Category Archives: Berita

Setiap Kebaikan adalah Sedekah

Imam An Nawawi mengatakan Kitab Shahih Muslim sebagai salah satu kitab yang paling shahih—setelah Alquran—yang pernah ada.

Imam An Nawawi mengatakan Kitab Shahih Muslim sebagai salah satu kitab yang paling shahih—setelah Alquran—yang pernah ada.

Kullu ma’rufin shadaqah. Hadits riwayat Muslim yang artinya setiap kebaikan adalah sedekah tersebut sudah sering didengar. Mungkin juga ada yang belum dengar. Tapi bagi kalangan penggerak sedekah hadits tersebut begitu jamak. Sering menjadi motivasi dalam sedekah. Apakah memang demikian? Jika diambil secara tekstual maka semua amalan kebajikan bisa masuk kepada sedekah. Memberi orang baju, sedekah. Shalat, sedekah. Mencegah perbuatan kemungkaran, sedekah. Menulis artikel, sedekah. Bisa masuk semua kepada sedekah.

Al Jurjani ketika mendefinisikan sedekah dalam At Ta’rifaat, segala pemberian yang dengannya kita mengharap pahala dari Allah Swt. Definisi ini masih terasa luas meski sudah mengerucut kepada pemberian. Ada definisi lebih menarik dari Imam An Nawawi dalam kitab Sahih Muslim bi Syarhi An Nawawi saat menjelaskan kullu ma’rufin shadaqah, bahwa sedekah memiliki arti secara majazi (kiasan/metaforis) dan bukan arti secara hakiki (aslinya). Segala perbuatan baik dihitung sebagai sedekah karena disamakan dengan sedekah berupa harta dari segi pahala. Ambil contoh orang yang mencegah kemungkaran maka pahala senilai dengan sedekah. Jadi bukan hakiki dalam kategori sedekah.

Bisa lebih jelas jika menyimak hadits berikut. Dari Abu Dzar ra, bahwa para sahabat Nabi saw berkata kepada beliau, ”Wahai Rasulullah saw, orang-orang kaya telah pergi membawa banyak pahala. Mereka salah sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan hartanya.” Rasulullah saw bersabda, ”Bukankah Allah telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapat disedekahkan? Yaitu, setiap kali tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan intim kalian (dengan isteri) adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?” Rasulullah saw. menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR Muslim) Ucapan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil masuk dalam kategori “sedekah”. Namun bukan bagian dari sedekah. “Bagaimana pendapat kalian jika ia melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala”. Dua kalimat terakhir ini yang menunjukkan jika dzikir tadi sama pahala dengan sedekah namun bukan amalan sedekah sebagaimana orang yang punya uang atau barang diberikan kepada orang lain.

Ciri khas sedekah adalah amalan sosial. Ada hubungan dari satu manusia kepada manusia lainnya. Pemberian satu orang kepada orang lain. Nah jika dzikir satu orang, apa ada kemanfaatan kepada orang lain? Tentu saja tidak. Murni itu amalan pribadi. Tidak bisa tersalurkan.

lebih terang ketika salah satu model sedekah yaitu zakat dalam Al Quran memakai kata “ambillah.” Sebagaimana QS At Taubah: 103, ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.. .” dalam hadits ada Rasulullah saw bersabda, ”Beritahukanlah kepada mereka (Ahli Kitab yang telah masuk Islam), bahwa Allah telah mewajibkan zakat atas mereka, yang diambil dari orang kaya di antara mereka dan diberikan kepada orang fakit di antara mereka.” (HR Bukhari dan Muslim). Dari ayat dan hadits di atas, ada unsur materi atau sesuatu yang dirasakan berpindah. Ini sebenarnya nilai dari sedekah.

“SEMINAR KEAGAMAAN & KEBANGSAAN” Bersama QURAN CORDOBA

Dalam rangka menjalin hubungan yang kuat di antara sesama organisasi dan dilandasi kepedulian yang sama terhadap keislaman dan kebangsaan di Indonesia, atas dasar tersebut PT Cordoba Internasioanal Indonesia ( Quran Cordoba ) bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) IKIP SILIWANGI, Cimahi, Jawa Barat akan mengadakan seminar bersama yang ditunjukan kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat di Indonesia khususnya di daerah Bandung & Cimahi. Seminar yang mengusung tema “Siliwangi Mengaji, Siliwangi Mengkaji, Cinta NKRI, Manusia Islami” akan dilaksanakan pada hari Rabu, 20 November 2019 pukul 08.00-Selesai di Aula Graha Panca Bhakti IKIP SILIWANGI, Cimahi, Jawa Barat. Tema ini diangkat mengingat minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat milenial tentang bagaimana menjadi seorang muslim dan warga negara yang kuat, berkarakter dan berakhlak Qur’ani. Menyadari hal tersebut, panitia penyelenggara akan menghadirkan pembicara-pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya, mereka adalah: Bapak Ridwal Kamil ( Gubernur Jawa Barat ) Ustadz Cep Ma’mun (Trainer Pembelajaran Al-Quran Cordoba di Indonesia & Malaysia ) Ustadz Rahmat Baequni (Dai, Founder One Ummah Foundation, Ketua Garda Annas Pusat Bandung,dan Pembina Shuffah baitul Mumin ) Muhammad Elvandi, LC, MA ( Pembina MUDA – Muslim Berdaya, Pembina AFKAR Institute ) Untuk mengikuti seminar ini, Anda cukup melakukan registrasi dengan menghubungi nomor; 0859-7498-8016 (Nurul) atau 0838-2272-8453 (Restu) , dengan membayar infaq sebesar  Rp 150.000,00 Sebelum acara atau bisa juga dengan bayar ditempat dengan biaya sebesar Rp. 160.000,00 , Bukti transfer dikirim ke rekening Bank Muamalat Indonesia  no Rekening  1050013694 A.n Dendy Munandar, konfirmasi via WhatsApp ke nomer narahubung (sertakan bukti transfer). WhatsApp Image 2019-11-04 at 07.45.22 Redaktur: Restu Kurniawan

Pelatihan Hafalan Al Qur’an One Day One Colour

Telah Dibuka
Pelatihan Mudah Menghafal Qur’an untuk Umum
Bersama :
Ustadz Cep Mamun , Ustadz Wawan Iwandri :
* Trainer Quran di Indonesia, Malaysia & Singapore
* Konsultan Quran Cordoba
Ustadz Sahri:
* Founder & Trainer Metode Al-Itqon dan Al-Mumtaz SDIT Pangeran Diponegoro Semarang Sebagai Sekolah percontohan penghasil Hafiz Quran.
‘One Day One Colour’
Pelatihan Hafalan Mudah Metode Al-Hufaz
• Motivasi Quran
• Strategi Menghafal
• Trik Menghafal
• Aplikasi Hafalan
Syaratnya Mudah:
1. Diluar kota Bandung syarat dan ketentuan berlaku
2. Minimal peserta 100 orang
3. Menyediakan tempat pelatihan
4. Menyediakan keperluan Pelatihan
5. Peserta Khusus Ibu-ibu dan Bapak-bapak
Info Pelatihan: 081220660000

Produk Baru Al-Qur’an Cordoba 2019

Al-Qur’an Hafalan Mudah Al Hufaz per Juz

ukuran A5 Rp.180.000,-

  1. Al Qur’an Rasm ustmani Tajwid Warna
  2. Pembagian ayat Hafalan berdasarkan 5 blok warna
  3. Terjemah Al Qur’an
  4. Motivasi Qur’an
  5. Tema Ayat setiap Halaman
  6. Kata Kunci & Tabel Kontrol Hafalan
  7. Metode Al Hufaz
  8. Daftar Surat
  9. Ahlul Qur’an

 

Al-Qur’an Perkata Sambung Al Muslih

ukuran A5 Rp.72.000,-, A4 Rp.112.000,-

Konten Al Muslih

  1. Mushaf Tajwid
  2. Terjemah Depag
  3. Klasifikasi Terjemah
  4. Terjemah Perkata Warna/Sambung
  5. TRANSLITERASI LATIN
  6. Hadis Sahih/Riyadussalihin/ Asbabunnuzul
  7. Mujam Kosakata
  8. Ayat dalam Halaman
  9. Panduan Juz/Surah

 

Al-Qur’an Hafalan Mudah Al Hufaz

ukuran A4 Rp.149.000,-

  1. Al Qur’an Rasm ustmani Tajwid Warna
  2. Pembagian ayat Hafalan berdasarkan 5 blok warna
  3. Terjemah Al Qur’an
  4. Motivasi Qur’an
  5. Tema Ayat setiap Halaman
  6. Kata Kunci & Tabel Kontrol Hafalan
  7. Metode Al Hufaz
  8. Daftar Surat
  9. Ahlul Qur’an

 

Al-Qur’an Hafalan Cepat Al Hafiz

Ukuran A4 Rp.149.000,-

  1. Al Qur’an Rasm ustmani Tajwid Warna
  2. Pembagian ayat Hafalan berdasarkan 3 blok warna
  3. Motivasi Qur’an
  4. Tema Ayat setiap Halaman
  5. Kata Kunci & Tabel Kontrol Hafalan
  6. Metode Al Hufaz
  7. Daftar Surat
  8. Ahlul Qur’an

 

Al-Qur’an Wakaf Ibtida Jeda Al Mubtadi

Ukuran A5 Rp.88.000,-

Konten

  1. Mushaf Tajwid
  2. Wakaf Ibtida Jeda
  3. Ayat dalam Halaman
  4. Panduan Juz/Surah

 

Al-Qur’an Spesial for Muslimah Tajwid

  • Nadira Tajwid A6 Rp.89.000,-
  • Hilwa Tajwid A6 Rp.86.000,-
  • Tihany Tajwid A6 Rp.86.000,-
  • Arkadia Tajwid A6 Rp.89.000,-
  • Amira Tajwid A6 Rp.86.000,-
  • Mufida Tajwid A6 Rp.89.000,-

Konten Qur’an Muslimah Tajwid

  1. Qur’an Rainbow
  2. Tajwid
  3. Memiliki 4 Tema Utama : Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlaq
  4. Memiliki 319 tema penjelas tentang Wanita
  5. Kertas QPP & Art Paper
  6. Cover Jaket Fashionable

Buku Sahih Bukhari Muslim: Berisi Hadis-hadis Sahih Sebagai Referensi di Rumah

Imam An Nawawi mengatakan Kitab Shahih Muslim sebagai salah satu kitab yang paling shahih—setelah Alquran—yang pernah ada.

Imam An Nawawi mengatakan Kitab Shahih Muslim sebagai salah satu kitab yang paling shahih—setelah Alquran—yang pernah ada.

Sudahkah kamu memiliki atau tahu tentang Buku Shahih Bukhari Muslim? Atau mungkin sudahkah kamu mengetahui buku terjemahannya? Sudah banyak lo di pasaran penerbit yang menerjemahkannya.

Sebagaimana mengutip perkataan Imam An Nawawi di atas, sebaiknya kamu memiliki nya di rumah.

 

Buku ini dijual di pasaran dengan harga jual Rp 199.000 dengan tebal 1.446 halaman.

 

Tahu tentang Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim?

 

Nama Imam Bukhari adalah Muhammad, putra dari Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi. Beliau biasa disebut Abu Abdillah, dilahirkan pada Jumat setelah salat Jumat pada 13 Syawal 194 H di Bukhara (Bukarest).

Saat beliau masih kecil, ayahnya sudah meninggal sehingga dia pun diasuh oleh sang ibu. Ketika kecil kedua mata sang imam buta.

Suatu ketika ibunya bermimpi melihat Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Wahai ibu, sesungguhnya Allah telah memulihkan penglihatan putramu karena banyaknya doa yang kamu panjatkan kepadaNya.”

Pagi harinya dia dapati penglihatan anaknya telah sembuh.

Imam Bukhari memiliki kekuatan hafalan yang masyaa Allah. Beliau dalam umur sepuluh tahun sudah menghafal hadis.

Seperti yang diceritakan oleh Muhammad bin Al Azhar As Sijistani rahimahullah: “Dahulu aku ikut hadir dalam majelis Sulaiman bin Harb sedangkan Bukhari juga ikut bersama kami. Dia hanya mendengarkan dan tidak mencatat. Ada orang yang bertanya kepada sebagian orang yang hadir ketika itu, ‘Mengapa dia tidak mencatat?’ Maka orang itu pun menjawab, ‘Dia akan kembali Bukhara dan menulisnya berdasarkan hafalannya.’”

Maasyaa Allah, biografi lengkap bisa kamu baca di situs Muslim.or.id.

 

Sekarang mari kita simak sejenak biografi singkat tentang Imam Muslim. Beliau memiliki nama lengkap Abul Hasan Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kausyaz Al Qusyairi An Naisaburi.

Al-Qusyairi merupakan nisbah terhadap nasab (silsilah keturunan) dan An Naisaburi yakni nisbah terhadap tempat kelahiran beliau, yaitu Kota Naisabur, bagian dari Persia yang sekrang menjadi bagian dari Rusia.

Tentang al-Qusyairi, seorang pakar sejarah, ‘Izzuddin Ibnu Atsir, dalam kitab al-Lubab Fi Tahzibil Ansab (37/3) berkata: “al-Qusyairi adalah nisbah terhadap keturunan Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin ‘Amir bin Sha’sha’ah, yang merupakan sebuah kabilah besar. Banyak para ulama yang menisbahkan diri padanya.”

Beliau dilahirkan pada tahun 204 H (menurut pendapat paling kuat) dan wafat pada tahun 261 H di Naisabur, sehingga usia beliau pada saat wafat adalah 55 tahun. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Abu Abdillah al-Hakim an-Naisaburi dalam kitab Ulama al-Amshar, juga disetujui an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Biografi lengkap beliau bisa kamu baca disitus Muslim.or.id.

 

Cuplikan hadis

 

Salah satu cuplikan hadis di kitab salam, bab menjawab salam termasuk hak muslim terhadap sesama muslim.

 

 

Hadis Abu Hurairah ra, dia bekata, Aku mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.” HR. Bukhari, 23 – Kitabul Janaiz: 2- Bab Perintah mengiringi jenazah.

Kemudian bab orang yang naik kendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan dan kelompok yang sedikit kepada kelompok yang banyak.

Hadis Abu Hurairah ra, dia berkata bahwa Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan dan yang berjalan memberi salam kepada yang duduk dan kelompok yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak.” HR. Bukhari 79 – Kitabul Istizan: 5 –  Bab orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan.

 

Kitab ini…

 

Alhasil buku Sahih Bukhari Muslim dengan judul asli Al-Lu’lu wal Marjan.’ Penyusunnya Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penerbit PT. Cordoba Internasional Indonesia. Terdiri dari tiga bab, setebal 1446 halaman.

Buku ini terdiri atas 2.006 hadis. Penyusunan kitab ditujukan bagi pembaca agar mudah mengetahui seluruh hadis paling sahih dan valid dari derajatnya sehingga menjadi pedoman beramal dan konsisten dalam mengaplikasikannya.

Buku ini bisa menjadi referensimu di rumah. Ada banyak hadis yang bisa dibaca dan terapkan.

Tertarik ingin memilikinya? Bisa pesan langsung loh....

Keutamaan Berwakaf Al Qur’an

www.kitabisa.com/wakafqu

Wakaf Al Quran merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf sudah meninggal dunia; wakaf termasuk ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang beramal mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt.
Sebagaimana dijelaskan dalam dalil,

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Keutamaan Orang yang Berwakaf (Wakif) Alquran

Dalam sejarah Islam, perintis amalan wakaf adalah baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Syaibah daripada ‘Amr bin Sa’ad bin Mu’az, “Kami bertanya tentang Siapakah pewakaf yang paling pertama kali melakukannya?

Orang-orang Anshar menjawab, ‘wakafnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Pada saat itu (622 SM), Rasulullah ketika tiba di Madinah sudah mewakafkan masjid Quba’ atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan wakaf untuk kedua kalinya, Rasulullah mewakafkan masjid Nabawi.

SUBHANALLAH….. Allahumma sholli ala Muhammad

Wakaf Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebarluaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Uraian Salah satu dari 7 (tujuh) Amal Jariyah sesuai dalil tersebut di atas.

Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat – Baik pendidikan formal maupun nonformal, semisal diskusi, ceramah, dakwah, termasuk amalan berupa tulisan buku yang berguna dan mempublikasikannya,

Mendidik anak hingga menjadi anak yang salih/salihah – Anak yang salih dan salihah akan senantiasa beramal kebajikan di dunia. Dalam hadis dijelaskan; kebaikan yang dilakukan oleh anak saleh pahalanya terus mengalir hingga sampai kepada orang tua yang mendidiknya meskipun keduanya telah wafat dengan tanpa mengurangi bobot pahala yang diterima oleh orang yang beramal (anak),

Mewariskan mushaf (alquran dan buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri, keluarga dan masyarakatnya,

Menyedekahkan sebagian harta – Orang yang beramal dengan menyedekahkan sebagian hartanya dengan penuh keikhlasan maka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

Hikmah Wakaf
•    Menebar Kalamullah, membumikan Al Qur’an
•    Sebagai pembuka jalan beribadah kepada Allah Swt.,
•    Mengajak muslim untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (fastabikul khairat),
•    Memberikan pahala yang mengalir terus-menerus meskipun orang yang beramal saleh tersebut telah wafat,
•    Demi kebaikan Islam,
•    Membantu mengurangi beban susah fakir miskin serta anak yatim.

Mari kita semua berwakaf Al Qur’an, untuk bekal kita kelak di akhirat.

Produk Al Qur’an Cordoba 2018

No Judul Konten Cover Ukuran Harga
1 Al-Qur’an Al-Hafidz Hafalan Cepat 3 blok, Tajwid Warna, Motivasi Quran, Motivasi Quran, Tema Ayat, Tabel Muraja’ah, Kata Kunci Hafalan Hard Cover A5       86,000
2 Al-Qur’an Al-Haramain Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Hard Cover A5       86,000
3 Al-Qur’an Al-Haramain Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Hard Cover B5     110,000
4 Al-Qur’an Al-Haramain Yusuf Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Jaket Agenda A5     138,000
5 Al-Qur’an Al-Hijr Transliterasi Perkata Warna Sambung, Terjemah Perkata, Terjemah, Latin Perkata, Asbabun Nuzul, Riyadus Shalihin, Kosa kata Hard Cover A5       76,000
6 Al-Qur’an Al-Hufaz Hafalan Mudah 5 blok, Tajwid Warna, Terjemah, Motivasi Quran, Tabel Kontrol, Kata Kunci Hard Cover A5       86,000
7 Al-Qur’an Al-Quds Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket Agenda A6       79,000
8 Al-Qur’an Al-Uswah Transliterasi Perkata Warna Sambung, Terjemah Perkata, Terjemah, Latin Perkata, Asbabun Nuzul, Riyadus Shalihin, Kosa kata Hard Cover A4       98,000
9 Al-Qur’an Amira Rainbow Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
10 Al-Qur’an Amira Tajwid Rainbow Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
11 Al-Quran Anatolia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
12 Al-Qur’an Andalus Mushaf Transliterasi Latin & Terjemah per Ayat Jaket A5     169,000
13 Al-Quran Arkadia Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
14 Al-Quran Arkadia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
15 Al-Qur’an Ar-Riyadh Mushaf Perkata Warna Sambung, Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Riyadus Sakihin, Kosa Kata Hard Cover A5       75,000
16 Al-Qur’an Ar-Riyadh Mushaf Perkata Warna Sambung, Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Riyadus Sakihin, Kosa Kata Hard Cover A4     179,000
17 Al-Qur’an Fathir Bombay Mushaf Bombay 18 Baris Hard Cover A5       39,000
18 Al-Qur’an Hilwa Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       68,000
19 Al-Qur’an Iqro Waqaf  Ibtida Mushaf 15 baris, Wakaf Ibtida’ Hard Cover A5       69,000
20 Al-Qur’an Maqdis Al-Aqsa Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       79,000
21 Al-Qur’an Maqdis Reguler Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       56,000
22 Al-Qur’an Maqdis Yusuf Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       89,000
23 Al-Qur’an Mufida Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
24 Al-Qur’an Mufida Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
25 Al-Qur’an Mushaf Kabir Mushaf Jumbo Wakaf Ibtida’ Mula Henti, Lafdzul Jalalah Hard Cover B4     179,000
26 Al-Qur’an Mushawwir Mushaf Perkata, Transliterasi Latin,Terjemah Hard Cover A4       89,000
27 Al-Qur’an Muslimah Marwah Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Hard Cover A6       48,000
28 Al-Qur’an Muslimah Vathia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       68,000
29 Al-Qur’an Muslimah Zulfa Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Soft Cover A6       38,000
30 Al-Qur’an New Sofia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       75,000
31 Al-Qur’an New Tihany Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       59,000
32 Al-Qur’an Tartil Tajwid Mudah, Belajar Tajwid kode al Fabetik, Qur’an Tahsin Hard Cover A4     189,000
33 Al-Qur’an The Amazing 101-in-1 33 Konten Utama, 68 Konten Tambahan Hard Cover A4     357,000
34 Al-Qur’an The Biggest Muhaf Jumbo, Transliterasi Latin Tajwid Warna, Tafsir Al Muyassar Hard Cover A4     348,000
35 Bulughul Maram Glosarium, Hadis, Transliterasi, Teks Hadis, Terjemah, Takhrij, Takhqiq, Kesimpulan Hard Cover B5     148,000
36 Cordobana Belajar membaca Al Qur’an sistem 3 hari Soft Cover B5       98,000
37 Fikih Sunah Wanita Hukum-hukum terkait dengan Wanita Hard Cover B5       99,000
38 Journey Through The Quran Panduan Praktis memahami Al Qur’an dengan Mind Map Hard Cover     145,000
39 Muhammad Sang Yatim Sirah Nabi Muhammad SAW Soft Cover       99,000
40 Paket Al-Qur’an Amazing 101 in 1 With E-Pen + Cordobana E-Pen Hard Cover A4  1,699,000
41 Paket Al-Qur’an Jaket Rainbow With E-Pen A1 Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak plus epen Hard Cover A5     990,000

Cordoba Goes to School ‘ONE DAY ONE COLOUR’ ,Pelatihan Hafalan Mudah Metode Al-Hufaz

WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.47 PMWhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.42 PM WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.44 PM WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.50 PMInsyaAllah lebih Istiqomah dengan “ONE DAY ONE COLOUR” Jadilah generasi muda Hafiz Quran dengan Metode Hafalan Mudah Al-Hufaz , Daftarkan sekolah Anda untuk mendapatkan pelatihan dari Kami ke 081220660000(Marcomm @qurancordoba).GRATISS !! #qurancordoba #sahabatquran #onedayonecolour #quranuntuksekolah #cordobagoestoschool

WORLD #QURANHOUR

WQH1

Ada satu waktu, dimana jutaan manusia berkumpul di sebuah tempat bernama Padang Arafah, ditanggal 9 Dzulhijjah setiap tahunnya. Mereka berkumpul untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT, dengan penuh harap dan doa. Masa yang sangat krusial bagi Jamaah Haji, karena Haji adalah Arafah, dan tidak dapat dibadalkan atau diganti, sehingga semua jamaah termsuk yang sakitpun datang walau harus ditandu dan diangkut helikopter.

Di masa itu Allah SWT membanggakan manusia yang berkumpul di Arafah di depan para Malaikat, karena mereka datang dari berbagai penjuru dunia, dengan pakaian ihram mereka berkumpul hanya karena keimanan mereka untuk mendapatkan Ridha dariNya.
Semangat itulah yang menjadi Inspirasi World #Quranhour, sebuah program yang dimulai tahun lalu tepatnya 1437H serentak diberbagai negara di dunia, sebuah semangat untuk membaca, menghayati dan mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

World #Quranhour adalah pengingat untuk kembali kepada Al Qur’an, karena keseharian kita yang sering melupakannya. Al Qur’an seringkali dibaca hanya pada saat-saat tertentu saja, acara pernikahan, syukuran, ramadhan atau bahkan hanya menjadi pajangan dirumah kita. World #Quranhour mengajak masyarakat untuk kembali kepada Al Qur’an, untk kembali dibaca dan dihayati untuk selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia acara ini diinisiasi oleh Qordoba Qur’an, sebuah perusahaan penerbit Al Qur’an terkemuka, yang merasa bertanggungjawab untuk menebarkan dakwah qur’an dikalangan masyarakat secara umum. Tahun ini tema besar dari acara World #Quranhour adalah Nation Of Compassion, berharap tema ini menjadi inspirasi besar bagi masyarakat untuk menebarkan Kasih Sayang yang bersumber dari Al Qur’an. Karena inti dari Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam, maka Nation Of Cmpassion diharapan menjadi energi kedamaian yang diwujudkan oleh pengamalan rasa Kasih Sayang sesame manusia.

Program yang digulirkan kurang dari satu bulan ini, ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Tahun lalu jumlah peserta di Masjid Trans Studio berjumlah 3500 orang lebih, dan tahun ini, panitia yang menginformasikan acara ini melalui media sosial Facebook dan Whatsapp mendapatkan tanggapan yang lebih luar biasa. Tak kurang dari 8500 sms lebih masuk ke registrasi SMS Center, dan bahkan satu sekolah di Bandung SMPN 27, 1000 civitasnya yang terdiri dari Guru dan Muridnya akan mengikuti acara yang diselenggarakan di Masjid Pusdai Jawa Barat ini.

Acara ini akan diawali oleh Parade Tausiyah dari Ulama Jawa Barat diantaranya Ust. Evie Effendi, Ustadzah Mimin Aminah, dan Ust. Abdul Azis Abdul Rouf lc. Dengan acara utama yaitu secara serentak seluruh dunia pada jam 9 pagi membaca Qur’an bersama 8000 hadirin yang hadir di Pusdai, Pembacaan Ayat dan Surat Pilihan bersama Muzamil Hasbalah, Ust. Abu Rabbani, Ust. Ambiya Abu Fatin, Kembar Hafizh Hamanis, dilanjutkan Ceramah Semangat Jawa Barat Cinta Qur’an dari Wakil Gubernur Deddy Mizwar, dan Tausiyah Qur’ani dari Ust Hilman Rosyad Shihab Lc.

Semoga dengan adanya acara World #Quranhour ini menjadi inspirasi semangat untuk kembali kepada Al Qur’an sebagai sumber kedamaian didunia, khususnya di Indonesia.

Siaran Pers Kementerian Agama *Terkait Terjemahan ‘Awliya’ Sebagai ‘Teman Setia’, Ini Penjelasan Kemenag*

Kata ‘awliya’ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai ‘teman setia’ pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.

Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata ‘awliya’ pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari ‘pemimpin’ menjadi ‘teman setia’. Informasi yang viral di media sosial dengan menyertakan foto yang memuat halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 itu juga disertai keterangan yang menyebutnya sebagai ‘Al-Quran palsu’.
“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar,” tegas Muchlis.
Menurut Muchlis, kata ‘awliya’ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 – 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata ‘awliya’ diterjemahkan dengan ‘pemimpin’. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan ‘teman setia’.
“Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan ‘pelindung’, dan pada QS. Al-Nisa/4 diterjemahkan dengan ‘teman-teman’,” jelas Muchlis, Minggu (23/10).
Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.
“Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi,” terangnya.
Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata ‘awliya’ pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai *wali* dengan meninggalkan orang-orang mukmin”.
“Pada kata *wali* diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata *wali* pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.
Terkait penyebutan ‘Al-Quran palsu’ pada informasi yang viral di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, *terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran*. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”.
“Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” paparnya.

Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto, dan lainnya.
“Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urainya.
Kepada masyarakat, Muchlis berpesan bahwa dalam memahami Al-Quran hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.
*Humas Kemenag RI*
https://www.kemenag.go.id/berita/417806/soal-terjemahan-awliy-sebagai-teman-setia-ini-penjelasan-kemenag

Siaran Pers Kementerian Agama : Terkait Terjemahan ‘Awliya’ Sebagai ‘Teman Setia’, Ini Penjelasan Kemenag

Kata ‘awliya’ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai ‘teman setia’ pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.
Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata ‘awliya’ pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari ‘pemimpin’ menjadi ‘teman setia’. Informasi yang viral di media sosial dengan menyertakan foto yang memuat halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 itu juga disertai keterangan yang menyebutnya sebagai ‘Al-Quran palsu’.
“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar,” tegas Muchlis.
Menurut Muchlis, kata ‘awliya’ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 – 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata ‘awliya’ diterjemahkan dengan ‘pemimpin’. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan ‘teman setia’.
“Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan ‘pelindung’, dan pada QS. Al-Nisa/4 diterjemahkan dengan ‘teman-teman’,” jelas Muchlis, Minggu (23/10).
Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.
“Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi,” terangnya.
Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata ‘awliya’ pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai *wali* dengan meninggalkan orang-orang mukmin”.
“Pada kata *wali* diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata *wali* pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.
Terkait penyebutan ‘Al-Quran palsu’ pada informasi yang viral di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, *terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran*. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”.
“Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” paparnya.
Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto, dan lainnya.
“Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urainya.
Kepada masyarakat, Muchlis berpesan bahwa dalam memahami Al-Quran hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.

*Humas Kemenag RI*

Sumber : https://www.kemenag.go.id/berita/417806/soal-terjemahan-awliy-sebagai-teman-setia-ini-penjelasan-kemenag

Antara Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan

Kita sudah memasuki bulan Syawal, pada bulan syawal ada ibadah sunnah yang sudah sering kita laksanakan, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan (secara penuh, pen.) kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka itu senilai dengan puasa selama setahun.” (HR. Muslim, no. 1984)

Tapi bagaimana apabila kita mempunyai hutang puasa di bulan Ramadhan sebelumnya, sementara kita ingin juga melaksanankan puasa enam hari di bulan Syawal?

Ada perbedaan pendapat mengenai hal tersebut. Namun, mayoritas ulama menyatakan, karena puasa Ramadhan wajib, dan bila punya utang puasa, maka dia harus segera menggantinya di bulan lain. Jadi, bila sudah masuk di bulan Syawal, maka sebaiknya dia segera mengganti atau membayar utang puasanya dulu, baru mengerjakan puasa Syawal. Artinya, yang wajib dulu dibayar, baru mengerjakan yang sunah.

Syekh Abdullah bin Jibrin dalam kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Li al-Mar’ati al-Muslimah, menjelaskan, sebaiknya dikerjakan yang wajib dulu, yakni membayar utang puasa Ramadhan, baru kemudian mengerjakan puasa Syawal.

Alasannya, berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim di atas, keutamaan puasa Syawal itu karena mengikuti puasa Ramadhan. Jadi, kata Syekh Abdullan bin Jibrin, puasa Ramadhan harus disempurnakan terlebih dahulu, baru mengerjakan yang sunah.

Namun demikian, ada pula ulama yang menyatakan, bahwa boleh saja mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu, mengingat waktunya sangat terbatas, yakni hanya satu bulan. Sedangkan untuk mengganti puasa Ramadhan, diperbolehkan di bulan lain.

Apalagi bagi perempuan, dalam setiap bulan, mereka mengalami masa haid. Dan waktu haid ini, berlangsung antara 4-10 hari, bahkan ada yang lebih. Secara otomatis, waktu utnuk mengerjakan puasa Syawal pun akan semakin sempit pula. Atas dasar ini, para membolehkan untuk mengerjakan puasa Syawal dulu, baru membayar utang puasa.

Berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. (QS Al-Baqarah [2]: 148).

..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku) (QS Thaha [20]: 84).

Karena itu, mana yang bisa dilaksanakan dengan cepat, hendaknya itu yang dikerjakan terlebih dahulu. Jika waktunya masih panjang, sebaiknya membayar utang puasa Ramadhan dulu baru mengerjakan puasa Syawal. Namun, jika waktunya terbatas dan singkat, tidak masalah untuk mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu.

 

Sumber : Republika

 

 

Hadits Tentang Puasa Ramadhan

Berikut adalah kumpulan beberapa hadits tentang puasa Ramadhan, Semoga menjadi penyemangat menjelang Ramadhan dan penambah semangat dalam beribadah di bulan Ramadhan nanti :

 
اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ.

Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan (HR. Bukhari dan Muslim).

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari).

ثَلاَثَةٌ لاَتُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اَلصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَاْلإمَامُ الْعَادِلُ وَالْمَظْلُوْمُ.

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan donya orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

 

“Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya” [Bukhari-Muslim]

 

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793)

 

“Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur karena dalam bersahur itu ada keberkatannya” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan daripada Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila datang malam, berlalulah siang dan tenggelamlah matahari. Orang yang berpuasa pun bolehlah berbuka” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa” [Bukhari-Muslim]

 

“Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum” [Bukhari]

 

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah s.a.w lalu berkata: Celakalah aku wahai Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w bertanya: Apakah yang telah membuatmu celaka?

Lelaki itu menjawab: Aku telah bersetubuh dengan isteriku pada siang hari di bulan Ramadan.

Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu memerdekakan seorang hamba? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Mampukah kamu memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah SAW kemudian memberikan kepadanya suatu bekas yang berisi kurma lalu bersabda: Sedekahkanlah ini.

Lelaki tadi berkata: Tentunya kepada orang yang paling miskin di antara kami. Tiada lagi di kalangan kami di Madinah ini yang lebih memerlukan dari keluarga kami.

Mendengar ucapan lelaki itu Rasulullah s.a.w tersenyum sehingga kelihatan sebahagian giginya. Kemudian baginda bersabda: Pulanglah dan berilah kepada keluargamu sendiri” [Bukhari-Muslim]

 

” Barang siapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah niscaya Allah akan manjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

” Di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan; pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorang pun selain mereka memasukinya…..” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

“Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.” (Hadist riwayat Imam Ahmad)

” Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan kepadanya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku’.” (Hadist riwayat Muslim)

Qadha Puasa Ramadhan Tahun Lalu

Sekarang kita sudah memasuki hari ke-4 di bulan Sya’ban itu tandanya bulan depan kita sudah memasuki Ramadhan yang hanya tinggal mengitung hari. Bagi umat muslim wajib hukumnya untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang2 yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang2 sebelum kamu. Mudah2an kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183)

Dari ayat di atas jelas bahwa puasa itu adalah wajib. Artinya jika dikerjakan berpahala, dan jika tidak dikerjakan kita berdosa.

Tetapi Allah membolehkan, bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa, baik karena sakit yang ada harapan sembuh atau safar atau sebab lainnya, untuk tidak berpuasa, dan diganti dengan qadha di luar ramadhan. Allah berfirman,

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.(QS. Al-Baqarah: 184)

Sebelum menginjak kepada bulan Ramadhan tahun ini, mari kita renungkan dan mengingat kembali sudahkah kita mengganti puasa yang kita tinggalkan di tahun kemarin? bagi sahabat-sahabat yang sudah menggati puasa yang ditinggalkan tahun kemarin Alhamdulillah itu lebih baik, tetapi bagi  yang belum, masih ada kesempatan untuk menggantinya di bulan Sya’ban sebelum Ramadhan tiba.

Para ulama mewajibkan, bagi orang yang memiliki hutang puasa ramadhan, sementara dia masih mampu melaksanakan puasa, agar melunasinya sebelum datang ramadhan berikutnya. Berdasarkan keterangan A’isyah radhiyallahu ‘anha,

Dari Abu Salamah, beliau mengatakan bahwa beliau mendengar A’isyah radhiyallahu ‘anha mengatakan

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ

“Aku masih memiliki utang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu mengqodho’nya kecuali di bulan Sya’ban.”. (HR. Bukhari 1950 & Muslim 1146)

Dalam riwayat muslim terdapat tambahan,

الشُّغْلُ بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

‘Karena beliau sibuk melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

A’isyah, istri tercinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu siap sedia untuk melayani suaminya, kapanpun suami datang. Sehingga A’isyah tidak ingin hajat suaminya tertunda gara-gara beliau sedang qadha puasa ramadhan. Hingga beliau akhirkan qadhanya, sampai bulan sya’ban, dan itu kesempatan terakhir untuk qadha.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

وَيؤْخَذ مِنْ حِرْصهَا عَلَى ذلك في شَعْبَان: أَنَّهُ لا يجُوز تَأْخِير الْقَضَاء حَتَّى يدْخُلَ رَمَضَان آخر

Disimpulkan dari semangatnya A’isyah untuk mengqadha puasa di bulan sya’ban, menunjukkan bahwa tidak boleh mengakhirkan qadha puasa ramadhan, hingga masuk ramadhan berikutnya. (Fathul Bari, 4/191)

 

 

Wallahu a’lam bishawab

Tips Sederhana Mempersiapkan Diri Menuju Ramadhan

Tak terasa kini kita telah sampai pada detik-detik terakhir di bulan Rajab, selanjutnya kita akan melangkah pada bulan sya’ban dan kemudian akan tiba pada bulan yang mulia yaitu Ramadhan. Sebagai seorang muslim pastilah kita akan merasakan kebahagiaan saat sampai pada bulan Ramadhan yang selalu di nanti seluruh umat muslim di belahan dunia manapun, karena Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Telah datang kepada kalian ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah wajibkan kepada kalian puasa di bulan ini. Di bulan ini, akan dibukakan pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka, serta setan-setan nakal akan dibelenggu. Demi Allah, di bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Siapa yang terhalangi untuk mendulang banyak pahala di malam itu, berarti dia terhalangi mendapatkan kebaikan.” (HR. Ahmad, Nasai 2106, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Tidak ada amalan khusus dalam mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, tetapi ada beberapa tips sederhana mempersiapkan diri menuju Ramadhan agar tidak melewatkan keberkahannya dan kita pun semakin termotivasi dan terbiasa untuk semakin meningkatkan ketaatan kita kepada Allah SWT.

1. Thalabul ‘ilmi / Menuntut ilmu
Menuntut ilmu merupakan hal yang wajib bagi setiap individu, terlebih lagi ilmu dalam Islam, dengan banyak belajar kita banyak tahu mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak, mana yang akan mendatangkan pahala dan mana yang akan mendatangkan siksa. Dengan ilmu kita akan semakin terbuka untuk meraih iman dan takwa kepada Allah sang pecipta. Dengan ilmu dan pengetahuan kita akan semakin termotivasi meraih kebaikan yang Allah berikan dan kita pun akan semakin takut apabila kita melanggar apa yang telah Allah tetapkan.

2. Perbanyak melakukan amalan-amalan sunnah
Segala bentuk amal kebaikan di bulan ramadhan tentu akan mendapatkan berkah lebih dari bulan-bulan sebelumnya, jika kita sudah terbiasa dalam melakukan amalan sunnah dan amalan kebaikan lainnya seperti misalnya tilawah rutin, melakukan shaum senin kamis, bersedekah dan lain sebagainya maka ketika memasuki bulan Ramadhan kita tidak akan merasa kaget dan berat dalam melakukan aktivitas serupa lainnya. Dalam melaksanakan puasa wajib Ramadhan tubuh kita tidah akan merasa berat karena sudah terbiasa melakukan puasa sunnah, ketika kita memperbanyak atau ingin mengkhatamkan tilawah di bulan Ramadhan kita pun tidak akan merasa berat karena kita sudah terbiasa bertilawah setiap harinya, jika kita selalu membiasakan diri mengerjakan amal kebaikan in sya Allah ketika Ramadhan semua itu akan terasa lebih mudah dan pahala yang berlipat pun akan menanti.
Tetapi diharapkan amalan-amalan tersebut tidak terhenti ketika Ramadhan berakhir, pada bulan-bulan berikutnya pun kita harus selalu terbiasa dalam menjalankannya.

3. Membuat jadwal harian aktivitas selama Ramadhan
Agar Ramadhan kita tidak terlewatkan dengan begitu saja, kita bisa menyusun jadwal kegiatan harian yang akan kita lakukan dalam mengisi Ramadhan kita, buatlah secara detail mulai dari bangun tidur sampai kita tidur lagi apa saja amalan-amalan yang akan kita kerjakan, agar lebih termotivasi kita bisa membuat target-target amalan yang dilakukan khusus ketika Ramadhan misalnya target khatam membaca Al-Quran beberapa kali dan target menghapal beberapa surat-surat al-Quran.
Semoga bermanfaat,

Wallahu A’lam bishawwab

Peristiwa-peristiwa di Bulan Rajab

Tinggal sebentar lagi kita memasuki bulan penuh berkah yaitu bulan Ramadhan. Sebelum menginjak kepada bulan mulia tersebut kita sampai terlebih dahulu pada bulan rajab dan syaban. Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia juga. Di antara kebiasaan para ulama, mereka menyiapkan diri menyambut bulan Ramadhan sejak bulan Rajab. Hal ini bisa dilihat dari doa yang sangat populer:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang istimewa karena pada bulan ini terjadi peristiwa-peristiwa penting bagi sejarah hidup umat Islam.

  1. Isra’ Mikraj (27 Rajab)

Isra’ Mi’raj terjadi pada malam Senin  27 Rajab, bertepatan dengan 621 M.
Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjid al-Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina kemudian dari Palestina naik ke langit ke tujuh sampai ke Arsy menghadap Allah SWT. Sebelum terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad dihadang oleh berbagai cobaan. Mulai dari pemboikotan keluarga berupa pemutusan transaksi jual beli, akad nikah, berbicara dan pergaulan. Akibatnya, Rasulullah dan keluarga hidup terisolir selama tiga tahun dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.

 

  1. Kekalahan Romawi di Perang Tabuk

Rajab juga merupakan bulan kemenangan militer Rasulullah dalam Perang Tabuk, yang terjadi pada 9 Hijriyah atau 630 M, dan menandai dominasi otoritas Islam atas seluruh Semenanjung Arab. Meskipun menempuh perjalanan yang berat dari Madinah menuju Syam, sebanyak 30 ribu pasukan Muslim tetap melaluinya. Tentara Romawi yang telah berada di Tabuk siap untuk menyerang umat Islam. Tetapi ketika mereka mendengar jumlah dan kekuatan tentara Muslim yang dipimpin oleh Rasulullah mereka terkejut dan bergegas kembali ke Syam menyelamatkan benteng-benteng mereka. Hal ini menyebabkan penaklukan Tabuk menjadi sangat mudah dan dilakukan tanpa perlawanan. Rasulullah menetap di tempat ini selama sebulan. Beliau mengirimkan surat kepada para pemimpin dan gubernur di bawah kendali Romawi untuk membuat perdamaian. Pemimpin daerah Romawi menyetujuinya dan membayar upeti.

 

  1. Shalahuddin Al-Ayyubi Merebut Al-Aqsha dari Tentara Salib / Pembebasan Baitul Maqdis Palestina

27 Rajab 583 H, Shalahudin al Ayyubi bersama pasukan kaum muslimin bergerak mengepung dan membebaskan tanah Palestina/yerusalem yang setelah sekian abad lamanya dikuasai oleh pasukan salibis.

Pembebasan itu sendiri tidak mendapatkan perlawanan yang berarti dari pasukan salib. Peristiwa ini terjadi pada Rajab 1187 M yang dipimpin oleh Shalahuddin al-Ayyubi. Penaklukan ini bukan hanya karena pentingnya Yerusalem dalam Islam, tetapi juga karena sepak terjang Tentara Salib menaklukkan negeri-negeri Muslim.

Menaklukkan Yerusalem, Shalahuddin masuk ke gerbang kota dengan damai. Tak ada pembantaian warga sipil. Sultan Ayyubiyah ini menjamin keselamatan dan kebebasan beribadah semua pemeluk agama. Terkecuali, pasukan Salib yang dia minta keluar dari kota. Hal pertama yang dilakukan Shalahuddin saat memasuki Yerusalem adalah mencopot tiang salib dari atas Kubah Batu.

 

  1. Runtuhnya Kesultanan Ottoman di Turki

Sejarah yang terjadi Pada 28 Rajab ini merupakan runtuhnya Kesultanan Ottoman di Turki yang dihapus oleh Mustafa Kemal Ataturk. kehidupan masyarakat Turki berubah ketika Turki dinyatakan sebagai sebuah negara sekuler. Islam yang telah berfungsi sebagai agama dan sistem hidup bermasyarakat dan bernegara selama lebih dari tujuh abad digantikan oleh sistem Barat, Dan sejak saat itulah keterpurukan mulai terjadi.

Bulan Rajab merupakan bulan penuh perjuangan bagi umat Islam jika kita lihat dari beberapa peristiwa yang terjadi dalam sejarah umat Islam. Semoga peristiwa-peristiwa di bulan Rajab tersebut menjadi motivasi dan semangat bagi kaum muslimin untuk menjadi lebih baik dan menjadikan Islam selalu ada dalam setiap langkah kehidupan.

 

Wallahu a’lam bishawab

 

 

 

 

 

 

 

Apa Sebenarnya Zalim itu?

Dalam ajaran Islam zalim adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zalimin dan lawan kata dari zalim adalah adil. Adapun yang dimaksud meletakkan sesuatu pada tempatnya adalah meletakkan hukum Allah sebagai dasar pijakan atas semua kebijakan. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah [5] : 45)

Berikut ini yang termasuk kategori orang-orang yang zalim adalah :

1. Orang yang menyembah selain Allah SWT

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

ArtinyDan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. QS. Luqman [31] : 13

 

2. Zalim terhadap diri sendiri, masuk dalam kategori ini adalah segala sesuatu yang keluar dari tuntunan Al Qur’an dan Hadis,  misalnya :

  • Bunuh diri, dalam Islam bunuh diri merupakan suatu dosa besar.

    “(Di antara) dosa-dosa besar adalah: Berbuat syirik terhadap Allah, durhaka terhadap kedua orang tua, membunuh diri, dan sumpah palsu.” [HR Al Bukhari (6675)]
  • Homoseksual, perilaku ini jelas jelas sangat dibenci oleh Allah, karena melawan kodrat yang telah ditetapkan, hal ini tercermin dalam kisah Sodom pada jaman Nabi Luth As.
  • Berlebihan dalam segala sesuatu, misalnya makan berlebihan, belanja berlebihan dan menyia nyiakan harta. yang intinya adalah menuruti Hawa Nafsu untuk kesenangan diri sendiri.
  • Makan dan minum sesuatu yang haram

3. Zalim terhadap orang lain, masuk dalam kategori ini adalah segala sesuatu yang merugikan orang lain atau membuat orang lain tidak nyaman, atau membuat orang lain menerima akibat yang buruk, atau mengambil hak orang lain.

 

 

Menghilangkan Putus asa

Dalam sebuah kehidupan pastilah ada yang namanya masalah dan ujian, di sekolah sebelum ada kelulusan kita terlebih dahulu menghadapi yang namaya ujian. Di tempat kerja pun kita pasti menemukan ujian, dalam kehidupan bermasyarakat dan lainnya pun kita juga akan menemukan ujian atau masalah yang harus kita hadapi. Ujian dapat menjadikan kita lebih kuat dan bertawakal pada allah SWT, tetapi adapula yang dalam menjalaninya memilih untuk menyerah, menjadi rapuh bahkan merasa putus asa.

Seperti firman Allah SWT :

وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الإنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

“Dan apabila Kami beri kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan mejauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa”. (QS. Al-Isra’ : 83)

Putus asa adalah suatu sikap atau perilaku seseorang yang menganggap drinya telah gagal dalam menghasilkan sesuatu harapan cita-cita. Salah satu ciri dari sikap putus asa adalah apabila diberi beban atau sesuatu yang harus siselesaikan dan perlu segera dilaksanakan, ia meninggalkannya secara perlahan-lahan, bahkan terkadang tidak mengerjakan sama sekali. Ia merasa keberatan atau menganggap bahwa apa yang dititipkan kepadanya terlampau berat sehingga ia enggan dan berputus asa untuk meneruskannya.

Selain itu orang berputus asa akan cenderung berburuk sangka kepada Allah, menolak kebenaran, malas beribadah dan berdoa, menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya, malas berbuat baik.

Putus asa merupakan hal yang sangat dilarang, seperti di jelaskan dalam Al-Qur’an :

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf: 87).

 

“قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS Al-Hijr : 56)

 

Rasulullah SAW bersabda bahwa :

“Dosa yang paling besar adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah”. (hadis hasan sahih, diriwayatkan ole Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir; lihat Majma’ Az-Zawaid, juz 1, hlm. 104)

 

Bersumber dari penjelasan ayat-ayat al-Qur’an dan hadis di atas sudah jelas bahwa putus asa merupakan hal yang sangat dilarang oleh Islam bahkan termasuk salah satu dosa besar. Putus asa dapat mengantarkan kepada kekafiran karena pada dasarnya putus adalah suatu sifat yang timbul akibat tidak adanya keyakinan terhadap exsistensi Sang maha pengatur kehidupan. Dengan begitu ia cenderung tidak memiliki harapan. Sebab ia tak yakin bahwa ada sumber kekuatan yang dapat membantunya dalam memecahkan masalahnya.

Putus asa juga menimbulkan penyakit mental atau psikis. Penyakit rohani ini dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah stres, ini disebabkan karena tidak adanya sandaran yang kokoh untuk ia bersandar dan mencari solusi dari setiap kesulitan yang dihadapinya. Orang menjadi mudah atau rentan untuk terkena penyakit pisik seperti ini, karena orang putus asa cenderung cepat menyerah, tidak memiliki keyakinan yang tinggi terhadap sesuatu yang ingin dicapai. Oleh sebab itulah stress menjadi jawaban atas apa yang didapatkan dari sikapnya tersebut. Pada akhirnya sikap dan perilaku orang tersebut menjadi tak tentu arah. Kematian juga bisa menjadi akibat dari stres itu sendiri yang bermula dari keputus asaan. Banyaknya peristiwa orang menjadi gila, kemudian jumlah orang yang bunuh diri semakin bertambah adalah dampak social dan psikis yang disebabkan oleh sikap hilang harapan ini.

Oleh sebab itulah Islam sangat melarang sekali adanya putus asa dalam diri setiap individu, sebisa mungkin kita harus menghilangkan putus asa, adapun upaya yang dapat kita lakukan agar terhindar dari rasa putus asa :

  1. Bersyukur

Syukuri apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Apapun yang Allah tetapkan untuk kita pasti itu yang terbaik, seperti yang telah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 216 :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

 

  1. Perbanyak mengingat Allah

Mungkin banyak hal yang membuat kita takut, khawatir, atau sakit. Sebutlah nama Allah, maka hatimu akan tenang sebab kita tahu bahwa Allah Maha Besar yang bisa menghilangkan semua derita dan ketakutan. Kita juga yakin Allah Maha Tahu yang mengathui apa yang terbaik bagi kita. ”Ingatlah, dengan berdzikir kepada Allah hati akan tenang” (QS. 13:28). Ketenangan hati akan menjadikan diri ini tetap optimis.

 

  1. Berkumpul dengan orang shaleh

Salah satu cara agar kita terhindar dari putus asa adalah dengan berkumpul bersama orang-orang shaleh yang selalu akan mengingatkan kita kepada kebaikan dan saling menasihati untuk kesabaran, seperti yang tercantum dalam QS. Al-‘Ashr 1-3: “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh serta saing menasihati untuk kebenaran dan menasihati untuk kesabaran”. (QS. Al-‘Asr:1-3)

 

  1. Bekali diri dengan ilmu agama

Menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban terlebih lagi ilmu agama, dengan ilmu kita menjadi tahu kemana kita harus melangkah dalam menjalani kehidupan ini. Orang yang berilmu akan selalu berhati-hati dalam melangkah, berbeda dengan orang yang tidak mau membekali dirinya dengan ilmu akan hilang arah.

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az Zumar : 9)

 

  1. Tanamkan optimisme dalam diri

Allah tidak akan membebankan ujian pada kita diluar batas kemampuan kita, jadi tetaplah optimis semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al Baqarah:286)

 

  1. Selalu berdoa dan berusaha

Jika beban terasa begitu berat, bukan bebannya yang terlalu berat, tetapi kelemahan ada pada diri kita yang tidak mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Kita punya potensi akal, hati, dan jasad yang memiliki kekuatan luar biasa. Hanya saja, jika tidak kita optimalkan sepenuhnya, kekuatan itu akan tersembunyi. Bahkan, saat kesulitan tetap ada dihadapan kita, seolah kita tidak mampu untuk menghadapinya, Allah selalu siap menyambut dan mengabulkan do’a kita. Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS Al Mu’minuun:60)

 

Semoga kita semua selalu dijauhkan dari berbagai bentuk sikap putus asa. Aamiin..

 

Wallahu a’lam

Umat Islam Harus Tahu Sebab-Sebab Doa Sulit Terkabul

Umat Islam Harus Tahu Sebab-Sebab Doa Sulit Terkabul

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada umat Islam untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada-Nya. Doa dan harapan yang kita panjatkan pasti akan dikabulkan-Nya karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Quran Cordoba telah merangkum waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa pada artikel sebelumnya. Namun, banyak umat muslim yang telah berdoa tapi merasa bahwa doanya tidak kunjung dikabulkan. Kali ini Quran Cordoba akan mencoba merangkum sebab-sebab doa sulit terkabul dalam point-point berikut ini :

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surat Ghafir ayat 60 :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Sebelum mengerti tentang sebab-sebab doa sulit terkabul, kita harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala sesungguhnya akan mengabulkan doa-doa kita sesuai dengan surat Ghafir ayat 60 di atas. Setelah yakin, mari kita intropeksi diri apa saja sebenarnya yang selama ini kita lakukan hingga doa yang kita panjatkan tidak kunjung dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala .

 

1. Hubungan hamba dengan Robnya yang tidak erat.

Sifat dasar manusia adalah ingat ketika butuh dan lupa ketika tidak butuh. Saat sedang sulit biasanya manusia akan ingat kepada Allah dan saat senang Allah akan dillupakan. Hubungan hamba dengan Robnya yang seperti ini bisa jadi membuat doa sulit terkabul. Allah akan menguji keimanan seseorang dengan ujian yang berat sebelum mendapatkan cintaNya.

Manusia-manusia yang mendapatkan cinta Allah adalah manusia yang telah berhasil melawati ujian dan akan mendapatkan kemudahan-kemudahan di dunia dan di akhirat. Mereka ridho kepada Allah dan Allah pun cinta dan ridho kepada mereka.

Hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).

 

2. Jeleknya Amal Ibadah

Seseorang yang selalu menjaga amal ibadahnya dengan baik akan memiliki kualitas iman yang baik pula. Seorang yang selalu menjaga kekhusyuan shalat pasti berbeda dengan orang yang shalat hanya memenuhi kewajiban saja. Amal ibadah yang wajib dan sunnah selalu dikerjakan dengan baik dapat berimbas pada ketenangan hati dalam menyikapi berbagai hal. Hati yang lalai dan tidak tenang dalam berdoa menjadikan doa sulit terkabul.

Dalil bahwa do’a dengan hati yang lalai :

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” ( HR. Tirmidzi no. 3479, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan )

Jadi salah satu penyebab sulit terkabulnya doa salah satunya adalah karena jeleknya amal ibadah yang membuat iman kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadi sangat lemah dan mudah dikendalikan oleh syaitan.

 

3. Masih melakukan kemaksiatan dan perbuatan tidak benar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا. قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ  اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” ( HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid )

Dari hadits di atas disebutkan bahwa orang yang berdoa tapi masih melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan maka Allah tidak mengabulkan doa-doanya. Selain itu, memutuskan silaturahmi juga menjadi penyebab sulit terkabulnya doa. Ketika kita telah meninggalkan dosa dan kemaksiatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikan tiga hal yaitu :

– Allah akan segera mengabulkan doanya.

– Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak

– Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.

 

4. Masih memakan harta-harta haram

Dalil pengaruh makanan yang haram terhadap do’a, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyib (baik). Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang Telah menceritakan kepada kami telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?“ ( HR. Muslim no. 1015 )

 

5. Allah mengganti apa yang ia minta dengan yang lebih bermanfaat di surga dan akhirat kelak.

Sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengabulkan doa kita yang terakhir adalah karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menyimpan doa-doa kita di surga dan akhirat kelak. Allah mengabulkan doa kita kelak di akhirat ketika pertolongan sudah tidak ada lagi kecuali hanya datang dari Allah lewat doa-doa kita saat ini.

Sikap Husnudzon kepada Allah harus kita tanamkan agar doa-doa yang kita panjatkan mempunyai kekuatan. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada umatnya tidak mungkin Allah mendzolimi umatnya apalagi umatnya yang Allah cintai dan mencintai Allah.

Jadi kesimpulannya, jangan putus asa dalam berdoa. Teruslah berusaha untuk memperbaiki diri dan mencari solusi dari masalah yang kita hadapi seraya berdoa dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita. Jika pun terasa bahwa Allah belum mengabulkan doa-doa kita yakinlah bahwa Allah mengganti dengan yang lebih baik atau bisa jadi Allah menyimpan doa-doa kita kelak untuk dikabulkan di akhirat.

Wallahu’alam …

Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Sering Dilupakan Umat Islam

Waktu Mustajab Untuk Berdoa Yang Sering Dilupakan Umat Islam

Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kasih-Nya kepada seluruh manusia, sedangkan sayangnya hanya kepada orang-orang beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencintai hamba yang senantiasa memohon dan berharap kepada-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam surat Ghafir ayat 60 :

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)

Sebaliknya orang-orang yang enggan memohon, berharap, dan menyombongkan diri untuk beribadah kepada Allah akan mendapatkan siksa dan dimasukkan ke dalam neraka jahannam, Naudzubillah. Oleh karena itu senantiasa berdoa merupakan kebutuhan manusia dalam rangka beribadah dan bertauhid hanya kepada Allah.

Quran Cordoba telah merangkum waktu mustajab untuk berdoa yang sering dilupakan umat Islam dalam poin-poin berikut ini :

1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir
Sepertiga malam yang terakhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab Allah Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له

Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

 

2. Ketika berbuka puasa

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi).

 

3. Ketika malam lailatul qadar

Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Malam lailatul qadr, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah Ta’ala, namun Rasulullah telah menyampaikan ciri-ciri malam lailatul qadr dengan sabda beliau :

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari)

 

4. Ketika adzan berkumandang

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”).

 

5. Di antara adzan dan iqamah

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة

Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”) .

 

6. Ketika sedang sujud dalam shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا

Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

 

7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات

Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

8. Di hari Jum’at

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu)

 

9. Ketika turun hujan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر

Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

 

10. Ketika Perang Berkecamuk

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا

Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)
11. Ketika Hari Arafah

Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Wallahua’lam, semoga kita dapat diberikan kesempatan untuk mengamalkan amalan yang sudah dijelaskan di atas sehingga Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa yang kita panjatkan.

Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat berjamaah

Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat berjamaah Ini

Umat Islam Harus Tahu Keutamaan Shalat berjamaah Ini

 

Salah satu sunnah Nabi SAW yang seringkali kurang diindahkan oleh umat Islam adalah shalat berjamaaah di masjid. Kurangnya perhatian umat Islam pada sunanul huda ini telah mencapai tingkat yang memprihatinkan. Karena bukan hanya kalangan awam saja yang meninggalkannya, tapi juga tidak sedikit kalangan khusus—santri, ustadz, dan tokoh agama—yang meninggalkannya. Padahal jika kita simak berbagai hadits Nabi Muhammad SAW, tentu akan kita dapati perhatian yang demikian kuat dari generasi terbaik itu pada ibadah sunnah muakkad ini.

 

Shalat berjama’ah di masjid amat ditekankan perintahnya oleh Rasulullah SAW. Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah,

 

Ada seorang buta datang kepada Nabi SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun yang menuntun saya untuk datang ke masjid”; kemudian laki-laki buta itu minta keringanan/dispensasi kepada beliau agar diperkenankan shalat di rumahnya. Nabi SAW pun mengizinkannya; tetapi ketika ia bangkit untuk pulang, beliau SAW bertanya kepadanya: “Apakah kamu mendengar panggilan untuk shalat (adzan)?”. Laki-laki buta itu menjawab: “Ya (saya mendengar)”. Nabi SAW bersabda: “(Kalau begitu)Kamu harus datang ke masjid”.

 

Hadits di atas dengan jelas menginformasikan tentang penekanan perintah shalat berjama’ah, seorang buta sekalipun—bahkan yang tidak memiliki penuntun—tetap harus datang ke masjid jika mendengar seruan adzan.

 

Selain itu, shalat berjama’ah pun memiliki keutamaan daripada shalat sendirian. Sebuah hadits masyhur muttafaq ‘alaih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim menerangkan hal ini,

 

Dari Ibnu ‘Umar r.a. bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Shalat berjama’ah itu lebih utama daripada shalat sendirian sebanyak 27 derajat”.

 

Sungguh sangat  rugi orang yang melewatkan begitu saja keutamaan ini. Wahai saudaraku, bukankah ini seharusnya yang kita kejar demi meraih keridhoan Allah SWT? Demi membuktikan kecintaan kita pada-Nya? Demi meraih kebaikan bagi kehidupan kita?

 

Takutlah kepada Allah, karena sifat malas shalat berjama’ah di masjid—khususnya shubuh dan isya—adalah ciri orang munafik. Hal ini dijelaskan sendiri oleh beliau,

 

“Tidak ada shalat—berjama’ah—yang dirasakan berat oleh orang munafik, kecuali shalat fajr (shubuh) dan isya. Seandainya mereka mengetahui (keutamaan) yang ada pada keduanya, pasti mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak…”

 

Oleh karena itu marilah kita berupaya sekuat tenaga menghidupkan sunnah shalat berjamaah ini. Agar keislaman kita terpelihara dan terhindar dari kesesatan serta kemunafikan. Sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Mas’ud berkata,

 

“Siapa saja diantara kalian yang ingin bertemu dengan Allah SWT sebagai muslim maka ia harus benar-benar menjaga shalat-shalat ketika terdengar suara adzan. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan kepada Nabi SAW sunanul huda (tuntunan-tuntunan yang penuh petunjuk) dan sesungguhnya shalat jama’ah itu termasuk sunanul huda. Seandainya kalian shalat di rumahmu sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah, niscaya kamu sekalian telah meninggalkan sunnah Nabi, dan seandainya kamu sekalian meninggalkan sunnah Nabi, niscaya kamu tersesat. Sungguh pada masa Nabi tiada seorang pun tertinggal dari shalat berjama’ah kecuali orang munafik yang jelas-jelas munafik. Sehingga terjadi ada seorang (sahabat) dipapah oleh dua orang sehingga ia bias berdiri pada salah satu barisan” (HR. Muslim).

 

Mari saudaraku, tekadkan dalam hati untuk selalu menjaga shalat berjama’ah di masjid. Jangan lupa ajak keluarga dan tetangga-tetangga kita untuk melaksanakannya. Insya Allah dengan sunnah ini umat Islam akan menjadi umat yang solid; terpelihara rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuannya. Semoga.

Inilah Keseluruhan Isi Al Quran Yang Kita Baca

Inilah Keseluruhan Isi Al Quran Yang Kita Baca

Allah SWT menciptakan manusia untuk suatu tujuan yang agung yaitu diperintah. Allah menciptakan manusia bukan untuk main-main, namun beribadah menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya sesuai dengan Firman Allah SWT berikut ini :

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Allah SWT memerintahkan kepada manusia agar mempelajari Al Quran yang berisi petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya yang terang benderang sesuai dengan surat Ibrahim ayat 1 berikut :

 

الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى

صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (١

Alif, Laam Raa. (Ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibrahim : 1)
Al Quran merupakan petunjuk Allah yang harus kita baca dan amalkan agar selamat di Dunia dan Akhirat. Inilah keseluruhan isi Al Quran yang kita baca sehari-hari dalam tiga pembahasan besar yaitu:

1. Al Quran Berisi Berita

Al Quran adalah kitab yang di dalamnya berisi berita yang kesemuanya terbukti benar. Fakta-fakta ilmiah serta berita mengenai peristiwa masa depan, dan masa lalu, yang tak mungkin dapat diketahui di masa itu, dinyatakan dalam ayat-ayat Al Quran. Di dalam Al Quran juga terdapat berita mengenai nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, keagungan Allah, kemuliaan Allah, seperti pada surat Al Baqarah ayat 255 atau sering disebut dengan ayat kursi. Dalam ayat tersebut terdapat 5 nama-nama Allah dan 25 sifat-sifat Allah.
Di dalam Al Quran terdapat banyak kisah-kisah orang-orang serta nabi-nabi terdahulu seperti kisah Ashabul Kahfi, kisah Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi-Nabi yang lainnya. Semua kisah-kisah ini mengandung pelajaran yang dapat di aplikasikan dalam kehidupan saat ini.

2. Al Quran Berisi Perintah dan Larangan

Di dalam Al Quran perintah terdapat banyak perintah dan larangan dari Allah sebagai pedoman dan petunjuk hidup bagi manusia. Perintah Allah yang pertama adalah mengajak manusia untuk bertauhid yaitu dalam awal surat al-Baqarah Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai manusia! Sembahlah Rabb (Tuhan) kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (Surat Al-Baqarah : 21)
Larangan Allah yang pertama bagi manusia adalah larangan untuk menyekutukan Allah dengan yang lainnya sesuai dengan ayat Al Quran berikut ini :

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَآءَ بِنَآءًوَأَنزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلاَ تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Surat al-Baqarah: 22)
Setelah bertauhid kepada Allah maka terdapat perintah-perintah lainnya yang terangkum dalam rukun Islam yaitu Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji dan lainnya. Selain itu larangan-larangan Allah juga terdapat dalam Al Quran seperti larangan berzina, larangan memakan haram dan riba, dan larangan-larangan yang lainnya. Semua perintah dan larangan dari Allah telah dijalankan oleh Rasulullah SAW maka dari itu mencontoh dan menjalankan sunnah Rasulullah juga berarti menjalankan perintah dan larangan dari Allah SWT.
Dalam menjalankan perintah Allah SWT, diperlukan ilmu agar amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah diterima dan tinggi derajatnya di sisi Allah SWT. Ilmu terhadap perintah Allah mencakup empat poin yaitu :
1. Mengetahui perintah Allah SWT sesuai dengan dalilnya.
2. Mengetahui batasan, kaidah, serta kaifiyah melaksanakan perintah Allah SWT.
3. Mengetahui hikmah dan tujuan perintah Allah SWT.
4. Mengetahui keindahan perintah Allah SWT.
Simak poin lengkapnya pada pembahasan selanjutnya.

3. Al Quran Berisi Kabar Gembira dan Ancaman

Di dalam Al Quran terdapat kabar gembira tentang ganjaran yang diberikan oleh Allah kepada umat muslim yang melaksanakan perintah dan larangan Allah SWT sesuai dengan tuntunan dari Rasulullah SAW. Allah SWT memberikan janji akan nikmat di Dunia maupun nikmat di Akhirat berupa Surga.
Selain kabar gembira terdapat juga ancaman dari Allah SWT bagi siapapun yang menyekutukan-Nya, tidak menjalankan perintah dan larangannya, dan perbuatan-perbuatan yang mengakibatkan dosa baik dosa besar maupun dosa-dosa kecil.
Allah berfiman dalam surat An Nisa :

وأولُهُمْ نوحٌ عليهِ السلامُ، وآخِرُهُم محمدٌ صلى الله عليه وسلم وهو خاتِمُ النَّبيينَ والدليلُ على أنَّ أوَّلُهُم نوح قوله تعالى: إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu.“(An-Nisaa’ : 165)

فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih [Ali Imran : 21, At-Taubah : 34, Al-Insyiqaaq : 24]

Maka jadilah mukmin yang senantiasa berusaha untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya dengan sebaik-baiknya agar mendapatkan kabar gembira. Kabar gembira ini adalah kabar yang benar dan akan terjadi kelak bagi seluruh manusia.

Sumber : Video Ceramah Singkat: Memahami Isi Al-Qur’an – Ustadz Abu Qotadah.

 

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Bulan Dzulhijjah adalah bulan haji karena pada bulan tersebut umat Islam di seluruh Dunia melaksanakan rangkaian ibadah haji. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang memiliki keutamaan selain bulan ramadhan. Bulan Ramadhan yang telah berlalu membuat umat muslim rindu akan nikmatnya beribadah dengan ganjaran pahala yang berlipat ganda.

Bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan yang jarang diketahui oleh masyarakat terutama di Indonesia. Kesemarakan menjelang bulan Ramadhan harus dihadirkan kembali di bulan Dzulhijjah ini untuk meningkatkan keasadaran masyarakat akan keistimewaan bulan Dzulhijjah. Banyak dalil-dalil yang menyebutkan keistimewaan di bulan Dzulhijjah yaitu :

Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ

”Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya: bulan Ramadlan dan bulan Dzulhijjah.” (HR. Bukhari 1912 dan Muslim 1089).

Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa bulan Ramadhan dan bulan Dzulhijjah adalah dua bulan yang istimewa.

Apa saja keistimewaan bulan Dzulhijjah?

Bulan Dzulhijjah memiliki beberapa keistimewaan salah satunya adalah keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.Dalil tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah yaitu :

Di surat al-Fajr, Allah berfirman:

وَ الْفَجْرِ * وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh. (QS. Al Fajr: 1 – 2)

Ibn Rajab menjelaskan, malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Inilah tafsir yang benar dan tafsir yang dipilih mayoritas ahli tafsir dari kalangan sahabat dan ulama setelahnya. Dan tafsir inilah yang sesuai dengan riwayat dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma” (Lathaiful Ma’arif, hal. 469)

Dari dalil tentang keutamaan sepuluh hatr pertama di bulan Dzulhijjah di atas, Quran Cordoba merangkumnya ke dalam poin-poin berikut ini :

 

1. Melaksanakan Haji dan Umrah

Melaksanakan ibadah haji dan umrah pada bulan Dzulhijjah adalah amalan yang utama. Rasulullah SAW bersabda

العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما والحج المبرور ليس له جزاء إلا الجن

“Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga”.

Firman Allah dalam surat Ali Imran 97 :

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah , yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” [Ali Imron: 97]

 

2. Puasa sembilan hari di awal bulan Dzulhijjah

Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya :

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

“Tidaklah disana terdapat hari-hari yang didalamnya dikerjakan amalan-amalan shalih, lebih dicintai di sisi Allah ta’ala, melainkan sepuluh hari ini. Maka para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak pula jika seorang berjihad di jalan Allah?”, maka beliau menjawab : “Walaupun dia berjihad di jalan Allah, kecuali jika seorang yang pergi untuk berjihad dengan membawa jiwa dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan sesuatu apapun darinya.” (HR Imam Al Bukhari dan Imam At Tirmidzi )

Dari hadits di atas beramal di sepeluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah amalan yang lebih dicintai Allah. Berpuasa di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini adalah salah satu amalan yang lebih utama dibandingkan dengan puasa senin-kami, puasa tiga hari setiap bulannya, bahkan puasa enam hari pada bulan syawal.

Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah maksudnya adalah puasa dari tanggal satu hingga sembilan Dzulhijjah. Tanggal sepuluh Dzulhijjah diharamkan untuk berpuasa karena bertepatan dengan hari iedul adha hingga hari ke tiga belas yaitu hari tasyrik.

 

3. Memperbanyak takbir dan dzikir

Memperbanyak takbir dan dzikir merupakan amalan sholih yang jika dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah maka akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah sesuai dengan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah yang tertera pada hadits berikut :

فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].

Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ولله الحمد

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

 

4. Memperbanyak sedekah

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 261 :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah (2): 261) .

Bersedekah di sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah merupakan amalan sholih yang akan mendapatkan ganjaran pahala hingga tujuh ratus kali lipat.

 

5. Berpuasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah

Puasa Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah dan merupakan salah satu rangkaian amalan puasa yang dikerjakan pada sepuluh hari yang pertama pada bulan Dzulhijjah bagi orang yang tidak menjalankan ibadah haji. Puasa Arafah dikerjakan ketika jamaah haji sedang melakukan wukuf di padang Arafah. Puasa Arafah memiliki keistimewaan yang terdapat pada hadits berikut :

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

 

6. Berkurban

Berkurban adalah ibadah kepada Allah dengan cara menyembelih seekor kambing, domba, sapi untuk tujuh orang, dan unta . Adapun hukum berkurban adalah sunnah muakkad menurut jumhur ulama. Ibadah kurban dianjurkan untuk dilaksanakan bagi orang yang mampu setiap tahunnya. Rasulullah SAW selalu berkurban setiap tahunnya ketika di Madinah. Rasulullah SAW bersabda :

وقد ثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين أقرنين ذبحهما بيده وسمى وكبّر ووضع رجله على صفاحهما

“Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ، وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

“Barangsiapa memiliki kelapangan (rizki) tapi tidak berkurban, janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” [HR. Ibnu Majah Dihasankan oleh al-Albani dalam Takhrij Musykilatul Faqr no. 102]

 

7. Tidak memotong atau mencabut rambut, kulit dan kuku bagi yang akan berkurban

Bagi orang yang akan berkurban dianjurkan untuk tidak memotong rambut,kulit dan kuku, sesuai hadits Rasulullah SAW :

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضّحي فليمسك عن شعره وأظفاره

“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.

 

8. Sholat Iedul Adha

Shalat Idul Adha adalah shalat yang diadakan pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah yang bertepatan dengan ibadah haji di Makkah Al-Mukarramah dan kerena itu disebut juga dengan Hari Raya Haji atau Hari Raya Qurban kerena disunnahkan berkurban bagi yang mampu. Shalat Idul Adha hukumnya sunnah. Ia merupakan bagian penting dari perayaan hari raya Idul Adha.

Pada hari raya Idul Adha, hukumnya sunnah bagi setiap muslim untuk tidak makan sampai selesai shalat Idul Adha. Ini merupakan kebalikan dari Idul Fitri yang disunnahkan makan sebelum berangkat ke masjid untuk shalat. Berdasarkan pada hadits riwayat Ahmad no. 22984

عن عبد الله بن بريدة، عن أبيه قال: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ، وَلَا يَأْكُلُ يَوْمَ الْأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Artinya: Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya ia berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak keluar pagi pada hari Idul Fitri sehingga beliau makan, dan beliau tidak makan pada hari Idul Adha sehingga beliau pulang (dari shalatnya) kemudian memakan daging kurbannya”

 

Turut Berduka Atas Musibah yang Terjadi di Masjidil Haram

Turut Berduka Atas Musibah yang Terjadi di Masjidil Haram

إنا لله وإنا إليه راجعون

Kami Turut Berduka Atas Musibah yang Terjadi di Masjidil Haram.
Semoga Allah menerima seluruh amal sholehnya, diampuni semua dosa-dosa nya, keluarga mereka diberikan kesabaran,dan bagi korban meninggal semoga Allah berikan pahala syahid.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Mati syahid selain yang terbunuh di jalan Allah, ada tujuh, mati karena penyakit tha’un (lepra) syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit di dalam perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras) syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan) syahid” (HR. Abu Dawud no 3111)

#prayformecca

Tiga Panggilan Allah yang Jarang Ditanggapi Oleh Manusia

Tiga Panggilan Allah yang Jarang Ditanggapi Oleh Manusia

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang memiliki akal, pikiran, serta hawa nafsu. Allah menciptakan manusia di Dunia semata hanya untuk beribadah kepada-Nya. Lewat Rasulullah SAW, manusia diajarkan cara-cara beribadah sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Allah. Selain lewat Rasulullah SAW, Allah memanggil langsung manusia untuk beribadah. Ada tiga panggilan Allah yang jarang ditanggapi oleh manusia pada saat ini. Padahal tiga panggilan tersebut adalah panggilan dari Allah, Tuhan yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

1. Panggilan pertama adalah Adzan

Alhamdulillah segala puji bagi Allah di Indonesia panggilan adzan sangat mudah sampai ketelinga kita. Masjid-masjid yang mengumandangkan adzan tidak jauh dari lingkungan kita dan jaraknya relatif dekat. Hal ini sangat berbeda apabila kita berkunjung ke luar negeri yang mayoritas penduduknya beragama non-muslim. Sangat susah untuk menjumpai masjid dan mendengarkan adzan berkumandang.

Adzan yang terdengar seringkali diacuhkan,tidak disimak, bahkan tidak dipenuhi panggilan tersebut. Padahal ini adalah panggilan dari Allah yang diwakilkan oleh muadzin di setiap masjid. Seorang muslim laki-laki wajib hukumnya untuk memenuhi panggilan ini dengan melaksanakan shalat wajib di masjid. Sesuai dengan hadits berikut ini :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ أَعْمَى فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُودُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَخِّصَ لَهُ فَيُصَلِّيَ  فِي بَيْتِهِ فَرَخَّصَ لَهُ فَلَمَّا وَلَّى دَعَاهُ فَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النِّدَاءَ بِالصَّلَاةِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَأَجِبْ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: Ada seorang lelaki buta yang menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dia mengatakan: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya tidak memiliki penuntun yang menuntun saya untuk berangkat ke masjid.”Dia meminta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk diberikan keringanan agar  diperbolehkan untuk shalat di rumahnya. Maka Nabi pun memberikan keringanan kepadanya, kemudian ketika lelaki itu berbalik untuk pulang beliau memanggilnya dan bertanya: “Apakah kamu masih mendengar panggilan adzan?”. Dia menjawab, “Iya.” Maka beliau bersabda, “Kalau begitu maka penuhilah.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ as-Shalah).

Hal yang terjadi di Dunia saat ini, manusia cenderung lebih bersemangat dan sangat mempersiapkan diri ketika dipanggil oleh kepala negara atau pejabat. Sedangkan panggilan Allah Tuhan semesta alam, yang tiada bandingannya untuk memenuhi panggilan-Nya masih banyak manusia yang bermalas-malasan dan mengacuhkan panggilan tersebut.

Sudah sepantasnya kita sebagai umat muslim bersegara dalam memenuhi panggilan Allah untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Karena menjaga shalat lima waktu di masjid akan mendapatkan naungan Allah dihari kebangkitan kelak. Yang mana dihari tersebut tidak ada pertolongan lagi selain pertolongan dari Allah SWT.

2. Panggilan kedua adalah Haji dan Umroh

Haji adalah rukun Islam yang kelima. Haji merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Mekkah dan Madinah serta melakukan rangkain ibadah haji dan umroh di dalamnya. Haji dilaksanakan setiap tahun sekali dan dilaksanakan oleh kaum muslim sedunia yang mempunyai kemampuan.

Allah memanggil umat muslim untuk berhaji dengan cara yang sangat halus. Allah memanggil hamba-hamba-Nya dengan panggilan yang halus dan sifatnya bergiliran setiap tahun. Ada hamba yang tidak mampu secara finansial namun tetap bisa berangkat haji, dan ada hamba yang mempunyai kemampuan finansial tetapi belum bisa berangkat haji.

Allah berfirman dalam surat Ali-Imran ayat 97 :

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ الله غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ“

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali-Imran: 97).

Maka berniat untuk berhaji dan berumroh harus kita tanamkan sejak dini, karena bukan perkara biaya yang menjadi penghambat tetapi niat dan kesungguhan kita dalam berupaya dan berdoa untuk memenuhi panggilan Allah tersebut. Masih banyak saudara-saudara kita yang kaya namun belum mempunyai niat untuk berhaji dan Allah pun tidak memberangkatkannya.

 

3. Panggilan ketiga adalah kematian

Firman Allah dalam surat Al Fajr 27-28 :

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠

Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku (QS al-Fajr [89]: 27-30).

Sesungguhnya semua yang hidup akan mati begitu juga manusia yang hidup pasti akan mengalami kematian. Kematian adalah panggilan dari Allah keseluruh makhluknya tidak terkecuali manusia. Kematian adalah jalan untuk bertemu dengan Allah, mempertanggungjawabkan semua perbuatan kita di Dunia. Tidak ada yang mengetahui kapan kematian akan menjemput kita dan sewaktu-waktu dapat terjadi.

Panggilan Allah yang ketiga ini sering kali diacuhkan oleh manusia. Melihat teman, saudara, bahkan orang tua meninggal dunia hati ini hanya diliputi oleh duka saja tanpa ada rasa khawatir kematian seperti apa yang akan menimpa kita kelak. Apakah khusnul khatimah atau su’ul khatimah kematian yang akan kita alami?

Sudah sepatutnya menyaksikan kematian, semakin bertambah keimanan, semakin bertambah ketakwaan kepada Allah SWT. Kematian pasti akan menjemput dan persiapan seperti apakah yang telah kita siapkan?

Wallahualam.

 

Nama dan Sifat Al Quran yang harus diketahui

Nama dan Sifat Al Quran yang Harus Diketahui

Berapa Sebenarnya Jumlah Nama Al Quran?

Telah banyak ulama yang mencoba mengumpulkan dan menghitung nama-nama Al Quran dalam kitab yang mereka karang. Namun demikian, tidak ada kesepakatan di antara para ulama tersebut tentang berapa sebenarnya jumlah nama dari Al Quran.

Ketidaksepakatan jumlah nama Al Quran dikarenakan adanya perbedaan pendapat mengenai pengelompokkan mana yang sebenarnya merupakan nama Al Quran dan mana yang sebenarnya hanyalah sifat dari Al Quran. Sebagian ulama menolak pendapat bahwa Al Quran memiliki banyak nama hingga berjumlah puluhan dan mengatakan bahwa sebagian besar dari jumlah tersebut hanyalah sifat, bukan nama. Sebagian ulama, semisal Al Mawardi, juga berpendapat bahwa nama sebenarnya dari Al Quran hanya berjumlah lima, yaitu Al Quran, Al Kitab, Adz Zikr, Al Furqon, dan At Tanzil.

Terlepas dari berbagai pendapat mengenai berapa jumlah sebenarnya dari nama-nama Al Quran, hal yang perlu disepakati adalah bahwa nama dan sifat dari Al Quran bersifat tauqifiyah. Artinya, nama dan sifat yang disematkan kepada Al Quran haruslah berdasarkan Al Quran dan hadis nabi, tidak dibenarkan untuk dibuat-buat sendiri.

Di Antara Nama dan Sifat Al Quran

Al-Qur’an memiliki sejumlah nama lain sebagaimana Allah sebutkan dalam al-Qur’an itu sendiri. Masing-masing nama memberikan gambaran yang jelas mengenai fungsinya bagi kehidupan manusia. Berikut Nama dan Sifat Al Quran yang Harus Diketahui oleh umat muslim :

Nama-nama dan sifat al-Qur’an :

  1. Al-Kitab(buku / Tulisan)

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah [2]:2)

  1. Al-Furqan(pembeda benar salah)

Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)

  1. Adz-Dzikr(pemberi peringatan)

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)

  1. Al-Mau’idhah(pelajaran/nasihat)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

  1. Asy-Syifa’(obat/penyembuh)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)

  1. Al-Hukm(peraturan/hukum)

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra’d [13]:37)

  1. Al-Hikmah(kebijaksanaan)

Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa’ [17]:39)

  1. Al-Huda(petunjuk)

Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan penguranganpahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al Jin [72]:13)

  1. At-Tanzil(yang diturunkan)

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS. Asy Syu’araa’ [26]:192)

  1. Ar-Rahmat(karunia)

Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)

  1. Ar-Ruh(ruh)

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur’an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy Syuura [42]:52)

  1. Al-Bayan(penerang)

(Al-Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)

  1. Al-Kalam(ucapan/firman)

Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)

  1. Al-Busyra(kabar gembira)

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (QS. An Nahl [16]:102)

  1. An-Nur(cahaya)

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang. (Al-Qur’an). (QS. An Nisaa’ [4]:174)

  1. Al-Basha’ir(pedoman)

Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini. (QS. Al Jaatsiyah [45]:20)

  1. Al-Qaul(perkataan/ucapan)

Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)

  1. Al-Quran adalah Ash-Shirath Al-Mustaqim(jalan lurus)

Bahwasanya semua nama dan sifat tersebut mengandung makna, motivasi yang harus kita Imani, dipelajari dan diamalkan supaya mendapatkan Syafaat dan manfaat dari nama tersebut.

Oleh: ust Heri Mahbub

Sumber : rasmulbayan Tarbiyah

Lima Makna Al Quran yang Sering Dilupakan Orang

Lima Makna Al Quran yang Sering Dilupakan Orang

Menyelami makna Al Qur’an bagaikan mengarungi langit yang luas, banyak yang belum tersentuh ketinggian maknanya, keagungan dan keindahannya tak terbatas, manusia hanya mampu memahami sesuai dengan ilmu dan kapasitasnya yang terbatas.

 Al-Qur’an secara bahasa berarti “bacaan” atau “sesuatu yang dibaca berulang-ulang”. Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara’a yang artinya membaca. Konsep kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur’an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah :

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧)فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨

Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(Al Qiyamah,75 :17-18)

Secara makna Al-Qur’an adalah kalamullah, merupakan mukjizat yang diturunkan ke hati Muhammad saw. diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, dan membacanya merupakan ibadah.

Maka akan dijelaskan Lima Makna Al Quran yang Sering Dilupakan Orang dari 5 definisi tersebut yaitu;

  1. Al-Qur’an adalah kalamullah  (كلام الله)

Hal ini memberikan pengertian bahwa al-Qur’an bukan merupakan ucapan maupun gubahan Nabi Muhammad saw., malaikat, maupun manusia atau makhluk lain. Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan melalui wahyu. Keberadaannya sebagai wahyu memberikan jaminan kesempurnaan dan kebebasannya dari kekurangan sebagaimana yang ada pada semua kitab selainnya. Al Qur’an bukanlah makhluk sebagaimana ciptaan Allah, Kebenarannya yang ada di dalamnya adalah mutlak.

  1. Mukjizat yang abadi  (اَلْمُعْجِز)

Mukjizat adalah hal luar biasa yang diberikan kepada para nabi sebagai bukti kenabiannya. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad saw. yang terbesar dan abadi. Kemukjizatannya dapat dilihat dari keorisinilannya. Belasan abad sudah kitab ini tidak berubah meskipun hanya satu huruf, demikian hingga akhir jaman. Allah telah menjamin untuk menjaganya sehingga tidak akan pernah mengalami perubahan. Kemukjizatan lain dapat dilihat dari kesempurnaan bahasa dan kandungannya.

  1. Diturunkan ke dalam hati Muhammad saw. ( لْمُنَـزَّلُ عَلَى قَلْبِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) 

Keberadaannya sebagai wahyu yang diturunkan ke dalam hati memberikan pengertian bahwa ia bukan sekedar dibaca atau dihafal dengan lisan. Al-Qur’an akan efektif memberikan manfaat kalau interaksi dengannya merupakan interaksi qalbiyah [hati]. Initeraksi inilah yang akan menggerakkan hingga tercipta perubahan. Hubungan lisan akan menghasilkan perubahan lisan, pun demikian bila hubungan hati. Hati yang berubah akan mampu menggerakkan seluruh sendi kehidupan.

  1. Diriwayatkan secara mutawatir.    (اَلْمَنْقُوْلُ بِالتَّوَاتُرِ)   

Informasi agama dalam Islam harus melalui periwayatan yang dapat dipertanggungjawabkan validitas dan reliabilitasnya. Mutawatir adalah riwayat yang disampaikan oleh tiga orang atau lebih yang memiliki kualifikasi terbaik sebagai orang-orang yang adil [kredibilitas moral], sempurna hafalannya [kapabilitas], dan tidak mungkin sepakat bohong. Seluruh ayat-ayat al-Qur’an sampai kepada kita dengan derajat periwayatan yang demikian.

  1. Membacanya merupakan ibadah,  (اَلْمُتَعَبَّدُ بِتِلاَوَتِهِ) 

Karena ia adalah kalamullah, maka membacanya merupakan ibadah. Membacanya merupakan indikasi keimanan seseorang. Semakin besar iman seseorang semakin intens membacanya. Semakin intens membacanya semakin meningkat keimanannya. Pahala besar akan diberikan oleh Allah pada mukmin yang membacanya. Satu huruf dibalas dengan sepuluh pahala. Alif laam mimm bukan satu huruf, tapi tiga huruf.Rasulullah saw. juga pernah mengatakan,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

”Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim sebagai satu haruf. Namun Alif merupakan satu huruf, Lam satu huruf dan Mim juga satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

oleh: Ust Heri Mahbub
Sumber: rasmulbayan tarbiyah

Al Quran Penyembuh Sempurna Lahir dan Batin

Al Quran Penyembuh Sempurna Lahir dan Batin

Al Quran penyembuh sempurna lahir dan batin

Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ (٥٧

“Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”. ( Q.S Yunus:57)

Imam Ibnu Jarîr ath-Thabari rahimahullah : “Allâh Azza wa Jalla menjadikan al-Qur`ân bagi kaum Mukminin sebagai penyembuh, (dengan) mereka mengambil pengobatan dari nasehat-nasehat (yang terkandung dalam) al-Qur’an untuk (menyembuhkan) penyakit-penyakit yang merasuk ke dalam dada (hati) mereka, (juga penyakit yang berupa) bisikan dan godaan setan (yang akan merusak hati dan keimanan manusia), maka Allâh mencukupi orang-orang yang beriman (melalui nasehat) dengan penjelasan ayat-ayat-Nya sehingga mereka tidak butuh lagi kepada nasehat yang lain”

Didalam surah yunus ayat 57, Allah swt menjelaskan tentang fungsi Al Qur’an, yaitu;

1. Mau’izah

Yaitu pelajaran dari Allah kepada seluruh manusia agar mereka terbimbing mencintai yang hak dan benar, serta menjauhi perbuatan yang batil dan jahat, sehingga pelajaran ini betul-betul dapat tergambar dalam perbuatan mereka.

2. Syifa’

Yaitu penyembuh bagi penyakit yang bersarang didalam dada manusia, seperti penyakit syirik, kufur dan munafik termasuk pula semua penyakit jiwa dan jasad yang mengganggu ketenangan hidup manusia.

3. Hudan dan Rahmah

Yaitu petunjuk kepada jalan yang lurus yang menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat,

 tapi hanya orang yang bertaqwa saja lah yang dapat mengambil petunjuk dari Al- Qur’an. Mereka akan hidup tolong-menolong, sayang menyayangi, bekerja sama dengan menegakkan keadilan.

Tentang Sains dan perkembangan penyakit semua agama mengatakan hal yang sama bahwa terdapat sesuatu di luar pengetahuan manusia baik penyakit medis maupun nonmedis.

Sains – telah membuktikan bahwa Ketakutan, kecemasan, Kekuatiran dan Depresi adalah penyebab munculnya penyakit. Kesalahan serius dalam pikiran bisa menyeret kepada penyakit.

Ayat-ayat Alqur`an yang digunakan dalam pengobatan adalah unsur unsur Metafisika yang akan secara langsung terhubung dengan pusat otak, karena yang memproses fungsi-fungsi non verbal dan emosional adalah bagian otak. Ayat-ayat itu dapat melakukan penyembuhan emosional dan entah bagaimana bahkan meningkatkan kesadaran spiritual. Ayat-ayat penyembuh Alquran memiliki suatu keistimewaan yang tidak ditemukan dalam obat-obat kimia, yang hanya diciptakan oleh Allah swt, bukan dibuat di laboratorium. Dalam proses penyembuhan Ayat-ayat tersebut akan membangkitkan energi spiritual yang mampu menyembuhkan rasa sakit, kesedihan dan kegagalan.

Sayangnya ketika kita membicarakan pengobatan qurani maka masih banyak orang yang membayangkan pengobatan secara supranatural dengan kekuatan hipnotis dengan efek placebo yang sudah keluar dari kaedah agama ( musyrik ). Kesembuhan dapat terjadi melalui beberapa cara- Sebagian baru saja kita pahami – Lainnya baru akan kita pahami dan Sisanya tetap belum terungkap.

Kesembuhan yang belum terungkap adalah rahmat Allah swt. yang misterius, tidak bisa dipecahkan dengan “bagaimana” atau “mengapa” tapi untuk direngkuh dan disyukuri kewujudannya.

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya, dari shahabat Abu Hurairah  bahwasanya Nabi  bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلَّا أَنْزَلَ لَهُ شَفَاءً

“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan pula obatnya”

 

Oleh: Ust Heri Mahbub

Sumber: pengpbatanquran

10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin

10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin

Rasulullah Salallahualaiwasallam adalah uswah atau teladan bagi umat Islam di seluruh dunia. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Ahzaab ayat 21 :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzaab: 21]

Dalam diri Rasulullah terdapat akhlak yang baik hingga disebut Al Quran berjalan. Disebut demikian karena Rasulullah selalu bertindak dan berucap mengikuti tuntunan dari Al Quran. Sebagai umat muslim,sudah sepantasnya kita mengikuti akhlak dan sunnah-sunnah dari Rasulullah Salallahualaiwasallam.

Quran Cordoba telah menyusun 10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin dalam poin-poin berikut ini :

1. Melaksanakan Shalat Tahajjud

Sholat tahajjud atau qiyamulail adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari yang sangat dianjurkan dan selalu dikerjakan oleh Rasulullah. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isro ayat 79 :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79

Artinya: “Dan pada sebagian malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”. (QS : Al-Isro’ : 79).

Shalat tahajjud memiliki banyak keistimewaan dan manfaat yang didapatkan bagi umat muslim yang melaksanakannya. Diantara keistimewaan dan manfaatnya adalah sebagai berikut :

  • Qiyamul-Lail merupakan sholat sunnah yang paling utama setelah sholat wajib yang 5 waktu.
  • Melaksanakan Qiyamul Lail itu adalah kebiasaan orang-orang sholih dan calon penghuni Surga.
  • Mengerjakan Qiyamul-Lail (sholat Tahajjud) adalah salah satu sebab dihapuskannya kesalahan-kesalahan dan terhindar dari dosa-dosa.
  • Melaksanakan Shalat Tahajjud maka akan terpelihara dari gangguan setan, dan akan bangun pada pagi hari dengan keadaan segar dan bersih jiwanya.
  • Melaksanakan shalat tahajjud pada sepertiga malam yang terakhir adalah waktu dimana doa akan dikabulkan, dan dosa-dosa akan diampuni Allah Ta’ala bila ia memohon ampunan kepada-Nya.

2. Membaca Al Quran Setiap Hari

Al Quran merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa dan tidak ada keraguan di dalamnya. Membaca Al Quran merupakan hal yang wajib dikerjakan bagi setiap umat muslim. Al Quran dibaca oleh Rasulullah dan diajarkan kepada para sahabat begitu turun sebagai wahyu melalui perantara malaikat Jibril. Membaca dan memahami ayat-ayat Al Quran setiap hari memiliki manfaat dan keistimewaan diantaranya:

  • Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.”(HR. At-Tirmidzi) . Membaca Al Quran setiap hari maka setiap hari itu kita akan diberkahi oleh kebaikan yang berkali-kali lipat oleh Allah SWT.
  • Al Quran memberikan syafaat kepada ahlinya di akhirat sesuai dengan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam yang berbunyi : “Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim) .
  • Pahala bagi orang yang berkumpul untuk membaca dan mengkajinya. Sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam : “Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah Ta’ala, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud)

3. Dzikir Setelah Shalat

Allah ‘Azza wa jalla berfirman dalam surat An-Nisa ayat 103 :

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

Artinya : Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang berim( QS. An-Nisa: 103).

Dzikir setelah shalat merupakan salah satu perintah Allah yang terdapat dalam surat An Nisa ayat 103 di atas. Dzikir setelah shalat memiliki banyak keutamaan antara lain :

  • Diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.
  • Harinya akan dilindungi dari semua yang tidak disenangi.
  • Ditulis 10 kebajikan
  • Dihapus 10 keburukan
  • Diangkat 10 derajat

4. Menjaga Shalat Sunnah Rawatib

Dari Ummul Mukminin, Ummu Habibah, Ramlah binti Abi Sufyan radhiyallahu Ta’ala ‘anhuma: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي للهِ تَعَالى كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيرَ الفَرِيضَةِ، إلاَّ بَنَى الله لَهُ بَيْتًا في الجَنَّةِ، أو إلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الجَنَّةِ

“Tidak ada seorang hamba Muslim pun yang shalat karena Allah Subhanahu wa Ta’ala setiap hari 12 rakaat shalat sunnah–bukan shalat wajib, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala akan bangunkan bagi dia sebuah istana atau rumah di surga.” (H.R. Muslim)

Insyaallah dengan menjalankan Shalat sunnah rawatib disetiap waktu shalat wajib Allah akan bangunkan sebuah istana atau rumah di surga kelak,aamiin .

5. Dzikir Pagi dan Petang

Allah ‘Azza Wa jalla berfirman dalam surat Al Ahzab 41-42 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (٤١) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا (٤٢

Artinya : “41. Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan menyebut (nama-Nya) sebanyak-banyaknya 42. dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang ” . ( QS. Al-Ahzab:41-42) .

Dzikir adalah saran untuk membangun cinta dengan Allah dengan mengingat Allah di setiap saatnya. Bila ini dilakukan setiap hari maka lahirlah hamba yang mengingat Allah dan diingat oleh Allah. Hati akan tenang dan jiwa akan stabil apabila mengingat Allah disetiap saat.

Keutamaan dzikir pagi dan petang sesuai dengan sabda Rasulullah yang diriwayatkan Dari Ibnu Abbas ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda, “siapa yang mengucapkan ketika pagi hari, ‘ Allahumma inni asbahtu minka fi ni’matin…’ tiga kali ketika pagi hari dan tiga kali ketika sore, Allah menyempurnakan nikmatnya atasnya.” (HR.Ibnu Saunni) .

6. Memakmurkan Masjid

Masjid menurut istilah adalah suatu bangunan yang memiliki batas-batas tertentu yang didirikan untuk tujuan beribadah kepada Allah seperti shalat, dzikir, membaca al-Qur’an dan ibadah lainnya. Masjid pada jaman keemasan Islam adalah pusat ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Para ahli-ahli di bidang teknologi pada jaman itu menjadikan masjid sebagai tempat belajar dan mengkaji ilmu bersama-sama.

Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 18 :

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ (١٨

Artinya : ” Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18)

Islam telah memotivasi setiap muslim untuk selalu mendatangi masjid-masjid, dan seseorang yang hatinya telah terikat dengan masjid  ketika dia keluar darinya hingga dia kembali ke masjid (yakni selalu menjaga waktu-waktu shalat berjama’ah di masjid) termasuk dari tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari tiada naungan selain naungan-Nya di akhirat kelak.

7. Menjaga Shalat Dhuha

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur. Banyak sekali keutamaan yang didapatkan dari shalat dhuha antara lain :

  • Orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah.
  • Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Allah.
  • Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah.
  • Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah.
  • Allah menyukupkan rezekinya.
  • Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah.

8. Jaga Sedekah Setiap Hari

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 261 :

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ (٢٦١

Artinya : “Perumpamaan orang yang meninfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Sedekah adalah salah satu perintah Allah yang mendapatkan ganjaran pahala berlipat ganda. Dalam ayat Al Quran di atas disebutkan bahwa ganjaran dari Allah hingga 700 kali lipat. Selain ganjaran pahala, sedekah akan menjadikan orang yang bersedekah mendapat naungan Allah pada hari kiamat, dihilangkan kesulitannya, menjadi obat, pelindung dari api neraka, memadamkan murka Allah dan menjauhkannya dari su’ul khatimah, mempererat persaudaraan, menambah umur, mengalirkan pahala sekalipun sudah wafat, menghapuskan dosa, mampu menolak bencana, dan masih banyak lagi faedah sedekah.

9. Menjaga Wudhu

Rasulullah Salallahualaiwasallam bersabda : “Apabila seorang hamba berwudhu saat berkumur kumur, maka akan keluar dosa dosa (kecil) dari mulutnya. Apabila menghirup & menghembuskan angin dari hidungnya, keluarlah dosa dosa (kecil) dari hidungnya. Apabila membasuh wajah, keluarlah dosa dosa (kecil) dari wajahnya hingga keluar dari kelopak matanya. Apabila membasuh kedua tangan, keluarlah dosa dosa (kecil) dari kedua tangannya hingga dari kukunya. Apabila mengusap kepalanya, maka keluarlah dosa dosa (kecil) dari kepalanya hingga keluar dari kedua telinganya. Dan apabila membasuh kedua kaki, keluarlah dosa dosa (kecil) dari kakinya hingga dari kukunya” (HR. Malik, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Hakim).

Seseorang yang menjaga wudhu nya energi positif memancar, wajah bersih berwibawa, memiliki karakteristik hamba yang beriman karena selalu bersuci, siap menghadapi malaikat maut yang akan menjemput jika datang tiba-tiba.

10. Beristighfar Setiap Hari

Seorang manusia tak luput dari dosa setiap harinya. Istighfar adalah salah satu jalan untuk menggugurkan dosa-dosa kecil yang tak sadar dilakukan oleh manusia. Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Banyak sekali manfaat beristighfar, terlebih kita dapat membiasakan untuk selalu beristighfar setiap harinya. berikut adalah manfaat beristighfar :

  • Dengan Istighfar membuat kita dicintai Allah
  • Menghapus dosa-dosa
  • Melancarkan rizki
  • Mudah mendapatkan anak.

Itulah penjabaran 10 Sunnah Nabi Untuk Meningkatkan Produktivitas Mukmin. Semoga kita semua dapat melaksanakannya dengan istiqomah dan dapat diturunkan kepada keluarga,saudara,dan sahabat-sahabat kita

Gelombang penawar dari Suara Al Quran

Gelombang penawar dari Suara Al Quran

 

 

Gelombang penawar dari Suara Al Quran

Allah SWT berfirman :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

” Dan Kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman,” ( Al-Isra, 17: 82 )

Nama lain dari Al Qur’an adalah Asyifa artinya Obat (penawar). Obat yang dimaksud dalam ayat ini meliputi obat atas segala penyakit, baik ruhani maupun jasmani dengan spesifikasi tertentu, seperti dijelaskan di berbagai tafsirnya.

Bunyi bacaan Alquran  memiliki gelombang suara yang memiliki frekuensi tertentu dan panjang gelombang tertentu. Gelombang ini menyebarkan medan  gelombang  yang mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangannya. Ini  mendukung kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan penyakit atau bahkan penyakit seperti kanker. Kanker adalah suatu kelainan pada kinerja sel, sehingga menperdengarkan Alquran berarti memprogram sel layaknya komputer yang penuh virus yang “diformat ulang” dan di-install dengan program-program baru agar dapat bekerja efektif. Inilah  program buatan yang manusia lakukan untuk komputer. Bagaimana dengan program yang dilaksanakan dalam kata-kata Allah, pencipta semua manusia?

Efek yang menakjubkan yang dihasilkan dari mendengarkan  bacaan Quran

Terus-menerus mendengarkan bacaan Alquran memberi Anda hasil berbuah nyata berikut:

– meningkatkan kekebalan tubuh

– meningkatkan  kreativitas

– meningkatkan kemampuan konsentrasi

– menyembuhkan penyakit kronis dan tak tersembuhkan

– mengubah perilaku dan memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan mendapatkan kepercayaan

– menciptakan kedamaian dan menyembuhkan ketegangan saraf

– menyembuhkan kegelisahan, dan iritasi

– meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat

– mengurangi rasa takut dan ragu-ragu

– meningkatkan dan memperkuat kepribadian

– menyembuhkan penyakit normal seperti alergi, sakit kepala, flu, dll

– meningkatkan kemampuan pidato

– melindungi dari penyakit seperti kanker dan sebagainya

– Mengubah beberapa kebiasaan buruk seperti makan berlebihan dan merokok.

Pembaca yang budiman! Hal-hal yang saya sebutkan di atas adalah hasil yang saya sendiri punya: Aku ingat, aku adalah seorang perokok berat dan tidak bisa membayangkan pernah berhenti merokok, tapi setelah terus-menerus mendengarkan Alquran ternyata aku berhenti merokok tanpa usaha. Aku benar-benar terkejut “bagaimana hidupku berubah dan mengapa? Tapi setelah saya membaca tentang teknik terbaru dalam penyembuhan, salah satunya adalah terapi oleh suara dan frekuensi suara, aku tahu rahasia ini perubahan besar dalam hidup saya. Itu adalah mendengarkan  bacaan Alquran. Apa yang saya lakukan adalah hanya sekadar mendengarkan Alquran terus menerus.

Untuk menyimpulkan, saya  suka untuk menceritakan fakta yang saya temui dan benar-benar mencoba: apapun Anda menghabiskan waktu Anda dalam membaca atau mendengarkan Alquran, Anda akan menemukan bahwa kali ini tidak akan sia-sia atau menurun. Tetapi Anda akan melihat bahwa Anda akan selalu memiliki waktu ekstra. Anda akan menemukan bahwa karya-karya yang sama kadang-kadang membutuhkan waktu berhari-hari atau jam yang harus dilakukan dapat selesai dalam beberapa menit saja.

Sumber buku : Abduldaem Al-Kaheel

oleh Ustad Heri Mahbub

7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan

7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan

Al Quran adalah petunjuk dan pedoman hidup manusia terutama untuk seorang mukmin. Di dalam ayat-ayat Al Quran tersimpan rahasia-rahasia hidup yang perlu kita pelajari. Ayat-ayat Al Quran memiliki bahasa tingkat tinggi sehingga perlu ilmu untuk dapat memahaminya secara utuh dan menyeluruh.

Alhamdulillah, Allah karuniakan kepada kita semua para ahli tafsir dan hadits yang dapat menjabarkan dengan utuh dan menyeluruh dari ayat-ayat Al Quran. Di dalam Al Quran terdapat ayat-ayat yang membahas tentang rezeki dan cara mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Berikut 7 Ayat Al Quran yang Bisa Membuat Kaya Jika Diamalkan yang telah disusun oleh Quran Cordoba :

1. Quran Surat Ar-Ra’d:11

Allah SWT berfirman :

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ (١١

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (Q.S. Ar-Ra’d:11)
 
Tafsir Surat Ar-Ra’d ayat 11 ini sebagai berikut :

Allah tidak akan mengubah keadaan mereka, selama mereka tidak mengubah sebab-sebab kemunduran mereka. Ada pula yang menafsirkan, bahwa Allah tidak akan mencabut nikmat yang diberikan-Nya, sampai mereka mengubah keadaan diri mereka, seperti dari iman kepada kekafiran, dari taat kepada maksiat dan dari syukur kepada kufur. Demikian pula apabila hamba mengubah keadaan diri mereka dari maksiat kepada taat, maka Allah akan mengubah keadaanya dari sengsara kepada kebahagiaan.
Dengan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik maka Allah SWT akan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Merubah diri yang tadinya kufur menjadi taat adalah pondasi awal untuk meraih rezeki. Dengan adanya niat dan usaha untuk merubah diri, pasti Allah SWT akan memudahkan kita untuk berubah ke arah yang lebih baik.

2. Quran Surat Al-Baqarah:216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢١٦

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Tetapi boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh Jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. ” (Q.S. Al-Baqarah:216)
Seseorang yang mendapatkan sesuatu hal yang tidak sesuai dengan harapan pasti akan kecewa. Padahal kita tidak tahu apakah sesuatu itu sebenarnya baik atau buruk bagi kita. Berbaiksangkalah kepada Allah SWT karena hanya Dia lah yang tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita. Sesuai dengan surat Al Baqarah ayat 216 di atas bahwa kita tidak boleh membenci sesuatu hal, bisa jadi Allah sedang memberikan jalan keluar dari masalah-masalah yang sedang kita hadapi.
Jika kita mengamalkan ayat ini dalam berusaha, insyaallah kita tidak mudah putus asa dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Segala hasil yang kita dapatkan akan disyukuri dengan sepenuh hati sembari bersabar dan berharap yang terbaik pasti datang dari Allah SWT.

3. Quran Surat Al-Baqarah: 286

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (٢٨٦

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau membebani Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Ma’afkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”
Jelas dalam ayat diatas bahwa Allah tidak akan membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Yakinlah jika kita berpikir tidak sanggup,maka itu hanya anggapan kita saja. Kita pasti sanggup apabila menyanggupinya. Jangan kalah oleh pikiran negatif yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup untuk berusaha dan menjadi kaya.
Dengan mengamalkan ayat ini, seseorang yang berusaha dengan sungguh-sungguh selalu mempunyai pikiran positif bahwa apa yang menjadi bebannya adalah beban yang sesuai dengan kesanggupannya. Dengan semangat ini segala macam urusan dan beban akan terasa ringan dan mudah untuk melaluinya.

4. Quran Surat Al-Insyirah: 5 – 6

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٥) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (٦)

“5. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. 6. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan“.
Tafsir surat Al-Insyirah ayat 5-6 :
Ini merupakan kabar gembira untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu bahwa setiap kali Beliau mendapatkan kesulitan, maka Beliau akan mendapatkan kemudahan setelahnya, dan bahwa betapa pun besar kesusahan yang Beliau alami, maka setelahnya Beliau akan merasakan kemudahan. Oleh karena itu, sebelumnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasakan kesulitan dan penderitaan dari orang-orang kafir, selanjutnya Beliau mendapatkan kemudahan dengan diberi-Nya kemenangan atas mereka.
Dengan mengamalkan kedua ayat diatas kita yakin bahwa sesuatu itu diciptakan berpasang-pasangan oleh Allah SWT. Begitu juga dengan kesulitan yang berpasangan dengan kemudahan. Seseorang yang menghadapi kesulitan dengan sabar dan penuh harapan Allah SWT sesuai dengan ayat diatas pasti akan mendatangkan kemudahan. Setiap usaha yang ditempuh dengan penuh sabar dan harap pasti akan membuahkan hasil.
Seseorang yang menghindari kesulitan dia tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika kita berharap sesorang yang mengatasi kesulitan,maka orang lain lah yang mendapatkan kemudahan. Kita tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan. Perhatikan ayat ke-6, ada kata “sesungguhnya”, artinya sebuah penguatan atau penegasan akan kalimat sebelumnya.

5. Quran Surat Ath-Thalaq: 2-3

 

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (٣

2. Maka apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. 3. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Dalam ayat ke 2 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan membukakan jalan keluar bagi orang-orang yang bertakwa. Tafsir ayat ini adalah sebagai berikut :

Maka orang yang bertakwa kepada Allah dan mengutamakan keridhaan Allah dalam semua keadaannya, Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan membalasnya di dunia dan akhirat. Di antara sekian balasannya adalah Allah Subhaanahu wa Ta’aala berikan jalan keluar dari setiap kesulitan dan kesempitan. Sebagaimana orang yang bertakwa kepada Allah, akan dibukakan jalan keluar baginya, maka orang yang tidak bertakwa kepada Allah, akan terjatuh ke dalam kesempitan, beban dan belenggu yang sulit keluar dan lolos darinya. Digunakan talak sebagai contohnya, karena jika seorang tidak bertakwa kepada Allah dalam masalah talak, misalnya ia menjatuhkan talak dengan cara yang diharamkan seperti langsung tiga kali, maka ia tentu akan menyesal dengan penyesalan yang tidak mungkin dapat dikejar lagi.
Sedangkan dalam ayat ke 3 surat Ath-Thalaq Allah SWT akan mencukupkan keperluannya dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka kepada orang yang bertawakkal.
Kedua ayat ini memiliki perintah dari Allah SWT yaitu bertakwa dan bertawakkal. Dengan mengamalkan perintah pada ayat ini insyaallah kita tidak takut lagi akan kehabisan harta dan tidak takut lagi menghadapi kesulitan. Sesuai dengan janji Allah pada ayat diatas rezeki akan dicukupkan dan dibukakan jalan keluar dari kesulitan serta masalah yang sedang kita hadapi.
Sumber : nrachmanbiz
10 bahaya melupakan al quran

10 Bahaya melupakan Al-Quran

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Thaha ayat 124 :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sunguh,dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Q.S : Thaha : 124).

Sebenarnya amat banyak bahaya yang akan menimpa manusia sekiranya mereka melupakan atau meninggalkan tuntutan Al-Quran.
Berikut ini 10 bahaya melupakan Al-Quran yang telah disusun oleh tim Quran Cordoba :

  1. Dhalalum mubin,   ضَلاَلٌ مُبِيْنٌ
    Orang yang melupakan Al-Qur’an akan berada dalam kesesatan yaitu orang yang suka menyimpang dan berbuat kerusakan, kalau di ingatkan malah melawan, akhirnya dirinya sendiri ia rusak dan ia binasakan tanpa ia sadari.
  2. Dhayyiqun haraj, ضَيِّقٌ حَرَجٌ
    Yaitu dadanya terasa sempit karena menjauh dari Allah SWT, dihimpit beragam masalah jadilah dada terasa penat.
    Setiap orang mempunyai masalah, akan tetapi Allah akan melapangkan dada orang-orang yang mendekatkan dirinya dengan Al-Qur’an. hingga iapun mendapat kesabaran dan ketegaran yang luar biasa dan akhirnya dia bebas dari masalah-masalah itu.
  3. Ma’isyatun Dhonkun, مَعِيْشَةٌ ضَنْكٌ
    Yaitu Kehidupan yang serba sulit, dan kegelapan. Padahal Al-Qur’an adalah sumber cahaya. berarti hidupnya akan terang, ia pasti melangkah dijalan Ilahi, sementara yang melupakannya ia pasti menjumpai kegelapan dalam hidupnya.
  4. Umyul bashirah,   عُمْيُ الْبَصِيْرَةِ
    Yaitu buta mata hatinya. Orang yang buta mata hatinya tentu tidak bisa membedakan yang mana yang haq dan yang batil, yang benar dan yang salah.
    Buta hati mengakibatkan seseorang tidak bisa mengambil pelajaran dari fenomena yang ia sendiri saksikan. Padahal betapa banyak kekuasaan Allah yang ditampakkanNya di alam semesta ini.
    Dalam terjemah Al-Qur’an dijelaskan:

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”    (QS. Al-Hajj: 46)

  1. Qaswatul Qalb, قَسْوَةُ الْقُلُوْبِ
    Yaitu Hati menjadi keras karena mata hati buta, perbuatan yang terlahir dari orang tersebut selalu keburukan, susah di ingatkan, Sombong dan meremehkan orang lain menjadi kebiasaannya, keangkuhan akan tampak dari sikap dan perbuatannya.

 

  1. Zhulmun wadzull, ظُلْمٌ وَذُلٌّ
    Yaitu Gelap dan Hina. Karena hatinya sudah buta dan keras terhadap kebenaran Al-Qur’an. Kalau orang sudah  begitu pantaslah ditimpa kehinaan, dirinya tersesat dan dihinakan.

“Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (QS. Al-Furqaan :29)

  1. Shuhbatusy syaithan, صَحْبَةُ الشَّيْطَانِ
    Yaitu Berteman dengan Setan. Siapayang dekat dengan makhluk itu iapun akan ikut-ikutan terlaknat. Firman Allah SWT :

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pengasih(Al Qur’an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman karibnya.”(S. Az-Zukhruf : 36)

  1. Nis-Yan, اَلنِّسْيَانُ
    Yaitu lupa terhadap dirinya sendiri, Sudah tidak ingat diri, karena memang ingatan manusia sangat terbatas, sementara ia sudah jauh dari Al-Quran. Jadilah ia hidup semaunya. Firman Allah SWT :

“Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al-Mujaadilah : 19)

  1. Fasiq-Fusuq, اَلْفُسُوْقُ
    Yaitu orang tersebut Fasiq bila telah melakukan dosa besar, bila setan telah menjadi teman, melakukan kejahatan menjadi kebiasaannya, mula-mula melakukan dosa-dosa kecil, lama-lama ia berani melakukan dosa besar, karena terbiasa dengan perbuatan dosa. Sehingga menjadi Fasiq.
  2. Nifaq, النِّفَاق
    Yaitu sifat berpura-pura, sekedar untuk menutupi aib dirinya/ kemaksiatannya. Karena melupakan Al- Qur’an manusia akan terkena penyakit nifaq ini. Dalam Al-Qur’an dijelaskan :

“Apabila dikatakan kepada mereka : “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan
sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An nisa’ : 61).

Semua bahaya yang disebutkan akan berujung pada kesengsaraan الشَّقَاوَةُ hidup kita di dunia maupun di akhirat, hilang peran khilafah dan ruhnya, mendapatkan azab di neraka.

wallahualam

oleh: ust Heri Mahbub

referensi: madah tarbawiyah

Berfikir Positif dan Lupa Al Quran

Berfikir Positif dan Lupa Al Quran

Berfikir positif dan lupa Al-Quran

Allah berfirman dalam surat Al A’laa ayat 6 dan 7 :

سَنُقْرِئُكَ فَلاَتَنسَى {6} إِلاَّمَاشَآءَ اللَّهُ إِنَّهُ يَعْلَمُ الْجَهْرَ وَمَايَخْفَى {7

” Kami akan membacakan (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, (6) kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi (7) ”  (QS Al A’laa : 6-7)

Keluarga Al-Qur’an yang berbahagia

Tadabbur ayat ini ALLAH Swt, memberi kabar dan janji bahwa bacaan Al-Qur’an yang tidak akan terlupakan oleh Rosulullah SAW. ketidak lupaan ini adalah hidayah ALLAH Swt, yang diberikan khusus pada Rosulullah SAW. ini merupakan janji dari ALLAH Swt, dengan pertologan-Nya, Rosulullah tidak akan pernah lupa pada apa yang telah diwahyukan karena beliau dima’sum dari salah dan lupa.

Sedangkan kita sebagai manusia biasa, wajar apabila lupa akan hafalan Al-Qur’an, maka lupa bukan suatu masalah apabila kita benar mensikapinya dan terus mengingat hafalan Al-Qur’an kita.

Mari belajar bahasa positif dan keyakinan kuat dengan sering mengulang kalimat dibawah ini setiap hari;

” Nikmat Allah kepadaku begitu melimpah”

“ Saya adalah penghafal Al Qur’an pilihan Allah yang istimewa”

“ Konsentrasi dan daya ingatku kuat dan tajam “

“ Saya pasti bisa dan yakin mampu hafal Al Qur’an”

“ luangkan waktu untuk Allah SWT, semangat Ibdah pada Rabb semesta alam”

“ Saya pribadi yang positif dan optimis menghafal Al Qur’an ”

“ Ya Allah, Tolonglah bimbing aku dalam menghafal kitab-Mu”

Hendaknya kita Ikhlas mengulang kalimat tersebut setiap pagi atau menjelang tidur, mengharap keridoan Allah, sampai tertanam dalam hati dan amalan kita, konsisten mengucapkannya sehingga menjadi kebiasaan, masuk ke alam bawah sadar dan menjadi kekuatan yang diberikan oleh Allah SWT.

Faktor yang menyebabkan lemahnya daya ingat hafalan, diantaranya;

  1. Pikiran dan keyakinan yang negatif yang menghalangi kekuatan otak manusia
  2. Tidak latihan, dan tidak belajar mengembangkan daya ingat
  3. Perasaan gelisah, tertekan, depresi, kekecewaan dan perasaan negatif lainnya yang mengurangi kemampuan tubuh dan otak untuk mengingat hafalan.
  4. Hidup yang tidak teratur, lingkungan yang tidak rapih dan bersih berpengaruh kepada kemampuan otak.
  5. Sedikit istirahat dan sering bergadang akan berpengaruh kepada konsentrasi.
  6. Pola makan yang tidak sehat dan kurang teratur, waktu yang tidak pas untuk menghafal Al Qur’an adalah setelah makan.

Di antara cara menghafal Al-Qur’an adalah selalu mengulang-ulang dan menjaganya, juga bersungguh-sungguh, ikhlas, berkeinginan keras, memahaminya dan men-tadabburi-nya serta ber-tadharru’ (memelas) dan memohon taufiq (kemudahan) untuk hal itu kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar selalu menjaganya supaya tidak lupa.

تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِيْ عَقْلِهَا

“Jagalah (hafalan) Al-Qur’an, demi Dzat yang jiwa saya ada tanganNya, sesungguhnya Al-Qur’an itu sangat cepat terlepas melebihi (lepasnya) unta dari ikatannya” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari dari hadits Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu.

 

Penulis: Ust heri Mahbub

 

Referensi : 9 asrar lihifzill Qur’an

Empat Hal yang Mencegah Manusia dari Kerugian

Empat Hal yang Mencegah Manusia dari Kerugian

Dalam surah Al ‘Ashr, Allah ta’ala berfirman :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr) .

Surat Al ‘Ashar adalah surat pendek yang terdiri dari tiga ayat. Walaupun pendek, surat Al ‘Ashar memiliki makna yang dalam. Imam Asy Syafi’i pernah berkata bahwa seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk manusia. Maksudnya adalah jika manusia memahami makna dan kandungan surat Al ‘Ashr maka surat ini cukup untuk mendorong manusia agar mau beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu.

Dalam surat Al ‘Ashr dijelaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian. Kerugian yang dimaksud dalam surat ini adalah kerugian di dunia dan di akhirat. Namun kerugian tersebut dapat dicegah dengan Empat Hal yang Mencegah Manusia dari Kerugian diantaranya :

1. Beriman Kepada Allah SWT yang dilandasi dengan Ilmu

Beriman kepada Allah harus dilandasi dengan ilmu. Tanpa ilmu keimanan seseorang tidaklah sempurna. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang mendekatkan diri dengan Allah SWT. Bisa jadi dengan mempelajari ilmu tentang duniawi maka akan semakin membuat manusia yakin tentang kebesaran Allah SWT. Namun sudah sepatutnya seorang muslim harus mendahulukan ilmu syar’i (ilmu agama) sebagai pondasi untuk menegakkan tiang-tiang agama Islam. Ilmu agama diperlukan guna menjawab permasalahan seperti prinsip keimanan dan syariat-syariat Islam.

Rasulullah SAW bersabda :

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلىَ كُلِّ مَسْلَمٍ

”Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah nomor 224 dengan sanad shahih).

Maka merupakan sebuah kewajiban bagi seorang muslim untuk mempelajari berbagai hal untuk menyempurnakan agamanya. Manusia pada dasarnya tidak mengetahui hakikat keimanan, oleh karena itu perlu meniti tangga ilmu untuk mengetahuinya. Allah SWT berfirman :

مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ  نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا

”Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Quran itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (Asy Syuura: 52).

2. Mengamalkan Ilmu

Ilmu yang telah didapatkan tidaklah berarti apabila tidak diamalkan. Seseorang telah dikatakan berilmu apabila dapat mengubah ilmu yang telah dipelajarinya tersebut menjadi suatu perilaku yang nyata dan tercermin dalam pemikiran dan amalnya. Dengan ilmu, manusia dapat saling nasehat menasehati untuk sesuatu hal yang lebih baik.

Rasulullah SAW bersabda :

لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يَسْأَلَ عَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ

”Seorang hamba tidak akan beranjak dari tempatnya pada hari kiamat nanti hingga dia ditanya tentang ilmunya, apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu tersebut.” (HR. Ad Darimi nomor 537 dengan sanad shahih).

Dari hadits di atas seseorang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya termasuk orang-orang yang merugi. Merugi karena di akhirat kelak ilmu yang telah dipelajarinya akan ditanya dan diminta pertanggung jawabannya.

3. Berdakwah Kepada Allah SWT

Mengajak kepada kebenaran dengan cara saling menasehati adalah salah satu cara dalam berdakwah. Berdakwah, mengajak manusia untuk beriman dan bertakwa kepada Allah SWT adalah tugas para Rasul dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik.

Rasulullah SAW bersabda :

فَوَاللَّهِ لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang dengan perantara dirimu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah” (HR. Bukhari nomor 2783).

Dari hadits diatas orang-orang yang memberi petunjuk kebenaran kepada orang lain lebih baik dari pada unta merah yaitu unta yang terbaik dan paling mahal harganya. Pada hakekatnya orang-orang yang telah mengetahui tentang ilmu dan mengamalkannya namun tidak mengajak orang lain adalah orang yang masih berada dalam kerugian.

Rasulullah SAW bersabda :

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

”Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian, hingga ia senang apabila saudaranya memperoleh sesuatu yang juga ia senangi.” (HR. Bukhari nomor 13).

Dari hadits di atas dapat dikatakan bahwa seseorang yang tidak perduli dengan dakwah belum sempurnalah keimanannya sehingga termasuk golongan orang yang merugi. Yaitu golongan orang yang merugi dikarenakan ilmu yang dimiliki dan diamalkannya tidak diajarkan dan disebarkan kepada orang lain. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan dakwah seberapapun kecilnya sumbangsih yang diberikan insyaallah akan bernilai besar dimata Allah SWT.

 

4. Bersabar dalam Dakwah

Hal yang mencegah manusia dari kerugian yang keempat adalah bersabar atas gangguan yang dihadapi ketika menyeru ke jalan Allah ta’ala. Kebenaran yang diseru akan berbenturan dengan kebatilan. Kebenaran adalah jalan yang sulit ditempuh karena mengekang hawa nafsu yang bertentangan dengan syariat Islam. Sedangkan kebatilan berisi kesenangan duniawi yang bertentangan dengan syariat Islam.

Allah ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ (٣٤)

”Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) para rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka” (QS. Al-An’am : 34).

Sudah menjadi fitrah sejak jaman Rasul-Rasul terdahulu bahwa penyeru kebenaran akan mendapatkan pendustaan dan penganiayaan. Maka sabar adalah jalan terakhir yang dapat dilakukan sembari berdoa memohon kepada Allah untuk memberikan pertolongan-Nya.

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata :

فَبِالِأَمْرَيْنِ اْلأَوَّلِيْنَ، يُكَمِّلُ اْلإِنْسَانُ نَفْسَهُ، وَبِالْأَمْرَيْنِ اْلأَخِيْرِيْنَ يُكَمِّلُ غَيْرَهُ، وَبِتَكْمِيْلِ اْلأُمُوْرِ اْلأَرْبَعَةِ، يَكُوْنُ اْلإِنْسَانُ قَدْ سَلِمَ تعل مِنَ الْخُسَارِ، وَفَازَ بِالْرِبْحِ [الْعَظِيْمِ]

”Maka dengan dua hal yang pertama (ilmu dan amal), manusia dapat menyempurnakan dirinya sendiri. Sedangkan dengan dua hal yang terakhir (berdakwah dan bersabar), manusia dapat menyempurnakan orang lain. Dan dengan menyempurnakan keempat kriteria tersebut, manusia dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang besar” [Taisiir Karimir Rohmaan hal. 934].

Semoga kita semua menjadi orang-orang yang senantiasa Allah beri petunjuk agar terhindar dari kerugian-kerugian dan memberikan keuntungan-keuntungan di dunia maupun di akhirat.

Sumber : muslim.or.id

9 Rahasia Langkah Mudah Hafal Al Quran

9 Rahasia Langkah Mudah Hafal Al Quran

9 Rahasia Langkah Mudah Hafal Al Quran

Para pencinta Al Qur’an yang dirahmati Allah SWT

Sebagai seorang muslim, menghafal Al Qur’an dan mengamalkannya adalah impian hidup kita. Tapi, kita sering beralasan hingga saat ini kita tak kunjung berusaha untuk menghafal Al Qur’an.

Apa rahasia untuk lebih mudah menghafal Al Qur’an?

Saya akan menyampaikan 9 rahasia langkah mudah hafal Al Qur’an, yang diambil dari buku 9 asrar litahfizil qur’an karya Majdi Obaid Al Hafizh yang sudah diterjemahkan. Semoga mampu membuktikan janji Allah SWT sesuai ayat berikut ini:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” ( QS al Qomar, 54: 17, 22, 32, 40 )

Ada 9 langkah mudah menghafal Al Qur’an yang dijabarkan menjadi tiga bagian :

I   Kejiwaan (psikologi), diantaranya :

1. Cinta, rindu dan keinginan yang menyala-nyala.

2. Ikhlas, tawakal dan berdoa.

3. Jangan banyak alasan.

4. Keyakinan diri dan berfikir positif.

Masalah inilah yang seringkali diabaikan dalam menghafal Al-Qur’an. Padahal menghafal memiliki hubungan yang kuat dengan urusan jiwa dan ruh yang terkait dengan mentalitas iman kita.

II Rahasia teknik (metode), diantaranya :

5. Relaksasi dan kondisi belajar yang ideal.

6. Visualisasi.                        

7. Optimalisasi panca indera.

Menjelaskan keterampilan dan inovasi untuk menghafal Al-Qur’an berdasarkan pada riset kekuatan pikiran dan metode belajar cepat.

III Rahasia Manajemen, mencakup 2 hal yaitu:

8. Murajaah yang teratur.

9. Menetapkan tujuan dan menyusun perencanaan

Pemaparan yang berkaitan dengan urusan mengelola waktu, review hafalan secara berkelanjutan, dan bagaimana membuat target dan tahapan dalam menghafal.

Kita perlu juga mengetahui faktor-faktor pendukung dalam menghafal Al-Qur’an selain 9 langkah yang disebutkan diatas. faktor – faktor terssebut diantaranya bagaimana memilih waktu yang tepat, kapan saja waktu yang harus dihindari, lokasi untuk menghafal, sampai pentingnya menjaga kesehatan dengan tidur yang cukup, minum air  putih, olah raga, dan makan makanan yang menyehatkan.

Itulah 9 langkah mudah dalam menghafal Al-Qur’an dan faktor pendukungnya menurut Syekh Majdi Obaid al Hafizh, semoga bermanfaat dan kita memiliki bekal hafalan Al Qur’an dalam hidup kita walaupun sedikit hanya beberapa surah saja. Amin

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:
“Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh”. (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dari Ibnu Abbas (2914), ia berkata hadits ini hasan sahih.

Oleh: Heri Mahbub N

Quran di hati raih surga tertinggi

Quran di Hati Raih Surga Tertinggi

 Quran di hati raih surga tertinggi

 

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” ( QS Al Hijr,15 : 9 )

Pembaca yang dirahmati Allah swt

Salah satu hikmah diturunkannya Al Qur’an secara berangsur-angsur adalah supaya lebih mudah menghafal dan mengingatnya. Jaminan dari Allah swt, Keaslian Al Qur’an akan terjaga sampai hari kiamat, tanpa ada perubahan baca bacaan dan kemukjizatan maknanya.

Sungguh Al Quran adalah Syafaat, Penolong, menjadi pembela di hari akhirat kelak bagi orang yang menjadi sahabatnya. Maka interaksi kita bersama Al Qur’an dengan membaca, menghayati, menghafal dan mengamalkan Al Quran menjadi kewajiban.

Keutamaan menghafalkan Al Qur’an sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti : ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi )

Bayangkan dalam hati dan fikiran, kita masuk ke surga tertinggi karena kuantitas dan kualitas interaksi dengan Al Qur’an, karena jumlah ayat yang telah dihafal ketika di dunia.

Ibnu Hajar Al Haitami rahimahullah berkata, “Hadits di atas menunjukkan keutamaan khusus bagi yang menghafalkan Al Qur’an dengan hatinya, bukan yang sekedar membaca lewat mushaf. Karena jika sekedar membaca saja dari mushaf, tidak ada beda dengan yang lainnya baik sedikit atau banyak yang dibaca. Keutamaan yang bertingkat-tingkat  adalah bagi yang menghafal Al Qur’an dengan hatinya.

Dari hafalan ini, bertingkat-tingkatlah kedudukan mereka di surga sesuai dengan banyaknya hafalannya. Menghafal Al Qur’an seperti ini hukumnya fardhu kifayah. Jika sekedar dibaca saja, tidak gugur kewajiban ini. Tidak ada yang lebih besar keutamaannya dari menghafal Al Qur’an. Inilah yang dimaksudkan dalam hadits di atas dan inilah makna tekstual yang bisa ditangkap. Malaikat akan mengatakan pada yang menghafalkan Al Qur’an ‘bacalah dan naiklah’. Jadi yang dimaksud sekali lagi adalah bagi yang menghafal Al Qur’an dari hatinya.” (Al Fatawa Al Haditsiyah, 156)*

Semoga kita semua diberikan hidayah dan bimbingan Al Qur’an, dan dimudahkan menghafal Al Qur’an.

Ditulis oleh Abu Fatha

Rahasia Keutamaan Bulan Syawal

Rahasia Keutamaan Bulan Syawal

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kesehatan dan kesempatan untuk merasakan lezatnya beramal dan beribadah di bulan Ramadhan, dan saat ini kita telah masuk ke bulan Syawal. Semoga Allah SWT memberikan ampunan , menerima semua amalan ibadah di bulan Ramadhan, dan menjadikan kita kembali dalam keadaan fitrah yang suci.

رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَىَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ

“Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang disebutkanku, lalu dia tidak bershalawat atasku. Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang datang kepadanya Ramadhan kemudian bulan tersebut berlalu sebelum diampuni untuknya (dosa-dosanya). Sungguh sangat terhina dan rendah seseorang yang mendapati kedua orangtuanya lalu keduanya tidak memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Tirmidzi).

Mudah-mudahan kita semua tidak termasuk dalam orang-orang yang disebutkan dalam hadits diatas. Di bulan Syawal ini terdapat rahasia keutamaan bulan syawal yang telah dirangkum oleh qurancordoba.com dalam beberapa poin. Dengan beberapa keutamaan di bulan Syawal ini mudah-mudahan amalan yang telah kita kerjakan dengan penuh semangat di bulan Ramadhan dapat dipertahankan di sebelas bulan berikutnya.

1. Berpuasa enam hari di bulan Syawal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

Berpuasa enam hari di bulan Syawal dipertegas dengan hadits di atas. Setiap muslim hendaknya berusaha untuk menunaikan amalan puasa ini dikarenakan ganjaran pahala yang begitu istimewa yaitu seperti berpuasa setahun penuh. Beberapa faedah yang dapat diambil dari puasa enam hari di bulan Syawal antara lain :

Ibnu Rojab rahimahullah menyebutkan beberapa faedah di antaranya:

  • Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.
  • Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib. Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.
  • Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah Ta’ala jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
  • Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu,  maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan. Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah)

Tata cara puasa Syawal :

  • Puasa sunnah Syawal dilakukan selama enam hari
  • Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fithri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal.
  • Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  • Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.
  • Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu.

 

2. Bulan Syawal adalah bulan peningkatan

Syawal secara harfiah berarti peningkatan, yaitu peningkatan ibadah sebagai hasil ketakwaan yang diraih pada bulan Ramadhan. Peningkatan kualitas serta kuantitas ibadah setelah bulan Ramadhan menjadi hal yang utama dikarenakan ujian sesungguhnya dalam melaksanakan ibadah adalah diluar bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan untuk menjaga konsistensi ibadah yang telah dilakukan di bulan Ramadhan bahkan mampu meningkatkannya bukan menurun atau kembali ke watak  semula yang jauh dari Islam.

3. Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah

Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah. ‘Aisyah radiallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan :

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?” (Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahi ‘Aisyah di bulan Syawal untuk menepis anggapan bahwa di bulan Syawal akan mendatangkan kesialan bagi pasangan yang menikah. Anggapan ini adalah keyakinan masyarakat Arab jahiliyah yang harus dihilangkan.

4. Syawal adalah bulan kemenangan dan pembuktian ketakwaan

Inilah makna terpenting bulan Syawal yaitu bulan kemenangan dari hawa nafsu serta bulan pembuktian ketakwaan yang telah diraih setelah menjelankan ibadah puasa Ramadhan. Jika ketakwaan telah diraih, rahmat Allah akan turun kepada manusia sehingga hidup menjadi berkah, tentram, dan selalu di mudahkan oleh Allah SWT.

Seorang muslim yang telah mencapai derajat takwa akan menjadi lebih baik kehidupannya, lebih saleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusyu’ ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan.

Semoga kita semua merupakan golongan orang-orang yang berhasil mengerjakan ibadah di bulan Ramadhan dan insyaallah memperoleh derajat takwa di dalam kehidupan.

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ

Semoga Allah menerima aku dan kalian

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

Sumber : rumaysho.com , muslim.or.id

Quran Cordoba

Hikmah Al Quran Turun Secara Bertahap

Hikmah Al Quran Turun Secara Bertahap

Allah SWT berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 106 :

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلا (١٠٦

“Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (QS.Al Isra, 17: 106 )

Pembaca yang berbahagia

Sebagai mukjizat abadi, al Qur’an memiliki keistimewaan dalam proses turunnya, maka kita harus memahaminya, yaitu mengalami dua tahap.

  1. Turun sekaligus secara utuh dari Lauhul Mahfuzh ke Langit dunia
  2. Turun secara berangsur-ansur, bagian demi bagian sesuai kebutuhan

Maka ada beberapa hikmah dari proses turun Al Qur’an dari Malaikat Jibril sampai kepada Nabi Muhammad SAW, hikmah Al Quran turun secara bertahap dapat diambil pelajaran diantaranya;

  1. Meneguhkan dan menguatkan hati Rasulullah SAW
  2. Mempermudah hafalan dan pemahamannya
  3. Tantangan dan Mukjizat bagi yang menentang
  4. Kesesuaian dengan peristiwa-periwtiwa dan pentahapan dalam penetapan hukum
  5. Bukti yang pasti bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuj

Allah SWT berfirman dalam surat Al Furqon ayat 32 :

 

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلا (٣٢

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar). ( QS. Al Furqon, 25 : 32 )

 

 

Sumber

Al-Quranil Al-karim dan terjemahannya

Manna’ Khalil Qaththan, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, (Bogor: Pustaka Litera AntarNusa, 2012)

Cara Benar Shalat Tahajud Pada Bulan Ramadhan

Cara Benar Shalat Tahajud Pada Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Malam-malam di bulan Ramadhan merupakan malam-malam yang paling utama untuk beribadah. Pahala beribadah di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan hingga berkali-kali lipat. Sudah tentu umat muslim akan berusaha untuk menghidupkan malam-malam dibulan Ramadhan dengan qiyamul lail atau shalat malam.

Qiyamul lail pada bulan Ramadhan sering dilakukan secara berjamaah oleh sebagian besar umat muslim yang sering disebut dengan shalat tarawih dilanjutkan dengan shalat witir. Menurut bahasa kata tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah yang artinya istirahat atau santai. Shalat tarawih umumnya dilakukan pada awal malam yaitu setelah shalat isya’. Setelah shalat tarawih biasanya imam akan melanjutkan shalat witir sebagai penutup.

Permasalahan terjadi kepada umat muslim yang ingin melanjutkan shalat tahajud pada sepertiga malam setelah shalat tarawih dan witir berjamaah. Quran Cordoba telah merangkum cara benar shalat tahajud pada bulan Ramadhan setelah shalat tarawih dan witir berjamaah.

Tahajud berasal dari kata hajada yang berarti tidur. Huruf ta di depan kata hajada menjadikan makna yang berlawanan dari tidur yaitu tidak tidur atau bangun. Allah berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 79 :

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (٧٩

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS Al Isra’ 79).

Allah SWT memerintahkan dalam ayat di atas untuk melakukan shalat tahajud pada sebagian malam tidak terkecuali di bulan Ramadhan. Namun, di bulan Ramadhan ada shalat tarawih yang disertai dengan shalat witir sebagai penutupnya. Shalat witir dianjurkan untuk dijadikan sebagai penghujung shalat malam sesuai dengan hadits berikut :

اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari dengan shalat witir.” (HR. Bukhari 998 dan Muslim 749). Menurut hadits ini shalat witir adalah shalat pengganjil yang dilakukan diakhir qiyamullail atau shalat malam. Namun, beberapa ulama menegasakan bahwa hadis di atas tidaklah melarang seorang muslim untuk shalat sunah setelah witir. Meningat terdapat banyak dalil yang menunjukkan boleh shalat setelah witir.

Witir maknanya ganjil, shalat witir adalah shalat untuk mengganjilkan shalat-shalat yang genap. Melaksanakan shalat tahajud setelah shalat witir diperbolehkan menurut hadits berikut :

Hadis dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau pernah melakukan safar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda,

إِنَّ هَذَا السَّفَرَ جُهْدٌ وَثُقْلٌ، فَإِذَا أَوْتَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، فَإِنِ اسْتَيْقَظَ وَإِلَّا كَانَتَا لَهُ

“Sesungguhnya safar ini sangat berat dan melelahkan. Apabila kalian telah witir, kerjakanlah shalat 2 rakaat. Jika malam harinya dia bisa bangun, (kerjakan tahajud), jika tidak bangun, dua rakaat itu menjadi pahala shalat malam baginya.” (HR. Ibnu Hibban 2577, Ibnu Khuzaimah 1106, Ad-Darimi 1635, dan dinilai shahih oleh Al-‘Adzami).

Shalat tahajud yang dilakukan setelah shalat tarawih dan witir tidak perlu melakukan shalat witir lagi karena bilangan rakaatnya sudah ganjil. Apabila shalat tahajud di akhir malam disertai dengan shalat witir lagi, maka bilangan rakaatnya akan menjadi genap. Hadits berikut menjelaskan bahwa tidak ada dua witir dalam satu malam :

لا وتران في ليلة

“Tidak boleh melakukan 2 kali witir dalam satu malam.” (HR. Ahmad 16296, Nasai 1679, Abu Daud 1439, dan dihasankan Syuaib Al-Arnauth).

Kesimpulannya, shalat tahajud setelah shalat tarawih berjamaah di masjid adalah diperbolehkan dengan catatan tidak melakukan dua shalat witir dalam satu malam. Shalat tahajud yang dilakukan setelah shalat tarawih berjemaah dapat dikatakan melanjutkan shalat tarawih atau qiyamullail. Shalat tarawih berjamaah dibulan Ramadhan sangat dianjurkan mengingat pahala yang didapat dari berjamaah sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut :

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً

“Sesungguhnya barangsiapa yang shalat (Tarawih) bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyamul lail satu malam penuh.” (HR. An-Nasai no.1605, At-Tirmidzi no.806, Ibnu Majah no.1327, dan selainnya. Dan hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh At-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam Irwa’ Al-Gholil no. 447).

Sudah selayaknya pada bulan Ramadhan ini kita mencari pahala sebanyak-banyaknya dengan mengikuti tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah SAW melalui hadits-haditsnya.

Sumber : Kajian Fiqh Kontroversi Ustadz Saiful Islam Mubarak LC

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadhan

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadhan

Berpuasa di bulan Ramadhanbagi umat muslim adalah wajib hukumnya. Berpuasa dalam islam memiliki makna menahan hal-hal yang membatalkan puasa dari mulai terbit matahari hingga terbenam matahari. Makan dan minum adalah salah satu yang membatalkan puasa. Berkurangnya asupan makanan dan minuman tentu berpengaruh pada kondisi tubuh. Salah mengkonsumsi makanan saat berbuka ataupun saat sahur berakibat buruk pada tubuh.

Seseorang yang banyak mengkonsumsi makanan manis dan berlemak pada saat berbuka beresiko menambah berat badan. Maka, tidak jarang banyak orang yang mengeluhkan bulan ramadan menyebabkan berat badan naik.

Quran Cordoba merangkum beberapa sumber untuk memberikan Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadhan. Berikut tips yang dapat diikuti :

1. Makan Makanan yang memiliki Karbohidrat yang kompleks

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan makanan yang memiliki karbohidrat yang kompleks pada saat sahur akan menyebabkan makanan lebih lama dicerna dilambung. Pencernaan yang lama ini dapat menyebabkan rasa kenyang yang lebih lama dari pada makanan yang lainnya. Contoh makanan yang memiliki tingkat karbohidrat tinggi antara lain roti gandum, oat, dan ubi manis. Makan makanan yang memiliki karbohidrat kompleks akan menunda lapar dan tubuh lebih kuat untuk berpuasa.

2. Membiasakan makan kurma

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Kurma adalah sumber gula yang baik, serat, karbohidrat, potassium, dan magnesium. Kurma memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Nutrisi yang lengkap untuk tulang mampu melawan pengeroposan tulang atau osteoporosis. Kurma juga dijadikan makanan awal ketika berbuka dikarenakan kurma dapat menambah energi dengan cepat.

3. Membiasakan makan Pisang

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Pisang memiliki kandungan gizi yang lengkap. Mengkonsumsi pisang sangat baik bagi penderita maag. Kandungan kalium yang tinggi dalam buah pisang sangat bagus untuk system pencernaan. Daging buahnya yang lembut dapat melapisi dan menebalkan dinding usus dan mukosa lambung sehingga meminimalisir peradangan yang menyebabkan rasa melilit pada penderita maag.

Beberapa manfaat pisang yang mendukung ibadah puasa adalah :

– Pisang mengandung kalori dan nutrisi yang lengkap untuk tubuh.

– Pisang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh saat puasa.

– Pisang sangat baik bagi penderita hipertensi

– Pisang dapat mencegah dan mengatasi anemia

4. Membiasakan makan kacang-kacangan

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Kacang-kacangan mengandung protein yang tinggi, salah satunya adalah almond. Almond kaya akan protein dan serat namun tidak menimbulkan kegemukan karena rendah lemak. Mengkonsumsi kacang-kacangan sangat dianjurkan saat berbuka puasa karena mudah dicerna serta tidak membuat kaget organ tubuh ketika dikonsumsi saat berbuka puasa.

5. Hindari makan gorengan dan makanan berlemak

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan gorengan serta makanan berlemak akan sulit dicerna oleh tubuh jika disantap saat berbuka puasa. Gorengan termasuk makanan berlemak karena digoreng menggunakan minyak. Selain tubuh sulit mencerna makanan tersebut, gorengan juga dapat menimbulkan penyakit seperti batuk atau radang. Hal itu mungkin saja terjadi karena makanan yang mengandung minyak, pedas, serta minuman dingin dapat menimbulkan luka kecil di tenggorokan.

6. Hindari makan makanan yang banyak mengandung gula

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan atau minum yang banyak mengandung gula harus dikurangi karena dapat menimbulkan rasa kenyang dan enggan mengkonsumsi makanan berat. Padahal tubuh sangat memerlukan karbohidrat, protein, serat, dan zat-zat lain yang berguna bagi metabolisme tubuh.

7. Hindari makan berlebihan saat makan sahur

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Makan berlebihan saat sahur akan menyebabkan meningkatnya timbunan lemak dan karbohidrat dalam tubuh. Konsumsi nasi berlebihan ketika sahur justru akan menyebabkan kenaikan gula darah pada tubuh. Gula merupakan satu jenis makanan yang bisa membuat tubuh semakin membutuhkan cairan. Hal tersebut menyebabkan haus berlebih saat berpuasa.

8. Hindari minum teh berlebihan saat sahur

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Minum teh berlebihan saat sahur harus dihindari karena teh bersifat diuretika. Diuretika menyebabkan tubuh lebih sering mengeluarkan cairan lewat urine yang berakibat tubuh kehilangan garam dan mineral yang sangat dibutuhkan. Padahal, selama berpuasa tubuh tidak mendapat cukup asupan cairan sehingga minum teh harus berlebihan harus dihindari saat sahur.

9. Hindari merokok

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Perokok yang berpuasa tentu akan melampiaskan keinginan untuk merokoknya setelah berbuka puasa atau saat sahur. Sudah jelas bahwa rokok mengandung zat-zat berbahaya bagi tubuh. Merokok saat sahur dan berbuka akan mengakibatkan tubuh yang membutuhkan zat-zat penting namun terisi oleh zat-zat berbahaya dari rokok. Sebaiknya hindari merokok dan berhentilah untuk merokok demi kesehatan tubuh saat berpuasa.

10. Membiasakan minum air mineral atau air putih

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Air mineral atau air putih mempunyai banyak manfaat diantaranya :

– Melarutkan makanan setelah sahur.

– Mampu melarutkan racun dalam tubuh (detoksifikasi).

– Membantu menjaga kelembaban kulit.

– Air Putih Membantu Memperlambat Tumbuhnya Zat-Zat Penyebab Kanker, plus mencegah penyakit batu ginjal dan hati.

Dan masih banyak manfaat yang lain yang bisa didapatkan dengan minum air mineral secara rutin setiap hari. Untuk berbuka puasa sangat dianjurkan untuk minum air putih terlebih dahulu.

11. Membiasakan minum jus di antara waktu berbuka dan waktu tidur

Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan

Jus buah kaya akan kandungan vitamin. Vitamin sangat diperlukan oleh tubuh untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit, pergantian sel, dan lainnya. Minum jus di antara waktu berbuka hingga menjelang tidur dapat mengembalikan asupan cairan yang kurang dalam tubuh disertai dengan vitamin yang sangat diperlukan oleh tubuh agar kembali fit dan bugar untuk melanjutkan puasa esok hari.

Semoga Tips Makanan Sehat Agar Tetap Fit Di Bulan Ramadan dapat membantu kita semua memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Jasmani yang sehat disertai dengan rohani yang kuat akan menjadikan kita mencapai derajat takwa. Aamiin!

Sumber : habibihalaqas.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan

Puasa di bulan Ramadhan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat muslim yang beriman. Di dalam surah Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa perintah puasa ditujukan kepada orang yang beriman. Menjadi muslim saja tidak cukup untuk masuk kedalam syarat puasa tanpa adanya iman. Tujuan utama seorang mukmin menjalankan ibadah puasa adalah untuk mencapai derajat takwa. Banyak ayat-ayat Al Quran lainnya yang memerintahkan umat muslim untuk menjalankan syariat guna menggapai derajat takwa. Khusus untuk ibadah puasa, ketakwaan seorang mukmin diuji dengan mengendalikan hawa nafsu serta amarah saat berpuasa.

Amarah atau emosi sejatinya sudah ada pada diri manusia. Amarah bagaikan bara api yang siap menyala kapan dan dimana saja. Bara api yang tadinya padam dibuat menyala dengan memercikkan api kebencian oleh syaitan. Syaitan membisikkan kebencian dan hasutan untuk marah kedalam hati manusia. Marah merupakan pintu dari berbagai macam keburukan dan kemaksiatan.

Tidak jarang kita lihat di berita banyak yang membunuh orang lain hanya karena alasan marah. Bahkan menurut survey, kebanyakan terpidana penghuni penjara melakukan tindak kriminalnya dikarenakan kemarahan. Maka Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Quran Cordoba memiliki beberapa tips untuk Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan yang telah dirangkum dari berbagai sumber. Berikut tips mengendalikan amarah :

1. Membaca Ta’awudz

Rasulullah SAW bersabda :

إِني لأعلمُ كَلِمَةً لَوْ قالَهَا لذهبَ عنهُ ما يجدُ، لَوْ قالَ: أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ، ذهب عَنْهُ ما يَجدُ

Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bacaan Ta’awudz :

أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ

Sumber marah berasal dari syaitan yang memercikkan bara api kedalam hati manusia. Untuk itu sudah sepantasnya kita meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang menyulut api kemarahan dalam hati manusia.

 

2. Diam dan Menjaga Lisan

Marah biasanya disertai dengan berbicara keras atau menggunakan kata-kata kasar untuk mencela orang lain. Perkataan yang tanpa aturan dan seringkali menggunakan kata-kata kasar ini merupakan perkataan buruk dan dapat menimbulkan dosa. Maka dengan menjaga lisan dan diam merupakan cara yang mujarab untuk menghindari dosa yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ

“Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

 

3. Mengubah Posisi Saat Marah

Rasulullusa SAW bersabda :

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur. (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Orang yang berada pada posisi lebih tinggi dapat melampiaskan kemarahan sepuasnya dan sesegera mungkin. Dengan mengubah posisi berdiri menjadi lebih rendah, melampiaskan kemarahan akan lebih sulit dilakukan. Ketika kita duduk saat marah, maka menggerakan tubuh untuk melampiaskan kemarahan akan terasa lebih sulit. Saat posisi duduk masih terasa ingin melampiaskan kemarahan, maka tidurlah karena posisi tidur sangat sulit untuk melampiaskan kemarahan.

 

4. Mengingat Dalil Tentang Marah

Rasulullah SAW bersabda :

مَنْ كَظَمَ غَيْظاً وَهُوَ قادرٌ على أنْ يُنفذهُ دعاهُ اللَّهُ سبحانهُ وتعالى على رءوس الخَلائِقِ يَوْمَ القيامةِ حتَّى يُخيرهُ مِنَ الحورِ العين ما شاءَ

“Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki. (HR. Abu Daud, Turmudzi, dan dihasankan Al-Albani)

Dengan mengingat dalil ini, seseorang yang akan marah tentu akan menahan marahnya karena Allah SWT akan memberikan hadiah bagi manusia yang bisa menahan amarahnya pada hari kiamat nanti. Dalam hadits diatas hadiah dari menahan amarah adalah Allah akan memanggil dan menyuruh untuk memilih bidadari yang dikehendaki di hadapan seluruh makhluk Allah pada hari kiamat.

 

5. Berwudhu atau Mandi

Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu. (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)

Pada hadits diatas, berwudhu atau mandi dapat memadamkan kemarahan yang berasal dari syaitan. Berwudhu dan mandi dapat memadamkan kemarahan karena syaitan tercipta dari api dan air dapat memadamkan api yang dipercikkan oleh syaitan. Namun menurut para ulama hadits ini lemah oleh An-Nawawi yang menyebut sanadnya lemah.

Namun para ulama tetap menganjurkan untuk berwudhu ketika marah bukan karena sunah, tetapi lebih kepada faktor medis dari air. Air yang dingin, bisa menurunkan darah bergejolak yang muncul ketika emosi. Sebagaimana ini bisa digunakan untuk menurunkan tensi darah tinggi. Karena itulah, di masa silam, terapi mandi digunakan untuk terapi psikologi.

Semoga tips-tips Mengatasi Godaan Terbesar Saat Puasa di Bulan Ramadhan di atas dapat membantu kita untuk menahan amarah dan meraih pahala puasa yang sempurna.

Sumber : konsultasisyariah.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

Tips Kuat Menahan Haus dan Lapar saat

Tips Kuat Menahan Haus dan Lapar saat Berpuasa di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah kita telah sampai kepada bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Di Indonesia semua organisasi Islam sepakat untuk menjalankan puasa bersama-sama pada hari kamis 18 Juni 2015. Hari-hari pertama di bulan Ramadhan bagi sebagian orang terasa sangat panjang dan melelahkan. Hal ini terjadi bagi orang yang tidak terbiasa dengan berpuasa terlebih di daerah dengan cuaca yang sangat panas.

Quran Cordoba telah merangkum beberapa tips kuat menahan haus dan lapar saat berpuasa di bulan ramadhan dari beberapa sumber. Berikut tips-tips yang dapat kita praktekan untuk puasa esok hari .

1. Berniat ikhlas untuk berpuasa Ramadhan hanya karena Allah SWT

Niat adalah awal dari semua kegiatan yang dilakukan. Kegiatan yang diniatkan hanya untuk mencari ridho Allah SWT akan bernilai ibadah. Sesuai dengan hadits Rasulullah SAW :

Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan berniat ikhlas karena Allah SWT, maka tubuh akan merespon baik atas puasa yang sedang kita jalankan. Berniat ikhlas juga akan mensugesti pikiran menjadi positif. Pikiran yang positif seperti magnet yang menarik pembangkit motivasi dalam diri kita. Pikiran yang termotivasi akan membangkitkan semangat untuk menuntaskan puasa hingga waktu berbuka.

2. Bangun untuk shalat dan makan di waktu sahur

Sahur berasal dari kata sahar, yang artinya akhir malam, atau waktu menjelang subuh. Maka waktu sahur adalah waktu yang disunnahkan untuk makan agar mampu menjalankan puasa dengan baik sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

Rasulullah SAW bersabda : “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Anas)

Makan sahur mengandung keberkahan disebabkan karena makan sahur adalah sunnah Rasulullah SAW yang mulia. Diantara keberkahannya adalah menguatkan orang yang berpuasa, menambah semangat orang yang berpuasa, dan mencegah prilaku buruk yang disebabkan karena lapar saat berpuasa.

Makan sahur dengan menu yang sehat dan bergizi akan menunjang tubuh agar lebih fit dan kuat selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Cobalah untuk menyediakan makanan yang dapat memberikan energi untuk bertahan sepanjang hari yakni dengan kombinasi sayuran, buah yang kaya akan serat, serta makanan yang dimetabolisme oleh tubuh secara lambat. Makanan yang dimetabolisme oleh tubuh secara lambat seperti nasi merah, gandum, serta produk susu yang rendah lemak.

Namun sebulum makan sahur, hendaknya kita melaksanakan shalat malam atau tahajjud untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Saat sahur adalah salah satu waktu terbaik dimana para malaikat senantiasa bershalawat dan mengamini doa-doa yang dipanjatkan oleh orang yang senantiasa beribadah terutama shalat tahajjud. Berdoalah untuk dikuatkan dalam menghadapi cobaan puasa di bulan Ramadhan.

3. Menjaga pandangan,lisan,pikiran, dan emosi saat berpuasa

Puasa dalam bahasa Arab adalah shaum atau siyam. Kata shaum berarti menahan diri atau mencegah diri. Berpuasa atau shaum di bulan Ramadhan bermakna menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit matahari atau waktu fajar hingga terbenam matahari atau waktu maghrib. Selain itu, terdapat pula hal-hal yang mengurangi pahala puasa yaitu dosa-dosa yang dilakukan saat melakukan ibadah puasa Ramadhan.

Agar puasa kita sempurna, maka menjaga pandangan, lisan, pikiran , dan emosi adalah yang utama. Dengan menjaga diri untuk tidak mengurangi pahala puasa maka pikiran positif terus terjaga dan tubuh akan senantiasa termotivasi. Tubuh yang memiliki motivasi akan senantiasa kuat untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. Tujuan berpuasa tidak hanya menunggu waktu berbuka tetapi lebih tinggi lagi menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah SWT sesuai dengan firman-Nya dalam surat Al Baqarah 183 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

4. Menyegerakan untuk berbuka puasa

Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk segera berbuka puasa. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Hamba-hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah mereka yang paling menyegerakan berbuka.” (HR. Tirmidzi) . Hal ini dikarenakan tubuh telah kekurangan asupan cairan dan makanan maka menyegerakan berbuka untuk mengembalikan asupan cairan dan makanan kedalam tubuh adalah hal yang utama. Tidak menyegerakan berbuka puasa dapat dikatakan mendzolimi diri sendiri. Oleh karena itu berbuka puasa saat matahari terbenam atau adzan maghrib berkumandang agar tubuh tetap fit dan kesehatan akan terjaga.

Pada saat berbuka sering kali kita tergoda oleh makanan yang sangat manis, makan gorengan, serta makan dalam jumlah yang banyak. Perlu diketahui bahwa hal ini justru dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dalam lambung. Saat berbuka konsumsilah makanan dalam jumlah sedikit dan air putih terlebih dahulu. Selanjutnya setelah shalat maghrib makanlah makanan yang mengandung lima sumber nutrisi untuk tubuh seperti sayuran, buah, nasi merah, dan ikan atau ayam.

5. Istirahat yang cukup dan sempatkan untuk berolahraga

Olah raga dan istirahat yang cukup harus tetap dijaga saat bulan Ramadhan. Olah raga ringan dapat dilakukan setelah berbuka dan shalat maghrib. Olah raga ringan yang rutin dilakukan dapat menjaga tubuh tetap fit selama menjalankan puasa di bulan Ramadhan. Istirahat atau tidur menjadi lebih sedikit di bulan Ramadhan. Alihkan tidur malam yang berkurang dengan tidur di siang hari. 30 menit untuk tidur di siang hari sudah cukup untuk menggantikan tidur malam yang berkurang karena aktifitas ibadah di malam hari.

Sekian Tips Kuat Menahan Haus dan Lapar saat Berpuasa di Bulan Ramadhan yang dirangkum Quran Cordoba semoga bermanfaat dan ibadah puasa kita lebih maksimal di tahun ini sehingga menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita.

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

Kajian Samudera Quran bersama Ustad Deden Nughraha

Kajian Samudera Quran bersama Ustad Deden Nughraha

Alhamdulillah, Quran Cordoba bersama Ustad Deden Nugraha telah bekerja sama dengan Radio Lita 90.9 FM untuk mengadakan kajian Al Quran yang bertajuk Kajian Samudera Quran bersama Ustad Deden Nughraha. Kajian yang membahas tafsir Al Muyassar yang bersumber pada Al Quran The Biggest ini akan dilaksanakan setiap hari senin sampai dengan hari jumat dimulai setelah sholat maghrib hingga menjelang sholat isya.

Al Quran The Biggest yang menjadi rujukan kajian oleh Ustad Deden Nugraha adalah Al Quran huruf jumbo yang dilengkapi dengan tafsir Al Muyassar lengkap tiga puluh juz. Tafsir Al Muyassar adalah tafsir yang paling cocok untuk orang awam karena mudah untuk dipahami. Ustad Deden Nugraha dalam kajian Samudera Quran akan mengkaji Al Quran dan menelaah makna kandungan ayat dari tafsir Al Muyassar yang terdapat pada Al Quran The Biggest ini.

Dapatkan Al Quran Cordoba pada acara-acara kami bersama Lita 90.9 FM. Atau dapatkan Quran Cordoba lewat Pemasanan Online kunjungi link Quran Cordoba .Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi segera 082214488800/ Add Pin BB 7CF1F0B6.

 

Quran Cordoba

Tips Ampuh Memaksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Bulan Sya’ban akan berlalu dan berganti dengan bulan nan suci bagi umat Islam di seluruh Dunia yaitu bulan Ramadhan. Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi harus dipersiapkan dengan matang. Ramadhan tahun ini harus benar-benar lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan,belum tentu tahun depan kita dapat berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan.

Untuk itu, Quran Cordoba merangkum tips ampuh memaksimalkan ibadah di bulan Ramadhan dari berbagai sumber. Berikut tips dan langkah-langkahnya :

1. Membuat perencanaan ibadah

Membuat perencanaan sangat membantu aktifitas ibadah kita di bulan Ramadhan. Dengan perencanaan, maka waktu dapat digunakan lebih efektif untuk beribadah. Untuk membuat perencanaan ini dibutuhkan tujuan yang jelas. Tujuan yang jelas dari puasa di bulan Ramadhan adalah untuk mencapai derajat taqwa.

2. Menghitung berapa banyak waktu ibadah yang dapat dilakukan dalam sehari

Di bulan Ramadhan, semua orang berlomba-lomba dalam kebaikan dan menginginkan untuk beribadah secara terus menerus selama 24 jam. Namun, hal ini tentu tidak mungkin karena kita memiliki kewajiban-kewajiban lainnya yang harus dipenuhi. Untuk itu, realistislah dalam menentukan target banyaknya waktu ibadah yang kita miliki setiap harinya. Rumus sederhana untuk menghitung waktu ibadah yang kita miliki adalah 24 jam – ( waktu tidur, waktu kerja, waktu keluarga) = waktu ibadah .

3. Membuat target ibadah yang jelas

Setelah kita menghitung waktu ibadah yang dimiliki setiap harinya maka selanjutnya adalah menetapkan target yang jelas. Target yang akan dibuat haruslah memenuhi unsur STDRT ( Spesifik, Terukur, Dapat dicapai, Realistis, Terikat waktu) . Spesifik maksudnya target yang ditentukan haruslah detail dan mendalam. Contohnya membaca Al Quran, menghafal ayat Al Quran dan lainnya. Terukur maksudnya menetapkan besaran dari target yang ditentukan. Contohnya membaca Al Quran 1 juz, menghafal ayat Al Quran 1 ayat, dan lainnya.

Dapat dicapai maksudnya target yang ditentukan haruslah disesuaikan dengan waktu ibadah yang kita miliki setiap harinya dan memungkinkan untuk dicapai. Realistis maksudnya target yang ditetapkan memungkinkan untuk diselesaikan. Terikat oleh waktu maksudnya adalah target yang telah ditetapkan harus disertai dengan waktu seperti satu hari 1 juz, satu hari 1 ayat, dan lainnya.

4. Mengalokasikan waktu sesuai dengan target yang telah dibuat

Setelah kita menghitung waktu yang dimiliki untuk ibadah dan menetapkan tujuan, maka langkah selanjutnya adalah mengalokasikan waktu sesuai dengan target yang telah dibuat. Alokasikan waktu untuk ibadah hingga mencapai target yang telah ditentukan. Atur juga waktu-waktu tertentu sebagai antisipasi adanya kemungkinan target tidak tercapai.

5. Memanfaatkan jam-jam di awal pagi

Setelah sahur dan sholat subuh terdapat waktu yang bisa diisi dengan beribadah untuk mengejar target. Usahakan untuk tidak tidur setelah subuh dan lebih memanfaatkan waktu untuk beribadah seperti membaca Al Quran, meghafal ayat,dan lainnya. Waktu sebelum sahur juga dapat dimanfaatkan untuk shalat tahajjud dan dilanjutkan dengan membaca Al Quran.

6. Membuat jadwal halaqah kecil dalam keluarga

Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi keluarga untuk bersama-sama meningkatkan keimanan. Bersama-sama membentuk halaqah kecil dalam keluarga dapat menjaga dan memelihara tingkat keimanan. Ayah dan Ibu saling mengingatkan dan mengkoreksi apakah ada target yang terlewat sedangkan anak-anak sudah mulai dibiasakan beribadah sesuai dengan target yang telah ditentukan.

7. Mendedikasikan waktu setiap hari untuk Al Qur’an

Ramadhan adalah bulan Al Qur’an dan sudah sepatutnya kita mendedikasikan waktu setiap hari untuk membaca dan memahami Al Qur’an. Tidak hanya kuantitas bacaan saja yang menjadi target tapi membaca dengan baik dan benar disertai dengan memahami kandungan ayat akan memiliki efek lebih lama terhadap keimanan dan ketaqwaan seseorang.

8. Hindari pekerjaan yang bersifat multi tasking

Studi membuktikan bahwa multi tasking dapat memperlambat produktivitas dan kecerobohan dalam bekerja. Ahli manajemen waktu moderen setuju bahwa mengerjakan satu pekerjaan dengan fokus akan mempercepat penyelesaian pekerjaan dengan kualitas yang lebih baik dari pada beberapa pekerjaan dilakukan dalam satu waktu secara bersamaan. Begitu pula dalam hal ibadah, usahakan untuk tidak membaca Al Quran sambil mengerjakan hal-hal lain karena akan memperlambat bacaan kita dan mengurangi pemahaman akan bacaan Al Quran tersebut.

9. Tidak berlebihan dalam bersosialisasi

Ramadhan adalah bulan itikaf, yaitu bulan untuk istirahat dari kehidupan sosial dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Allah SWT atau lebih dikenal dengan hablumminallah. Kurangilah bicara baik di media sosial atau langsung karena akan memancing syaitan untuk menggoda kita agar mengucapkan hal-hal yang tidak baik. Fokuslah kepada ibadah kita hanya untuk Allah.

10. Menjaga kesehatan

Menjaga kesehatan adalah mutlak agar target yang telah kita tentukan dapat tercapai. Orang yang malas, lemah, gelisah, dan kurang tidur tidak akan bisa mencapai target. Banyak orang yang terlalu semangat di awal Ramadhan hingga mengabaikan kesehatan. Akibatnya pada hari-hari terakhir Ramadhan mereka tidak bisa mencapai target karena sakit. Jadi, pastikan kita mendapatkan cukup istirahat, dan makan makanan yang bergizi.

Semoga Allah membuat Ramadhan kita kali ini lebih produktif untuk beribadah sehingga kita dapat mencapai derajat taqwa. Allahumma Aamiin.

Sumber : Blog Islamic University

Ilustrasi tips dalam gambar berbahasa Inggris :

Tips Ampuh Memaksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Tips Jitu Menghilangkan Kantuk dan

Tips Jitu Menghilangkan Kantuk dan Khusyu Saat Jumatan

Hari Jumat adalah hari yang teramat baik bagi umat muslim. Selain karena keutamaan-keutamaannya, hari Jumat memiliki rangkain ibadah shalat Jumat yang dimulai dengan khutbah jumat. Dalam khutbah Jumat khatib senantiasa untuk menyerukan kalimat taqwa kepada jamaah shalat Jumat. Di dalam khutbah Jumat terdapat banyak nasihat dan ajakan untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Namun, saat khutbah Jumat banyak sekali jamaah yang terlihat tidur dan tidak mendengarkan khutbah Jumat. Tidur saat khutbah jumat adalah kesalahan besar yang dianggap lumrah oleh kaum muslimin saat mengikuti rangkaian ibadah shalat Jumat. Berikut dalil tentang mendengarkan khutbah :

Allah SWT berfirman :

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Apabila dibacakan Al Quran, dengarkanlah dan diamlah, agar kalian mendapatkan rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204) .

Jelas dalam ayat Al A’raf di atas, mendengar secara seksama dan khusyu sangat dianjurkan agar Allah SWT melimpahkan rahmat kepada jamaah shalat Jumat.

Maka,dapat disimpulkan bahwa tidur saat khutbah Jumat adalah kesalah, maka dari itu Quran Cordoba telah merangkum tips jitu menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan dalam poin-poin sebagai berikut :

1. Niat untuk mendengarkan khutbah dengan khusyu

Niat yang kuat adalah pondasi terciptanya suatu tujuan. Tanpa niat untuk mendengarkan khutbah dengan khusyu maka mustahil untuk tetap terjaga dari kantuk. Oleh karena itu, dengan berniat untuk tidak tidur dan mendengarkan dengan khusyu insyaallah amalan ini sudah tercatat dan jamaah akan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT.

2. Mandi sebelum melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat

Mandi membuat badan terasa segar dan siap untuk memulai aktifitas. Usahakan untuk mandi sebelum shalat Jumat karena akan membuat badan kembali terasa segar dan siap untuk menerima informasi dari khutbah Jumat. Apabila jamaah tidak bisa mandi sebelum shalat Jumat maka mandi pagi dengan niat untuk shalat Jumat insyaallah dapat menghindarkan dari rasi kantuk.

3. Sarapan secukupnya

Terlalu banyak makan akan menyebabkan rasa kantuk. Oleh karena itu, sarapanlah secukupnya dan jangan terlalu kenyang agar tetap fokus saat mendengarkan khutbah Jumat.

4. Tidur sejenak sebelum melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat

Tidur sejenak walaupun hanya 30 menit sangat ampuh untuk menghilangkan kantuk. Tidur sejenak dengan kualitas yang baik cukup untuk membuat tubuh segar dan fokus mendengarkan khutbah Jumat.

5. Menempati posisi yang pas untuk mendengarkan khutbah

Datang lebih awal dan carilah posisi yang pas dengan khatib agar saat menyimak khutbah lebih fokus dan khusyu. Jangan duduk di belakang tiang atau bersandar pada dinding yang menyebabkan duduk sangat nyaman. Duduk yang terlalu nyaman akan mendatangkan rasa kantuk dan tidak fokus.

6. Tidak duduk dengan posisi memeluk lutut

Hadis dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

أَن النَبيَ صَلى اللهُ عَليه وَسَلمَ نَهَى عَنْ الْحَبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah. (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dihasankan al-Albani). Hal ini dapat mengakibatkan rasa kantuk sehingga batal wudhu dan terhalang dari mendengarkan khutbah Jumat.

7. Jika masih terasa ngantuk, pindah dan cari posisi lain untuk mendengarkan khutbah

Pindah posisi ke tempat lain membuat pandangan terhadap khatib yang sedang berkhutbah menjadi berbeda dan hal ini dapat menyegarkan pikiran. Pikiran yang segar akan lebih mudah untuk fokus dan terbebas dari kantuk.

Demikian tips jitu menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan, semoga amalan ibadah shalat jumat yang kita laksanakan menjadi amalan yang diterima oleh Allah SWT.