk beribadah. Ada tiga panggilan Allah yang jarang ditanggapi oleh manusia pada saat ini. Padahal tiga panggilan tersebut adalah panggilan dari Allah, Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

1. Panggilan pertama adalah Adzan

Alhamdulillah segala puji bagi Allah di Indonesia panggilan adzan sangat mudah sampai ketelinga kita. Masjid-masjid yang mengumandangkan adzan tidak jauh dari lingkungan kita dan jaraknya relatif dekat. Hal ini sangat berbeda apabila kita berkunjung ke luar negeri yang mayoritas penduduknya beragama non-muslim. Sangat susah untuk menjumpai masjid dan mendengarkan adzan berkumandang.

Adzan yang terdengar seringkali diacuhkan,tidak disimak, bahkan tidak dipenuhi panggilan tersebut. Padahal ini adalah panggilan dari Allah yang diwakilkan oleh muadzin di setiap masjid. Seorang muslim laki-laki wajib hukumnya untuk memenuhi panggilan ini dengan melaksanakan shalat wajib di masjid. Sesuai dengan hadits berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ  فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: Ada seorang lelaki buta yang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dia mengatakan: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak memiliki penuntun yang menuntun saya untuk berangkat ke masjid.”Dia meminta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk diberikan keringanan agar  diperbolehkan untuk shalat di rumahnya. Maka Nabi pun memberikan keringanan kepadanya, kemudian ketika lelaki itu berbalik untuk pulang beliau memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu masih mendengar panggilan adzan?”. Dia menjawab, “Iya.” Maka beliau bersabda, “Kalau begitu maka penuhilah.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Hal yang terjadi di Dunia saat ini, manusia cenderung lebih bersemangat dan sangat mempersiapkan diri ketika dipanggil oleh kepala negara atau pejabat. Sedangkan panggilan Allah Tuhan semesta alam, yang tiada bandingannya untuk memenuhi panggilan-Nya masih banyak manusia yang bermalas-malasan dan mengacuhkan panggilan tersebut.

Sudah sepantasnya kita sebagai umat muslim bersegara dalam memenuhi panggilan Allah untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Karena menjaga shalat lima waktu di masjid akan mendapatkan naungan Allah dihari kebangkitan kelak. Yang mana dihari tersebut tidak ada pertolongan lagi selain pertolongan dari Allah SWT.

2. Panggilan kedua adalah Haji dan Umroh

Haji adalah rukun Islam yang kelima. Haji merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Mekkah dan Madinah serta melakukan rangkain ibadah haji dan umroh di dalamnya. Haji dilaksanakan setiap tahun sekali dan dilaksanakan oleh kaum muslim sedunia yang mempunyai kemampuan.

Allah memanggil umat muslim untuk berhaji dengan cara yang sangat halus. Allah memanggil hamba-hamba-Nya dengan panggilan yang halus dan sifatnya bergiliran setiap tahun. Ada hamba yang tidak mampu secara finansial namun tetap bisa berangkat haji, dan ada hamba yang mempunyai kemampuan finansial tetapi belum bisa berangkat haji.

Allah berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 97 :

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ“

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran: 97).

Maka berniat untuk berhaji dan berumroh harus kita tanamkan sejak dini, karena bukan perkara biaya yang menjadi penghambat tetapi niat dan kesungguhan kita dalam berupaya dan berdoa untuk memenuhi panggilan Allah tersebut. Masih banyak saudara-saudara kita yang kaya namun belum mempunyai niat untuk berhaji dan Allah pun tidak memberangkatkannya.

 

3. Panggilan ketiga adalah kematian

Firman Allah dalam surat Al Fajr 27-28 :

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr [89]: 27-30).

Sesungguhnya semua yang hidup akan mati begitu juga manusia yang hidup pasti akan mengalami kematian. Kematian adalah panggilan dari Allah keseluruh makhluknya tidak terkecuali manusia. Kematian adalah jalan untuk bertemu dengan Allah, mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di Dunia. Tidak ada yang mengetahui kapan kematian akan menjemput kita dan sewaktu-waktu dapat terjadi.

Panggilan Allah yang ketiga ini sering kali diacuhkan oleh manusia. Melihat teman, saudara, bahkan orang tua meninggal dunia hati ini hanya diliputi oleh duka saja tanpa ada rasa khawatir kematian seperti apa yang akan menimpa kita kelak. Apakah khusnul khatimah atau su’ul khatimah kematian yang akan kita alami?

Sudah sepatutnya menyaksikan kematian, semakin bertambah keimanan, semakin bertambah ketakwaan kepada Allah SWT. Kematian pasti akan menjemput dan persiapan seperti apakah yang telah kita siapkan?

Wallahualam.

 

Nama dan Sifat Al Quran yang harus diketahui

Nama dan Sifat Al Quran yang Harus Diketahui

Berapa Sebenarnya Jumlah Nama Al Quran?

Telah banyak ulama yang mencoba mengumpulkan dan menghitung nama-nama Al Quran dalam kitab yang mereka karang. Namun demikian, tidak ada kesepakatan di antara para ulama tersebut tentang berapa sebenarnya jumlah nama dari Al Quran.

Ketidaksepakatan jumlah nama Al Quran dikarenakan adanya perbedaan pendapat mengenai pengelompokkan mana yang sebenarnya merupakan nama Al Quran dan mana yang sebenarnya hanyalah sifat dari Al Quran. Sebagian ulama menolak pendapat bahwa Al Quran memiliki banyak nama hingga berjumlah puluhan dan mengatakan bahwa sebagian besar dari jumlah tersebut hanyalah sifat, bukan nama. Sebagian ulama, semisal Al Mawardi, juga berpendapat bahwa nama sebenarnya dari Al Quran hanya berjumlah lima, yaitu Al Quran, Al Kitab, Adz Zikr, Al Furqon, dan At Tanzil.

Terlepas dari berbagai pendapat mengenai berapa jumlah sebenarnya dari nama-nama Al Quran, hal yang perlu disepakati adalah bahwa nama dan sifat dari Al Quran bersifat tauqifiyah. Artinya, nama dan sifat yang disematkan kepada Al Quran haruslah berdasarkan Al Quran dan hadis nabi, tidak dibenarkan untuk dibuat-buat sendiri.

Di Antara Nama dan Sifat Al Quran

Al-Qur’an memiliki sejumlah nama lain sebagaimana Allah sebutkan dalam al-Qur’an itu sendiri. Masing-masing nama memberikan gambaran yang jelas mengenai fungsinya bagi kehidupan manusia. Berikut Nama dan Sifat Al Quran yang Harus Diketahui oleh umat muslim :

Nama-nama dan sifat al-Qur’an :

  1. Al-Kitab(buku / Tulisan)

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

  1. Al-Furqan(pembeda benar salah)

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

  1. Adz-Dzikr(pemberi peringatan)

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

  1. Al-Mau’idhah(pelajaran/nasihat)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

  1. Asy-Syifa’(obat/penyembuh)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

  1. Al-Hukm(peraturan/hukum)

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)

  1. Al-Hikmah(kebijaksanaan)

Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)

  1. Al-Huda(petunjuk)

Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan penguranganpahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)

  1. At-Tanzil(yang diturunkan)

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)

  1. Ar-Rahmat(karunia)

Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)

  1. Ar-Ruh(ruh)

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)

  1. Al-Bayan(penerang)

(Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)

  1. Al-Kalam(ucapan/firman)

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)

  1. Al-Busyra(kabar gembira)

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)

  1. An-Nur(cahaya)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4]:174)

  1. Al-Basha’ir(pedoman)

Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah [45]:20)

  1. Al-Qaul(perkataan/ucapan)

Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)

  1. Al-Quran adalah Ash-Shirath Al-Mustaqim(jalan lurus)

Bahwasanya semua nama dan sifat tersebut mengandung makna, motivasi yang harus kita Imani, dipelajari dan diamalkan supaya mendapatkan Syafaat dan manfaat dari nama tersebut.

Oleh: ust Heri Mahbub

Sumber : rasmulbayan Tarbiyah

Lima Makna Al Quran yang Sering Dilupakan Orang

Lima Makna Al Quran yang Sering Dilupakan Orang

Menyelami makna Al Qur’an bagaikan mengarungi langit yang luas, banyak yang belum tersentuh ketinggian maknanya, keagungan dan keindahannya tak terbatas, manusia hanya mampu memahami sesuai dengan ilmu dan kapasitasnya yang terbatas.

 Al-Qur’an secara bahasa berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah :

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧)فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨

Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(Al Qiyamah,75 :17-18)

Secara makna Al-Qur’an adalah kalamullah, merupakan mukjizat yang diturunkan ke hati Muhammad saw. diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah.

Maka akan dijelaskan Lima Makna Al Quran yang Sering Dilupakan Orang dari 5 definisi tersebut yaitu;

  1. Al-Qur’an adalah kalamullah  (كلام الله)

Hal ini memberikan pengertian bahwa al-Qur’an bukan merupakan ucapan maupun gubahan Nabi Muhammad saw., malaikat, maupun manusia atau makhluk lain. Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan melalui wahyu. Keberadaannya sebagai wahyu memberikan jaminan kesempurnaan dan kebebasannya dari kekurangan sebagaimana yang ada pada semua kitab selainnya. Al Qur’an bukanlah makhluk sebagaimana ciptaan Allah, Kebenarannya yang ada di dalamnya adalah mutlak.

  1. Mukjizat yang abadi  (اَلْمُعْجِز)

Mukjizat adalah hal luar biasa yang diberikan kepada para nabi sebagai bukti kenabiannya. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad saw. yang terbesar dan abadi. Kemukjizatannya dapat dilihat dari keorisinilannya. Belasan abad sudah kitab ini tidak berubah meskipun hanya satu huruf, demikian hingga akhir jaman. Allah telah menjamin untuk menjaganya sehingga tidak akan pernah mengalami perubahan. Kemukjizatan lain dapat dilihat dari kesempurnaan bahasa dan kandungannya.

  1. Diturunkan ke dalam hati Muhammad saw. ( لْمُنَـزَّلُ عَلَى قَلْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) 

Keberadaannya sebagai wahyu yang diturunkan ke dalam hati memberikan pengertian bahwa ia bukan sekedar dibaca atau dihafal dengan lisan. Al-Qur’an akan efektif memberikan manfaat kalau interaksi dengannya merupakan interaksi qalbiyah [hati]. Initeraksi inilah yang akan menggerakkan hingga tercipta perubahan. Hubungan lisan akan menghasilkan perubahan lisan, pun demikian bila hubungan hati. Hati yang berubah akan mampu menggerakkan seluruh sendi kehidupan.

  1. Diriwayatkan secara mutawatir.    (اَلْمَنْقُوْلُ بِالتَّوَاتُرِ)   

Informasi agama dalam Islam harus melalui periwayatan yang dapat dipertanggungjawabkan validitas dan reliabilitasnya. Mutawatir adalah riwayat yang disampaikan oleh tiga orang atau lebih yang memiliki kualifikasi terbaik sebagai orang-orang yang adil [kredibilitas moral], sempurna hafalannya [kapabilitas], dan tidak mungkin sepakat bohong. Seluruh ayat-ayat al-Qur’an sampai kepada kita dengan derajat periwayatan yang demikian.

  1. Membacanya merupakan ibadah,  (اَلْمُتَعَبَّدُ بِتِلاَوَتِهِ) 

Karena ia adalah kalamullah, maka membacanya merupakan ibadah. Membacanya merupakan indikasi keimanan seseorang. Semakin besar iman seseorang semakin intens membacanya. Semakin intens membacanya semakin meningkat keimanannya. Pahala besar akan diberikan oleh Allah pada mukmin yang membacanya. Satu huruf dibalas dengan sepuluh pahala. Alif laam mimm bukan satu huruf, tapi tiga huruf.Rasulullah saw. juga pernah mengatakan,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

”Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim sebagai satu haruf. Namun Alif merupakan satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

oleh: Ust Heri Mahbub
Sumber: rasmulbayan tarbiyah

Al Quran Penyembuh Sempurna Lahir dan Batin

Al Quran Penyembuh Sempurna Lahir dan Batin

Al Quran penyembuh sempurna lahir dan batin

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (٥٧

“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. ( Q.S Yunus:57)

Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari rahimahullah : “Allâh Azza wa Jalla menjadikan al-Qur`ân bagi kaum Mukminin sebagai penyembuh, (dengan) mereka mengambil pengobatan dari nasehat-nasehat (yang terkandung dalam) al-Qur’an untuk (menyembuhkan) penyakit-penyakit yang merasuk ke dalam dada (hati) mereka, (juga penyakit yang berupa) bisikan dan godaan setan (yang akan merusak hati dan keimanan manusia), maka Allâh mencukupi orang-orang yang beriman (melalui nasehat) dengan penjelasan ayat-ayat-Nya sehingga mereka tidak butuh lagi kepada nasehat yang lain”

Didalam surah yunus ayat 57, Allah swt menjelaskan tentang fungsi Al Qur’an, yaitu;

1. Mau’izah

Yaitu pelajaran dari Allah kepada seluruh manusia agar mereka terbimbing mencintai yang hak dan benar, serta menjauhi perbuatan yang batil dan jahat, sehingga pelajaran ini betul-betul dapat tergambar dalam perbuatan mereka.

2. Syifa’

Yaitu penyembuh bagi penyakit yang bersarang didalam dada manusia, seperti penyakit syirik, kufur dan munafik termasuk pula semua penyakit jiwa dan jasad yang mengganggu ketenangan hidup manusia.

3. Hudan dan Rahmah

Yaitu petunjuk kepada jalan yang lurus yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat,

 tapi hanya orang yang bertaqwa saja lah yang dapat mengambil petunjuk dari Al- Qur’an. Mereka akan hidup tolong-menolong, sayang menyayangi, bekerja sama dengan menegakkan keadilan.

Tentang Sains dan perkembangan penyakit semua agama mengatakan hal yang sama bahwa terdapat sesuatu di luar pengetahuan manusia baik penyakit medis maupun nonmedis.

Sains – telah membuktikan bahwa Ketakutan, kecemasan, Kekuatiran dan Depresi adalah penyebab munculnya penyakit. Kesalahan serius dalam pikiran bisa menyeret kepada penyakit.

Ayat-ayat Alqur`an yang digunakan dalam pengobatan adalah unsur unsur Metafisika yang akan secara langsung terhubung dengan pusat otak, karena yang memproses fungsi-fungsi non verbal dan emosional adalah bagian otak. Ayat-ayat itu dapat melakukan penyembuhan emosional dan entah bagaimana bahkan meningkatkan kesadaran spiritual. Ayat-ayat penyembuh Alquran memiliki suatu keistimewaan yang tidak ditemukan dalam obat-obat kimia, yang hanya diciptakan oleh Allah swt, bukan dibuat di laboratorium. Dalam proses penyembuhan Ayat-ayat tersebut akan membangkitkan energi spiritual yang mampu menyembuhkan rasa sakit, kesedihan dan kegagalan.

Sayangnya ketika kita membicarakan pengobatan qurani maka masih banyak orang yang membayangkan pengobatan secara supranatural dengan kekuatan hipnotis dengan efek placebo yang sudah keluar dari kaedah agama ( musyrik ). Kesembuhan dapat terjadi melalui beberapa cara- Sebagian baru saja kita pahami – Lainnya baru akan kita pahami dan Sisanya tetap belum terungkap.

Kesembuhan yang belum terungkap adalah rahmat Allah swt. yang misterius, tidak bisa dipecahkan dengan “bagaimana” atau “mengapa” tapi untuk direngkuh dan disyukuri kewujudannya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah  bahwasanya Nabi  bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شَفَاءً

“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”

 

Oleh: Ust Heri Mahbub

Sumber: pengpbatanquran

10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin

10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin

Rasulullah Salallahualaiwasallam adalah uswah atau teladan bagi umat Islam di seluruh dunia. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzaab ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzaab: 21]

Dalam diri Rasulullah terdapat akhlak yang baik hingga disebut Al Quran berjalan. Disebut demikian karena Rasulullah selalu bertindak dan berucap mengikuti tuntunan dari Al Quran. Sebagai umat muslim,sudah sepantasnya kita mengikuti akhlak dan sunnah-sunnah dari Rasulullah Salallahualaiwasallam.

Quran Cordoba telah menyusun 10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin dalam poin-poin berikut ini :

1. Melaksanakan Shalat Tahajjud

Sholat tahajjud atau qiyamulail adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari yang sangat dianjurkan dan selalu dikerjakan oleh Rasulullah. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isro ayat 79 :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79

Artinya: “Dan pada sebagian malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”. (QS : Al-Isro’ : 79).

Shalat tahajjud memiliki banyak keistimewaan dan manfaat yang didapatkan bagi umat muslim yang melaksanakannya. Diantara keistimewaan dan manfaatnya adalah sebagai berikut :

  • Qiyamul-Lail merupakan sholat sunnah yang paling utama setelah sholat wajib yang 5 waktu.
  • Melaksanakan Qiyamul Lail itu adalah kebiasaan orang-orang sholih dan calon penghuni Surga.
  • Mengerjakan Qiyamul-Lail (sholat Tahajjud) adalah salah satu sebab dihapuskannya kesalahan-kesalahan dan terhindar dari dosa-dosa.
  • Melaksanakan Shalat Tahajjud maka akan terpelihara dari gangguan setan, dan akan bangun pada pagi hari dengan keadaan segar dan bersih jiwanya.
  • Melaksanakan shalat tahajjud pada sepertiga malam yang terakhir adalah waktu dimana doa akan dikabulkan, dan dosa-dosa akan diampuni Allah Ta’ala bila ia memohon ampunan kepada-Nya.

2. Membaca Al Quran Setiap Hari

Al Quran merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa dan tidak ada keraguan di dalamnya. Membaca Al Quran merupakan hal yang wajib dikerjakan bagi setiap umat muslim. Al Quran dibaca oleh Rasulullah dan diajarkan kepada para sahabat begitu turun sebagai wahyu melalui perantara malaikat Jibril. Membaca dan memahami ayat-ayat Al Quran setiap hari memiliki manfaat dan keistimewaan diantaranya:

  • Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”(HR. At-Tirmidzi) . Membaca Al Quran setiap hari maka setiap hari itu kita akan diberkahi oleh kebaikan yang berkali-kali lipat oleh Allah SWT.
  • Al Quran memberikan syafaat kepada ahlinya di akhirat sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam yang berbunyi : “Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim) .
  • Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya. Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam : “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud)

3. Dzikir Setelah Shalat

Allah ‘Azza wa jalla berfirman dalam surat An-Nisa ayat 103 :

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya : Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang berim( QS. An-Nisa: 103).

Dzikir setelah shalat merupakan salah satu perintah Allah yang terdapat dalam surat An Nisa ayat 103 di atas. Dzikir setelah shalat memiliki banyak keutamaan antara lain :

  • Diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.
  • Harinya akan dilindungi dari semua yang tidak disenangi.
  • Ditulis 10 kebajikan
  • Dihapus 10 keburukan
  • Diangkat 10 derajat

4. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib

Dari Ummul Mukminin, Ummu Habibah, Ramlah binti Abi Sufyan radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي للهِ تَعَالى كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيرَ الفَرِيضَةِ، إلاَّ بَنَى الله لَهُ بَيْتًا في الجَنَّةِ، أو إلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ

“Tidak ada seorang hamba Muslim pun yang shalat karena Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap hari 12 rakaat shalat sunnah–bukan shalat wajib, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala akan bangunkan bagi dia sebuah istana atau rumah di surga.” (H.R. Muslim)

Insyaallah dengan menjalankan Shalat sunnah rawatib disetiap waktu shalat wajib Allah akan bangunkan sebuah istana atau rumah di surga kelak,aamiin .

5. Dzikir Pagi dan Petang

Allah ‘Azza Wa jalla berfirman dalam surat Al Ahzab 41-42 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (٤١) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (٤٢

Artinya : “41. Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan menyebut (nama-Nya) sebanyak-banyaknya 42. dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang ” . ( QS. Al-Ahzab:41-42) .

Dzikir adalah saran untuk membangun cinta dengan Allah dengan mengingat Allah di setiap saatnya. Bila ini dilakukan setiap hari maka lahirlah hamba yang mengingat Allah dan diingat oleh Allah. Hati akan tenang dan jiwa akan stabil apabila mengingat Allah disetiap saat.

Keutamaan dzikir pagi dan petang sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda, “siapa yang mengucapkan ketika pagi hari, ‘ Allahumma inni asbahtu minka fi ni’matin…’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah menyempurnakan nikmatnya atasnya.” (HR.Ibnu Saunni) .

6. Memakmurkan Masjid

Masjid menurut istilah adalah suatu bangunan yang memiliki batas-batas tertentu yang didirikan untuk tujuan beribadah kepada Allah seperti shalat, dzikir, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya. Masjid pada jaman keemasan Islam adalah pusat ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Para ahli-ahli di bidang teknologi pada jaman itu menjadikan masjid sebagai tempat belajar dan mengkaji ilmu bersama-sama.

Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 18 :

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (١٨

Artinya : ” Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18)

Islam telah memotivasi setiap muslim untuk selalu mendatangi masjid-masjid, dan seseorang yang hatinya telah terikat dengan masjid  ketika dia keluar darinya hingga dia kembali ke masjid (yakni selalu menjaga waktu-waktu shalat berjama’ah di masjid) termasuk dari tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari tiada naungan selain naungan-Nya di akhirat kelak.

7. Menjaga Shalat Dhuha

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur. Banyak sekali keutamaan yang didapatkan dari shalat dhuha antara lain :

  • Orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah.
  • Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Allah.
  • Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah.
  • Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah.
  • Allah menyukupkan rezekinya.
  • Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah.

8. Jaga Sedekah Setiap Hari

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 261 :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١

Artinya : “Perumpamaan orang yang meninfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Sedekah adalah salah satu perintah Allah yang mendapatkan ganjaran pahala berlipat ganda. Dalam ayat Al Quran di atas disebutkan bahwa ganjaran dari Allah hingga 700 kali lipat. Selain ganjaran pahala, sedekah akan menjadikan orang yang bersedekah mendapat naungan Allah pada hari kiamat, dihilangkan kesulitannya, menjadi obat, pelindung dari api neraka, memadamkan murka Allah dan menjauhkannya dari su’ul khatimah, mempererat persaudaraan, menambah umur, mengalirkan pahala sekalipun sudah wafat, menghapuskan dosa, mampu menolak bencana, dan masih banyak lagi faedah sedekah.

9. Menjaga Wudhu

Rasulullah Salallahualaiwasallam bersabda : “Apabila seorang hamba berwudhu saat berkumur kumur, maka akan keluar dosa dosa (kecil) dari mulutnya. Apabila menghirup & menghembuskan angin dari hidungnya, keluarlah dosa dosa (kecil) dari hidungnya. Apabila membasuh wajah, keluarlah dosa dosa (kecil) dari wajahnya hingga keluar dari kelopak matanya. Apabila membasuh kedua tangan, keluarlah dosa dosa (kecil) dari kedua tangannya hingga dari kukunya. Apabila mengusap kepalanya, maka keluarlah dosa dosa (kecil) dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Dan apabila membasuh kedua kaki, keluarlah dosa dosa (kecil) dari kakinya hingga dari kukunya” (HR. Malik, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Hakim).

Seseorang yang menjaga wudhu nya energi positif memancar, wajah bersih berwibawa, memiliki karakteristik hamba yang beriman karena selalu bersuci, siap menghadapi malaikat maut yang akan menjemput jika datang tiba-tiba.

10. Beristighfar Setiap Hari

Seorang manusia tak luput dari dosa setiap harinya. Istighfar adalah salah satu jalan untuk menggugurkan dosa-dosa kecil yang tak sadar dilakukan oleh manusia. Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Banyak sekali manfaat beristighfar, terlebih kita dapat membiasakan untuk selalu beristighfar setiap harinya. berikut adalah manfaat beristighfar :

  • Dengan Istighfar membuat kita dicintai Allah
  • Menghapus dosa-dosa
  • Melancarkan rizki
  • Mudah mendapatkan anak.

Itulah penjabaran 10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin. Semoga kita semua dapat melaksanakannya dengan istiqomah dan dapat diturunkan kepada keluarga,saudara,dan sahabat-sahabat kita

Gelombang penawar dari Suara Al Quran

Gelombang penawar dari Suara Al Quran

 

 

Gelombang penawar dari Suara Al Quran

Allah SWT berfirman :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

” Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman,” ( Al-Isra, 17: 82 )

Nama lain dari Al Qur’an adalah Asyifa artinya Obat (penawar). Obat yang dimaksud dalam ayat ini meliputi obat atas segala penyakit, baik ruhani maupun jasmani dengan spesifikasi tertentu, seperti dijelaskan di berbagai tafsirnya.

Bunyi bacaan Alquran  memiliki gelombang suara yang memiliki frekuensi tertentu dan panjang gelombang tertentu. Gelombang ini menyebarkan medan  gelombang  yang mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangannya. Ini  mendukung kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan penyakit atau bahkan penyakit seperti kanker. Kanker adalah suatu kelainan pada kinerja sel, sehingga menperdengarkan Alquran berarti memprogram sel layaknya komputer yang penuh virus yang “diformat ulang” dan di-install dengan program-program baru agar dapat bekerja efektif. Inilah  program buatan yang manusia lakukan untuk komputer. Bagaimana dengan program yang dilaksanakan dalam kata-kata Allah, pencipta semua manusia?

Efek yang menakjubkan yang dihasilkan dari mendengarkan  bacaan Quran

Terus-menerus mendengarkan bacaan Alquran memberi Anda hasil berbuah nyata berikut:

– meningkatkan kekebalan tubuh

– meningkatkan  kreativitas

– meningkatkan kemampuan konsentrasi

– menyembuhkan penyakit kronis dan tak tersembuhkan

– mengubah perilaku dan memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan mendapatkan kepercayaan

– menciptakan kedamaian dan menyembuhkan ketegangan saraf

– menyembuhkan kegelisahan, dan iritasi

– meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat

– mengurangi rasa takut dan ragu-ragu

– meningkatkan dan memperkuat kepribadian

– menyembuhkan penyakit normal seperti alergi, sakit kepala, flu, dll

– meningkatkan kemampuan pidato

– melindungi dari penyakit seperti kanker dan sebagainya

– Mengubah beberapa kebiasaan buruk seperti makan berlebihan dan merokok.

Pembaca yang budiman! Hal-hal yang saya sebutkan di atas adalah hasil yang saya sendiri punya: Aku ingat, aku adalah seorang perokok berat dan tidak bisa membayangkan pernah berhenti merokok, tapi setelah terus-menerus mendengarkan Alquran ternyata aku berhenti merokok tanpa usaha. Aku benar-benar terkejut “bagaimana hidupku berubah dan mengapa? Tapi setelah saya membaca tentang teknik terbaru dalam penyembuhan, salah satunya adalah terapi oleh suara dan frekuensi suara, aku tahu rahasia ini perubahan besar dalam hidup saya. Itu adalah mendengarkan  bacaan Alquran. Apa yang saya lakukan adalah hanya sekadar mendengarkan Alquran terus menerus.

Untuk menyimpulkan, saya  suka untuk menceritakan fakta yang saya temui dan benar-benar mencoba: apapun Anda menghabiskan waktu Anda dalam membaca atau mendengarkan Alquran, Anda akan menemukan bahwa kali ini tidak akan sia-sia atau menurun. Tetapi Anda akan melihat bahwa Anda akan selalu memiliki waktu ekstra. Anda akan menemukan bahwa karya-karya yang sama kadang-kadang membutuhkan waktu berhari-hari atau jam yang harus dilakukan dapat selesai dalam beberapa menit saja.

Sumber buku : Abduldaem Al-Kaheel

oleh Ustad Heri Mahbub

7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan

7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan

Al Quran adalah petunjuk dan pedoman hidup manusia terutama untuk seorang mukmin. Di dalam ayat-ayat Al Quran tersimpan rahasia-rahasia hidup yang perlu kita pelajari. Ayat-ayat Al Quran memiliki bahasa tingkat tinggi sehingga perlu ilmu untuk dapat memahaminya secara utuh dan menyeluruh.

Alhamdulillah, Allah karuniakan kepada kita semua para ahli tafsir dan hadits yang dapat menjabarkan dengan utuh dan menyeluruh dari ayat-ayat Al Quran. Di dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang membahas tentang rezeki dan cara mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Berikut 7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan yang telah disusun oleh Quran Cordoba :

1. Quran Surat Ar-Ra’d:11

Allah SWT berfirman :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ (١١

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra’d:11)
 
Tafsir Surat Ar-Ra’d ayat 11 ini sebagai berikut :

Allah tidak akan mengubah keadaan mereka, selama mereka tidak mengubah sebab-sebab kemunduran mereka. Ada pula yang menafsirkan, bahwa Allah tidak akan mencabut nikmat yang diberikan-Nya, sampai mereka mengubah keadaan diri mereka, seperti dari iman kepada kekafiran, dari taat kepada maksiat dan dari syukur kepada kufur. Demikian pula apabila hamba mengubah keadaan diri mereka dari maksiat kepada taat, maka Allah akan mengubah keadaanya dari sengsara kepada kebahagiaan.
Dengan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik maka Allah SWT akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Merubah diri yang tadinya kufur menjadi taat adalah pondasi awal untuk meraih rezeki. Dengan adanya niat dan usaha untuk merubah diri, pasti Allah SWT akan memudahkan kita untuk berubah ke arah yang lebih baik.

2. Quran Surat Al-Baqarah:216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Tetapi boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh Jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. ” (Q.S. Al-Baqarah:216)
Seseorang yang mendapatkan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan pasti akan kecewa. Padahal kita tidak tahu apakah sesuatu itu sebenarnya baik atau buruk bagi kita. Berbaiksangkalah kepada Allah SWT karena hanya Dia lah yang tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Sesuai dengan surat Al Baqarah ayat 216 di atas bahwa kita tidak boleh membenci sesuatu hal, bisa jadi Allah sedang memberikan jalan keluar dari masalah-masalah yang sedang kita hadapi.
Jika kita mengamalkan ayat ini dalam berusaha, insyaallah kita tidak mudah putus asa dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Segala hasil yang kita dapatkan akan disyukuri dengan sepenuh hati sembari bersabar dan berharap yang terbaik pasti datang dari Allah SWT.

3. Quran Surat Al-Baqarah: 286

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (٢٨٦

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau membebani Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Jelas dalam ayat diatas bahwa Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Yakinlah jika kita berpikir tidak sanggup,maka itu hanya anggapan kita saja. Kita pasti sanggup apabila menyanggupinya. Jangan kalah oleh pikiran negatif yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup untuk berusaha dan menjadi kaya.
Dengan mengamalkan ayat ini, seseorang yang berusaha dengan sungguh-sungguh selalu mempunyai pikiran positif bahwa apa yang menjadi bebannya adalah beban yang sesuai dengan kesanggupannya. Dengan semangat ini segala macam urusan dan beban akan terasa ringan dan mudah untuk melaluinya.

4. Quran Surat Al-Insyirah: 5 – 6

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)

“5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. 6. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan“.
Tafsir surat Al-Insyirah ayat 5-6 :
Ini merupakan kabar gembira untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu bahwa setiap kali Beliau mendapatkan kesulitan, maka Beliau akan mendapatkan kemudahan setelahnya, dan bahwa betapa pun besar kesusahan yang Beliau alami, maka setelahnya Beliau akan merasakan kemudahan. Oleh karena itu, sebelumnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kesulitan dan penderitaan dari orang-orang kafir, selanjutnya Beliau mendapatkan kemudahan dengan diberi-Nya kemenangan atas mereka.
Dengan mengamalkan kedua ayat diatas kita yakin bahwa sesuatu itu diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah SWT. Begitu juga dengan kesulitan yang berpasangan dengan kemudahan. Seseorang yang menghadapi kesulitan dengan sabar dan penuh harapan Allah SWT sesuai dengan ayat diatas pasti akan mendatangkan kemudahan. Setiap usaha yang ditempuh dengan penuh sabar dan harap pasti akan membuahkan hasil.
Seseorang yang menghindari kesulitan dia tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika kita berharap sesorang yang mengatasi kesulitan,maka orang lain lah yang mendapatkan kemudahan. Kita tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan. Perhatikan ayat ke-6, ada kata “sesungguhnya”, artinya sebuah penguatan atau penegasan akan kalimat sebelumnya.

5. Quran Surat Ath-Thalaq: 2-3

 

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣

2. Maka apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. 3. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Dalam ayat ke 2 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan membukakan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa. Tafsir ayat ini adalah sebagai berikut :

Maka orang yang bertakwa kepada Allah dan mengutamakan keridhaan Allah dalam semua keadaannya, Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan membalasnya di dunia dan akhirat. Di antara sekian balasannya adalah Allah Subhaanahu wa Ta’aala berikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan kesempitan. Sebagaimana orang yang bertakwa kepada Allah, akan dibukakan jalan keluar baginya, maka orang yang tidak bertakwa kepada Allah, akan terjatuh ke dalam kesempitan, beban dan belenggu yang sulit keluar dan lolos darinya. Digunakan talak sebagai contohnya, karena jika seorang tidak bertakwa kepada Allah dalam masalah talak, misalnya ia menjatuhkan talak dengan cara yang diharamkan seperti langsung tiga kali, maka ia tentu akan menyesal dengan penyesalan yang tidak mungkin dapat dikejar lagi.
Sedangkan dalam ayat ke 3 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan mencukupkan keperluannya dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang yang bertawakkal.
Kedua ayat ini memiliki perintah dari Allah SWT yaitu bertakwa dan bertawakkal. Dengan mengamalkan perintah pada ayat ini insyaallah kita tidak takut lagi akan kehabisan harta dan tidak takut lagi menghadapi kesulitan. Sesuai dengan janji Allah pada ayat diatas rezeki akan dicukupkan dan dibukakan jalan keluar dari kesulitan serta masalah yang sedang kita hadapi.
Sumber : nrachmanbiz
10 bahaya melupakan al quran

10 Bahaya melupakan Al-Quran

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Thaha ayat 124 :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sunguh,dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Q.S : Thaha : 124).

Sebenarnya amat banyak bahaya yang akan menimpa manusia sekiranya mereka melupakan atau meninggalkan tuntutan Al-Quran.
Berikut ini 10 bahaya melupakan Al-Quran yang telah disusun oleh tim Quran Cordoba :

  1. Dhalalum mubin,   ضَلاَلٌ مُبِيْنٌ
    Orang yang melupakan Al-Qur’an akan berada dalam kesesatan yaitu orang yang suka menyimpang dan berbuat kerusakan, kalau di ingatkan malah melawan, akhirnya dirinya sendiri ia rusak dan ia binasakan tanpa ia sadari.
  2. Dhayyiqun haraj, ضَيِّقٌ حَرَجٌ
    Yaitu dadanya terasa sempit karena menjauh dari Allah SWT, dihimpit beragam masalah jadilah dada terasa penat.
    Setiap orang mempunyai masalah, akan tetapi Allah akan melapangkan dada orang-orang yang mendekatkan dirinya dengan Al-Qur’an. hingga iapun mendapat kesabaran dan ketegaran yang luar biasa dan akhirnya dia bebas dari masalah-masalah itu.
  3. Ma’isyatun Dhonkun, مَعِيْشَةٌ ضَنْكٌ
    Yaitu Kehidupan yang serba sulit, dan kegelapan. Padahal Al-Qur’an adalah sumber cahaya. berarti hidupnya akan terang, ia pasti melangkah dijalan Ilahi, sementara yang melupakannya ia pasti menjumpai kegelapan dalam hidupnya.
  4. Umyul bashirah,   عُمْيُ الْبَصِيْرَةِ
    Yaitu buta mata hatinya. Orang yang buta mata hatinya tentu tidak bisa membedakan yang mana yang haq dan yang batil, yang benar dan yang salah.
    Buta hati mengakibatkan seseorang tidak bisa mengambil pelajaran dari fenomena yang ia sendiri saksikan. Padahal betapa banyak kekuasaan Allah yang ditampakkanNya di alam semesta ini.
    Dalam terjemah Al-Qur’an dijelaskan:

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”    (QS. Al-Hajj: 46)

  1. Qaswatul Qalb, قَسْوَةُ الْقُلُوْبِ
    Yaitu Hati menjadi keras karena mata hati buta, perbuatan yang terlahir dari orang tersebut selalu keburukan, susah di ingatkan, Sombong dan meremehkan orang lain menjadi kebiasaannya, keangkuhan akan tampak dari sikap dan perbuatannya.

 

  1. Zhulmun wadzull, ظُلْمٌ وَذُلٌّ
    Yaitu Gelap dan Hina. Karena hatinya sudah buta dan keras terhadap kebenaran Al-Qur’an. Kalau orang sudah  begitu pantaslah ditimpa kehinaan, dirinya tersesat dan dihinakan.

“Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (QS. Al-Furqaan :29)

  1. Shuhbatusy syaithan, صَحْبَةُ الشَّيْطَانِ
    Yaitu Berteman dengan Setan. Siapayang dekat dengan makhluk itu iapun akan ikut-ikutan terlaknat. Firman Allah SWT :

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pengasih(Al Qur’an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman karibnya.”(S. Az-Zukhruf : 36)

  1. Nis-Yan, اَلنِّسْيَانُ
    Yaitu lupa terhadap dirinya sendiri, Sudah tidak ingat diri, karena memang ingatan manusia sangat terbatas, sementara ia sudah jauh dari Al-Quran. Jadilah ia hidup semaunya. Firman Allah SWT :

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al-Mujaadilah : 19)

  1. Fasiq-Fusuq, اَلْفُسُوْقُ
    Yaitu orang tersebut Fasiq bila telah melakukan dosa besar, bila setan telah menjadi teman, melakukan kejahatan menjadi kebiasaannya, mula-mula melakukan dosa-dosa kecil, lama-lama ia berani melakukan dosa besar, karena terbiasa dengan perbuatan dosa. Sehingga menjadi Fasiq.
  2. Nifaq, النِّفَاق
    Yaitu sifat berpura-pura, sekedar untuk menutupi aib dirinya/ kemaksiatannya. Karena melupakan Al- Qur’an manusia akan terkena penyakit nifaq ini. Dalam Al-Qur’an dijelaskan :

“Apabila dikatakan kepada mereka : “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan
sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An nisa’ : 61).

Semua bahaya yang disebutkan akan berujung pada kesengsaraan الشَّقَاوَةُ hidup kita di dunia maupun di akhirat, hilang peran khilafah dan ruhnya, mendapatkan azab di neraka.

wallahualam

oleh: ust Heri Mahbub

referensi: madah tarbawiyah

Berfikir Positif dan Lupa Al Quran

Berfikir Positif dan Lupa Al Quran

Berfikir positif dan lupa Al-Quran

Allah berfirman dalam surat Al A’laa ayat 6 dan 7 :

سَنُقْرِئُكَ فَلاَتَنسَى {6} إِلاَّمَاشَآءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَايَخْفَى {7

” Kami akan membacakan (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, (6) kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi (7) ”  (QS Al A’laa : 6-7)

Keluarga Al-Qur’an yang berbahagia

Tadabbur ayat ini ALLAH Swt, memberi kabar dan janji bahwa bacaan Al-Qur’an yang tidak akan terlupakan oleh Rosulullah SAW. ketidak lupaan ini adalah hidayah ALLAH Swt, yang diberikan khusus pada Rosulullah SAW. ini merupakan janji dari ALLAH Swt, dengan pertologan-Nya, Rosulullah tidak akan pernah lupa pada apa yang telah diwahyukan karena beliau dima’sum dari salah dan lupa.

Sedangkan kita sebagai manusia biasa, wajar apabila lupa akan hafalan Al-Qur’an, maka lupa bukan suatu masalah apabila kita benar mensikapinya dan terus mengingat hafalan Al-Qur’an kita.

Mari belajar bahasa positif dan keyakinan kuat dengan sering mengulang kalimat dibawah ini setiap hari;

” Nikmat Allah kepadaku begitu melimpah”

“ Saya adalah penghafal Al Qur’an pilihan Allah yang istimewa”

“ Konsentrasi dan daya ingatku kuat dan tajam “

“ Saya pasti bisa dan yakin mampu hafal Al Qur’an”

“ luangkan waktu untuk Allah SWT, semangat Ibdah pada Rabb semesta alam”

“ Saya pribadi yang positif dan optimis menghafal Al Qur’an ”

“ Ya Allah, Tolonglah bimbing aku dalam menghafal kitab-Mu”

Hendaknya kita Ikhlas mengulang kalimat tersebut setiap pagi atau menjelang tidur, mengharap keridoan Allah, sampai tertanam dalam hati dan amalan kita, konsisten mengucapkannya sehingga menjadi kebiasaan, masuk ke alam bawah sadar dan menjadi kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT.

Faktor yang menyebabkan lemahnya daya ingat hafalan, diantaranya;

  1. Pikiran dan keyakinan yang negatif yang menghalangi kekuatan otak manusia
  2. Tidak latihan, dan tidak belajar mengembangkan daya ingat
  3. Perasaan gelisah, tertekan, depresi, kekecewaan dan perasaan negatif lainnya yang mengurangi kemampuan tubuh dan otak untuk mengingat hafalan.
  4. Hidup yang tidak teratur, lingkungan yang tidak rapih dan bersih berpengaruh kepada kemampuan otak.
  5. Sedikit istirahat dan sering bergadang akan berpengaruh kepada konsentrasi.
  6. Pola makan yang tidak sehat dan kurang teratur, waktu yang tidak pas untuk menghafal Al Qur’an adalah setelah makan.

Di antara cara menghafal Al-Qur’an adalah selalu mengulang-ulang dan menjaganya, juga bersungguh-sungguh, ikhlas, berkeinginan keras, memahaminya dan men-tadabburi-nya serta ber-tadharru’ (memelas) dan memohon taufiq (kemudahan) untuk hal itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar selalu menjaganya supaya tidak lupa.

تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِيْ عَقْلِهَا

“Jagalah (hafalan) Al-Qur’an, demi Dzat yang jiwa saya ada tanganNya, sesungguhnya Al-Qur’an itu sangat cepat terlepas melebihi (lepasnya) unta dari ikatannya” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dari hadits Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu.

 

Penulis: Ust heri Mahbub

 

Referensi : 9 asrar lihifzill Qur’an

Empat Hal yang Mencegah Manusia dari Kerugian

Empat Hal yang Mencegah Manusia dari Kerugian

Dalam surah Al ‘Ashr, Allah ta’ala berfirman :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr) .

Surat Al ‘Ashar adalah surat pendek yang terdiri dari tiga ayat. Walaupun pendek, surat Al ‘Ashar memiliki makna yang dalam. Imam Asy Syafi’i pernah berkata bahwa seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk manusia. Maksudnya adalah jika manusia memahami makna dan kandungan surat Al ‘Ashr maka surat ini cukup untuk mendorong manusia agar mau beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu.

Dalam surat Al ‘Ashr dijelaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian. Kerugian yang dimaksud dalam surat ini adalah kerugian di dunia dan di akhirat. Namun kerugian tersebut dapat dicegah dengan Empat Hal yang Mencegah Manusia dari Kerugian diantaranya :

1. Beriman Kepada Allah SWT yang dilandasi dengan Ilmu

Beriman kepada Allah harus dilandasi dengan ilmu. Tanpa ilmu keimanan seseorang tidaklah sempurna. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang mendekatkan diri dengan Allah SWT. Bisa jadi dengan mempelajari ilmu tentang duniawi maka akan semakin membuat manusia yakin tentang kebesaran Allah SWT. Namun sudah sepatutnya seorang muslim harus mendahulukan ilmu syar’i (ilmu agama) sebagai pondasi untuk menegakkan tiang-tiang agama Islam. Ilmu agama diperlukan guna menjawab permasalahan seperti prinsip keimanan dan syariat-syariat Islam.

Rasulullah SAW bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلىَ كُلِّ مَسْلَمٍ

”Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah nomor 224 dengan sanad shahih).

Maka merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslim untuk mempelajari berbagai hal untuk menyempurnakan agamanya. Manusia pada dasarnya tidak mengetahui hakikat keimanan, oleh karena itu perlu meniti tangga ilmu untuk mengetahuinya. Allah SWT berfirman :

مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ  نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا

”Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Quran itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (Asy Syuura: 52).

2. Mengamalkan Ilmu

Ilmu yang telah didapatkan tidaklah berarti apabila tidak diamalkan. Seseorang telah dikatakan berilmu apabila dapat mengubah ilmu yang telah dipelajarinya tersebut menjadi suatu perilaku yang nyata dan tercermin dalam pemikiran dan amalnya. Dengan ilmu, manusia dapat saling nasehat menasehati untuk sesuatu hal yang lebih baik.

Rasulullah SAW bersabda :

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يَسْأَلَ عَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ

”Seorang hamba tidak akan beranjak dari tempatnya pada hari kiamat nanti hingga dia ditanya tentang ilmunya, apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu tersebut.” (HR. Ad Darimi nomor 537 dengan sanad shahih).

Dari hadits di atas seseorang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya termasuk orang-orang yang merugi. Merugi karena di akhirat kelak ilmu yang telah dipelajarinya akan ditanya dan diminta pertanggung jawabannya.

3. Berdakwah Kepada Allah SWT

Mengajak kepada kebenaran dengan cara saling menasehati adalah salah satu cara dalam berdakwah. Berdakwah, mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT adalah tugas para Rasul dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik.

Rasulullah SAW bersabda :

فَوَاللَّهِ لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang dengan perantara dirimu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah” (HR. Bukhari nomor 2783).

Dari hadits diatas orang-orang yang memberi petunjuk kebenaran kepada orang lain lebih baik dari pada unta merah yaitu unta yang terbaik dan paling mahal harganya. Pada hakekatnya orang-orang yang telah mengetahui tentang ilmu dan mengamalkannya namun tidak mengajak orang lain adalah orang yang masih berada dalam kerugian.

Rasulullah SAW bersabda :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

”Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian, hingga ia senang apabila saudaranya memperoleh sesuatu yang juga ia senangi.” (HR. Bukhari nomor 13).

Dari hadits di atas dapat dikatakan bahwa seseorang yang tidak perduli dengan dakwah belum sempurnalah keimanannya sehingga termasuk golongan orang yang merugi. Yaitu golongan orang yang merugi dikarenakan ilmu yang dimiliki dan diamalkannya tidak diajarkan dan disebarkan kepada orang lain. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan dakwah seberapapun kecilnya sumbangsih yang diberikan insyaallah akan bernilai besar dimata Allah SWT.

 

4. Bersabar dalam Dakwah

Hal yang mencegah manusia dari kerugian yang keempat adalah bersabar atas gangguan yang dihadapi ketika menyeru ke jalan Allah ta’ala. Kebenaran yang diseru akan berbenturan dengan kebatilan. Kebenaran adalah jalan yang sulit ditempuh karena mengekang hawa nafsu yang bertentangan dengan syariat Islam. Sedangkan kebatilan berisi kesenangan duniawi yang bertentangan dengan syariat Islam.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ (٣٤)

”Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) para rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka” (QS. Al-An’am : 34).

Sudah menjadi fitrah sejak jaman Rasul-Rasul terdahulu bahwa penyeru kebenaran akan mendapatkan pendustaan dan penganiayaan. Maka sabar adalah jalan terakhir yang dapat dilakukan sembari berdoa memohon kepada Allah untuk memberikan pertolongan-Nya.

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata :

فَبِالِأَمْرَيْنِ اْلأَوَّلِيْنَ، يُكَمِّلُ اْلإِنْسَانُ نَفْسَهُ، وَبِالْأَمْرَيْنِ اْلأَخِيْرِيْنَ يُكَمِّلُ غَيْرَهُ، وَبِتَكْمِيْلِ اْلأُمُوْرِ اْلأَرْبَعَةِ، يَكُوْنُ اْلإِنْسَانُ قَدْ سَلِمَ تعل مِنَ الْخُسَارِ، وَفَازَ بِالْرِبْحِ [الْعَظِيْمِ]

”Maka dengan dua hal yang pertama (ilmu dan amal), manusia dapat menyempurnakan dirinya sendiri. Sedangkan dengan dua hal yang terakhir (berdakwah dan bersabar), manusia dapat menyempurnakan orang lain. Dan dengan menyempurnakan keempat kriteria tersebut, manusia dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang besar” [Taisiir Karimir Rohmaan hal. 934].

Semoga kita semua menjadi orang-orang yang senantiasa Allah beri petunjuk agar terhindar dari kerugian-kerugian dan memberikan keuntungan-keuntungan di dunia maupun di akhirat.

Sumber : muslim.or.id

9 Rahasia Langkah Mudah Hafal Al Quran

9 Rahasia Langkah Mudah Hafal Al Quran

9 Rahasia Langkah Mudah Hafal Al Quran

Para pencinta Al Qur’an yang dirahmati Allah SWT

Sebagai seorang muslim, menghafal Al Qur’an dan mengamalkannya adalah impian hidup kita. Tapi, kita sering beralasan hingga saat ini kita tak kunjung berusaha untuk menghafal Al Qur’an.

Apa rahasia untuk lebih mudah menghafal Al Qur’an?

Saya akan menyampaikan 9 rahasia langkah mudah hafal Al Qur’an, yang diambil dari buku 9 asrar litahfizil qur’an karya Majdi Obaid Al Hafizh yang sudah diterjemahkan. Semoga mampu membuktikan janji Allah SWT sesuai ayat berikut ini:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” ( QS al Qomar, 54: 17, 22, 32, 40 )

Ada 9 langkah mudah menghafal Al Qur’an yang dijabarkan menjadi tiga bagian :

I   Kejiwaan (psikologi), diantaranya :

1. Cinta, rindu dan keinginan yang menyala-nyala.

2. Ikhlas, tawakal dan berdoa.

3. Jangan banyak alasan.

4. Keyakinan diri dan berfikir positif.

Masalah inilah yang seringkali diabaikan dalam menghafal Al-Qur’an. Padahal menghafal memiliki hubungan yang kuat dengan urusan jiwa dan ruh yang terkait dengan mentalitas iman kita.

II Rahasia teknik (metode), diantaranya :

5. Relaksasi dan kondisi belajar yang ideal.

6. Visualisasi.                        

7. Optimalisasi panca indera.

Menjelaskan keterampilan dan inovasi untuk menghafal Al-Qur’an berdasarkan pada riset kekuatan pikiran dan metode belajar cepat.

III Rahasia Manajemen, mencakup 2 hal yaitu:

8. Murajaah yang teratur.

9. Menetapkan tujuan dan menyusun perencanaan

Pemaparan yang berkaitan dengan urusan mengelola waktu, review hafalan secara berkelanjutan, dan bagaimana membuat target dan tahapan dalam menghafal.

Kita perlu juga mengetahui faktor-faktor pendukung dalam menghafal Al-Qur’an selain 9 langkah yang disebutkan diatas. faktor – faktor terssebut diantaranya bagaimana memilih waktu yang tepat, kapan saja waktu yang harus dihindari, lokasi untuk menghafal, sampai pentingnya menjaga kesehatan dengan tidur yang cukup, minum air  putih, olah raga, dan makan makanan yang menyehatkan.

Itulah 9 langkah mudah dalam menghafal Al-Qur’an dan faktor pendukungnya menurut Syekh Majdi Obaid al Hafizh, semoga bermanfaat dan kita memiliki bekal hafalan Al Qur’an dalam hidup kita walaupun sedikit hanya beberapa surah saja. Amin

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih.

Oleh: Heri Mahbub N

Quran di hati raih surga tertinggi

Quran di Hati Raih Surga Tertinggi

 Quran di hati raih surga tertinggi

 

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” ( QS Al Hijr,15 : 9 )

Pembaca yang dirahmati Allah swt

Salah satu hikmah diturunkannya Al Qur’an secara berangsur-angsur adalah supaya lebih mudah menghafal dan mengingatnya. Jaminan dari Allah swt, Keaslian Al Qur’an akan terjaga sampai hari kiamat, tanpa ada perubahan baca bacaan dan kemukjizatan maknanya.

Sungguh Al Quran adalah Syafaat, Penolong, menjadi pembela di hari akhirat kelak bagi orang yang menjadi sahabatnya. Maka interaksi kita bersama Al Qur’an dengan membaca, menghayati, menghafal dan mengamalkan Al Quran menjadi kewajiban.

Keutamaan menghafalkan Al Qur’an sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti : ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi )

Bayangkan dalam hati dan fikiran, kita masuk ke surga tertinggi karena kuantitas dan kualitas interaksi dengan Al Qur’an, karena jumlah ayat yang telah dihafal ketika di dunia.

Ibnu Hajar Al Haitami rahimahullah berkata, “Hadits di atas menunjukkan keutamaan khusus bagi yang menghafalkan Al Qur’an dengan hatinya, bukan yang sekedar membaca lewat mushaf. Karena jika sekedar membaca saja dari mushaf, tidak ada beda dengan yang lainnya baik sedikit atau banyak yang dibaca. Keutamaan yang bertingkat-tingkat  adalah bagi yang menghafal Al Qur’an dengan hatinya.

Dari hafalan ini, bertingkat-tingkatlah kedudukan mereka di surga sesuai dengan banyaknya hafalannya. Menghafal Al Qur’an seperti ini hukumnya fardhu kifayah. Jika sekedar dibaca saja, tidak gugur kewajiban ini. Tidak ada yang lebih besar keutamaannya dari menghafal Al Qur’an. Inilah yang dimaksudkan dalam hadits di atas dan inilah makna tekstual yang bisa ditangkap. Malaikat akan mengatakan pada yang menghafalkan Al Qur’an ‘bacalah dan naiklah’. Jadi yang dimaksud sekali lagi adalah bagi yang menghafal Al Qur’an dari hatinya.” (Al Fatawa Al Haditsiyah, 156)*

Semoga kita semua diberikan hidayah dan bimbingan Al Qur’an, dan dimudahkan menghafal Al Qur’an.

Ditulis oleh Abu Fatha

Rahasia Keutamaan Bulan Syawal

Rahasia Keutamaan Bulan Syawal

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk merasakan lezatnya beramal dan beribadah di bulan Ramadhan, dan saat ini kita telah masuk ke bulan Syawal. Semoga Allah SWT memberikan ampunan , menerima semua amalan ibadah di bulan Ramadhan, dan menjadikan kita kembali dalam keadaan fitrah yang suci.

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

“Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku. Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya). Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Tirmidzi).

Mudah-mudahan kita semua tidak termasuk dalam orang-orang yang disebutkan dalam hadits diatas. Di bulan Syawal ini terdapat rahasia keutamaan bulan syawal yang telah dirangkum oleh qurancordoba.com dalam beberapa poin. Dengan beberapa keutamaan di bulan Syawal ini mudah-mudahan amalan yang telah kita kerjakan dengan penuh semangat di bulan Ramadhan dapat dipertahankan di sebelas bulan berikutnya.

1. Berpuasa enam hari di bulan Syawal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Berpuasa enam hari di bulan Syawal dipertegas dengan hadits di atas. Setiap muslim hendaknya berusaha untuk menunaikan amalan puasa ini dikarenakan ganjaran pahala yang begitu istimewa yaitu seperti berpuasa setahun penuh. Beberapa faedah yang dapat diambil dari puasa enam hari di bulan Syawal antara lain :

Ibnu Rojab rahimahullah menyebutkan beberapa faedah di antaranya:

  • Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.
  • Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.
  • Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
  • Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu,  maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)

Tata cara puasa Syawal :

  • Puasa sunnah Syawal dilakukan selama enam hari
  • Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  • Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  • Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.
  • Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu.

 

2. Bulan Syawal adalah bulan peningkatan

Syawal secara harfiah berarti peningkatan, yaitu peningkatan ibadah sebagai hasil ketakwaan yang diraih pada bulan Ramadhan. Peningkatan kualitas serta kuantitas ibadah setelah bulan Ramadhan menjadi hal yang utama dikarenakan ujian sesungguhnya dalam melaksanakan ibadah adalah diluar bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan untuk menjaga konsistensi ibadah yang telah dilakukan di bulan Ramadhan bahkan mampu meningkatkannya bukan menurun atau kembali ke watak  semula yang jauh dari Islam.

3. Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah

Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah. ‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan :

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah di bulan Syawal untuk menepis anggapan bahwa di bulan Syawal akan mendatangkan kesialan bagi pasangan yang menikah. Anggapan ini adalah keyakinan masyarakat Arab jahiliyah yang harus dihilangkan.

4. Syawal adalah bulan kemenangan dan pembuktian ketakwaan

Inilah makna terpenting bulan Syawal yaitu bulan kemenangan dari hawa nafsu serta bulan pembuktian ketakwaan yang telah diraih setelah menjelankan ibadah puasa Ramadhan. Jika ketakwaan telah diraih, rahmat Allah akan turun kepada manusia sehingga hidup menjadi berkah, tentram, dan selalu di mudahkan oleh Allah SWT.

Seorang muslim yang telah mencapai derajat takwa akan menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan.

Semoga kita semua merupakan golongan orang-orang yang berhasil mengerjakan ibadah di bulan Ramadhan dan insyaallah memperoleh derajat takwa di dalam kehidupan.

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ

Semoga Allah menerima aku dan kalian

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

Sumber : rumaysho.com , muslim.or.id

Quran Cordoba

Hikmah Al Quran Turun Secara Bertahap

Hikmah Al Quran Turun Secara Bertahap

Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 106 :

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلا (١٠٦

“Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS.Al Isra, 17: 106 )

Pembaca yang berbahagia

Sebagai mukjizat abadi, al Qur’an memiliki keistimewaan dalam proses turunnya, maka kita harus memahaminya, yaitu mengalami dua tahap.

  1. Turun sekaligus secara utuh dari Lauhul Mahfuzh ke Langit dunia
  2. Turun secara berangsur-ansur, bagian demi bagian sesuai kebutuhan

Maka ada beberapa hikmah dari proses turun Al Qur’an dari Malaikat Jibril sampai kepada Nabi Muhammad SAW, hikmah Al Quran turun secara bertahap dapat diambil pelajaran diantaranya;

  1. Meneguhkan dan menguatkan hati Rasulullah SAW
  2. Mempermudah hafalan dan pemahamannya
  3. Tantangan dan Mukjizat bagi yang menentang
  4. Kesesuaian dengan peristiwa-periwtiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum
  5. Bukti yang pasti bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuj

Allah SWT berfirman dalam surat Al Furqon ayat 32 :

 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلا (٣٢

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). ( QS. Al Furqon, 25 : 32 )

 

 

Sumber

Al-Quranil Al-karim dan terjemahannya

Manna’ Khalil Qaththan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, (Bogor: Pustaka Litera AntarNusa, 2012)

Cara Benar Shalat Tahajud Pada Bulan Ramadhan

Cara Benar Shalat Tahajud Pada Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Malam-malam di bulan Ramadhan merupakan malam-malam yang paling utama untuk beribadah. Pahala beribadah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan hingga berkali-kali lipat. Sudah tentu umat muslim akan berusaha untuk menghidupkan malam-malam dibulan Ramadhan dengan qiyamul lail atau shalat malam.

Qiyamul lail pada bulan Ramadhan sering dilakukan secara berjamaah oleh sebagian besar umat muslim yang sering disebut dengan shalat tarawih dilanjutkan dengan shalat witir. Menurut bahasa kata tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah yang artinya istirahat atau santai. Shalat tarawih umumnya dilakukan pada awal malam yaitu setelah shalat isya’. Setelah shalat tarawih biasanya imam akan melanjutkan shalat witir sebagai penutup.

Permasalahan terjadi kepada umat muslim yang ingin melanjutkan shalat tahajud pada sepertiga malam setelah shalat tarawih dan witir berjamaah. Quran Cordoba telah merangkum cara benar shalat tahajud pada bulan Ramadhan setelah shalat tarawih dan witir berjamaah.

Tahajud berasal dari kata hajada yang berarti tidur. Huruf ta di depan kata hajada menjadikan makna yang berlawanan dari tidur yaitu tidak tidur atau bangun. Allah berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 79 :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (٧٩

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS Al Isra’ 79).

Allah SWT memerintahkan dalam ayat di atas untuk melakukan shalat tahajud pada sebagian malam tidak terkecuali di bulan Ramadhan. Namun, di bulan Ramadhan ada shalat tarawih yang disertai dengan shalat witir sebagai penutupnya. Shalat witir dianjurkan untuk dijadikan sebagai penghujung shalat malam sesuai dengan hadits berikut :

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhari 998 dan Muslim 749). Menurut hadits ini shalat witir adalah shalat pengganjil yang dilakukan diakhir qiyamullail atau shalat malam. Namun, beberapa ulama menegasakan bahwa hadis di atas tidaklah melarang seorang muslim untuk shalat sunah setelah witir. Meningat terdapat banyak dalil yang menunjukkan boleh shalat setelah witir.

Witir maknanya ganjil, shalat witir adalah shalat untuk mengganjilkan shalat-shalat yang genap. Melaksanakan shalat tahajud setelah shalat witir diperbolehkan menurut hadits berikut :

Hadis dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah melakukan safar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda,

إِنَّ هَذَا السَّفَرَ جُهْدٌ وَثُقْلٌ، فَإِذَا أَوْتَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ وَإِلَّا كَانَتَا لَهُ

“Sesungguhnya safar ini sangat berat dan melelahkan. Apabila kalian telah witir, kerjakanlah shalat 2 rakaat. Jika malam harinya dia bisa bangun, (kerjakan tahajud), jika tidak bangun, dua rakaat itu menjadi pahala shalat malam baginya.” (HR. Ibnu Hibban 2577, Ibnu Khuzaimah 1106, Ad-Darimi 1635, dan dinilai shahih oleh Al-‘Adzami).

Shalat tahajud yang dilakukan setelah shalat tarawih dan witir tidak perlu melakukan shalat witir lagi karena bilangan rakaatnya sudah ganjil. Apabila shalat tahajud di akhir malam disertai dengan shalat witir lagi, maka bilangan rakaatnya akan menjadi genap. Hadits berikut menjelaskan bahwa tidak ada dua witir dalam satu malam :

لا وتران في ليلة

“Tidak boleh melakukan 2 kali witir dalam satu malam.” (HR. Ahmad 16296, Nasai 1679, Abu Daud 1439, dan dihasankan Syuaib Al-Arnauth).

Kesimpulannya, shalat tahajud setelah shalat tarawih berjamaah di masjid adalah diperbolehkan dengan catatan tidak melakukan dua shalat witir dalam satu malam. Shalat tahajud yang dilakukan setelah shalat tarawih berjemaah dapat dikatakan melanjutkan shalat tarawih atau qiyamullail. Shalat tarawih berjamaah dibulan Ramadhan sangat dianjurkan mengingat pahala yang didapat dari berjamaah sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Sesungguhnya barangsiapa yang shalat (Tarawih) bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyamul lail satu malam penuh.” (HR. An-Nasai no.1605, At-Tirmidzi no.806, Ibnu Majah no.1327, dan selainnya. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh At-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 447).

Sudah selayaknya pada bulan Ramadhan ini kita mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan mengikuti tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah SAW melalui hadits-haditsnya.

Sumber : Kajian Fiqh Kontroversi Ustadz Saiful Islam Mubarak LC

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadhan

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadhan

Berpuasa di bulan Ramadhanbagi umat muslim adalah wajib hukumnya. Berpuasa dalam islam memiliki makna menahan hal-hal yang membatalkan puasa dari mulai terbit matahari hingga terbenam matahari. Makan dan minum adalah salah satu yang membatalkan puasa. Berkurangnya asupan makanan dan minuman tentu berpengaruh pada kondisi tubuh. Salah mengkonsumsi makanan saat berbuka ataupun saat sahur berakibat buruk pada tubuh.

Seseorang yang banyak mengkonsumsi makanan manis dan berlemak pada saat berbuka beresiko menambah berat badan. Maka, tidak jarang banyak orang yang mengeluhkan bulan ramadan menyebabkan berat badan naik.

Quran Cordoba merangkum beberapa sumber untuk memberikan Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadhan. Berikut tips yang dapat diikuti :

1. Makan Makanan yang memiliki Karbohidrat yang kompleks

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan makanan yang memiliki karbohidrat yang kompleks pada saat sahur akan menyebabkan makanan lebih lama dicerna dilambung. Pencernaan yang lama ini dapat menyebabkan rasa kenyang yang lebih lama dari pada makanan yang lainnya. Contoh makanan yang memiliki tingkat karbohidrat tinggi antara lain roti gandum, oat, dan ubi manis. Makan makanan yang memiliki karbohidrat kompleks akan menunda lapar dan tubuh lebih kuat untuk berpuasa.

2. Membiasakan makan kurma

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Kurma adalah sumber gula yang baik, serat, karbohidrat, potassium, dan magnesium. Kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Nutrisi yang lengkap untuk tulang mampu melawan pengeroposan tulang atau osteoporosis. Kurma juga dijadikan makanan awal ketika berbuka dikarenakan kurma dapat menambah energi dengan cepat.

3. Membiasakan makan Pisang

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Pisang memiliki kandungan gizi yang lengkap. Mengkonsumsi pisang sangat baik bagi penderita maag. Kandungan kalium yang tinggi dalam buah pisang sangat bagus untuk system pencernaan. Daging buahnya yang lembut dapat melapisi dan menebalkan dinding usus dan mukosa lambung sehingga meminimalisir peradangan yang menyebabkan rasa melilit pada penderita maag.

Beberapa manfaat pisang yang mendukung ibadah puasa adalah :

– Pisang mengandung kalori dan nutrisi yang lengkap untuk tubuh.

– Pisang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh saat puasa.

– Pisang sangat baik bagi penderita hipertensi

– Pisang dapat mencegah dan mengatasi anemia

4. Membiasakan makan kacang-kacangan

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Kacang-kacangan mengandung protein yang tinggi, salah satunya adalah almond. Almond kaya akan protein dan serat namun tidak menimbulkan kegemukan karena rendah lemak. Mengkonsumsi kacang-kacangan sangat dianjurkan saat berbuka puasa karena mudah dicerna serta tidak membuat kaget organ tubuh ketika dikonsumsi saat berbuka puasa.

5. Hindari makan gorengan dan makanan berlemak

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan gorengan serta makanan berlemak akan sulit dicerna oleh tubuh jika disantap saat berbuka puasa. Gorengan termasuk makanan berlemak karena digoreng menggunakan minyak. Selain tubuh sulit mencerna makanan tersebut, gorengan juga dapat menimbulkan penyakit seperti batuk atau radang. Hal itu mungkin saja terjadi karena makanan yang mengandung minyak, pedas, serta minuman dingin dapat menimbulkan luka kecil di tenggorokan.

6. Hindari makan makanan yang banyak mengandung gula

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan atau minum yang banyak mengandung gula harus dikurangi karena dapat menimbulkan rasa kenyang dan enggan mengkonsumsi makanan berat. Padahal tubuh sangat memerlukan karbohidrat, protein, serat, dan zat-zat lain yang berguna bagi metabolisme tubuh.

7. Hindari makan berlebihan saat makan sahur

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan berlebihan saat sahur akan menyebabkan meningkatnya timbunan lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Konsumsi nasi berlebihan ketika sahur justru akan menyebabkan kenaikan gula darah pada tubuh. Gula merupakan satu jenis makanan yang bisa membuat tubuh semakin membutuhkan cairan. Hal tersebut menyebabkan haus berlebih saat berpuasa.

8. Hindari minum teh berlebihan saat sahur

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Minum teh berlebihan saat sahur harus dihindari karena teh bersifat diuretika. Diuretika menyebabkan tubuh lebih sering mengeluarkan cairan lewat urine yang berakibat tubuh kehilangan garam dan mineral yang sangat dibutuhkan. Padahal, selama berpuasa tubuh tidak mendapat cukup asupan cairan sehingga minum teh harus berlebihan harus dihindari saat sahur.

9. Hindari merokok

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Perokok yang berpuasa tentu akan melampiaskan keinginan untuk merokoknya setelah berbuka puasa atau saat sahur. Sudah jelas bahwa rokok mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Merokok saat sahur dan berbuka akan mengakibatkan tubuh yang membutuhkan zat-zat penting namun terisi oleh zat-zat berbahaya dari rokok. Sebaiknya hindari merokok dan berhentilah untuk merokok demi kesehatan tubuh saat berpuasa.

10. Membiasakan minum air mineral atau air putih

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Air mineral atau air putih mempunyai banyak manfaat diantaranya :

– Melarutkan makanan setelah sahur.

– Mampu melarutkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).

– Membantu menjaga kelembaban kulit.

– Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati.

Dan masih banyak manfaat yang lain yang bisa didapatkan dengan minum air mineral secara rutin setiap hari. Untuk berbuka puasa sangat dianjurkan untuk minum air putih terlebih dahulu.

11. Membiasakan minum jus di antara waktu berbuka dan waktu tidur

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Jus buah kaya akan kandungan vitamin. Vitamin sangat diperlukan oleh tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit, pergantian sel, dan lainnya. Minum jus di antara waktu berbuka hingga menjelang tidur dapat mengembalikan asupan cairan yang kurang dalam tubuh disertai dengan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh agar kembali fit dan bugar untuk melanjutkan puasa esok hari.

Semoga Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan dapat membantu kita semua memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Jasmani yang sehat disertai dengan rohani yang kuat akan menjadikan kita mencapai derajat takwa. Aamiin!

Sumber : habibihalaqas.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat muslim yang beriman. Di dalam surah Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa perintah puasa ditujukan kepada orang yang beriman. Menjadi muslim saja tidak cukup untuk masuk kedalam syarat puasa tanpa adanya iman. Tujuan utama seorang mukmin menjalankan ibadah puasa adalah untuk mencapai derajat takwa. Banyak ayat-ayat Al Quran lainnya yang memerintahkan umat muslim untuk menjalankan syariat guna menggapai derajat takwa. Khusus untuk ibadah puasa, ketakwaan seorang mukmin diuji dengan mengendalikan hawa nafsu serta amarah saat berpuasa.

Amarah atau emosi sejatinya sudah ada pada diri manusia. Amarah bagaikan bara api yang siap menyala kapan dan dimana saja. Bara api yang tadinya padam dibuat menyala dengan memercikkan api kebencian oleh syaitan. Syaitan membisikkan kebencian dan hasutan untuk marah kedalam hati manusia. Marah merupakan pintu dari berbagai macam keburukan dan kemaksiatan.

Tidak jarang kita lihat di berita banyak yang membunuh orang lain hanya karena alasan marah. Bahkan menurut survey, kebanyakan terpidana penghuni penjara melakukan tindak kriminalnya dikarenakan kemarahan. Maka Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Quran Cordoba memiliki beberapa tips untuk Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan yang telah dirangkum dari berbagai sumber. Berikut tips mengendalikan amarah :

1. Membaca Ta’awudz

Rasulullah SAW bersabda :

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan Ta’awudz :

أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ

Sumber marah berasal dari syaitan yang memercikkan bara api kedalam hati manusia. Untuk itu sudah sepantasnya kita meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang menyulut api kemarahan dalam hati manusia.

 

2. Diam dan Menjaga Lisan

Marah biasanya disertai dengan berbicara keras atau menggunakan kata-kata kasar untuk mencela orang lain. Perkataan yang tanpa aturan dan seringkali menggunakan kata-kata kasar ini merupakan perkataan buruk dan dapat menimbulkan dosa. Maka dengan menjaga lisan dan diam merupakan cara yang mujarab untuk menghindari dosa yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

 

3. Mengubah Posisi Saat Marah

Rasulullusa SAW bersabda :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Orang yang berada pada posisi lebih tinggi dapat melampiaskan kemarahan sepuasnya dan sesegera mungkin. Dengan mengubah posisi berdiri menjadi lebih rendah, melampiaskan kemarahan akan lebih sulit dilakukan. Ketika kita duduk saat marah, maka menggerakan tubuh untuk melampiaskan kemarahan akan terasa lebih sulit. Saat posisi duduk masih terasa ingin melampiaskan kemarahan, maka tidurlah karena posisi tidur sangat sulit untuk melampiaskan kemarahan.

 

4. Mengingat Dalil Tentang Marah

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)

Dengan mengingat dalil ini, seseorang yang akan marah tentu akan menahan marahnya karena Allah SWT akan memberikan hadiah bagi manusia yang bisa menahan amarahnya pada hari kiamat nanti. Dalam hadits diatas hadiah dari menahan amarah adalah Allah akan memanggil dan menyuruh untuk memilih bidadari yang dikehendaki di hadapan seluruh makhluk Allah pada hari kiamat.

 

5. Berwudhu atau Mandi

Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)

Pada hadits diatas, berwudhu atau mandi dapat memadamkan kemarahan yang berasal dari syaitan. Berwudhu dan mandi dapat memadamkan kemarahan karena syaitan tercipta dari api dan air dapat memadamkan api yang dipercikkan oleh syaitan. Namun menurut para ulama hadits ini lemah oleh An-Nawawi yang menyebut sanadnya lemah.

Namun para ulama tetap menganjurkan untuk berwudhu ketika marah bukan karena sunah, tetapi lebih kepada faktor medis dari air. Air yang dingin, bisa menurunkan darah bergejolak yang muncul ketika emosi. Sebagaimana ini bisa digunakan untuk menurunkan tensi darah tinggi. Karena itulah, di masa silam, terapi mandi digunakan untuk terapi psikologi.

Semoga tips-tips Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan di atas dapat membantu kita untuk menahan amarah dan meraih pahala puasa yang sempurna.

Sumber : konsultasisyariah.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

Tips Kuat Menahan Haus dan Lapar saat

Tips Kuat Menahan Haus dan Lapar saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah kita telah sampai kepada bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Di Indonesia semua organisasi Islam sepakat untuk menjalankan puasa bersama-sama pada hari kamis 18 Juni 2015. Hari-hari pertama di bulan Ramadhan bagi sebagian orang terasa sangat panjang dan melelahkan. Hal ini terjadi bagi orang yang tidak terbiasa dengan berpuasa terlebih di daerah dengan cuaca yang sangat panas.

Quran Cordoba telah merangkum beberapa tips kuat menahan haus dan lapar saat berpuasa di bulan ramadhan dari beberapa sumber. Berikut tips-tips yang dapat kita praktekan untuk puasa esok hari .

1. Berniat ikhlas untuk berpuasa Ramadhan hanya karena Allah SWT

Niat adalah awal dari semua kegiatan yang dilakukan. Kegiatan yang diniatkan hanya untuk mencari ridho Allah SWT akan bernilai ibadah. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW :

Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan berniat ikhlas karena Allah SWT, maka tubuh akan merespon baik atas puasa yang sedang kita jalankan. Berniat ikhlas juga akan mensugesti pikiran menjadi positif. Pikiran yang positif seperti magnet yang menarik pembangkit motivasi dalam diri kita. Pikiran yang termotivasi akan membangkitkan semangat untuk menuntaskan puasa hingga waktu berbuka.

2. Bangun untuk shalat dan makan di waktu sahur

Sahur berasal dari kata sahar, yang artinya akhir malam, atau waktu menjelang subuh. Maka waktu sahur adalah waktu yang disunnahkan untuk makan agar mampu menjalankan puasa dengan baik sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

Rasulullah SAW bersabda : “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Anas)

Makan sahur mengandung keberkahan disebabkan karena makan sahur adalah sunnah Rasulullah SAW yang mulia. Diantara keberkahannya adalah menguatkan orang yang berpuasa, menambah semangat orang yang berpuasa, dan mencegah prilaku buruk yang disebabkan karena lapar saat berpuasa.

Makan sahur dengan menu yang sehat dan bergizi akan menunjang tubuh agar lebih fit dan kuat selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Cobalah untuk menyediakan makanan yang dapat memberikan energi untuk bertahan sepanjang hari yakni dengan kombinasi sayuran, buah yang kaya akan serat, serta makanan yang dimetabolisme oleh tubuh secara lambat. Makanan yang dimetabolisme oleh tubuh secara lambat seperti nasi merah, gandum, serta produk susu yang rendah lemak.

Namun sebulum makan sahur, hendaknya kita melaksanakan shalat malam atau tahajjud untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Saat sahur adalah salah satu waktu terbaik dimana para malaikat senantiasa bershalawat dan mengamini doa-doa yang dipanjatkan oleh orang yang senantiasa beribadah terutama shalat tahajjud. Berdoalah untuk dikuatkan dalam menghadapi cobaan puasa di bulan Ramadhan.

3. Menjaga pandangan,lisan,pikiran, dan emosi saat berpuasa

Puasa dalam bahasa Arab adalah shaum atau siyam. Kata shaum berarti menahan diri atau mencegah diri. Berpuasa atau shaum di bulan Ramadhan bermakna menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit matahari atau waktu fajar hingga terbenam matahari atau waktu maghrib. Selain itu, terdapat pula hal-hal yang mengurangi pahala puasa yaitu dosa-dosa yang dilakukan saat melakukan ibadah puasa Ramadhan.

Agar puasa kita sempurna, maka menjaga pandangan, lisan, pikiran , dan emosi adalah yang utama. Dengan menjaga diri untuk tidak mengurangi pahala puasa maka pikiran positif terus terjaga dan tubuh akan senantiasa termotivasi. Tubuh yang memiliki motivasi akan senantiasa kuat untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. Tujuan berpuasa tidak hanya menunggu waktu berbuka tetapi lebih tinggi lagi menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah SWT sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al Baqarah 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

4. Menyegerakan untuk berbuka puasa

Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk segera berbuka puasa. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Hamba-hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka.” (HR. Tirmidzi) . Hal ini dikarenakan tubuh telah kekurangan asupan cairan dan makanan maka menyegerakan berbuka untuk mengembalikan asupan cairan dan makanan kedalam tubuh adalah hal yang utama. Tidak menyegerakan berbuka puasa dapat dikatakan mendzolimi diri sendiri. Oleh karena itu berbuka puasa saat matahari terbenam atau adzan maghrib berkumandang agar tubuh tetap fit dan kesehatan akan terjaga.

Pada saat berbuka sering kali kita tergoda oleh makanan yang sangat manis, makan gorengan, serta makan dalam jumlah yang banyak. Perlu diketahui bahwa hal ini justru dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dalam lambung. Saat berbuka konsumsilah makanan dalam jumlah sedikit dan air putih terlebih dahulu. Selanjutnya setelah shalat maghrib makanlah makanan yang mengandung lima sumber nutrisi untuk tubuh seperti sayuran, buah, nasi merah, dan ikan atau ayam.

5. Istirahat yang cukup dan sempatkan untuk berolahraga

Olah raga dan istirahat yang cukup harus tetap dijaga saat bulan Ramadhan. Olah raga ringan dapat dilakukan setelah berbuka dan shalat maghrib. Olah raga ringan yang rutin dilakukan dapat menjaga tubuh tetap fit selama menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Istirahat atau tidur menjadi lebih sedikit di bulan Ramadhan. Alihkan tidur malam yang berkurang dengan tidur di siang hari. 30 menit untuk tidur di siang hari sudah cukup untuk menggantikan tidur malam yang berkurang karena aktifitas ibadah di malam hari.

Sekian Tips Kuat Menahan Haus dan Lapar saat Berpuasa di Bulan Ramadhan yang dirangkum Quran Cordoba semoga bermanfaat dan ibadah puasa kita lebih maksimal di tahun ini sehingga menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita.

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

Kajian Samudera Quran bersama Ustad Deden Nughraha

Kajian Samudera Quran bersama Ustad Deden Nughraha

Alhamdulillah, Quran Cordoba bersama Ustad Deden Nugraha telah bekerja sama dengan Radio Lita 90.9 FM untuk mengadakan kajian Al Quran yang bertajuk Kajian Samudera Quran bersama Ustad Deden Nughraha. Kajian yang membahas tafsir Al Muyassar yang bersumber pada Al Quran The Biggest ini akan dilaksanakan setiap hari senin sampai dengan hari jumat dimulai setelah sholat maghrib hingga menjelang sholat isya.

Al Quran The Biggest yang menjadi rujukan kajian oleh Ustad Deden Nugraha adalah Al Quran huruf jumbo yang dilengkapi dengan tafsir Al Muyassar lengkap tiga puluh juz. Tafsir Al Muyassar adalah tafsir yang paling cocok untuk orang awam karena mudah untuk dipahami. Ustad Deden Nugraha dalam kajian Samudera Quran akan mengkaji Al Quran dan menelaah makna kandungan ayat dari tafsir Al Muyassar yang terdapat pada Al Quran The Biggest ini.

Dapatkan Al Quran Cordoba pada acara-acara kami bersama Lita 90.9 FM. Atau dapatkan Quran Cordoba lewat Pemasanan Online kunjungi link Quran Cordoba .Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi segera 082214488800/ Add Pin BB 7CF1F0B6.

 

Quran Cordoba

Tips Ampuh Memaksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Bulan Sya’ban akan berlalu dan berganti dengan bulan nan suci bagi umat Islam di seluruh Dunia yaitu bulan Ramadhan. Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi harus dipersiapkan dengan matang. Ramadhan tahun ini harus benar-benar lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan,belum tentu tahun depan kita dapat berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan.

Untuk itu, Quran Cordoba merangkum tips ampuh memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan dari berbagai sumber. Berikut tips dan langkah-langkahnya :

1. Membuat perencanaan ibadah

Membuat perencanaan sangat membantu aktifitas ibadah kita di bulan Ramadhan. Dengan perencanaan, maka waktu dapat digunakan lebih efektif untuk beribadah. Untuk membuat perencanaan ini dibutuhkan tujuan yang jelas. Tujuan yang jelas dari puasa di bulan Ramadhan adalah untuk mencapai derajat taqwa.

2. Menghitung berapa banyak waktu ibadah yang dapat dilakukan dalam sehari

Di bulan Ramadhan, semua orang berlomba-lomba dalam kebaikan dan menginginkan untuk beribadah secara terus menerus selama 24 jam. Namun, hal ini tentu tidak mungkin karena kita memiliki kewajiban-kewajiban lainnya yang harus dipenuhi. Untuk itu, realistislah dalam menentukan target banyaknya waktu ibadah yang kita miliki setiap harinya. Rumus sederhana untuk menghitung waktu ibadah yang kita miliki adalah 24 jam – ( waktu tidur, waktu kerja, waktu keluarga) = waktu ibadah .

3. Membuat target ibadah yang jelas

Setelah kita menghitung waktu ibadah yang dimiliki setiap harinya maka selanjutnya adalah menetapkan target yang jelas. Target yang akan dibuat haruslah memenuhi unsur STDRT ( Spesifik, Terukur, Dapat dicapai, Realistis, Terikat waktu) . Spesifik maksudnya target yang ditentukan haruslah detail dan mendalam. Contohnya membaca Al Quran, menghafal ayat Al Quran dan lainnya. Terukur maksudnya menetapkan besaran dari target yang ditentukan. Contohnya membaca Al Quran 1 juz, menghafal ayat Al Quran 1 ayat, dan lainnya.

Dapat dicapai maksudnya target yang ditentukan haruslah disesuaikan dengan waktu ibadah yang kita miliki setiap harinya dan memungkinkan untuk dicapai. Realistis maksudnya target yang ditetapkan memungkinkan untuk diselesaikan. Terikat oleh waktu maksudnya adalah target yang telah ditetapkan harus disertai dengan waktu seperti satu hari 1 juz, satu hari 1 ayat, dan lainnya.

4. Mengalokasikan waktu sesuai dengan target yang telah dibuat

Setelah kita menghitung waktu yang dimiliki untuk ibadah dan menetapkan tujuan, maka langkah selanjutnya adalah mengalokasikan waktu sesuai dengan target yang telah dibuat. Alokasikan waktu untuk ibadah hingga mencapai target yang telah ditentukan. Atur juga waktu-waktu tertentu sebagai antisipasi adanya kemungkinan target tidak tercapai.

5. Memanfaatkan jam-jam di awal pagi

Setelah sahur dan sholat subuh terdapat waktu yang bisa diisi dengan beribadah untuk mengejar target. Usahakan untuk tidak tidur setelah subuh dan lebih memanfaatkan waktu untuk beribadah seperti membaca Al Quran, meghafal ayat,dan lainnya. Waktu sebelum sahur juga dapat dimanfaatkan untuk shalat tahajjud dan dilanjutkan dengan membaca Al Quran.

6. Membuat jadwal halaqah kecil dalam keluarga

Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi keluarga untuk bersama-sama meningkatkan keimanan. Bersama-sama membentuk halaqah kecil dalam keluarga dapat menjaga dan memelihara tingkat keimanan. Ayah dan Ibu saling mengingatkan dan mengkoreksi apakah ada target yang terlewat sedangkan anak-anak sudah mulai dibiasakan beribadah sesuai dengan target yang telah ditentukan.

7. Mendedikasikan waktu setiap hari untuk Al Qur’an

Ramadhan adalah bulan Al Qur’an dan sudah sepatutnya kita mendedikasikan waktu setiap hari untuk membaca dan memahami Al Qur’an. Tidak hanya kuantitas bacaan saja yang menjadi target tapi membaca dengan baik dan benar disertai dengan memahami kandungan ayat akan memiliki efek lebih lama terhadap keimanan dan ketaqwaan seseorang.

8. Hindari pekerjaan yang bersifat multi tasking

Studi membuktikan bahwa multi tasking dapat memperlambat produktivitas dan kecerobohan dalam bekerja. Ahli manajemen waktu moderen setuju bahwa mengerjakan satu pekerjaan dengan fokus akan mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik dari pada beberapa pekerjaan dilakukan dalam satu waktu secara bersamaan. Begitu pula dalam hal ibadah, usahakan untuk tidak membaca Al Quran sambil mengerjakan hal-hal lain karena akan memperlambat bacaan kita dan mengurangi pemahaman akan bacaan Al Quran tersebut.

9. Tidak berlebihan dalam bersosialisasi

Ramadhan adalah bulan itikaf, yaitu bulan untuk istirahat dari kehidupan sosial dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Allah SWT atau lebih dikenal dengan hablumminallah. Kurangilah bicara baik di media sosial atau langsung karena akan memancing syaitan untuk menggoda kita agar mengucapkan hal-hal yang tidak baik. Fokuslah kepada ibadah kita hanya untuk Allah.

10. Menjaga kesehatan

Menjaga kesehatan adalah mutlak agar target yang telah kita tentukan dapat tercapai. Orang yang malas, lemah, gelisah, dan kurang tidur tidak akan bisa mencapai target. Banyak orang yang terlalu semangat di awal Ramadhan hingga mengabaikan kesehatan. Akibatnya pada hari-hari terakhir Ramadhan mereka tidak bisa mencapai target karena sakit. Jadi, pastikan kita mendapatkan cukup istirahat, dan makan makanan yang bergizi.

Semoga Allah membuat Ramadhan kita kali ini lebih produktif untuk beribadah sehingga kita dapat mencapai derajat taqwa. Allahumma Aamiin.

Sumber : Blog Islamic University

Ilustrasi tips dalam gambar berbahasa Inggris :

Tips Ampuh Memaksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Tips Jitu Menghilangkan Kantuk dan

Tips Jitu Menghilangkan Kantuk dan Khusyu Saat Jumatan

Hari Jumat adalah hari yang teramat baik bagi umat muslim. Selain karena keutamaan-keutamaannya, hari Jumat memiliki rangkain ibadah shalat Jumat yang dimulai dengan khutbah jumat. Dalam khutbah Jumat khatib senantiasa untuk menyerukan kalimat taqwa kepada jamaah shalat Jumat. Di dalam khutbah Jumat terdapat banyak nasihat dan ajakan untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Namun, saat khutbah Jumat banyak sekali jamaah yang terlihat tidur dan tidak mendengarkan khutbah Jumat. Tidur saat khutbah jumat adalah kesalahan besar yang dianggap lumrah oleh kaum muslimin saat mengikuti rangkaian ibadah shalat Jumat. Berikut dalil tentang mendengarkan khutbah :

Allah SWT berfirman :

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Apabila dibacakan Al Quran, dengarkanlah dan diamlah, agar kalian mendapatkan rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204) .

Jelas dalam ayat Al A’raf di atas, mendengar secara seksama dan khusyu sangat dianjurkan agar Allah SWT melimpahkan rahmat kepada jamaah shalat Jumat.

Maka,dapat disimpulkan bahwa tidur saat khutbah Jumat adalah kesalah, maka dari itu Quran Cordoba telah merangkum tips jitu menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan dalam poin-poin sebagai berikut :

1. Niat untuk mendengarkan khutbah dengan khusyu

Niat yang kuat adalah pondasi terciptanya suatu tujuan. Tanpa niat untuk mendengarkan khutbah dengan khusyu maka mustahil untuk tetap terjaga dari kantuk. Oleh karena itu, dengan berniat untuk tidak tidur dan mendengarkan dengan khusyu insyaallah amalan ini sudah tercatat dan jamaah akan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT.

2. Mandi sebelum melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat

Mandi membuat badan terasa segar dan siap untuk memulai aktifitas. Usahakan untuk mandi sebelum shalat Jumat karena akan membuat badan kembali terasa segar dan siap untuk menerima informasi dari khutbah Jumat. Apabila jamaah tidak bisa mandi sebelum shalat Jumat maka mandi pagi dengan niat untuk shalat Jumat insyaallah dapat menghindarkan dari rasi kantuk.

3. Sarapan secukupnya

Terlalu banyak makan akan menyebabkan rasa kantuk. Oleh karena itu, sarapanlah secukupnya dan jangan terlalu kenyang agar tetap fokus saat mendengarkan khutbah Jumat.

4. Tidur sejenak sebelum melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat

Tidur sejenak walaupun hanya 30 menit sangat ampuh untuk menghilangkan kantuk. Tidur sejenak dengan kualitas yang baik cukup untuk membuat tubuh segar dan fokus mendengarkan khutbah Jumat.

5. Menempati posisi yang pas untuk mendengarkan khutbah

Datang lebih awal dan carilah posisi yang pas dengan khatib agar saat menyimak khutbah lebih fokus dan khusyu. Jangan duduk di belakang tiang atau bersandar pada dinding yang menyebabkan duduk sangat nyaman. Duduk yang terlalu nyaman akan mendatangkan rasa kantuk dan tidak fokus.

6. Tidak duduk dengan posisi memeluk lutut

Hadis dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

أَن النَبيَ صَلى اللهُ عَليه وَسَلمَ نَهَى عَنْ الْحَبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah. (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dihasankan al-Albani). Hal ini dapat mengakibatkan rasa kantuk sehingga batal wudhu dan terhalang dari mendengarkan khutbah Jumat.

7. Jika masih terasa ngantuk, pindah dan cari posisi lain untuk mendengarkan khutbah

Pindah posisi ke tempat lain membuat pandangan terhadap khatib yang sedang berkhutbah menjadi berbeda dan hal ini dapat menyegarkan pikiran. Pikiran yang segar akan lebih mudah untuk fokus dan terbebas dari kantuk.

Demikian tips jitu menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan, semoga amalan ibadah shalat jumat yang kita laksanakan menjadi amalan yang diterima oleh Allah SWT.

 

Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat

Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat

Alhamdulilllah Wa Syukurillah,

segala puji bagi Allah Rab semesta alam.

Yang telah menyampaikan kita semua dari satu Jumat ke Jumat yang berikutnya sehingga berguguranlah dosa-dosa kita diantar dua Jumat tersebut sesuai Sabda Rasulullah (ﷺ) :

“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”

(HR. Bukhari)

Hari Jumat adalah hari yang teramat baik bagi umat muslim. Banyak hadits yang telah menyebutkan keutamaan hari Jumat. Hadits-hadits tentang hari Jumat ini dapat dibaca pada artikel berikut : Keutamaan Hari Jumat.

Setelah kita mengetahui keutamaan hari Jumat, alangkah baiknya kita dapat mengoptimalkan pahala dengan mengikuti sunah-sunah yang diajarkan oleh Rasulullah (ﷺ) dengan mengikuti Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat berikut ini :

1. Memulai pagi dengan shalat subuh berjamaah di Masjid

Shalat subuh berjamaah disertai dengan sholat sunnah Qobliyah subuh merupakan sholat dengan pahala yang besar dan diutamakan pada hari jumat. Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).

Jelas disebutkan pada hadits dari ‘Aisyah diatas begitu besarnya cinta Rasulullah kepada shalat sunnah Qobliyah Subuh sehingga tidak pernah meninggalkannya. Begitu besar pahala yang di dapat shalat Qobliyah subuh, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat subuh itu sendiri? Perlu diketahui bahwa shalat wajib pahalanya lebih besar dari pada sholat sunnah.

 

2. Mandi dengan berniat untuk sholat Jumat

Mandi pada hari jumat atau sering disebut dengan mandi jumat memiliki keutamaan yang besar. Para ulama mayoritas sepakat untuk meyunahkannya , dan sebagiannya lagi mewajibkan mandi jumat . Karena itu, sudah sepantasnya mandi jumat tidak ditinggalkan. Mandi jumat hanya disunnahkan dan disyariatkan bagi orang yang menghadiri shalat Jumat saja. Sedangkan wanita atau anak-anak yang tidak punya kewajiban untuk shalat Jumat, tidak terkena perintah ini.

Dalam hadits Ibnu ‘Umar disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من أتى الجمعة من الرجال والنساء فليغتسل ومن لم يأتها فليس عليه غسل من الرجال والنساء

Barangsiapa menghadiri shala Jum’at baik laki-laki maupun perempuan, maka hendaklah ia mandi. Sedangkan yang tidak menghadirinya –baik laki-laki maupun perempuan-, maka ia tidak punya keharusan untuk mandi”. (HR. Al Baihaqi, An Nawawi mengatakan bahwa hadits ini shahih).”

Mandi jumat memang agak berat bagi para pekerja yang harus pergi ke kantor sejak pagi hari. Namun, hal ini tidak jadi masalah karena mandi jumat dapat diniatkan sejak pagi hari. Adapun waktu untuk mandi Jumat ini adalah setelah terbit fajar. Sedangkan mandi yang dilakukan sebelum terbit fajar maka mandi Jumatnya tidak sah sesuai dengan pendapat mayoritas ulama.

 

3. Memakai wewangian dan pakaian terbaik

Rasulullah (ﷺ) memaknai hari jumat sebagai hari raya umat muslim. Karena itu beliau selalu memakai pakaian terbaik dan khusus digunakan pada hari jumat. Beliau juga memerintahkan kepada para sahabatnya untuk melakukannya juga. Sesuai dengan potongan hadits yang telah disampaikan oleh Bukhari bahwa memakai wewangian dan pakaian yang baik adalah sebagian sunnah agar dapat diampuni dosa-dosanya antara jumat tersebut dan jumat berikutnya.

 

4. Memperbanyak bersholawat

Bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah (ﷺ) salah satunya adalah dengan mengingat dan berdoa kepada Rasulullah (ﷺ)  yang dilantukan dengan membaca sholawat baik lisan ataupun dalam hati. Sesuai dengan sabda beliau :

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

Perbanyaklah shalawat kepadaku  pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro.

5. Membaca surah Al Kahfi

Membaca Surah Al kahfi menjadi langkah selanjutnya yang dapat dilakukan guna memaksimalkan pahala di hari Jumat. Sabda Rasulullah (ﷺ) :

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at” HR. Hakim.

Dalam lafazh lainnya dikatakan,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah).” HR. Ad Darimi no. 3407.

Waktu yang tepat untuk membaca Surah Al Kahfi adalah pada malam jumat atau hari jumatnya. Adapun batas untuk membacanya yaitu setelah terbenamnya matahari pada hari kamis hingga sebelum terbenamnya matahari pada hari jumat. Selain itu, manfaat dari membaca Surah Al Kahfi adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surah Al Kahfi.

6. Memperbanyak berdoa di hari jumat

Hari jumat merupakan hari yang mustajab untuk berdoa. Menurut para ulama, ada beberapa waktu yang paling mustajab untuk berdoa pada hari jumat. Namun secara umum terdapat empat pendapat yang kuat yaitu :

Pendapat pertama berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” HR. Muslim, 853 .

Menurut hadits diatas, waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jumat selesai. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi. Maka disetiap shalat jumat pada khutbah yang kedua khatib selalu menutup khutbah dengan berdoa diwaktu yang mustajab.

Pendapat kedua berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” HR. Abu Daud, no.1048. Menurut hadits diatas waktu yang tepat untuk berdoa adalah setelah shalat ashar pada hari Jumat. Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga yaitu setelah ashar namun diakhir hari jumat saat matahari akan terbenam dan akan masuk waktu maghrib . Pendapat keempat yaitu menggabungkan tiga pendapat diatas yaitu pada saat khatib naik mimbar hingga selesai, waktu ashar, hingga menjelang waktu maghrib.

7. Datang ke masjid lebih awal untuk mendapatkan saf pertama

Rasulullah (ﷺ) bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ غُسْلَ الجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الخَامِسَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ المَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ»

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari Jumat seperti ia mandi junub, kemudian berangkat ke masjid di awal waktu maka ia seperti orang yang berkurban seekor unta. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu kedua, maka ia seperti orang yang berkurban seekor sapi. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu ketiga, maka ia seperti orang yang berkurban seekor kambing yang memiliki tanduk. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu keempat, maka ia seperti orang yang berkurban seekor ayam. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu kelima, maka ia seperti orang yang berkurban sebutir telur. Jika imam (khatib) telah keluar (naik ke mimbar), maka para malaikat hadir untuk mendengarkan dzikir (khutbah Jum’at).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

Dari hadits diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa keutamaan datang kemasjid untuk menunaikan shalat jumat dan mendapatkan saf pertama bagaikan berkurban seekor unta. Selain itu dengan datang kemasjid lebih awal kita dapat melaksanakan sunnah-sunnah yang lain seperti sholat sunnah, berdzikir, bersholawat, dan bertilawah. Badan dan jiwa akan lebih siap untuk mendengarkan khatib saat berkhtubah.

 

8. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Saat kita tiba di masjid lebih awal, tentu ada waktu yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan amalan-amalan kebaikan pada hari Jumat salah satunya sholat sunnah. Sholat sunnah yang dimaksud dapat berupa shalat sunnah Tahyatul Masjid, sholat sunnah mutlak, atau sholat sunnah Qobliyah Jumat. Adapun sholat sunnah qobliyah jumat memiliki perbedaan pendapat dikalangan ulama ada yang berpendapat boleh dan tidak sesuai dengan hadits

« بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ – ثَلاَثًا – لِمَنْ شَاءَ »

 “Antara adzan dan iqamat itu terdapat shalat –Rasul mengulanginya tiga kali- bagi siapa yang berkehendak.” (HR Bukhari dan Muslim). Namun sering kali khatib langsung berkhutbah seusai adzan, maka sholat qobliyah jumat tidak perlu dilaksanakan dan mendengarkan khutbah adalah kewajiban dalam sholat jumat.

9. Mendengarkan khutbah dengan khusyu’ dan tidak tidur

Tidur saat khutbah jumat berkumandang bukan hal aneh pada saat ini. Tidur pada saat khutbah jumat berkumandang adalah salah satu kesalahan besar. Padahal dalam khutbah terdapat pesan-pesan ketakwaan dan pengingat akan kebenaran serta syariat Islam. Bisa jadi, ini adalah salah satu sebab umat muslim sulit untuk menjadi umat yang terdidik.

Allah berfirman,

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Apabila dibacakan Al Quran, dengarkanlah dan diamlah, agar kalian mendapatkan rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204) .

Pada ayat diatas jelas disebutkan bahwa dengar dan diamlah saat dibacakan ayat Al Quran diluar khutbah jumat terlebih dalam khutbah jumat. Diriwayatkan dari Aisyah, Said bin Jubair, Atha, Mujahid, Amr bin Dinar dan beberapa ulama lainnya, bahwa ayat ini turun dalam rangka mendengarkan khutbah jumat.

Adapun tips untuk menghilangkan kantuk dan berkonsentrasi mendengarkan khutbah dapat dilihat pada artikel berikut : tips menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan

10. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Rasulullah (ﷺ) bersabda :

“Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata,“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Setelah sholat jumat alangkah baiknya ditutup dengan sholat ba’diyah jumat yang dapat dilakukan dua rakaat atau empat rakaat. Dari hadits di atas maka shalat ba’diyah jumat dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :

– Empat raka’at di mesjid (baik dengan sekali salam, maupun dua salam)
– Dua raka’at di mesjid + dua raka’at di rumah
– Dua raka’at di mesjid atau dirumah (dan dirumah lebih utama)

Mudah-mudahan 10 Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat dapat kita lakukan dengan baik dan insyaallah dengan ikhlas sehingga Allah dapat membalas amal-amal kita dengan ampunan dan pahala yang banyak. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber tulisan Arrahmah.com, rumaysho.com, konsultasisyariah.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Cara Cepat yang Terbukti Efektif Belajar Membaca Al Quran

Cara Cepat yang Terbukti Efektif Belajar Membaca Al Quran

Masih ingat tentang jaminan Allah akan kemudahan balajar membaca Al Quran? Dalam surah Taha ayat 2, Allah SWT berfirman “Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.” . Ayat tersebut menjelaskan jaminan Allah bahwa Al Quran dapat dipelajari dengan mudah. Bermodal firman Allah SWT dalam surah Taha tersebut kini hadir cara cepat yang terbukti efektif belajar membaca Al Quran dalam poin-poin berikut.

Kita tidak perlu terburu-buru untuk bisa membaca Al Quran, tetapi jika bisa dilakukan lebih cepat tentu jauh lebih baik. Lakukanlah beberapa langkah berikut ini secara teratur dan terus menerus untuk mempercepat kemampuan Kita dalam membaca Al Quran.

1. Banyak Mendengar

Perbanyaklah mendengarkan bacaan Al Quran baik melalui kaset mp3, yuoutube, radio, e-pen, dan media-media lainnya. Hal ini dimaksudkan agar telinga dan pikiran kita senantiasa terkondisi oleh bacaan Al Quran. Lakukanlah langkah ini sesibuk apa pun kita dengan berbagai aktivitas walaupun saat akan istirahat atau tidur. Lakukan saja! Sekalipun kita tidak benar-benar menyimak dengan baik ayat-ayat Al Quran yang dilantunkan.

Bukankah hanya dengan mendengarkan lagu atau nyanyian kita dapat menghafalkannya walaupun tidak serius? Begitu pula dengan Al Quran, ayat-ayat Al Quran yang didengarkan secara terus menerus akan mendorong kita untuk cepat hafal dan dapat menirukan bacaan yang dilantunkan oleh Qori tersebut.

Untuk mendengarkan mp3 beberapa ayat dengan lantunan suara yang merdu silahkan kunjungi link berikut : Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi.

Khusus untuk muslimah dengarkan lantunan ayat-ayat Al Quran oleh Qori wanita pada artikel ini : Murotal Quran Muslimah Juz 30.

2. Banyak Menyimak

Sering-seringlah menyimak bacaan Al Quran dengan cara mendengarkannya sambil ikut membaca melalui mushaf Al Quran yang dimiliki. Pastikan kita turut bersuara melantunkan ayat-ayat Al Quran tersebut. Jika dilakukan setiap hari, insya’allah dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa membaca Al Quran seperti suara Qori ( pembaca Al Quran) yang didengarkan. Buktikan saja!

3. Banyak Membaca

Rajinlah membaca Al Quran setiap hari, baik pada waktu-waktu yang telah disiapkan atau pada waktu luang yang kita miliki. Mulailah dengan formula 175 , yaitu 1 minggu 7 hari 5 halaman per hari. Artinya, berlatihlah setiap hari dan pastikan tiada hari tanpa membaca Al Quran dengan target minimal 5 halaman per hari ( lebih banyak lebih baik) . Insya’allah dalam waktu 4 bulan, bukan saja lancar membaca Al Quran, tapi kita juga sudah bisa khatam Al Quran.

 

4. Banyak Bergaul

Bergaul dengan orang yang salah, boleh jadi akan mengurangi atau bahkan menghilangkan semangat belajar kita. Karena itu, bergaul dengan orang-orang saleh di tempat-tempat pengajian menjadi langkah yang tepat untuk mempercepat kemampuan kita dalam membaca Al Quran.

Ikutilah secara rutin pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh masjid atau lembaga-lembaga Al Quran yang ada di sekitar kita. Asah terus kemampuan kita dalam membaca Al Quran dan kobarkan semangat membaca Al Quran bersama teman-teman, saudara, dan keluarga.

 

5. Banyak Berdoa

Yakinlah bahwa hakikatnya yang mengajarkan Al Quran adalah Allah semata, sebagaimana dalam Al Quran Surah Ar Rahman ayat 1-2 :

الرَّحْمَنُ (١)  عَلَّمَ الْقُرْآنَ (٢

“(Allah) yang Maha Pengasih,Yang telah mengajarkan Al Qur’an.”

Karena itu, bersungguh-sungguhlah dalam meminta kepada Allah agar Dia berkenan mengajari kita Al Quran, memberi rezeki berupa kemampuan membaca Al Quran, menurunkan rahmat dengan Al Quran, dan tentunya berdoa agar kita mendapatkan syafaat Al Quran. Amin.

Untuk memudahkan kita membaca Al Quran dimanapun dan kapankun, kini tersedia aplikasi Android Al Quran Tajwid Indonesia yang dapat di download pada link berikut : google play store .

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

 

Tips Praktis Mudah dan Nikmat Belajar Membaca Al Quran

Tips Praktis Mudah dan Nikmat Belajar Membaca Al Quran

Allah SWT tellah menjamin kemudahan untuk mempelajari Al Quran. Kemudahan-kemudahan mempelajari Al Quran dapat dirangkum dalam beberapa tips praktis mudah dan nikmat belajar membaca Al Quran pada penjelasan dalam poin-poin berikut.

1. Berniat dengan ikhlas

Allah SWT berfirman dalam surah Al Bayyinah ayat 5 yang berbunyi :
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ  (٥

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

Pada ayat di atas jelas disebutkan bahwa manusia diperintahkan Allah untuk menyembah dan menaati Allah dengan ikhlas. Dalam tafsirnya, ikhlas berarti meniatkan semua ibadah yang tampak maupun tesembunyi karena mengharap ridha Allah dan agar dapat dekat di sisi-Nya. Ketika Allah telah ridho sudah pasti semua rencana dan harapan yang diinginkan akan tercapai.

Selain firman Allah SWT, Rasulullah SAW juga bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.(HR Bukhari-Muslim)

Dalam hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika kita ingin bisa membaca Al Quran dengan baik maka berniatlah untuk dapat membaca Al Quran dan ikhlas semata-mata hanya mengharap ridha Allah SWT.

2. Mulailah dengan berdoa dan bertawakal

Allah berfirman dalam Surah Taha ayat 114 :
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (١١٤
Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Dari Firman Allah dalam surat Taha di atas dijelaskan bahwa dalam memulai sesuatu janganlah tergesa-gesa. Pada akhir ayat 114, Allah SWT mengajarkan kepada Rasulullah SAW agar membaca doa yang berbunyi “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” . Dengan doa ini Allah akan memberikan kemudahan dalam mempelajari ilmu yang akan dipelajari.

3. Kerja keras dan belajar cerdas

Allah berfirman dalam Surah Al Ankabut ayat 69 yang berbunyi :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ        (٦٩
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.

Penjelasan dalam ayat diatas yaitu bahwa orang yang layak mendapatkan kebenaran adalah orang yang sungguh-sungguh, dan bahwa orang yang berbuat ihsan dalam melaksanakan perintah Allah, maka Dia akan membantunya serta memudahkan sebab-sebab hidayah. Ayat ini juga menunjukkan, bahwa orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu syar’i, maka dia akan mendapatkan hidayah dan pertolongan dari Allah. Di samping itu, mencari ilmu merupakan salah satu di antara dua jihad, di mana tidak ada yang melakukannya kecuali manusia-manusia pilihan.

4. Belajarlah dengan hati dan pergunakan seluruh potensi

Allah berfirman dalam Surah Al Ankabut ayat 49 yang berbunyi :
لْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا الظَّالِمُونَ (٤٩
Sebenarnya, (Al Quran) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.

Dalam ayat di atas Allah SWT menyebutkan bahwa ayat-ayat Al Quran ada di dalam dada orang-orang yang berilmu yang menggunakan hati dan seluruh potensi yang dimiliki untuk memahami ayat-ayat Allah. Dengan menggunakan hati dan seluruh potensi maka Al Quran dapat dilihat dengan jelas kebenarannya.

5. Bersabarlah dan jangan tergesa-gesa

Allah berfirman dalam Surah Al Qiyamah ayat 16-17 yang berbunyi :
لا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (١٦) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧)فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨

Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al Quran) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.

Dalam ayat di atas jelas disebutkan bahwa janganlah membaca dan mempelajari Al Quran dengan tergesa-gesa karena ingin cepat menguasai. Sesungguhnya Allah SWT lah yang menjamin dapat menghapal dan membacanya. Selain itu Allah berfirman dalam Surah Taha ayat 114 untuk mempertegas larangan tergesa-gesa yang berbunyi :
وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ
Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu.

6. Istiqamahkanlah

Allah berfirman dalam Surah Fussilat ayat 30 yang berbunyi :
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٣٠
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Dari ayat diatas dapat dijelaskan bahwa meneguhkan pendirian berarti istiqamah di atas tauhid dan kewajiban lainnya.  Menguhkan pendirian dapat pula diartikan mengakui dan mengatakan dengan ridha bahwa Tuhannya adalah Allah, berserah diri kepada perintah-Nya dan istiqamah di atas jalan yang lurus baik yang berupa ilmu maupun amal, orang-orang yang beristiqamah akan mendapat kabar gembira dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.

InsyaAllah dengan menerapkan tips praktis mudah dan nikmat belajar membaca Al Quran di atas, semakin mendekatkan kita pada Allah SWT dan memperoleh keridhaan-Nya sehingga ilmu yang telah kita dapatkan dapat membawa kita kedalam keberuntungan di Dunia maupun di Akhirat.

Ayat dan penjelasan-penjelasan Al Quran pada tips praktis mudah dan nikmat belajar membaca Al Quran di atas diperoleh dari Tafsir.web.id. Silahkan mengunjungi link tersebut untuk memahami tafsir lengkap Al Quran dari beberapa kitab-kitab tafsir terkenal.

Silahkan membuka link youtube berikut untuk mempelajari membaca Al Quran dengan mudah,nikmat,dan cepat.

 

Belajar Membaca Al Quran

Allah Menjamin Kemudahan Belajar Membaca Al Quran

Membaca Al Quran adalah kewajiban yang pertama bagi seorang muslim setelah mereka mengimaninya. Sayangnya, masih banyak umat Islam hingga saat ini belum bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar padahal Allah Menjamin Kemudahan Belajar Membaca Al Quran yang terdapat pada ayat berikut :

 

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢

 

Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah “(QS. Taha : 2)

 

Dengan demikian, tidak benar jika manusia mengira bahwa belajar Al Quran itu sulit, padahal Allah telah menerangkan melalui surat Taha ayat 2 bahwa Al Quran tidak diturunkan untuk membuat kesusahan. Dalam surat Al Qamar ayat 17 Allah juga telah menjamin akan kemudahan belajar Al Quran.

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (١٧

 

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[30], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? ” (QS. Al Qamar: 17)

 

Quran Cordoba sebagai penerbit Al Quran Indonesia sangat ingin berkontribusi untuk memberantas buta huruf Al Quran. Oleh karena itu, Quran Cordoba membuat sebuah Akademi belajar Al Quran yang dinamakan Akademi Cordoba Indonesia dengan metodi tiga hari bisa baca Al Quran yang dapat diikuti pada link berikut : Training Cordobana.

Meskipun Allah telah menjamin kemudahan membaca Al Quran, kenyataannya masih banyak orang yang belum bisa membaca Al Quran dengan baik dan lancar. Apa yang salah? Dimanakah letak kesalahannya? Al Qurannya ataukah manusianya? Sudah tentu Al Quran tidak mungkin salah.

Ternyata terdapat beberapa rahasia sukses agar menjadi mudah dan nikmat yang dapat dibaca pada link berikut : Tips Praktis Mudah dan Nikmat Belajar Membaca Al Quran.

Setelah belajar membaca Al Quran menjadi mudah dan nikmat tentunya kita ingin cepat bisa dan segera ingin memulai mempraktekkan bacaan Al Quran yang baik dan benar dengan membaca pada link berikut : Cara Cepat yang Terbukti Efektif Belajar Membaca Al Quran.

InsyaAllah dengan tekat yang kuat disertai dengan niat yang ikhlas karena Allah belajar membaca Al Quran dapat diselesaikan dengan waktu yang cepat sesuai dengan sabda Rasulullah :

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى
مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

 

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)

Silahkan membuka link youtube berikut untuk mempelajari membaca Al Quran dengan mudah,nikmat,dan cepat.

 

Waspada Produk Olahan Babi Ada Disekitar Kita

Waspada Produk Olahan Babi Ada Disekitar Kita

Waspada Produk Olahan Babi Ada Disekitar Kita

Di dalam Islam terdapat beberapa daging hewan yang diharamkan salah satunya adalah daging babi. Babi merupakan hewan omnivora yang berarti pemakan segala baik tumbuhan ataupun daging. Babi adalah binatang yang jorok dan kotor dan suka memakan bangkai serta kotoran. Di dalam tubuh babi tumbuh cacing Trichina yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah balik, meningitis dan infeksi otak. Di dalam surat Al Baqarah ayat 173 Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosabaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. . Di dalam surat Al Baqarah ayat 173 telah disebutkan dengan jelas bahwa daging babi adalah haram kecuali karena dalam kondisi terpaksa.

Pada era moderen saat ini, satu ekor babi dapat diolah menjadi 185 produk. Dalam video berikut dijelaskan produk-produk olahan babi yang tersebar dalam berbagai macam produk.

[kad_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=j9SWgu2Ajjc” width=500 height=300 maxwidth=500 ]

Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang seperti ; ikan, sapi dan babi. Gelatin dari babi telah diputuskan haram oleh fatwa dari berbagai lembaga Fiqh Internasional.

Keputusan Al-Majma Al-Fiqhiy Al-Islamy di bawah (Rabitah Alam Islami) yang berpusat di Mekkah (no. 3, rapat tahunan ke 15) tahun 1998, yang berbunyi:
“Himpunan Fiqh Islami yang bernaung di bawah Rabitah Alam Islami dalam rapat tahunan ke-15 setelah mendiskusikan dan mengkaji bahwa : “gelatin adalah sebuah zat yang banyak digunakan untuk pembuatan makanan dan obat-obatan, berasal dari kulit dan tulang hewan ; Memutuskan :
“Boleh menggunakan gelatin yang berasal dari sesuatu yang mubah, dari hewan yang disembelih dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam. Dan tidak dibolehkan menggunakan gelatin yang diperoleh dari sesuatu yang haram, seperti ; gelatin dari kulit dan tulang babi dan dari benda haram lainnya”.

Oleh karena itu sebagai umat muslim sudah sepatutnya waspada produk olahan babi ada disekitar kita. Sebagai muslim hendaklah kita memilih yang lebih baik dan waspada terhadap hal-hal yang meragukan sesuai dengan hadits Nabi “Tinggalkanlah yang meragukan kepada hal yang tidak meragukan”.

 

 

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup Manusia

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup Manusia

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup Manusia

Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang tak pernah berubah dan selalu dijaga keasliannya sejak pertama kali diturunkan. Allah SWT menurunkan Al Quran melalui proses yang panjang dan tidak instan dalam satu kali turun. Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui serangkaian peristiwa atau dikenal dengan asbabunnuzul. Asbabunnuzul adalah sebab diturunkannya ayat-ayat Al Quran ke Dunia. Sebab-sebab inilah yang kemudian menjadi syariat Islam.

Al Quran yang diturunkan mengandung pedoman hidup bagi umat manusia. Al Quran yang bersumber langung dari Allah SWT menuntun umat manusia ke jalan yang benar dan sesuai dengan fitrah manusia. Adapun iblis senantiasa menggoda dan mengajak umat manusia agar terjerumus kedalam jalan yang salah dan menyalahi fitrah manusia. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia memiliki pembahasan seputar kisah-kisah Nabi dan Rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Yusuf Ayat 111 :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS : Yusuf Ayat 111)”

Di dalam surat Yusuf ayat 111 Allah SWT menjelaskan bahwa di dalam Al Quran terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Kisah-kisah yang terdapat dalam Al Quran merupakan teladan dan pelajaran. Ada dua poin penting dalam ayat diatas yaitu :

1.Kisah dalam al-Quran menjelaskan kenyataan serta memberikan pelajaran berharga, dan bukanlah hasil imajinasi seorang penulis.

2.Jika mereka yang berakal merenungkan isi al-Quran, maka mereka pasti mendapat petunjuk karena kebenaran dalam al-Quran akan membuat hati mereka cenderung untuk beriman.

Al Quran sebagai pedoman hidup manusia adalah kebenaran yang diberikan oleh Allah SWT. Sejak Nabi Adam AS diturunkan ke Dunia, pada hakikatnya manusia merupakan khalifah yaitu pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, dan pemimpin bagi umat manusia. Nabi Adam AS sejak pertama kali telah menyeru kepada kebenaran yaitu Allah SWT. Adapaun tipu daya syaitan membuat anak cucu adam yang mempunyai sifat pelupa hingga saat ini terjerumus kedalam jalan kemungkaran. Maka dari itu Allah SWT mengutus para Nabi dan Rasul kepada manusia untuk kembali kejalan-Nya. Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang membawa Al Quran sebagai rahmat seluruh alam.

Baca kisah-kisah lengkap serta pembahasan Ayat-ayat Al Quran lewat Al Quran Amazing 101 in One yang dilengkapi dengan Pena Digital (E-Pen) .

Hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Atau pesan Online di katalog Quran Cordoba

Quran Cordoba

Kerja Sama Ekslusif Cordoba dengan Gramedia Group

Kerja Sama Ekslusif Quran Cordoba dengan Gramedia Group

Kerja Sama Ekslusif Quran Cordoba dengan Gramedia Group Selasa, 2 Maret 2015.

New Update!!! Kesepakatan Kerja Sama Qurancordoba.com dan Toko Gramedia: Al-Qur’an Perkata Warna
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin,
Pada 3 Maret 2015 telah tercapai kesepakatan antara PT Cordoba Internasional Indonesia (Qurancordoba.com) dan Gramedia Group of Retail and Publishing (GoRP) mengenai hak ekslusif penjualan Al-Qur’an Perkata Warna Tajwid dan Non-Tajwid, Al-Qur’an Perkata Warna Transliterasi Tajwid dan Non-Tajwid.
Al-Quran Perkata Warna adalah produk terbaru Qurancordoba.com yang telah memperoleh pendaftaran paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI. Dengan Al-Qur’an ini, membaca (tilawah) dan mempelajari (tafsir) Al-Qur’an menjadi lebih mudah, karena khat Al-Qur’an tidak lagi dipisah-pisah. Jadikan Al-Qur’an Perkata Warna pilihan terbaik Anda untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an!!!

dengan Gramedia Group

Kerja Sama Ekslusif Cordoba dengan Gramedia Group, Bapak Wandi selaku Direktur publishing dan Bapak Heri Direktur Bisnis Gramedia Group menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Quran Cordoba. Dengan kerja sama ini Quran Cordoba beserta Grasindo menjadi penerbit yang diberikan hak untuk menjual dan menyebarkan Al Quran Perkata Warna secara eksklusif.

 

dengan Gramedia Group

Foto bersama setalah penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Direktur Cordoba dan Direktur Gramedia Group.

Hubungi segera 082214488800 / add pin BB 7CF1F0B6 untuk informasi pemesanan Al Quran Perkata Warna Ar-Riyadh.

 

Quran Cordoba

Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab

Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab

Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab

Saat kita menuliskan nama Nabi Muhammad tentu alangkah sangat baik diikuti oleh kalimat Sallahu Alaihi Wasallam atau sering disingkat SAW. Kata Sallahu Alaihi Wasallam seringkali berbeda antara suatu penulisan dengan penulisan yang lain sesuai dengan bahasa dan pengucapan orang yang menuliskan kata tersebut, apalagi saat kita menuliskan di aplikasi office seperti microsoft word. Tahukah anda bahwa ada cara yang mudah untuk membuat kata Sallahu Alaihi Wasallam di microsoft word dalam huruf Arab? Yaitu dengan Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab.

Langkah ini sangat mudah,cukup dengan menuliskan kode unik di dalam word maka kita dapat membuat huruf Arab. Berikut contohnya dalam gambar :

Menuliskan huruf arab dengan kode unik

Dalam gambar diatas dijelaskan bahwa cukup menuliskan kode fdfa dan klik alt + x maka secara otomatis kode akan berganti menjadi huruf Arab. Untuk lebih detilnya silahkan melihat gambar kedua yang berisi rincian kode-kode unik untuk membentuk huruf-huruf Arab :

Kode unik lengkap huruf arab di Microsoft Word

Selamat mencoba dan sebarkan berita gembira ini kepada saudara-saudari kita seiman.

kunjungi artikel-artikel lainnya di http://qurancordoba.com

 

Quran Cordoba

Hukuman Mati Dalam Pandangan Islam

Hukuman Mati Dalam Pandangan Islam

Hukuman Mati Dalam Pandangan Islam

Hukuman mati dalam Islam adalah hukuman yang tidak asing lagi karena di dalam ayat-ayat Al Quran banyak  menjelaskan tentang hukuman ini. Dalam hadits Arbain An Nawawi ke 14 disebutkan :

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ [رواه البخاري ومسلم]

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga perkara: orang yang telah menikah berzina, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya berpisah dari jama’ah“.[HR. Bukhari dan Muslim]

Menurut hadits di atas pada dasarnya darah Muslim itu haram ditumpahkan, namun jika terjadi 3 hal ini, darahnya menjadi halal untuk ditumpahkan, boleh dibunuh. Akan tetapi, tentunya proses tersebut hanya boleh dilakukan oleh pemerintah muslim dengan aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang telah dijelaskan dalam hukum Islam.

Di Indonesia sendiri yang tidak menggunakan hukum Islam, hukuman mati menjadi hal yang diperdebatkan oleh kelompok yang pro dan kontra. Menurut Majelis Ulama Indonseia (MUI) dalam akun facebooknya menjelaskan bahwa MUI mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan negara menjatuhkan hukuman mati dalam tindak pidana tertentu.

MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai dibolehkannya negara menjatuhkan hukuman mati melalui fatwa Nomor 10/MUNAS VII/MUI/14/2005 tentang Hukuman Mati dalam Tindak Pidana Tertentu. Di dalam fatwa yang dikeluarkan pada 29 Juli 2005 tersebut, MUI secara tegas menyatakan: Islam mengakui eksistensi hukuman mati dan memberlakukannya dalam jarimah (tindak pidana) hudud, qishah dan ta’zir.Negara boleh melaksanakan hukuman mati kepada pelaku kejahatan pidana tertentu.

MUI menyatakan bahwa hukuman mati merupakan salah satu bentuk hukuman dalam sistem hukum Islam yang sangat efektif untuk kepentingan korban agar  mendapatkan keadilan, mengembalikan ketertiban dan keamanan masyarakat, sekaligus menciptakan efek jera. Penjatuhan hukuman mati merupakan salah satu wujud ajaran Islam yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehidupan. Islam menegaskan bahwa membunuh satu orang manusia sama saja dengan membunuh seluruh umat manusia.

Apabila dianalogikan dengan kejahatan narkoba yang membunuh bukan saja orang per orang, tapi  membunuh ribuan bahkan ratusan ribu manusia, bahkan membunuh sebuah generasi, maka MUI meyakini hukuman mati sangat pantas  dan tepat untuk pelaku kejahatan narkoba. Bahkan sebenarnya hukuman mati tersebut masih kurang setimpal apabila dibandingkan dengan kerusakan yang demikian dahsyat yang diakibatkan kejahatan narkoba tersebut.

 

 

Download Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi

Download Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi

Download Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi

Quran Cordoba sebagai penerbit Al Quran Indonesia menerbitkan Al Quran E-Pen yang berisi murottal. Murottal yang digunakan terdiri atas beberapa Qori terkenal baik di dalam negeri dan di luar negeri. Berikut Qori Ustad Hanan At Taqi LC dari Bandung yang dapat di download dan didengarkan langsung.

1. QS AL FATIHAH

2.QS AN’NABA

3.QS ANNAZIAT

4.QS ABASA

5.QS ATTAKWIR

6.QS AL INFITAR

7.QS AL MUTAFIFIN

8.QS AL INSYIQAQ

9.QS AL BURUJ

10.QS AT THARIQ

11.QS AL ALA

12.QS AL GHASYIYAH

13.QS  AL FAJR

14.QS AS SYAMS

15.QS AL LAIL

16.QS AD DHUHA

17.QS AS SYARH

18.QS AT TIN

19.QS AL ALAQ

20.QS AL QADR

 

Tonton video-video pengajian ustad Hanan Attaqi di rumahngaji.tv

Segera miliki Al Quran Amazing E Pen 101 in One. Dengan Al Quran Amazing E-Pen ini anda dapat mendengarkan tiga puluh juz murottal dari Qori-Qori terkenal di Dunia.

Amazing E Pen Murottal Quran LengkapAl Quran digital E-pen

Al Quran Amazing E Pen adalah Al Quran digital yang berbasis Al Quran Amazing. Pen dapat mengeluarkan suara ketika disentuhkan diatas huruf Arab dan konten-konten yang terdapat di dalamnya.

Harga eceran Amazing E-Pen : Rp.1.598.000,-

Harga Grosir* : Rp. 1.278.400,-

*Harga Grosir memiliki diskon bertahap sesuai dengan pembelian.

Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Atau pesan Online di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

Program Wakaf Quran Murah dengan Custom Cover

Program Wakaf Quran Murah dengan Custom Cover

Program Wakaf Quran Murah dengan Custom Cover

Wakaf adalah salah satu amal ibadah yang paling mulia bagi kaum Muslim. Wakaf dapat berupa membelanjakan harta benda untuk digunakan dijalan Allah. Amal ini begitu istimewa karena pahala yang didapat tidak akan putus walaupun pewakaf sudah meninggal selama wakaf tersebut masih digunakan. Wakaf Al Quran merupakan salah satu wakaf yang amal pahalanya akan terus mengalir selama Al Quran tersebut terus dibaca. Bertambah banyak orang yang memanfaatkannya, bertambah pula pahalanya, terlebih bila yang memanfaatkan hasil wakaf ini orang yang berilmu dinul Islam, ahli ibadah menurut Sunnah dan ahli da’wah Salafiyah, tentunya akan lebih bermanfaat lagi. Ini semua akan dipetik oleh pewakafnya besok pada hari kiamat.

Quran Cordoba sebagai penerbit Al Quran di Indonesia mengeluarkan program wakaf Quran murah dengan custom cover atau cover yang khusus dicetak untuk pewakaf. Cover yang dicetak sesuai dengan pesanan dari pewakaf dengan menggunakan logo serta tulisan sendiri. Quran Cordoba telah menangani berbagai program wakaf dari badan-badan wakaf nasional. Sekarang,saatnya anda untuk berwakaf.Al Quran Al Haramain Custom Cover

 Al Quran Al Haramain Custom Cover

Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6.

Silahkan berpartisipasi dalam gerakan wakaf sejuta Quran bersama rumahngaji.org

 

Quran Cordoba

Empat Wanita Terbaik Dalam Hadits Rasulullah SAW

Empat Wanita Terbaik Dalam Hadits Rasulullah SAW

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda,

ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻧِﺴَﺎﺀِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ: ﺧَﺪِﻳﺠَﺔُ ﺑِﻨْﺖُ ﺧُﻮَﻳْﻠِﺪٍ ﻭَﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ ﺑِﻨْﺖُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ،
ﻭَﺁﺳِﻴَﺔُ ﺑِﻨْﺖُ ﻣُﺰَﺍﺣِﻢٍ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓُ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ، ﻭَﻣَﺮْﻳَﻢُ ﺍﺑْﻨَﺔُ ﻋِﻤْﺮَﺍﻥَ

“Sebaik-baik wanita penghuni Surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun, dan Maryam binti ‘Imran.” (HR. Ahmad, no. 2668).

Terdapat empat wanita terbaik dalam Hadits Rasulullah SAW dalam hadits diatas. Empat wanita ini mendapatkan gelar terbaik karena mencintai Allah. Jika di urutkan berdasarkan jaman, maka pemabahasan wanita terbaik ini akan dimulai dari Asiyah.

1. Asiyah binti Muzhaim

Banyak orang yang tidak tahu sosok Asiyah binti Muzhaim. Keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

Saat bersama Fir’aun, Asiyah tidak dikaruniai seorang anak pun. Fir’aun sangat mencintainya karena kecantikan dan kematangan akhlaknya. Telah berapa banyak cobaan dan tantangan yang harus dihadapinya dengan penuh kesabaran. Hingga beliau bertemu dengan anak angkatnya seorang bayi laki laki yang kelak akan menjadi nabi yaitu Musa AS. Maka muncullah perasaan kasih sayang dalam diri Asiyah. Allah mengaruniakan cinta dan kasih sayang terhadap bayi tersebut melalui Asiyah. Tak pelak lagi, Asiyah memerintahkan agar bayi itu dibawa ke istana dengan bertekad memelihara dan mengasuhnya.

Ditangan Asiyah lah Musa menjadi sosok yang memiliki akhlak yang terpuji walaupun tinggal di lingkungan istana hingga diturunkannya wahyu dari Allah SWT kepada Musa AS. Mendengar kebenaran dari Musa, Asiyah percaya dan beriman kepada Allah SWT. Kebenarannya tidak dapat dihalangi oleh tantangan dan ancaman yang datangnya dari Fir’aun. Hingga meninggal dunia, hari-hari akhirnya Asiyah hanya dipenuhi dengan dzikir kepada Allah seraya mengucapkan, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya.”

 

2. Maryam binti Imran

Maryam binti Imran adalah seorang wanita yang kisahnya diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Maryam. Maryam adalah anak Nabi Imran AS. “Dan, (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas sekalian perempuan di alam. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk’.” (Surah Ali Imran ayat 42-43).

Maryam adalah wanita suci yang dibesarkan dalam asuhan nabi Zakariya dan berkhidmat di dalam Baitul Maqdis hingga dewasa. Terjadi ikhtilaf di kalangan ulama yang berpendapat bahwa Maryam adalah nabi atau bukan. Lalu Maryam pun mengandung Isa AS tanpa ayah dengan seizin Allah SWT. Saat mengandung Isa, Maryam menghadapi banyak cobaan mulai dari cobaan beratnya mengandung hingga lingkungan sekitar yang mempertanyakan kesucian Maryam.

Ketika bayi yang dikandungnya telah lahir, yaitu Isa as, Maryam pun masih mendapati kaumnya mempertanyakan tentang kesucian dan kehormatannya.
“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.”
“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.”
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”
Berkata Isa, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

3. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah adalah Istri nabi Muhammad SAW, wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah SAW., menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad penyebaran agama Islam kepada seluruh umat manusia. Khadijah adalah wanita yang lahir dari keluarga terhormat di lingkungan suku Quraisy. Sebelum menikah dengan Rasulullah Khadijah telah menikah dua kali dan sering dijuluki dengan wanita suci karena keutamaan akhlak dan sifat terpujinya. Khadijah mewarisi harta yang banyak dari suaminya yang telah meninggal dan memutuskan untuk tetap berdagang.

Khadijah tertarik dengan Nabi Muhammad SAW ketika menjalin kerja sama dagang. Cerita-cerita tentang Muhammad itu meresap ke dalam jiwa Khadijah, dan pada dasarnya Khadijah pun telah merasakan adanya kejujuran, amanah, dan cahaya yang senantiasa menerangi wajah Muhammad. Muhammad pun menyetujui permohonan Khadijah tersebut. Maka, dengan salah seorang pamannya, Muhammad pergi menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin As’ad untuk meminang Khadijah.

Khadijah adalah istri Nabi yang pertama dan menjadi istri satu-satunya sebelum beliau mneninggal. Allah menganugerahi Nabi Muhammad SAW melalui rahirn Khadijah beberapa orang anak . Dia telah mernberikan cinta dan kasih sayang kepada Rasulullah Muhammad SAW. pada saat-saat yang sulit dan tindak kekerasan dan kekejaman datang dari kerabat dekat. Bersama Khadijah, Rasulullah SAW mernperoleh perlakuan yang baik serta rumah tangga yang tenteram damai, dan penuh cinta kasih, setelah sekian lama beliau merasakan pahitnya menjadi anak yatim piatu dan miskin.

Saat Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama maka Khadijah meyakini seruan suaminya dan menganut agarna yang dibawanya sebelum diumumkan kepada rnasyarakat. Itulah langkah awal Khadijah dalam menyertai suaminya berjihad di jalan Allah dan turut menanggung pahit getirnya gangguan dalam menyebarkan agama Allah. Hingga datang wahyu untuk berdakwa secara terang-terangan Khadijah senantiasa menyemangati perjuangan Rasulullah SAW. Hingga akhirnya terjadilah pemboikotan oleh kaum Quraisy yang menentang dakwah Rasulullah, ketika itu kehidupan Khadijah sangat jauh dari kehidupan sebelumnya yang bergelimang dengan kekayaan, kemakmuran, dan ketinggian derajat. Khadijah rela didera rasa haus dan lapar dalam mendampingi Rasulullah SAW dan kaum muslimin. Dia sangat yakin bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan datang. Keluarga mereka yang lain, sekali-kali dan secara sembunyi-sembunyi, mengirimkan makanan dan minuman untuk mempertahankan hidup.

Khadijah sakit keras akibat beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan karena pemboikotan itu. Semakin hari, kondisi badannya semakin menurun, sehingga Rasulullah SAW semakin sedih. Bersama Khadijahlah Rasulullah SAW membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia. Dalam sakit yang tidak terlalu lama, dalam usia enam puluh lima tahun, Khadijah meninggal, menyusul Abu Thalib. Khadijah dikuburkan di dataran tinggi Mekah, yang dikenal dengan sebutan al-Hajun.

4.Fathimah binti Muhammad

Fatimah binti Muhammad atau lebih dikenal dengan Fatimah Az zahra (Fatimah yang selalu berseri) adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW dari pernikahan pertama dengan Khadijah. Fatimah lahir lima tahun sebelum Muhammad SAW diangkant menjadi Nabi dan Rasul. Fatimah tumbuh besar di bawah naungan wahyu Ilahi. di tengah kerasnya hidup Rasulullah saat berdakwah dan diboikot oleh orang-orang dari suku Quraisy. Fatimah adalah anak yang paling dicintai Rasulullah sehingga beliau bersabda ”Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku.” [Ibnul Abdil Barr dalam “Al-Istii’aab”].

Pada saat usia Fatimah menginjak lima tahun beliau telah ditinggal pergi Ibunya yang telah wafat. Secara tidak langsung Fatimah lalu menggantikan peran ibundanya dalam melayani,membantu,dan membela Rasulullah SAW sehingga beliau mendapat gelar Ummu Abiha ( Ibu dari Ayahnya). Dalam usia yang masih kanak-kanak Fatimah menjalani masa-masa sulit perlakuan keji kaum kafir Quraisy kepada ayahandanya, sehingga seringkali pipi beliau basah oleh linangan air mata kerana melihat penderitaan yang dialalmi ayahnya.

Beranjak dewasa, Fatimah yang telah siap menikah akhirnya dinikahkan oleh Rasulullah SAW dengan Ali Bin Abi Thalib sesuai perintah dari Allah SWT. Ali saat itu bukanlah orang kaya dan hanya memiliki 400 dirham sebagai mahar yang diberikan kepada Fatimah. Keluarga Azzahra dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang kepada suami dan anak-anaknya. Pada tahun ke 2 hijriah lahirlah putra pertama Fatimah yang diberi nama Hasan setahun kemudian lahirlah Husain. Demikianlah Allah SWT berkehendak menjadikan keturunan Rasulullah saw dari Fatimah Azzahra r.a. Rasul mengasuh kedua cucunya dengan penuh kasih dan perhatian. Tentang keduanya beliau senantiasa mengenalkan mereka sebagai buah hatinya di dunia.

Sumber : Fatimah Az Zahra

Setiap wanita di dunia ini mempunyai tugas yang sama yaitu menjadi madrasah bagi anak-anak dan keluarganya. Begitulah yang dilakukan oleh Asiyah yang mendidik Musa, Maryam yang mendidik Isa, Khadijah yang menyemangati Rasulullah, dan Fatimah yang sangat berbakti dan mencintai ayahandanya Rasulullah SAW.

 

 

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era Modern

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era Modern

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era ModernAl Quran merupakan firma nAllah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran merupakan kitab penyempurna dari ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu. Di dalam Al Quran terdapat berbagai macam ilmu yang tidak diragukan lagi kebenarannya bagi orang yang beriman. Al Quran adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Quran sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Quran tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Quran diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Quran adalah firman Allah.

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era Modern saat ini banyak sekali, menurut Harun Yahya keajaiban Al Quran dapat dibagi kedalam beberapa cabang ilmu pengetahuan yaitu :

1. Al Quran dan Astronomi

Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu.

2. Al Quran dan Planet Bumi

Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur’an.

3. Al Quran dan Fisika

Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur’an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.

4. Al Quran dan Biologi

Al Qur’an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.

5. Informasi mengenai peristiwa masa depan dalam Al Quran

Allah mengisahkan dalam Al Qur’an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.

Semua keajaiban tersebut ada di dalam Al Quran. Untuk memudahkan dalam mempelajari tentang keajaiban-keajaiban Al Quran, Quran Cordoba telah menerbitkan Al Quran Amazing yang memiliki pembahasan yang lengkap tentang Al Quran. Amazing 101 in one memiliki 33 konten utama dan 68 materi tambahan dalam bentuk video.

Anda dapat memesan Al Quran Amazing dengan menghubungi

Hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Atau pesan Online di katalog Quran Cordoba

 

Sumber : Keajaiban Al Quran

 

 

 

empat macam model manusia di dunia

Empat Macam Model Manusia di Dunia

Di Dunia ini, apabila kita perhatikan terdapat empat macam model manusia di Dunia. Empat macam model manusia ini adalah :

1. Orang yang taat dan hidupnya bahagia.

2. Orang yang taat tapi hidupnya susah.

3. Orang yang ahli maksiat tapi hidupnnya bahagia.

4. Orang yang ahli maksiat dan hidupnya sengsara.

Bila anda berada pada nomor 1, itu hal biasa, karena Allah SWT berfirman :

“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balsan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Quran Surat An Nahl : 97)

Bila anda berada pada nomer 4, ini juga hal biasa, karena Allah SWT mengatakan :

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Quran Surat Thaha: 124)

Adapun bila anda berada pada nomor 2, ini barangkali ada 2 kemungkinan :

– Boleh jadi Allah mencintaimu dan Dia ingin menguji kesabranu, kemudian mengangkat derajatmu. Seperti Firman Allah :

” Dan Sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( Quran Surat Al Bawarah : 155)

– Boleh jadi juga di dalam ketaatan Anda ada celah dan dosa yang tidak anda sadari hingga Anda terus menunda-nunda untuk bertaubat. Untuk itu Allah menguji Anda supaya Anda kembali kepada-Nya. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Quran Surat As Sajdah: 21)

Namun bila anda berada pada posisi ke tiga, berhati-hatilah! Karena barangkali itu adalah istidraj.

Ini adalah posisi terjelek yang dihadapi oleh seorang manusia dan akibatnya sangat mengerikan. Azab dari Allah pasti datang jika anda tidak mengambil pelajaran dan taubat sebelum nasi berubah menjadi kerak.

Allah berfirman: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”. (Al An’am: 44)

Allah berfirman: “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. (Quran Surat Adz Dzariyat: 55)

Semoga Bermanfaat. Aamiin

Sumber : Tarbiyah Syakhsiyah Quraniyah ( Abdul Aziz Abdur Rouf, LC) 2006

Quran Tajwid Indonesia

Aplikasi Al Quran Tajwid Indonesia Android Gratis

Aplikasi Al Quran Tajwid Indonesia Android Gratis

Quran Cordoba kembali berkontribusi untuk mencerdaskan bangsa dengan membuat aplikasi Al Quran Tajwid Indonesia android gratis bagi bangsa Indonesia. Aplikasi ini berjalan pada sistem operasi android yang dapat di unduh melalui google play store pada link berikut Quran Tajwid Indonesia.

quran tajwid Indonesia

Quran Tajwid Indonesia merupakan aplikasi Al-Quran dengan khat Indonesia pertama yang dilengkapi dengan tajwid berwarna. Dalam aplikasi ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur penunjang antara lain :
1. Tafsir Al-Muyassar lengkap 30 juz
2. Terjemah Departemen Agama Republik Indonesia
3. 45 Variasi Murottal yang bisa di download per-surah
4. Murottal yang bisa dijalankan sesuai dengan ayat yang sedang diputar

Aplikasi ini kami kembangkan berbasis Al-Qur’an Cordoba Amazing 101 in 1 yang telah menjadi best seller di Indonesia dan Malaysia.

Untuk pemasanan Al Quran Cordoba Amazing dengan harga grosir silahkan hubungi :

Hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Nantikan fitur-fitur apk Quran Cordoba berikutnya dalam waktu dekat. Mohon doanya agar aplikasi ini dapat menjadi bagian dari amal jariyah kami untuk seluruh muslim.

Kematian Raja Saudi Pertanda Kemunculan Imam Mahdi

Kematian Raja Saudi Pertanda Kemunculan Imam Mahdi?

Berita tentang Kematian Raja Saudi yang wafat pada hari jumat (23/1/2015) dini hari telah menyebar ke penjuru Dunia. Raja Abdullah bin Adbul Aziz adalah Raja Arab Saudi berumur 90 tahun yang telah menjadai raja sejak tahun 2005, namun raja Abdullah secara de facto sudah menjadi pemimpin Saudi mewakili Fahd yang menderita stroke sejak tahun 1995. Kematian Raja Saudi pertanda kemunculan Imam Mahdi pun mulai banyak terdengar di artikel dan berita-berita mancanegara. Peristiwa ini telah dikabarkan dalam riwayat berikut : “Akan diperintah tanah Hijaz (Saudi) oleh seorang lelaki bernama hewan, jika kamu melihatnya dari jauh, kamu mengira matanya kuyu, jika kamu dekatinya kamu tidak lihat ada sebarang masalah pada matanya. Dia kelak akan digantikan oleh saudaranya bernama Abdullah. Celakalah sesiapa yang menjadi pengikutnya! – diulanginya 3 kali – Berikan khabar gembira kepadaku tentang kematiannya, dan aku akan memberi tahu kamu khabar gembira tentang munculnya hujjah (Imam Mahdi).”

king abdullah

Menurut riwayat tersebut, sebelum Raja Abdullah naik tahta yang menjadi Raja adalah saudaranya yang bernama Raja Fahd. makna nama Fahd adalah nama seekor hewan yaitu harimau kumbang, seperti pada sumber berikut  http://babynamesworld.parentsconnect.com/meaning_of_Fahad.html . Raja Abdullah hari ini telah wafat dan Raja Salman bin Abdul Aziz yang menggantikannya. Salman merupakan adik dari Raja Abdullah yang umurnya lebih muda 12 tahun. Raja Salman merupakan anak ke 8 dari garis keturunan Raja Abdulaziz. Setelah Raja Salman meninggal maka pengganti berikutnya adalah Pangeran Muqri bin Abdulaziz yang telah ditentukan oleh pihak kerajaan Arab Saudi mulai hari ini.

Negara Arab Saudi terkenal dengan “Piagam Abdul Aziz” yang tertulis, “selama anak-anak saya masih hidup, kekuasaan tidak akan berpindah kepada cucu-cucu saya”, bahaya perselisihan akan bakal terjadi tentang siapa yang akan mewarisi tahta sekiranya anak anak Abdul Azis sudah meninggal dunia. Misteri masa depan monarki Saudi kelak adalah, siapa nanti pengganti Pangeran Muqri.Mungkinkah selepas ini, tahta Arab Saudi bakal diwarisi oleh cucu Ibn Saud. Masalahnya sekarang siapakah di antara cucu-cucu Ibn Saud itu yang berkelayakan untuk  mengambil alih tahta pemerintahan. Sudah pasti kesemua anak Raja-Raja yang pernah memerintah akan menuntut haknya.

Mungkinkah apa yang sedang dan akan berlaku di Arab Saudi kini adalah “permulaan akhir zaman” yang mana bakal menyaksikan kemunculan Imam Mahdi sebagaimana hadis di bawah;

Ummu Salamah RA melaporkan bahawa Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia akan alami banyak perselisihan setelah kewafatan seorang Khalifah. Seorang lelaki dari Madinah akan melarikan dirinya ke Mekah. Beberapa orang Mekah akan memaksa beliau agar menerima bai’ah (taat setia) mereka kepada beliau di antara Rukun dan al-Maqam. Satu pasukan tentara dari Sham akan dikirim menentang beliau dan mereka akan ditelan bumi di Baida’ (padang pasir di antara Mekah dan Madinah). Apabila diketahui manusia, mereka datang berbondong dari Sham dan Iraq untuk membai’ah beliau. Kemudian muncul pula seorang dari Kaum Quraish yang ibunya dari suku Kalb, menentang beliau dan akan dibunuh; peperangan tersebut dinamakan Perang Kalb. Mereka yang tidak menyaksikan ghanimah peperangan itu adalah kerugian . Al-Mahdi akan membahagi-bahagikannya dan memerintah mengikut Sunnah Baginda SAW. Kemudian beliau wafat dan Kaum Muslimin akan mensholatkan  beliau.”;- [ Riwayat Abu Daud, Kitab Al-Mahdi].

Wallahualam.

Sumber eramuslim

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam Bagian ke 2

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam Bagian ke 2

Setelah beberapa kisah orang-orang yang masuk Islam yang lalu,kini Quran cordoba kembali merangkum beberapa kisah orang-orang yang masuk Islam bagian ke 2. Seperti yang diketahui bersama, tragedi terror di Prancis yang lalu telah membuat Islamophobia diberbagai daerah negara-negara Eropa dan Barat. Namun, hal tersebut tidak membuat perkembangan Islam menjadi terhenti. Bahkan ada kisah seseorang yang masuk Islam karena tragedi teror di Prancis tersebut. Berikut kisah-kisah mereka.

1. Terpicu Charlie Hebdo, Sutradara Prancis Mualaf

Isabelle Matic

Sutradara asal Perancis, Isabelle Matic, memutuskan untuk masuk Islam pasca tragedi teror di Prancis pada 11 Januari 2015. “Antara pembunuhan yang terjadi di Charlie Hebdo dan kejadian lain setelahnya: saya memutuskan menjadi muslim,” kata Matic seperti dikutip dari www.onislam.net, Ahad, 18 Januari 2015.

Salah satu hal yang membuat Matic mengambil keputusan untuk memeluk agama Islam adalah karena cara Nabi Muhammad SAW menghadapi penduduk Mekkah yang arogan saat diajak untuk masuk agama Islam. “Kebaikan adalah cara melawan kejahatan. Itulah yang diajarkan Nabi.” Kata Matic. Pandangan tersebut sangat sesuai dengan prinsip hidupnya jauh sebelum Matic memeluk agama Islam dan saat Charlie Hebdo menerbitkan kartun-kartun yang melecehkan Nabi Muhammad SAW Matic justru berpandangan bahwa mereka tidak mengenal betul sosok Nabi Muhammad SAW dan hanya membayangkan lewat imajinasi mereka saja. Pengumuman Matic memeluk agama Islam dimuat juga di surat kabar Maroko.

 

2. Aktris Inggris Terinspirasi oleh Hidup Nabi Muhammad SAW

Aktris Inggris masuk islam

Dialah Myriam Francois-Cerrah yang dahulu memeluk agama Katolik skeptis,percaya kepada Tuhan tetapi tidak percaya kepada organisasi dalam agama tersebut. Bagi Myriam Quran sangat penting baginya. Saat masih beragama Katolik Myriam mendekati Quran dengan amarah, sebagai bagian dari upaya untuk membuktikan bahwa teman Muslimnya salah. Kemudian saya mulai membaca dengan pikiran yang lebih terbuka.

Pembukaan Quran dengan surat Al Fatihah,membuat Myriam berhenti sejenak dan berfikir bahwa dalam surat Al Fatihah menjelaskan tentang kitab suci sebelumnya. Penjelasan ini membuat Myriam ragu akan agama yang dianutnya dan berfikir bahwa ini semua adalah takdirnya dan sikap yang akan diambilnya pada suatu saat nanti akan berpengaruh besar pada kehidupannya.

Myriam adalah penyuka filsafat, oleh karena itu Al Quran sangat cocok dengannya. Menurutnya Al Quran seperti kombinasi dari berbagai filsafat yang ada saat itu seperti filsafat dari Kant, Hume, Sartre dan Aristoteles. Al Quran berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis yang mendalam yang diajukan selama berabad-abad tentang eksistensi manusia dan menjawab satu yang paling mendasar, yaitu mengapa kita di sini? kata Myriam.

Dalam diri Nabi Muhammad SAW, Myriam mengenali seorang pria yang ditugaskan dengan misi penting, seperti para pendahulunya, Musa, Yesus dan Abraham. Myriam harus bekerja keras untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang sejarah dari Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW mengatakan: “Maafkan dia yang berbuat jahat kepada Anda. Bergabung dengannya yang meninggalkan Anda. Berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada Anda dan berbicara kebenaran bahkan jika itu melawan diri sendiri. ”

Myriam Francois-Cerrah menjadi populer ketika ia masih kecil ketika berakting dalam film popular tahun 90an berjudul Sense and Sensibility. Sekarang Ia mendapatkan popularitas lebih karena menjadi berkontribusi dalam meningkatnya perempuan terdidik dari kelas menengah yang masuk Islam di Inggris. Dia baru-baru ini telah memberikan kontribusi terhadap serangkaian video tentang Islam yang diproduksi di Inggris berjudul “Terinspirasi oleh Muhammad”.

Sumber onsilam.net

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam

Di Dunia saat ini terutama di negara-negara Eropa dan Barat, perkembangaan Islam sangat pesat. Perkembangan ini menyebabkan semakin banyak orang-orang yang masuk Islam. Berikut ini adalah beberapa kisah orang-orang yang masuk Islam.

1. Selusin Wanita Pekerja Asing Masuk Islam

Selusin Wanita Pekerja Asing Masuk Islam

Mereka adalah Fatma, Ayesha, Aasha, Yasmeen, Aisyah (Aeimy) Nareman, Fatima, Saira, Noor, dan Mariyam Sami, 12 pekerja asing perempuan yang masuk Islam secara bersama-sama di sebuah restoran. Oleh Lembaga dakwah Moulana Hifzur Rehman Seoharvi Academy acara digelar guna memberikan penghargaan bagi 12 pekerja asing wanita tersebut. Hadir juga seorang tamu khusus yakni Mariya Attarji yang sebelumnya dikenal sebagai Lisa Quiroga. Attarji merupakan seorang guru yang telah memeluk Islam beberapa tahun yang lalu. Sementara itu Mariyam Sami adalah seorang muallaf yang berkebangsaan Inggris. Secara singkat Sami menceritakan kisah hidupnya sebelum masuk Islam,dan kini Sami mengaku hidupnya lebih baik. Acara tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Dalam suasana emosional, para perempuan mualaf itu saling mengisahkan perjalanan hidup mereka dalam mendapat hidayah, termasuk tantangan dan kesulitan yang dihadapi.

2. Kisah Misionaris Kristen yang Masuk Islam

Kisah Misionaris Kristen yang Masuk Islam

Dialah Yusha Evans seorang misionaris dari Carolina Selatan yang masuk Islam karena membaca dan memahami Al Kitab. Kisah Yusha Evans mencari jalan kebenaran dimulai dari kedatangan teman yang bernama Benjamin. Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Alkitab dari awal hingga akhir. Ia memintanya untuk membaca Alkitab selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Alkitab. Pada saat Yusha membaca Alkitabnya lagi banyak pertanyaan yang bermunculan tentang beberapa kisah nabi yang justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan. Mereka malah seperti pelaku kriminal,  yang justru dicari-cari polisi.

Yusha akhirnya menemui sejumlah pendeta untuk menanyakan beberapa keganjilan tersebut. Namun,Pendeta-pendeta itu hanya menyuruh Yusha agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta hanya cukup percaya saja pada apa yang diajarkan.sejumlah pendeta memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka  memintanya untuk membaca Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut bahwa Yesus berkata Tuhan itu satu. Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus.Rasa penasarannya semakin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.

Dalam hatinya muncul kegamangan. Yusha berpendapat, hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang untuk melakukan khutbah Kristen di gerejanya. Saat kondisi imannya sedang goyah, Benjamin kembali menemui Yusha. ‘’Aku telah membaca Alkitab berulang kali. Alitab itu pula dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Ciptaannya pun sempurna dan kitabnya juga haruslah sempurna,’’ ujar Benjamin. Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih untuk mencari agama lain.

Sampai suatu hari, Yusha berkunjung ke rumah seorang temannya bernama Musa yang beragama Islam. Selama bertahun-tahun Yusha mengenalnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau temannya itu adalah seorang Muslim. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang agama. Dari situlah, Yusha berkenalan dengan Islam yang sebenarnya.

Singkat cerita Musa mengajak Yusha mengunjungi sebuah masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Yusha tak percaya kalau di lingkungan tersebut terdapat masjid, rasa penasarannya kemudian mengantarkan Yusha mendengarkan khotbah Jumat yang disampaikan oleh khatib. Selesai shalat Jumat, Yusha segera menemui khatib tersebut dan mempertanyakan yang dilakukan oleh umat muslim saat itu. Khatib pun menjelaskan tentang shalat dan menyembah Allah. Namun Yusha ingin pembuktian akan kebenaran tersebut, maka sang Khatib pun memberikan Al Quran kepada Yusha untuk dibaca. Yusha pun pulang dan membacanya. Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Selama tiga hari, ia tidak dapat berhenti membacanya. Ia begitu meyakini kebenaran yang tercantum dalam Alquran. Hidayah Allah SWT memancar dalam kalbunya. Yusha pun bertekad untuk menjadi seorang Muslim.

Setelah kembali kepada sang khatib untuk menjadi seorang Muslim, Yusha harus mencari tahu tentang Nabi Muhammad SAW. Yusha pun membaca tentang kisah Nabi Muhammad. Ia pun meyakini Muhammad sebagai utusan Allah. Pada Desember 1998,  Yusha yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. ‘’Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.’’

Bersambung dalam Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam Part 2..

Sumber : onislam.net/ islamevents.com/ yushaevans.com

 

 

 

membaca al quran ternyata dapat menyehatkan tubuh

Membaca Al Quran Ternyata Dapat Menyehatkan Tubuh

Al Quran

adalah kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammadh SAW lebih dari 1400 tahun yang lalu. Al Quran mengandung banyak sekali ilmu serta ajaran-ajaran yang harus dikerjakan oleh umat Islam,namun demikian Membaca Al Quran Ternyata Dapat Menyehatkan Tubuh. Banyak sekali efek yang di dapat dari membaca Al Quran seperti efek psikologis manusia. Efek positif pada kesehatan seorang Muslim yaitu dalam hal tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat persepsi stres.

Membaca Al Quran ternyata dapat menyehatkan tubuh juga telah dibuktikan secara ilmiah oleh beberapa ilmuwan.Dialah Dr. Al Qadhi yang melakukan sebuah penelitian di klinik besar Florida Amerika serikat tantang manfaat menbaca Al-Quran bagi seseorang. Dia menyimpulkan bahwa seseorang yang membaca ataupun mendengar bacaan ayat suci Al-Quran maka orang tersebut memiliki perubahan pada kondisi psikologisnya.Penurunan depresi, ketenangan jiwa, kesedihan menurun itulah yang dirasakan oleh seseorang yang dijadikan objek penelitian Dr Al Qadhi itu dengan memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran beberapa jam kepadanya. Penelitian ilmiah tersebut didukung dengan alat penelitian yang super canggih seperti detak jantung, alat pengukur tekanan darah, ketahanan kulit terhadap aliran listrik dan ketahanan otot. Ternyata dari data yang dia dapatkan setelah memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dia menyimpulkan bahwa Al-Quran memengaruhi sebesar 97 % ketenangan jiwa seseorang dan juga menyembuhkan penyakit.

Pembuktian berikutnya dilakukan oleh Muhammad Salim di Universitas Boston. Dia melakukan penelitian dengan menggunakan 5 orang yang terdiri dari 3 orang pria dan 2 orang wanita. sebelumnya 5 orang tersebut belum mengerti tentang bahasa arab, dan belum mengerti apa yang akan diperdengarkan nantinya adalah Al-Quran. Dari penelitian tersebut Muhammad Salim dapat menyimpulkan bahwa sekitar 65 % respond terhadap pembacaan ayat suci Al-Qur’an dengan menggunakan tartil merasa tenang. Sedangkan untuk pembacaan bahasa arab saja sekitar 35 % merasakan ketenangan.

Peneliti Belanda dengan nama Vander Hoven melakukan penelitian pada bidang tertentu ini tapi mengejutkan dia tidak mempublikasikan hasilnya jelas. Dia hanya menyarankan, “Muslim yang bisa membaca bahasa Arab dan yang membaca Al-Quran secara rutin dapat melindungi diri dari penyakit psikologis.”

Yucel Saleh mengatakan bahwa, “Ada perubahan statistik dalam suhu tubuh dan tingkat pernapasan, tetapi mereka tidak cukup signifikan untuk mendukung efek positif dari doa pada kesejahteraan fisik.” Sekali lagi, dia tidak melaporkan apa yang menjadi hasil aktual nya penelitian dan isinya hanya untuk memberikan pernyataan bertentangan tentang manfaat psikologis Al-Quran.

 

Sumber : sebaiknya-andatahu

 

 

wanita ini siap ke gaza

Wanita ini siap ke Gaza

Wanita ini siap ke Gaza, dialah Dwi Agri Stefania (29) seorang Ibu muda berkacamata dan berjilbab pink ini berkata ” Saya tidak mau melewatkan peluang dan kesempatan emas ini,”tegasnya, sambil memegang Mushaf Al-Qur’an Multazam dari Quran Cordoba, yang dimenangkannya dalam lelang kemanusiaan, di even Seminar 7 Keajaiban Rejeki, akhir pekan yang lalu.

Ibu satu orang anak ini merasa bahagia dapat berkontribusi untuk rakyat Palestina dengan mengikuti dan memenangkan lelang Al Quran milik Ippho Santosa yang seluruh hasil lelang ini akan diberikan untuk Solidaritas Kemanusian Dunia Islam (SKDI) Program Recovery Gaza.

Keinginan Agri untuk membantu rakyat Palestina yang sedang terjajah tidak hanya sampai disitu. Agri sangat siap untuk menjadi relawan yang akan berangkat ke Palestina guna membantu warga Palestina yang sedang kesusahan. Kesamaan Ideologi dan dasar kemanusiaan yang tinggi menjadi pendorong ibu satu anak ini memiliki keinginan berangkat ke Palestina.

“Kalau ada akses dan kesempatan ke sana serta mendapatkan izin dari suami, saya siap ke sana membantu mereka,” tegas Agri dengan mantap.Dalam lelang ini Agri ingin meneguhkan tekadnya untuk menjadi wanita sholehah, yang ia mimpikan. “Saya ingin menjadi istri sholehah untuk suami saya, ingin menjadi anak yang sholehah untuk orang tua saya, ingin mendidik anak saya menjadi anak yang sholeh dan  ingin saya bersama keluarga selamat di dunia dan di akherat,” tutur alumnus IPB tahun 2008 ini, dengan nada bicara terbata-bata sambil meneteskan air mata.
Sumber ACT.id
Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Mencintai dan memuliakan Rasulullah Muhammad SAW adalah syarat sahnya iman. Barangsiapa dalam hatinya tidak ada rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, niscaya dalam hatinya tiada keimanan sedikit pun.Pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW, sangat menyakiti hati umat Muslim di Dunia. Sebagai seorang Muslim sudah tentu seorang Rasul yang berhati mulia dan senantiasa menjadi panutan akan dibela dengan cara-cara tertentu.

Aksi terror yang terjadi di Perancis seakan membuka mata kita betapa aksi pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW dapat memicu pertikaian oleh pihak-pihak yang tidak terima dan tentunya membela Rasulullah dengan cara mereka. Namun, Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah telah dijelaskan dalam Al Quran. Berikut penjelasannya :

Islam memandang penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Rasulullah Muhammad SAW sama artinya dengan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah dan agama Islam. Sebab, Allah Yang telah mengutus beliau sebagai penutup seluruh nabi dan rasul dengan membawa agama Islam.

Demikian pula penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada agama Islam sama artinya dengan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Tentu saja, penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah juga merupakan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Rasulullah Muhammad SAW dan agama Islam.

 

majalah charlie_hebdo melecehkan Nabi Muhammad SAWMajalah Charlie Hebdo yang Melecehkan Rasullullah Muhammad SAW

Dalil – Dalil Al Quran

1. Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 12

وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
Jika mereka merusak sumpah (perjanjian damai)nya sesudah mereka berjanji dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (QS. At-Taubah [9]: 12)
Penjelasan dari ayat di atas :
Imam Ibnu Katsir berkata, “Makna firman Allah mereka mencerca agama kalian adalah mereka mencela dan melecehkan agama kalian. Berdasar firman Allah ini ditetapkan hukuman mati atas setiap orang yang mencaci maki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam atau mencerca agama Islam atau menyebutkan Islam dengan nada melecehkan. Oleh karena itu Allah kemudian berfirman maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti, maksudnya mereka kembali dari kekafiran, penentangan dan kesesatan mereka.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4/116)
2. Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 65-66
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ . لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?”

Tidak usah kalian meminta maaf, karena kalian telah kafir sesudah kalian beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kalian (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah [9]: 65-66)

Penjelasan dari ayat di atas:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Ayat ini merupakan dalil yang tegas bahwa mengolok-olok Allah atau ayat-ayat-Nya atau rasul-Nya adalah perbuatan kekafiran. Sehingga mencaci maki lebih layak untuk menjadi perbuatan kekafiran. Ayat ini telah menunjukkan bahwa setiap orang yang melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam,secara serius maupun bercanda, adalah orang yang telah kafir.” (Majmu’ Fatawa, 7/272)
3.Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 74
يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ
“Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan mereka telah menjadi kafir sesudah Islam.(QS. At-Taubah [9]: 74)
Penjelasan dari ayat di atas:

Imam Al-Qurthubi berkata: “Imam Al-Qusyairi menyatakan: “Makna dari perkataan kekafiran adalah mencaci maki Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam dan mencerca agama Islam. Adapun makna dari “dan mereka telah menjadi kafir sesudah Islam” adalah mereka menjadi kafir setelah mereka dianggap sebagai orang-orang Islam.” (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an, 8/206)

Imam Muhammad Anwar Syah Al-Kasymiri berkata: “Kesimpulannya barangsiapa mengucapkan ucapan kekafiran baik secara sendau gurau maupun bermain-main, niscaya ia telah kafir menurut semua ulama, tanpa mempertimbangkan keyakinan dia. Hal ini seperti telah ditegaskan dalam kitab Al-Fatawa Al-Khaniyah dan Raddul Mukhtar.” (Ikfarul Mulhidin fi Dharuriyatid Dien, hlm. 59)

4.Firman Allah SWT dalam QS An Nisa’ ayat 140
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذاً مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu wahyu di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya kalau kamu tetap duduk bersama mereka, tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di dalam neraka Jahanam.” (QS. An-Nisa’ [4]: 140)

 

Penjelasan dari ayat di atas:

Imam Al-Qurthubi berkata: “Barangsiapa tidak menjauhi mereka, berarti ia rela dengan perbuatan mereka. Sementara rela dengan kekafiran merupakan sebuah kekafiran. Maka barangsiapa duduk dalams ebuah majlis kemaksiatan dan ia tidak mengingkari perbuatan mereka, niscaya dosanya sama dengan dosa mereka. Jika ia tidak mampu mengingkari mereka, maka ia selayaknya beranjak pergi agar tidak termasuk dalam golongan yang terkena ayat ini.” (Al-Jami’ fi Ahkamil Qur’an, 5/418)
Namun,Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah patut di pertimbangkan dari pada menggunakan kekerasan akan jauh lebih baik apabila umat Islam diseluruh Dunia bersatu untuk bertindak tegas dengan menolak adanya bentuk pelecehan terhadap agama. Bentuk penolakan ini dapat dilaksanakan seperti mengajukan pengaduan-pengaduan kepada kedutaan-kedutaan , mengajukan (ancaman-ancaman), pemboikotan, pemutusan hubungan antar negara, memperketat peredaran media-media massa. Diterjemahkan sejarah hidup Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar ke dalam bahasa asing oleh orang-orang Muslim. Meminta agar segera mengumumkan permohonan maaf secara resmi dan terang-terangan kepada kaum muslimin. Meminta agar kaum muslimin diberi kebebasan berbicara dalam menjelaskan dan memperkenalkan hakikat agama Islam yang sesungguhnya. Dan masih banyak lagi cara-cara bagi kaum muslimin dalam rangka membela Islam dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesungguhnya hal yang membuat mereka berani melakukan semua ini adalah kelemahan kaum Muslimin, jauhnya Kaum Muslimin dari agama, dan berpecah belahnya kaum Muslimin. Dan –amat disayangkan- kaum Muslimin tidak memiliki sikap tegas (dalam masalah ini).
Wallahualam.
Sumber Arrahmah
cara mengobati pengaruh sihir

Cara Mengobati Pengaruh Sihir

Cara Mengobati Pengaruh Sihir

Al-Qady Iyad berkata, “Sihir termasuk satu jenis penyakit yang dapat menimpa siapapun termasuk Nabi Saw. Sebagaimana penyakit-penyakit lain yang tidak dapat dihindari, karena yang demikian itu hanyalah suatu kewajaran. Apa yang dialami beliau hanyalah dalam urusan keduniaan.
Ada beberapa petunjuk beliau tentang Cara Mengobati Pengaruh Sihir ini. Ada dua macam pengobatan yang diriwayatkan dari beliau:

1. Cara inilah yang paling efektif,  yaitu dengan mengenyahkannya. Diriwayatkan secara sahih, bahwa beliau memohon kepada Allah Swt. tentang hal ini. Lalu Allah Swt. memberikan petunjuk agar mengeluarkan sihir itu dari dalam sumur, yang ternyata ada pada sebuah sisir dari beberapa helai rambut yang jatuh saat di sisir, dan seludang mayang jantan. Ketika benda-benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir tersebut menjadi hilang sehingga seakan-akan beliau baru lepas dari belenggu. Cara ini seperti mengeluarkan materi yang kotor dari badan.

2. Membersihkan bagian yang terkena sasaran sihir. Sihir berpengaruh terhadap kebiasaan fungsi tubuh dan mengacaukan struktur dan sifatnya. Jika pengaruh sihir tampak di salah satu anggota tubuh, maka berbekam banyak mendatangkan manfaat.

(Diambil dari kitab Ibnu’l Qayyim Al-Jauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l ‘Ibadi, Juz 4, t.t.: 124-127).

Download Quran Cordoba Amazing 7 in one

Saksikan video-video islami hanya di Rumahngaji.tv