Category Archives: Kegiatan

“SEMINAR KEAGAMAAN & KEBANGSAAN” Bersama QURAN CORDOBA

Dalam rangka menjalin hubungan yang kuat di antara sesama organisasi dan dilandasi kepedulian yang sama terhadap keislaman dan kebangsaan di Indonesia, atas dasar tersebut PT Cordoba Internasioanal Indonesia ( Quran Cordoba ) bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) IKIP SILIWANGI, Cimahi, Jawa Barat akan mengadakan seminar bersama yang ditunjukan kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat di Indonesia khususnya di daerah Bandung & Cimahi. Seminar yang mengusung tema “Siliwangi Mengaji, Siliwangi Mengkaji, Cinta NKRI, Manusia Islami” akan dilaksanakan pada hari Rabu, 20 November 2019 pukul 08.00-Selesai di Aula Graha Panca Bhakti IKIP SILIWANGI, Cimahi, Jawa Barat. Tema ini diangkat mengingat minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat milenial tentang bagaimana menjadi seorang muslim dan warga negara yang kuat, berkarakter dan berakhlak Qur’ani. Menyadari hal tersebut, panitia penyelenggara akan menghadirkan pembicara-pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya, mereka adalah: Bapak Ridwal Kamil ( Gubernur Jawa Barat ) Ustadz Cep Ma’mun (Trainer Pembelajaran Al-Quran Cordoba di Indonesia & Malaysia ) Ustadz Rahmat Baequni (Dai, Founder One Ummah Foundation, Ketua Garda Annas Pusat Bandung,dan Pembina Shuffah baitul Mumin ) Muhammad Elvandi, LC, MA ( Pembina MUDA – Muslim Berdaya, Pembina AFKAR Institute ) Untuk mengikuti seminar ini, Anda cukup melakukan registrasi dengan menghubungi nomor; 0859-7498-8016 (Nurul) atau 0838-2272-8453 (Restu) , dengan membayar infaq sebesar  Rp 150.000,00 Sebelum acara atau bisa juga dengan bayar ditempat dengan biaya sebesar Rp. 160.000,00 , Bukti transfer dikirim ke rekening Bank Muamalat Indonesia  no Rekening  1050013694 A.n Dendy Munandar, konfirmasi via WhatsApp ke nomer narahubung (sertakan bukti transfer). WhatsApp Image 2019-11-04 at 07.45.22 Redaktur: Restu Kurniawan

Pelatihan Hafalan Al Qur’an One Day One Colour

Telah Dibuka
Pelatihan Mudah Menghafal Qur’an untuk Umum
Bersama :
Ustadz Cep Mamun , Ustadz Wawan Iwandri :
* Trainer Quran di Indonesia, Malaysia & Singapore
* Konsultan Quran Cordoba
Ustadz Sahri:
* Founder & Trainer Metode Al-Itqon dan Al-Mumtaz SDIT Pangeran Diponegoro Semarang Sebagai Sekolah percontohan penghasil Hafiz Quran.
‘One Day One Colour’
Pelatihan Hafalan Mudah Metode Al-Hufaz
• Motivasi Quran
• Strategi Menghafal
• Trik Menghafal
• Aplikasi Hafalan
Syaratnya Mudah:
1. Diluar kota Bandung syarat dan ketentuan berlaku
2. Minimal peserta 100 orang
3. Menyediakan tempat pelatihan
4. Menyediakan keperluan Pelatihan
5. Peserta Khusus Ibu-ibu dan Bapak-bapak
Info Pelatihan: 081220660000

Cordoba Goes to School ‘ONE DAY ONE COLOUR’ ,Pelatihan Hafalan Mudah Metode Al-Hufaz

WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.47 PMWhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.42 PM WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.44 PM WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.50 PMInsyaAllah lebih Istiqomah dengan “ONE DAY ONE COLOUR” Jadilah generasi muda Hafiz Quran dengan Metode Hafalan Mudah Al-Hufaz , Daftarkan sekolah Anda untuk mendapatkan pelatihan dari Kami ke 081220660000(Marcomm @qurancordoba).GRATISS !! #qurancordoba #sahabatquran #onedayonecolour #quranuntuksekolah #cordobagoestoschool

WORLD #QURANHOUR

WQH1

Ada satu waktu, dimana jutaan manusia berkumpul di sebuah tempat bernama Padang Arafah, ditanggal 9 Dzulhijjah setiap tahunnya. Mereka berkumpul untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT, dengan penuh harap dan doa. Masa yang sangat krusial bagi Jamaah Haji, karena Haji adalah Arafah, dan tidak dapat dibadalkan atau diganti, sehingga semua jamaah termsuk yang sakitpun datang walau harus ditandu dan diangkut helikopter.

Di masa itu Allah SWT membanggakan manusia yang berkumpul di Arafah di depan para Malaikat, karena mereka datang dari berbagai penjuru dunia, dengan pakaian ihram mereka berkumpul hanya karena keimanan mereka untuk mendapatkan Ridha dariNya.
Semangat itulah yang menjadi Inspirasi World #Quranhour, sebuah program yang dimulai tahun lalu tepatnya 1437H serentak diberbagai negara di dunia, sebuah semangat untuk membaca, menghayati dan mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

World #Quranhour adalah pengingat untuk kembali kepada Al Qur’an, karena keseharian kita yang sering melupakannya. Al Qur’an seringkali dibaca hanya pada saat-saat tertentu saja, acara pernikahan, syukuran, ramadhan atau bahkan hanya menjadi pajangan dirumah kita. World #Quranhour mengajak masyarakat untuk kembali kepada Al Qur’an, untk kembali dibaca dan dihayati untuk selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia acara ini diinisiasi oleh Qordoba Qur’an, sebuah perusahaan penerbit Al Qur’an terkemuka, yang merasa bertanggungjawab untuk menebarkan dakwah qur’an dikalangan masyarakat secara umum. Tahun ini tema besar dari acara World #Quranhour adalah Nation Of Compassion, berharap tema ini menjadi inspirasi besar bagi masyarakat untuk menebarkan Kasih Sayang yang bersumber dari Al Qur’an. Karena inti dari Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam, maka Nation Of Cmpassion diharapan menjadi energi kedamaian yang diwujudkan oleh pengamalan rasa Kasih Sayang sesame manusia.

Program yang digulirkan kurang dari satu bulan ini, ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Tahun lalu jumlah peserta di Masjid Trans Studio berjumlah 3500 orang lebih, dan tahun ini, panitia yang menginformasikan acara ini melalui media sosial Facebook dan Whatsapp mendapatkan tanggapan yang lebih luar biasa. Tak kurang dari 8500 sms lebih masuk ke registrasi SMS Center, dan bahkan satu sekolah di Bandung SMPN 27, 1000 civitasnya yang terdiri dari Guru dan Muridnya akan mengikuti acara yang diselenggarakan di Masjid Pusdai Jawa Barat ini.

Acara ini akan diawali oleh Parade Tausiyah dari Ulama Jawa Barat diantaranya Ust. Evie Effendi, Ustadzah Mimin Aminah, dan Ust. Abdul Azis Abdul Rouf lc. Dengan acara utama yaitu secara serentak seluruh dunia pada jam 9 pagi membaca Qur’an bersama 8000 hadirin yang hadir di Pusdai, Pembacaan Ayat dan Surat Pilihan bersama Muzamil Hasbalah, Ust. Abu Rabbani, Ust. Ambiya Abu Fatin, Kembar Hafizh Hamanis, dilanjutkan Ceramah Semangat Jawa Barat Cinta Qur’an dari Wakil Gubernur Deddy Mizwar, dan Tausiyah Qur’ani dari Ust Hilman Rosyad Shihab Lc.

Semoga dengan adanya acara World #Quranhour ini menjadi inspirasi semangat untuk kembali kepada Al Qur’an sebagai sumber kedamaian didunia, khususnya di Indonesia.

Antara Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan

Kita sudah memasuki bulan Syawal, pada bulan syawal ada ibadah sunnah yang sudah sering kita laksanakan, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan (secara penuh, pen.) kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka itu senilai dengan puasa selama setahun.” (HR. Muslim, no. 1984)

Tapi bagaimana apabila kita mempunyai hutang puasa di bulan Ramadhan sebelumnya, sementara kita ingin juga melaksanankan puasa enam hari di bulan Syawal?

Ada perbedaan pendapat mengenai hal tersebut. Namun, mayoritas ulama menyatakan, karena puasa Ramadhan wajib, dan bila punya utang puasa, maka dia harus segera menggantinya di bulan lain. Jadi, bila sudah masuk di bulan Syawal, maka sebaiknya dia segera mengganti atau membayar utang puasanya dulu, baru mengerjakan puasa Syawal. Artinya, yang wajib dulu dibayar, baru mengerjakan yang sunah.

Syekh Abdullah bin Jibrin dalam kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Li al-Mar’ati al-Muslimah, menjelaskan, sebaiknya dikerjakan yang wajib dulu, yakni membayar utang puasa Ramadhan, baru kemudian mengerjakan puasa Syawal.

Alasannya, berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim di atas, keutamaan puasa Syawal itu karena mengikuti puasa Ramadhan. Jadi, kata Syekh Abdullan bin Jibrin, puasa Ramadhan harus disempurnakan terlebih dahulu, baru mengerjakan yang sunah.

Namun demikian, ada pula ulama yang menyatakan, bahwa boleh saja mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu, mengingat waktunya sangat terbatas, yakni hanya satu bulan. Sedangkan untuk mengganti puasa Ramadhan, diperbolehkan di bulan lain.

Apalagi bagi perempuan, dalam setiap bulan, mereka mengalami masa haid. Dan waktu haid ini, berlangsung antara 4-10 hari, bahkan ada yang lebih. Secara otomatis, waktu utnuk mengerjakan puasa Syawal pun akan semakin sempit pula. Atas dasar ini, para membolehkan untuk mengerjakan puasa Syawal dulu, baru membayar utang puasa.

Berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. (QS Al-Baqarah [2]: 148).

..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku) (QS Thaha [20]: 84).

Karena itu, mana yang bisa dilaksanakan dengan cepat, hendaknya itu yang dikerjakan terlebih dahulu. Jika waktunya masih panjang, sebaiknya membayar utang puasa Ramadhan dulu baru mengerjakan puasa Syawal. Namun, jika waktunya terbatas dan singkat, tidak masalah untuk mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu.

 

Sumber : Republika

 

 

Qadha Puasa Ramadhan Tahun Lalu

Sekarang kita sudah memasuki hari ke-4 di bulan Sya’ban itu tandanya bulan depan kita sudah memasuki Ramadhan yang hanya tinggal mengitung hari. Bagi umat muslim wajib hukumnya untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang2 yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang2 sebelum kamu. Mudah2an kamu bertakwa” (Al -Baqarah:183)

Dari ayat di atas jelas bahwa puasa itu adalah wajib. Artinya jika dikerjakan berpahala, dan jika tidak dikerjakan kita berdosa.

Tetapi Allah membolehkan, bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa, baik karena sakit yang ada harapan sembuh atau safar atau sebab lainnya, untuk tidak berpuasa, dan diganti dengan qadha di luar ramadhan. Allah berfirman,

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.(QS. Al-Baqarah: 184)

Sebelum menginjak kepada bulan Ramadhan tahun ini, mari kita renungkan dan mengingat kembali sudahkah kita mengganti puasa yang kita tinggalkan di tahun kemarin? bagi sahabat-sahabat yang sudah menggati puasa yang ditinggalkan tahun kemarin Alhamdulillah itu lebih baik, tetapi bagi  yang belum, masih ada kesempatan untuk menggantinya di bulan Sya’ban sebelum Ramadhan tiba.

Para ulama mewajibkan, bagi orang yang memiliki hutang puasa ramadhan, sementara dia masih mampu melaksanakan puasa, agar melunasinya sebelum datang ramadhan berikutnya. Berdasarkan keterangan A’isyah radhiyallahu ‘anha,

Dari Abu Salamah, beliau mengatakan bahwa beliau mendengar A’isyah radhiyallahu ‘anha mengatakan

كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ

“Aku masih memiliki utang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu mengqodho’nya kecuali di bulan Sya’ban.”. (HR. Bukhari 1950 & Muslim 1146)

Dalam riwayat muslim terdapat tambahan,

الشُّغْلُ بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

‘Karena beliau sibuk melayani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

A’isyah, istri tercinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu siap sedia untuk melayani suaminya, kapanpun suami datang. Sehingga A’isyah tidak ingin hajat suaminya tertunda gara-gara beliau sedang qadha puasa ramadhan. Hingga beliau akhirkan qadhanya, sampai bulan sya’ban, dan itu kesempatan terakhir untuk qadha.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

وَيؤْخَذ مِنْ حِرْصهَا عَلَى ذلك في شَعْبَان: أَنَّهُ لا يجُوز تَأْخِير الْقَضَاء حَتَّى يدْخُلَ رَمَضَان آخر

Disimpulkan dari semangatnya A’isyah untuk mengqadha puasa di bulan sya’ban, menunjukkan bahwa tidak boleh mengakhirkan qadha puasa ramadhan, hingga masuk ramadhan berikutnya. (Fathul Bari, 4/191)

 

 

Wallahu a’lam bishawab

Menghilangkan Putus asa

Dalam sebuah kehidupan pastilah ada yang namanya masalah dan ujian, di sekolah sebelum ada kelulusan kita terlebih dahulu menghadapi yang namaya ujian. Di tempat kerja pun kita pasti menemukan ujian, dalam kehidupan bermasyarakat dan lainnya pun kita juga akan menemukan ujian atau masalah yang harus kita hadapi. Ujian dapat menjadikan kita lebih kuat dan bertawakal pada allah SWT, tetapi adapula yang dalam menjalaninya memilih untuk menyerah, menjadi rapuh bahkan merasa putus asa.

Seperti firman Allah SWT :

وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الإنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَى بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

“Dan apabila Kami beri kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan mejauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa”. (QS. Al-Isra’ : 83)

Putus asa adalah suatu sikap atau perilaku seseorang yang menganggap drinya telah gagal dalam menghasilkan sesuatu harapan cita-cita. Salah satu ciri dari sikap putus asa adalah apabila diberi beban atau sesuatu yang harus siselesaikan dan perlu segera dilaksanakan, ia meninggalkannya secara perlahan-lahan, bahkan terkadang tidak mengerjakan sama sekali. Ia merasa keberatan atau menganggap bahwa apa yang dititipkan kepadanya terlampau berat sehingga ia enggan dan berputus asa untuk meneruskannya.

Selain itu orang berputus asa akan cenderung berburuk sangka kepada Allah, menolak kebenaran, malas beribadah dan berdoa, menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuannya, malas berbuat baik.

Putus asa merupakan hal yang sangat dilarang, seperti di jelaskan dalam Al-Qur’an :

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

“Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf: 87).

 

“قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat”. (QS Al-Hijr : 56)

 

Rasulullah SAW bersabda bahwa :

“Dosa yang paling besar adalah menyekutukan Allah, merasa aman dari makar Allah, putus asa terhadap rahmat Allah”. (hadis hasan sahih, diriwayatkan ole Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir; lihat Majma’ Az-Zawaid, juz 1, hlm. 104)

 

Bersumber dari penjelasan ayat-ayat al-Qur’an dan hadis di atas sudah jelas bahwa putus asa merupakan hal yang sangat dilarang oleh Islam bahkan termasuk salah satu dosa besar. Putus asa dapat mengantarkan kepada kekafiran karena pada dasarnya putus adalah suatu sifat yang timbul akibat tidak adanya keyakinan terhadap exsistensi Sang maha pengatur kehidupan. Dengan begitu ia cenderung tidak memiliki harapan. Sebab ia tak yakin bahwa ada sumber kekuatan yang dapat membantunya dalam memecahkan masalahnya.

Putus asa juga menimbulkan penyakit mental atau psikis. Penyakit rohani ini dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah stres, ini disebabkan karena tidak adanya sandaran yang kokoh untuk ia bersandar dan mencari solusi dari setiap kesulitan yang dihadapinya. Orang menjadi mudah atau rentan untuk terkena penyakit pisik seperti ini, karena orang putus asa cenderung cepat menyerah, tidak memiliki keyakinan yang tinggi terhadap sesuatu yang ingin dicapai. Oleh sebab itulah stress menjadi jawaban atas apa yang didapatkan dari sikapnya tersebut. Pada akhirnya sikap dan perilaku orang tersebut menjadi tak tentu arah. Kematian juga bisa menjadi akibat dari stres itu sendiri yang bermula dari keputus asaan. Banyaknya peristiwa orang menjadi gila, kemudian jumlah orang yang bunuh diri semakin bertambah adalah dampak social dan psikis yang disebabkan oleh sikap hilang harapan ini.

Oleh sebab itulah Islam sangat melarang sekali adanya putus asa dalam diri setiap individu, sebisa mungkin kita harus menghilangkan putus asa, adapun upaya yang dapat kita lakukan agar terhindar dari rasa putus asa :

  1. Bersyukur

Syukuri apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Apapun yang Allah tetapkan untuk kita pasti itu yang terbaik, seperti yang telah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 216 :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”

 

  1. Perbanyak mengingat Allah

Mungkin banyak hal yang membuat kita takut, khawatir, atau sakit. Sebutlah nama Allah, maka hatimu akan tenang sebab kita tahu bahwa Allah Maha Besar yang bisa menghilangkan semua derita dan ketakutan. Kita juga yakin Allah Maha Tahu yang mengathui apa yang terbaik bagi kita. ”Ingatlah, dengan berdzikir kepada Allah hati akan tenang” (QS. 13:28). Ketenangan hati akan menjadikan diri ini tetap optimis.

 

  1. Berkumpul dengan orang shaleh

Salah satu cara agar kita terhindar dari putus asa adalah dengan berkumpul bersama orang-orang shaleh yang selalu akan mengingatkan kita kepada kebaikan dan saling menasihati untuk kesabaran, seperti yang tercantum dalam QS. Al-‘Ashr 1-3: “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal shaleh serta saing menasihati untuk kebenaran dan menasihati untuk kesabaran”. (QS. Al-‘Asr:1-3)

 

  1. Bekali diri dengan ilmu agama

Menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban terlebih lagi ilmu agama, dengan ilmu kita menjadi tahu kemana kita harus melangkah dalam menjalani kehidupan ini. Orang yang berilmu akan selalu berhati-hati dalam melangkah, berbeda dengan orang yang tidak mau membekali dirinya dengan ilmu akan hilang arah.

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az Zumar : 9)

 

  1. Tanamkan optimisme dalam diri

Allah tidak akan membebankan ujian pada kita diluar batas kemampuan kita, jadi tetaplah optimis semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS Al Baqarah:286)

 

  1. Selalu berdoa dan berusaha

Jika beban terasa begitu berat, bukan bebannya yang terlalu berat, tetapi kelemahan ada pada diri kita yang tidak mengoptimalkan potensi yang kita miliki. Kita punya potensi akal, hati, dan jasad yang memiliki kekuatan luar biasa. Hanya saja, jika tidak kita optimalkan sepenuhnya, kekuatan itu akan tersembunyi. Bahkan, saat kesulitan tetap ada dihadapan kita, seolah kita tidak mampu untuk menghadapinya, Allah selalu siap menyambut dan mengabulkan do’a kita. Berdo’alah kamu kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS Al Mu’minuun:60)

 

Semoga kita semua selalu dijauhkan dari berbagai bentuk sikap putus asa. Aamiin..

 

Wallahu a’lam

TABLIGH AKBAR MENYAMBUT HARI IBU

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASI – Quran Cordoba

Hari ini Tanggal 17 Desember 2014 Quran Cordoba bersama PKPU BANDUNG Pengurus Pusat Gerakan Muslimat Indonesia , Bank BJB Syariah , Majalah Ummi , Bank Syariah Mandiri , Ina Cookies , dan KHARISMA KERONCONG 90.9LITA FM .

Telah Menyelenggarakan acara

TABLIGH AKBAR MENYAMBUT HARI IBU

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASI

Dengan mengahdirkan Ustadz Aam Amiruddin ,
K.H. Prof. Dr. Miftah Farid, . R. Giselawati Wiranegara (istri Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar ) dan kang harry bpm

Acara yang diselenggarakan di PUSDAI Bandung – Jawa Barat ini , Sesuai judulnya, dengan di selenggarakanya acara ini kami berharap akan semakin banyak ibu ibu indonesia yang bisa menjadi inspirasi bagi seluruh warga indonesia. aamiin

TABLIGH AKBAR MENYAMBUT HARI IBU

[accordion]
[pane title=”Ibu Ina sedang membagikan Doorprize” start=open]
Ibu ina sedang membagikan doorprize
[/pane]
[pane title=”Doorprize dari Quran Cordoba”]
Doorprize dari Quran Cordoba
[/pane]
[pane title=”Stand Bazar”]
Stand Bazar
[/pane]

[pane title=”Stand Bazar”]

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASI|Penerbit Al-Qur'an Indonesia

[/pane]

[pane title=”Stand Bazar”]

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASi

[/pane]
[/accordion]