Tips Jitu Menghilangkan Kantuk dan

Tips Jitu Menghilangkan Kantuk dan Khusyu Saat Jumatan

Hari Jumat adalah hari yang teramat baik bagi umat muslim. Selain karena keutamaan-keutamaannya, hari Jumat memiliki rangkain ibadah shalat Jumat yang dimulai dengan khutbah jumat. Dalam khutbah Jumat khatib senantiasa untuk menyerukan kalimat taqwa kepada jamaah shalat Jumat. Di dalam khutbah Jumat terdapat banyak nasihat dan ajakan untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT.

Namun, saat khutbah Jumat banyak sekali jamaah yang terlihat tidur dan tidak mendengarkan khutbah Jumat. Tidur saat khutbah jumat adalah kesalahan besar yang dianggap lumrah oleh kaum muslimin saat mengikuti rangkaian ibadah shalat Jumat. Berikut dalil tentang mendengarkan khutbah :

Allah SWT berfirman :

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Apabila dibacakan Al Quran, dengarkanlah dan diamlah, agar kalian mendapatkan rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204) .

Jelas dalam ayat Al A’raf di atas, mendengar secara seksama dan khusyu sangat dianjurkan agar Allah SWT melimpahkan rahmat kepada jamaah shalat Jumat.

Maka,dapat disimpulkan bahwa tidur saat khutbah Jumat adalah kesalah, maka dari itu Quran Cordoba telah merangkum tips jitu menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan dalam poin-poin sebagai berikut :

1. Niat untuk mendengarkan khutbah dengan khusyu

Niat yang kuat adalah pondasi terciptanya suatu tujuan. Tanpa niat untuk mendengarkan khutbah dengan khusyu maka mustahil untuk tetap terjaga dari kantuk. Oleh karena itu, dengan berniat untuk tidak tidur dan mendengarkan dengan khusyu insyaallah amalan ini sudah tercatat dan jamaah akan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT.

2. Mandi sebelum melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat

Mandi membuat badan terasa segar dan siap untuk memulai aktifitas. Usahakan untuk mandi sebelum shalat Jumat karena akan membuat badan kembali terasa segar dan siap untuk menerima informasi dari khutbah Jumat. Apabila jamaah tidak bisa mandi sebelum shalat Jumat maka mandi pagi dengan niat untuk shalat Jumat insyaallah dapat menghindarkan dari rasi kantuk.

3. Sarapan secukupnya

Terlalu banyak makan akan menyebabkan rasa kantuk. Oleh karena itu, sarapanlah secukupnya dan jangan terlalu kenyang agar tetap fokus saat mendengarkan khutbah Jumat.

4. Tidur sejenak sebelum melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat

Tidur sejenak walaupun hanya 30 menit sangat ampuh untuk menghilangkan kantuk. Tidur sejenak dengan kualitas yang baik cukup untuk membuat tubuh segar dan fokus mendengarkan khutbah Jumat.

5. Menempati posisi yang pas untuk mendengarkan khutbah

Datang lebih awal dan carilah posisi yang pas dengan khatib agar saat menyimak khutbah lebih fokus dan khusyu. Jangan duduk di belakang tiang atau bersandar pada dinding yang menyebabkan duduk sangat nyaman. Duduk yang terlalu nyaman akan mendatangkan rasa kantuk dan tidak fokus.

6. Tidak duduk dengan posisi memeluk lutut

Hadis dari Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu,

أَن النَبيَ صَلى اللهُ عَليه وَسَلمَ نَهَى عَنْ الْحَبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang duduk memeluk lutut pada hari ketika imam sedang berkhutbah. (HR. Abu Daud, Turmudzi dan dihasankan al-Albani). Hal ini dapat mengakibatkan rasa kantuk sehingga batal wudhu dan terhalang dari mendengarkan khutbah Jumat.

7. Jika masih terasa ngantuk, pindah dan cari posisi lain untuk mendengarkan khutbah

Pindah posisi ke tempat lain membuat pandangan terhadap khatib yang sedang berkhutbah menjadi berbeda dan hal ini dapat menyegarkan pikiran. Pikiran yang segar akan lebih mudah untuk fokus dan terbebas dari kantuk.

Demikian tips jitu menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan, semoga amalan ibadah shalat jumat yang kita laksanakan menjadi amalan yang diterima oleh Allah SWT.

 

Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat

Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat

Alhamdulilllah Wa Syukurillah,

segala puji bagi Allah Rab semesta alam.

Yang telah menyampaikan kita semua dari satu Jumat ke Jumat yang berikutnya sehingga berguguranlah dosa-dosa kita diantar dua Jumat tersebut sesuai Sabda Rasulullah (ﷺ) :

“Tidaklah seseorang mandi pada hari jum’at dan bersuci semampunya, berminyak dengan minyak, atau mengoleskan minyak wangi dari rumahnya, kemudian keluar (menuju masjid), dan dia tidak memisahkan dua orang (yang sedang duduk berdampingan), kemudian dia mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunannya, lalu diam mendengarkan (dengan seksama) ketika imam berkhutbah melainkan akan diampuni (dosa-dosanya yang terjadi) antara jum’at tersebut dan jum’at berikutnya.”

(HR. Bukhari)

Hari Jumat adalah hari yang teramat baik bagi umat muslim. Banyak hadits yang telah menyebutkan keutamaan hari Jumat. Hadits-hadits tentang hari Jumat ini dapat dibaca pada artikel berikut : Keutamaan Hari Jumat.

Setelah kita mengetahui keutamaan hari Jumat, alangkah baiknya kita dapat mengoptimalkan pahala dengan mengikuti sunah-sunah yang diajarkan oleh Rasulullah (ﷺ) dengan mengikuti Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat berikut ini :

1. Memulai pagi dengan shalat subuh berjamaah di Masjid

Shalat subuh berjamaah disertai dengan sholat sunnah Qobliyah subuh merupakan sholat dengan pahala yang besar dan diutamakan pada hari jumat. Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah Shubuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).

Jelas disebutkan pada hadits dari ‘Aisyah diatas begitu besarnya cinta Rasulullah kepada shalat sunnah Qobliyah Subuh sehingga tidak pernah meninggalkannya. Begitu besar pahala yang di dapat shalat Qobliyah subuh, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat subuh itu sendiri? Perlu diketahui bahwa shalat wajib pahalanya lebih besar dari pada sholat sunnah.

 

2. Mandi dengan berniat untuk sholat Jumat

Mandi pada hari jumat atau sering disebut dengan mandi jumat memiliki keutamaan yang besar. Para ulama mayoritas sepakat untuk meyunahkannya , dan sebagiannya lagi mewajibkan mandi jumat . Karena itu, sudah sepantasnya mandi jumat tidak ditinggalkan. Mandi jumat hanya disunnahkan dan disyariatkan bagi orang yang menghadiri shalat Jumat saja. Sedangkan wanita atau anak-anak yang tidak punya kewajiban untuk shalat Jumat, tidak terkena perintah ini.

Dalam hadits Ibnu ‘Umar disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من أتى الجمعة من الرجال والنساء فليغتسل ومن لم يأتها فليس عليه غسل من الرجال والنساء

Barangsiapa menghadiri shala Jum’at baik laki-laki maupun perempuan, maka hendaklah ia mandi. Sedangkan yang tidak menghadirinya –baik laki-laki maupun perempuan-, maka ia tidak punya keharusan untuk mandi”. (HR. Al Baihaqi, An Nawawi mengatakan bahwa hadits ini shahih).”

Mandi jumat memang agak berat bagi para pekerja yang harus pergi ke kantor sejak pagi hari. Namun, hal ini tidak jadi masalah karena mandi jumat dapat diniatkan sejak pagi hari. Adapun waktu untuk mandi Jumat ini adalah setelah terbit fajar. Sedangkan mandi yang dilakukan sebelum terbit fajar maka mandi Jumatnya tidak sah sesuai dengan pendapat mayoritas ulama.

 

3. Memakai wewangian dan pakaian terbaik

Rasulullah (ﷺ) memaknai hari jumat sebagai hari raya umat muslim. Karena itu beliau selalu memakai pakaian terbaik dan khusus digunakan pada hari jumat. Beliau juga memerintahkan kepada para sahabatnya untuk melakukannya juga. Sesuai dengan potongan hadits yang telah disampaikan oleh Bukhari bahwa memakai wewangian dan pakaian yang baik adalah sebagian sunnah agar dapat diampuni dosa-dosanya antara jumat tersebut dan jumat berikutnya.

 

4. Memperbanyak bersholawat

Bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah (ﷺ) salah satunya adalah dengan mengingat dan berdoa kepada Rasulullah (ﷺ)  yang dilantukan dengan membaca sholawat baik lisan ataupun dalam hati. Sesuai dengan sabda beliau :

Dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

Perbanyaklah shalawat kepadaku  pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro.

5. Membaca surah Al Kahfi

Membaca Surah Al kahfi menjadi langkah selanjutnya yang dapat dilakukan guna memaksimalkan pahala di hari Jumat. Sabda Rasulullah (ﷺ) :

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya di antara dua jum’at” HR. Hakim.

Dalam lafazh lainnya dikatakan,

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ.

Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka ia akan mendapat cahaya antara dirinya dan rumah yang mulia (Mekkah).” HR. Ad Darimi no. 3407.

Waktu yang tepat untuk membaca Surah Al Kahfi adalah pada malam jumat atau hari jumatnya. Adapun batas untuk membacanya yaitu setelah terbenamnya matahari pada hari kamis hingga sebelum terbenamnya matahari pada hari jumat. Selain itu, manfaat dari membaca Surah Al Kahfi adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surah Al Kahfi.

6. Memperbanyak berdoa di hari jumat

Hari jumat merupakan hari yang mustajab untuk berdoa. Menurut para ulama, ada beberapa waktu yang paling mustajab untuk berdoa pada hari jumat. Namun secara umum terdapat empat pendapat yang kuat yaitu :

Pendapat pertama berdasarkan hadits:

هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة

Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” HR. Muslim, 853 .

Menurut hadits diatas, waktu mustajab untuk berdoa adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jumat selesai. Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi. Maka disetiap shalat jumat pada khutbah yang kedua khatib selalu menutup khutbah dengan berdoa diwaktu yang mustajab.

Pendapat kedua berdasarkan hadits:

يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر

Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” HR. Abu Daud, no.1048. Menurut hadits diatas waktu yang tepat untuk berdoa adalah setelah shalat ashar pada hari Jumat. Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.

Pendapat ketiga yaitu setelah ashar namun diakhir hari jumat saat matahari akan terbenam dan akan masuk waktu maghrib . Pendapat keempat yaitu menggabungkan tiga pendapat diatas yaitu pada saat khatib naik mimbar hingga selesai, waktu ashar, hingga menjelang waktu maghrib.

7. Datang ke masjid lebih awal untuk mendapatkan saf pertama

Rasulullah (ﷺ) bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الجُمُعَةِ غُسْلَ الجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الخَامِسَةِ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ المَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ»

Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mandi pada hari Jumat seperti ia mandi junub, kemudian berangkat ke masjid di awal waktu maka ia seperti orang yang berkurban seekor unta. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu kedua, maka ia seperti orang yang berkurban seekor sapi. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu ketiga, maka ia seperti orang yang berkurban seekor kambing yang memiliki tanduk. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu keempat, maka ia seperti orang yang berkurban seekor ayam. Barangsiapa berangkat ke masjid di waktu kelima, maka ia seperti orang yang berkurban sebutir telur. Jika imam (khatib) telah keluar (naik ke mimbar), maka para malaikat hadir untuk mendengarkan dzikir (khutbah Jum’at).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

Dari hadits diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa keutamaan datang kemasjid untuk menunaikan shalat jumat dan mendapatkan saf pertama bagaikan berkurban seekor unta. Selain itu dengan datang kemasjid lebih awal kita dapat melaksanakan sunnah-sunnah yang lain seperti sholat sunnah, berdzikir, bersholawat, dan bertilawah. Badan dan jiwa akan lebih siap untuk mendengarkan khatib saat berkhtubah.

 

8. Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib

Saat kita tiba di masjid lebih awal, tentu ada waktu yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan amalan-amalan kebaikan pada hari Jumat salah satunya sholat sunnah. Sholat sunnah yang dimaksud dapat berupa shalat sunnah Tahyatul Masjid, sholat sunnah mutlak, atau sholat sunnah Qobliyah Jumat. Adapun sholat sunnah qobliyah jumat memiliki perbedaan pendapat dikalangan ulama ada yang berpendapat boleh dan tidak sesuai dengan hadits

« بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ – ثَلاَثًا – لِمَنْ شَاءَ »

 “Antara adzan dan iqamat itu terdapat shalat –Rasul mengulanginya tiga kali- bagi siapa yang berkehendak.” (HR Bukhari dan Muslim). Namun sering kali khatib langsung berkhutbah seusai adzan, maka sholat qobliyah jumat tidak perlu dilaksanakan dan mendengarkan khutbah adalah kewajiban dalam sholat jumat.

9. Mendengarkan khutbah dengan khusyu’ dan tidak tidur

Tidur saat khutbah jumat berkumandang bukan hal aneh pada saat ini. Tidur pada saat khutbah jumat berkumandang adalah salah satu kesalahan besar. Padahal dalam khutbah terdapat pesan-pesan ketakwaan dan pengingat akan kebenaran serta syariat Islam. Bisa jadi, ini adalah salah satu sebab umat muslim sulit untuk menjadi umat yang terdidik.

Allah berfirman,

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Apabila dibacakan Al Quran, dengarkanlah dan diamlah, agar kalian mendapatkan rahmat.” (QS. Al-A’raf: 204) .

Pada ayat diatas jelas disebutkan bahwa dengar dan diamlah saat dibacakan ayat Al Quran diluar khutbah jumat terlebih dalam khutbah jumat. Diriwayatkan dari Aisyah, Said bin Jubair, Atha, Mujahid, Amr bin Dinar dan beberapa ulama lainnya, bahwa ayat ini turun dalam rangka mendengarkan khutbah jumat.

Adapun tips untuk menghilangkan kantuk dan berkonsentrasi mendengarkan khutbah dapat dilihat pada artikel berikut : tips menghilangkan kantuk dan khusyu saat jumatan

10. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat

Rasulullah (ﷺ) bersabda :

“Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata,“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Setelah sholat jumat alangkah baiknya ditutup dengan sholat ba’diyah jumat yang dapat dilakukan dua rakaat atau empat rakaat. Dari hadits di atas maka shalat ba’diyah jumat dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :

– Empat raka’at di mesjid (baik dengan sekali salam, maupun dua salam)
– Dua raka’at di mesjid + dua raka’at di rumah
– Dua raka’at di mesjid atau dirumah (dan dirumah lebih utama)

Mudah-mudahan 10 Langkah-langkah mengoptimalkan pahala di hari jumat dapat kita lakukan dengan baik dan insyaallah dengan ikhlas sehingga Allah dapat membalas amal-amal kita dengan ampunan dan pahala yang banyak. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber tulisan Arrahmah.com, rumaysho.com, konsultasisyariah.com

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

 

Cara Cepat yang Terbukti Efektif Belajar Membaca Al Quran

Cara Cepat yang Terbukti Efektif Belajar Membaca Al Quran

Masih ingat tentang jaminan Allah akan kemudahan balajar membaca Al Quran? Dalam surah Taha ayat 2, Allah SWT berfirman “Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah.” . Ayat tersebut menjelaskan jaminan Allah bahwa Al Quran dapat dipelajari dengan mudah. Bermodal firman Allah SWT dalam surah Taha tersebut kini hadir cara cepat yang terbukti efektif belajar membaca Al Quran dalam poin-poin berikut.

Kita tidak perlu terburu-buru untuk bisa membaca Al Quran, tetapi jika bisa dilakukan lebih cepat tentu jauh lebih baik. Lakukanlah beberapa langkah berikut ini secara teratur dan terus menerus untuk mempercepat kemampuan Kita dalam membaca Al Quran.

1. Banyak Mendengar

Perbanyaklah mendengarkan bacaan Al Quran baik melalui kaset mp3, yuoutube, radio, e-pen, dan media-media lainnya. Hal ini dimaksudkan agar telinga dan pikiran kita senantiasa terkondisi oleh bacaan Al Quran. Lakukanlah langkah ini sesibuk apa pun kita dengan berbagai aktivitas walaupun saat akan istirahat atau tidur. Lakukan saja! Sekalipun kita tidak benar-benar menyimak dengan baik ayat-ayat Al Quran yang dilantunkan.

Bukankah hanya dengan mendengarkan lagu atau nyanyian kita dapat menghafalkannya walaupun tidak serius? Begitu pula dengan Al Quran, ayat-ayat Al Quran yang didengarkan secara terus menerus akan mendorong kita untuk cepat hafal dan dapat menirukan bacaan yang dilantunkan oleh Qori tersebut.

Untuk mendengarkan mp3 beberapa ayat dengan lantunan suara yang merdu silahkan kunjungi link berikut : Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi.

Khusus untuk muslimah dengarkan lantunan ayat-ayat Al Quran oleh Qori wanita pada artikel ini : Murotal Quran Muslimah Juz 30.

2. Banyak Menyimak

Sering-seringlah menyimak bacaan Al Quran dengan cara mendengarkannya sambil ikut membaca melalui mushaf Al Quran yang dimiliki. Pastikan kita turut bersuara melantunkan ayat-ayat Al Quran tersebut. Jika dilakukan setiap hari, insya’allah dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bisa membaca Al Quran seperti suara Qori ( pembaca Al Quran) yang didengarkan. Buktikan saja!

3. Banyak Membaca

Rajinlah membaca Al Quran setiap hari, baik pada waktu-waktu yang telah disiapkan atau pada waktu luang yang kita miliki. Mulailah dengan formula 175 , yaitu 1 minggu 7 hari 5 halaman per hari. Artinya, berlatihlah setiap hari dan pastikan tiada hari tanpa membaca Al Quran dengan target minimal 5 halaman per hari ( lebih banyak lebih baik) . Insya’allah dalam waktu 4 bulan, bukan saja lancar membaca Al Quran, tapi kita juga sudah bisa khatam Al Quran.

 

4. Banyak Bergaul

Bergaul dengan orang yang salah, boleh jadi akan mengurangi atau bahkan menghilangkan semangat belajar kita. Karena itu, bergaul dengan orang-orang saleh di tempat-tempat pengajian menjadi langkah yang tepat untuk mempercepat kemampuan kita dalam membaca Al Quran.

Ikutilah secara rutin pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh masjid atau lembaga-lembaga Al Quran yang ada di sekitar kita. Asah terus kemampuan kita dalam membaca Al Quran dan kobarkan semangat membaca Al Quran bersama teman-teman, saudara, dan keluarga.

 

5. Banyak Berdoa

Yakinlah bahwa hakikatnya yang mengajarkan Al Quran adalah Allah semata, sebagaimana dalam Al Quran Surah Ar Rahman ayat 1-2 :

الرَّحْمَنُ (١)  عَلَّمَ الْقُرْآنَ (٢

“(Allah) yang Maha Pengasih,Yang telah mengajarkan Al Qur’an.”

Karena itu, bersungguh-sungguhlah dalam meminta kepada Allah agar Dia berkenan mengajari kita Al Quran, memberi rezeki berupa kemampuan membaca Al Quran, menurunkan rahmat dengan Al Quran, dan tentunya berdoa agar kita mendapatkan syafaat Al Quran. Amin.

Untuk memudahkan kita membaca Al Quran dimanapun dan kapankun, kini tersedia aplikasi Android Al Quran Tajwid Indonesia yang dapat di download pada link berikut : google play store .

Kunjungi Atau pesan Online Al Quran di katalog Quran Cordoba

 

 

Tips Praktis Mudah dan Nikmat Belajar Membaca Al Quran

Tips Praktis Mudah dan Nikmat Belajar Membaca Al Quran

Allah SWT tellah menjamin kemudahan untuk mempelajari Al Quran. Kemudahan-kemudahan mempelajari Al Quran dapat dirangkum dalam beberapa tips praktis mudah dan nikmat belajar membaca Al Quran pada penjelasan dalam poin-poin berikut.

1. Berniat dengan ikhlas

Allah SWT berfirman dalam surah Al Bayyinah ayat 5 yang berbunyi :
وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ  (٥

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan juga agar mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

Pada ayat di atas jelas disebutkan bahwa manusia diperintahkan Allah untuk menyembah dan menaati Allah dengan ikhlas. Dalam tafsirnya, ikhlas berarti meniatkan semua ibadah yang tampak maupun tesembunyi karena mengharap ridha Allah dan agar dapat dekat di sisi-Nya. Ketika Allah telah ridho sudah pasti semua rencana dan harapan yang diinginkan akan tercapai.

Selain firman Allah SWT, Rasulullah SAW juga bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan.(HR Bukhari-Muslim)

Dalam hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa jika kita ingin bisa membaca Al Quran dengan baik maka berniatlah untuk dapat membaca Al Quran dan ikhlas semata-mata hanya mengharap ridha Allah SWT.

2. Mulailah dengan berdoa dan bertawakal

Allah berfirman dalam Surah Taha ayat 114 :
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (١١٤
Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Dari Firman Allah dalam surat Taha di atas dijelaskan bahwa dalam memulai sesuatu janganlah tergesa-gesa. Pada akhir ayat 114, Allah SWT mengajarkan kepada Rasulullah SAW agar membaca doa yang berbunyi “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” . Dengan doa ini Allah akan memberikan kemudahan dalam mempelajari ilmu yang akan dipelajari.

3. Kerja keras dan belajar cerdas

Allah berfirman dalam Surah Al Ankabut ayat 69 yang berbunyi :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ        (٦٩
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.

Penjelasan dalam ayat diatas yaitu bahwa orang yang layak mendapatkan kebenaran adalah orang yang sungguh-sungguh, dan bahwa orang yang berbuat ihsan dalam melaksanakan perintah Allah, maka Dia akan membantunya serta memudahkan sebab-sebab hidayah. Ayat ini juga menunjukkan, bahwa orang yang bersungguh-sungguh mencari ilmu syar’i, maka dia akan mendapatkan hidayah dan pertolongan dari Allah. Di samping itu, mencari ilmu merupakan salah satu di antara dua jihad, di mana tidak ada yang melakukannya kecuali manusia-manusia pilihan.

4. Belajarlah dengan hati dan pergunakan seluruh potensi

Allah berfirman dalam Surah Al Ankabut ayat 49 yang berbunyi :
لْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا الظَّالِمُونَ (٤٩
Sebenarnya, (Al Quran) itu adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Hanya orang-orang yang zalim yang mengingkari ayat-ayat Kami.

Dalam ayat di atas Allah SWT menyebutkan bahwa ayat-ayat Al Quran ada di dalam dada orang-orang yang berilmu yang menggunakan hati dan seluruh potensi yang dimiliki untuk memahami ayat-ayat Allah. Dengan menggunakan hati dan seluruh potensi maka Al Quran dapat dilihat dengan jelas kebenarannya.

5. Bersabarlah dan jangan tergesa-gesa

Allah berfirman dalam Surah Al Qiyamah ayat 16-17 yang berbunyi :
لا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ (١٦) إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧)فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨

Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al Quran) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.

Dalam ayat di atas jelas disebutkan bahwa janganlah membaca dan mempelajari Al Quran dengan tergesa-gesa karena ingin cepat menguasai. Sesungguhnya Allah SWT lah yang menjamin dapat menghapal dan membacanya. Selain itu Allah berfirman dalam Surah Taha ayat 114 untuk mempertegas larangan tergesa-gesa yang berbunyi :
وَلا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ
Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu.

6. Istiqamahkanlah

Allah berfirman dalam Surah Fussilat ayat 30 yang berbunyi :
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (٣٠
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Dari ayat diatas dapat dijelaskan bahwa meneguhkan pendirian berarti istiqamah di atas tauhid dan kewajiban lainnya.  Menguhkan pendirian dapat pula diartikan mengakui dan mengatakan dengan ridha bahwa Tuhannya adalah Allah, berserah diri kepada perintah-Nya dan istiqamah di atas jalan yang lurus baik yang berupa ilmu maupun amal, orang-orang yang beristiqamah akan mendapat kabar gembira dalam kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.

InsyaAllah dengan menerapkan tips praktis mudah dan nikmat belajar membaca Al Quran di atas, semakin mendekatkan kita pada Allah SWT dan memperoleh keridhaan-Nya sehingga ilmu yang telah kita dapatkan dapat membawa kita kedalam keberuntungan di Dunia maupun di Akhirat.

Ayat dan penjelasan-penjelasan Al Quran pada tips praktis mudah dan nikmat belajar membaca Al Quran di atas diperoleh dari Tafsir.web.id. Silahkan mengunjungi link tersebut untuk memahami tafsir lengkap Al Quran dari beberapa kitab-kitab tafsir terkenal.

Silahkan membuka link youtube berikut untuk mempelajari membaca Al Quran dengan mudah,nikmat,dan cepat.

 

Belajar Membaca Al Quran

Allah Menjamin Kemudahan Belajar Membaca Al Quran

Membaca Al Quran adalah kewajiban yang pertama bagi seorang muslim setelah mereka mengimaninya. Sayangnya, masih banyak umat Islam hingga saat ini belum bisa membaca Al Quran dengan baik dan benar padahal Allah Menjamin Kemudahan Belajar Membaca Al Quran yang terdapat pada ayat berikut :

 

مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢

 

Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah “(QS. Taha : 2)

 

Dengan demikian, tidak benar jika manusia mengira bahwa belajar Al Quran itu sulit, padahal Allah telah menerangkan melalui surat Taha ayat 2 bahwa Al Quran tidak diturunkan untuk membuat kesusahan. Dalam surat Al Qamar ayat 17 Allah juga telah menjamin akan kemudahan belajar Al Quran.

 

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (١٧

 

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran[30], maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? ” (QS. Al Qamar: 17)

 

Quran Cordoba sebagai penerbit Al Quran Indonesia sangat ingin berkontribusi untuk memberantas buta huruf Al Quran. Oleh karena itu, Quran Cordoba membuat sebuah Akademi belajar Al Quran yang dinamakan Akademi Cordoba Indonesia dengan metodi tiga hari bisa baca Al Quran yang dapat diikuti pada link berikut : Training Cordobana.

Meskipun Allah telah menjamin kemudahan membaca Al Quran, kenyataannya masih banyak orang yang belum bisa membaca Al Quran dengan baik dan lancar. Apa yang salah? Dimanakah letak kesalahannya? Al Qurannya ataukah manusianya? Sudah tentu Al Quran tidak mungkin salah.

Ternyata terdapat beberapa rahasia sukses agar menjadi mudah dan nikmat yang dapat dibaca pada link berikut : Tips Praktis Mudah dan Nikmat Belajar Membaca Al Quran.

Setelah belajar membaca Al Quran menjadi mudah dan nikmat tentunya kita ingin cepat bisa dan segera ingin memulai mempraktekkan bacaan Al Quran yang baik dan benar dengan membaca pada link berikut : Cara Cepat yang Terbukti Efektif Belajar Membaca Al Quran.

InsyaAllah dengan tekat yang kuat disertai dengan niat yang ikhlas karena Allah belajar membaca Al Quran dapat diselesaikan dengan waktu yang cepat sesuai dengan sabda Rasulullah :

إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى
مَا هَاجَرَ إلَيْهِ

 

“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)

Silahkan membuka link youtube berikut untuk mempelajari membaca Al Quran dengan mudah,nikmat,dan cepat.

 

Waspada Produk Olahan Babi Ada Disekitar Kita

Waspada Produk Olahan Babi Ada Disekitar Kita

Waspada Produk Olahan Babi Ada Disekitar Kita

Di dalam Islam terdapat beberapa daging hewan yang diharamkan salah satunya adalah daging babi. Babi merupakan hewan omnivora yang berarti pemakan segala baik tumbuhan ataupun daging. Babi adalah binatang yang jorok dan kotor dan suka memakan bangkai serta kotoran. Di dalam tubuh babi tumbuh cacing Trichina yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah balik, meningitis dan infeksi otak. Di dalam surat Al Baqarah ayat 173 Allah SWT berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosabaginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. . Di dalam surat Al Baqarah ayat 173 telah disebutkan dengan jelas bahwa daging babi adalah haram kecuali karena dalam kondisi terpaksa.

Pada era moderen saat ini, satu ekor babi dapat diolah menjadi 185 produk. Dalam video berikut dijelaskan produk-produk olahan babi yang tersebar dalam berbagai macam produk.

[kad_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=j9SWgu2Ajjc” width=500 height=300 maxwidth=500 ]

Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang seperti ; ikan, sapi dan babi. Gelatin dari babi telah diputuskan haram oleh fatwa dari berbagai lembaga Fiqh Internasional.

Keputusan Al-Majma Al-Fiqhiy Al-Islamy di bawah (Rabitah Alam Islami) yang berpusat di Mekkah (no. 3, rapat tahunan ke 15) tahun 1998, yang berbunyi:
“Himpunan Fiqh Islami yang bernaung di bawah Rabitah Alam Islami dalam rapat tahunan ke-15 setelah mendiskusikan dan mengkaji bahwa : “gelatin adalah sebuah zat yang banyak digunakan untuk pembuatan makanan dan obat-obatan, berasal dari kulit dan tulang hewan ; Memutuskan :
“Boleh menggunakan gelatin yang berasal dari sesuatu yang mubah, dari hewan yang disembelih dengan cara yang sesuai dengan ajaran Islam. Dan tidak dibolehkan menggunakan gelatin yang diperoleh dari sesuatu yang haram, seperti ; gelatin dari kulit dan tulang babi dan dari benda haram lainnya”.

Oleh karena itu sebagai umat muslim sudah sepatutnya waspada produk olahan babi ada disekitar kita. Sebagai muslim hendaklah kita memilih yang lebih baik dan waspada terhadap hal-hal yang meragukan sesuai dengan hadits Nabi “Tinggalkanlah yang meragukan kepada hal yang tidak meragukan”.

 

 

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup Manusia

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup Manusia

Al Quran Sebagai Pedoman Hidup Manusia

Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran merupakan kitab suci umat Islam yang tak pernah berubah dan selalu dijaga keasliannya sejak pertama kali diturunkan. Allah SWT menurunkan Al Quran melalui proses yang panjang dan tidak instan dalam satu kali turun. Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui serangkaian peristiwa atau dikenal dengan asbabunnuzul. Asbabunnuzul adalah sebab diturunkannya ayat-ayat Al Quran ke Dunia. Sebab-sebab inilah yang kemudian menjadi syariat Islam.

Al Quran yang diturunkan mengandung pedoman hidup bagi umat manusia. Al Quran yang bersumber langung dari Allah SWT menuntun umat manusia ke jalan yang benar dan sesuai dengan fitrah manusia. Adapun iblis senantiasa menggoda dan mengajak umat manusia agar terjerumus kedalam jalan yang salah dan menyalahi fitrah manusia. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia memiliki pembahasan seputar kisah-kisah Nabi dan Rasul terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam Al Quran Surat Yusuf Ayat 111 :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS : Yusuf Ayat 111)”

Di dalam surat Yusuf ayat 111 Allah SWT menjelaskan bahwa di dalam Al Quran terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Kisah-kisah yang terdapat dalam Al Quran merupakan teladan dan pelajaran. Ada dua poin penting dalam ayat diatas yaitu :

1.Kisah dalam al-Quran menjelaskan kenyataan serta memberikan pelajaran berharga, dan bukanlah hasil imajinasi seorang penulis.

2.Jika mereka yang berakal merenungkan isi al-Quran, maka mereka pasti mendapat petunjuk karena kebenaran dalam al-Quran akan membuat hati mereka cenderung untuk beriman.

Al Quran sebagai pedoman hidup manusia adalah kebenaran yang diberikan oleh Allah SWT. Sejak Nabi Adam AS diturunkan ke Dunia, pada hakikatnya manusia merupakan khalifah yaitu pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, dan pemimpin bagi umat manusia. Nabi Adam AS sejak pertama kali telah menyeru kepada kebenaran yaitu Allah SWT. Adapaun tipu daya syaitan membuat anak cucu adam yang mempunyai sifat pelupa hingga saat ini terjerumus kedalam jalan kemungkaran. Maka dari itu Allah SWT mengutus para Nabi dan Rasul kepada manusia untuk kembali kejalan-Nya. Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang membawa Al Quran sebagai rahmat seluruh alam.

Baca kisah-kisah lengkap serta pembahasan Ayat-ayat Al Quran lewat Al Quran Amazing 101 in One yang dilengkapi dengan Pena Digital (E-Pen) .

Hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Atau pesan Online di katalog Quran Cordoba

Quran Cordoba

Kerja Sama Ekslusif Cordoba dengan Gramedia Group

Kerja Sama Ekslusif Quran Cordoba dengan Gramedia Group

Kerja Sama Ekslusif Quran Cordoba dengan Gramedia Group Selasa, 2 Maret 2015.

New Update!!! Kesepakatan Kerja Sama Qurancordoba.com dan Toko Gramedia: Al-Qur’an Perkata Warna
Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin,
Pada 3 Maret 2015 telah tercapai kesepakatan antara PT Cordoba Internasional Indonesia (Qurancordoba.com) dan Gramedia Group of Retail and Publishing (GoRP) mengenai hak ekslusif penjualan Al-Qur’an Perkata Warna Tajwid dan Non-Tajwid, Al-Qur’an Perkata Warna Transliterasi Tajwid dan Non-Tajwid.
Al-Quran Perkata Warna adalah produk terbaru Qurancordoba.com yang telah memperoleh pendaftaran paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI. Dengan Al-Qur’an ini, membaca (tilawah) dan mempelajari (tafsir) Al-Qur’an menjadi lebih mudah, karena khat Al-Qur’an tidak lagi dipisah-pisah. Jadikan Al-Qur’an Perkata Warna pilihan terbaik Anda untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an!!!

dengan Gramedia Group

Kerja Sama Ekslusif Cordoba dengan Gramedia Group, Bapak Wandi selaku Direktur publishing dan Bapak Heri Direktur Bisnis Gramedia Group menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Quran Cordoba. Dengan kerja sama ini Quran Cordoba beserta Grasindo menjadi penerbit yang diberikan hak untuk menjual dan menyebarkan Al Quran Perkata Warna secara eksklusif.

 

dengan Gramedia Group

Foto bersama setalah penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Direktur Cordoba dan Direktur Gramedia Group.

Hubungi segera 082214488800 / add pin BB 7CF1F0B6 untuk informasi pemesanan Al Quran Perkata Warna Ar-Riyadh.

 

Quran Cordoba

Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab

Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab

Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab

Saat kita menuliskan nama Nabi Muhammad tentu alangkah sangat baik diikuti oleh kalimat Sallahu Alaihi Wasallam atau sering disingkat SAW. Kata Sallahu Alaihi Wasallam seringkali berbeda antara suatu penulisan dengan penulisan yang lain sesuai dengan bahasa dan pengucapan orang yang menuliskan kata tersebut, apalagi saat kita menuliskan di aplikasi office seperti microsoft word. Tahukah anda bahwa ada cara yang mudah untuk membuat kata Sallahu Alaihi Wasallam di microsoft word dalam huruf Arab? Yaitu dengan Kode Unik di Microsoft Word Untuk Menuliskan Huruf Arab.

Langkah ini sangat mudah,cukup dengan menuliskan kode unik di dalam word maka kita dapat membuat huruf Arab. Berikut contohnya dalam gambar :

Menuliskan huruf arab dengan kode unik

Dalam gambar diatas dijelaskan bahwa cukup menuliskan kode fdfa dan klik alt + x maka secara otomatis kode akan berganti menjadi huruf Arab. Untuk lebih detilnya silahkan melihat gambar kedua yang berisi rincian kode-kode unik untuk membentuk huruf-huruf Arab :

Kode unik lengkap huruf arab di Microsoft Word

Selamat mencoba dan sebarkan berita gembira ini kepada saudara-saudari kita seiman.

kunjungi artikel-artikel lainnya di http://qurancordoba.com

 

Quran Cordoba

Hukuman Mati Dalam Pandangan Islam

Hukuman Mati Dalam Pandangan Islam

Hukuman Mati Dalam Pandangan Islam

Hukuman mati dalam Islam adalah hukuman yang tidak asing lagi karena di dalam ayat-ayat Al Quran banyak  menjelaskan tentang hukuman ini. Dalam hadits Arbain An Nawawi ke 14 disebutkan :

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِي، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ [رواه البخاري ومسلم]

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga perkara: orang yang telah menikah berzina, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya berpisah dari jama’ah“.[HR. Bukhari dan Muslim]

Menurut hadits di atas pada dasarnya darah Muslim itu haram ditumpahkan, namun jika terjadi 3 hal ini, darahnya menjadi halal untuk ditumpahkan, boleh dibunuh. Akan tetapi, tentunya proses tersebut hanya boleh dilakukan oleh pemerintah muslim dengan aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang telah dijelaskan dalam hukum Islam.

Di Indonesia sendiri yang tidak menggunakan hukum Islam, hukuman mati menjadi hal yang diperdebatkan oleh kelompok yang pro dan kontra. Menurut Majelis Ulama Indonseia (MUI) dalam akun facebooknya menjelaskan bahwa MUI mengeluarkan fatwa yang memperbolehkan negara menjatuhkan hukuman mati dalam tindak pidana tertentu.

MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai dibolehkannya negara menjatuhkan hukuman mati melalui fatwa Nomor 10/MUNAS VII/MUI/14/2005 tentang Hukuman Mati dalam Tindak Pidana Tertentu. Di dalam fatwa yang dikeluarkan pada 29 Juli 2005 tersebut, MUI secara tegas menyatakan: Islam mengakui eksistensi hukuman mati dan memberlakukannya dalam jarimah (tindak pidana) hudud, qishah dan ta’zir.Negara boleh melaksanakan hukuman mati kepada pelaku kejahatan pidana tertentu.

MUI menyatakan bahwa hukuman mati merupakan salah satu bentuk hukuman dalam sistem hukum Islam yang sangat efektif untuk kepentingan korban agar  mendapatkan keadilan, mengembalikan ketertiban dan keamanan masyarakat, sekaligus menciptakan efek jera. Penjatuhan hukuman mati merupakan salah satu wujud ajaran Islam yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehidupan. Islam menegaskan bahwa membunuh satu orang manusia sama saja dengan membunuh seluruh umat manusia.

Apabila dianalogikan dengan kejahatan narkoba yang membunuh bukan saja orang per orang, tapi  membunuh ribuan bahkan ratusan ribu manusia, bahkan membunuh sebuah generasi, maka MUI meyakini hukuman mati sangat pantas  dan tepat untuk pelaku kejahatan narkoba. Bahkan sebenarnya hukuman mati tersebut masih kurang setimpal apabila dibandingkan dengan kerusakan yang demikian dahsyat yang diakibatkan kejahatan narkoba tersebut.

 

 

Download Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi

Download Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi

Download Tilawah Quran Ustad Hanan Attaqi

Quran Cordoba sebagai penerbit Al Quran Indonesia menerbitkan Al Quran E-Pen yang berisi murottal. Murottal yang digunakan terdiri atas beberapa Qori terkenal baik di dalam negeri dan di luar negeri. Berikut Qori Ustad Hanan At Taqi LC dari Bandung yang dapat di download dan didengarkan langsung.

1. QS AL FATIHAH

2.QS AN’NABA

3.QS ANNAZIAT

4.QS ABASA

5.QS ATTAKWIR

6.QS AL INFITAR

7.QS AL MUTAFIFIN

8.QS AL INSYIQAQ

9.QS AL BURUJ

10.QS AT THARIQ

11.QS AL ALA

12.QS AL GHASYIYAH

13.QS  AL FAJR

14.QS AS SYAMS

15.QS AL LAIL

16.QS AD DHUHA

17.QS AS SYARH

18.QS AT TIN

19.QS AL ALAQ

20.QS AL QADR

 

Tonton video-video pengajian ustad Hanan Attaqi di rumahngaji.tv

Segera miliki Al Quran Amazing E Pen 101 in One. Dengan Al Quran Amazing E-Pen ini anda dapat mendengarkan tiga puluh juz murottal dari Qori-Qori terkenal di Dunia.

Amazing E Pen Murottal Quran LengkapAl Quran digital E-pen

Al Quran Amazing E Pen adalah Al Quran digital yang berbasis Al Quran Amazing. Pen dapat mengeluarkan suara ketika disentuhkan diatas huruf Arab dan konten-konten yang terdapat di dalamnya.

Harga eceran Amazing E-Pen : Rp.1.598.000,-

Harga Grosir* : Rp. 1.278.400,-

*Harga Grosir memiliki diskon bertahap sesuai dengan pembelian.

Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Atau pesan Online di katalog Quran Cordoba

 

Quran Cordoba

Program Wakaf Quran Murah dengan Custom Cover

Program Wakaf Quran Murah dengan Custom Cover

Program Wakaf Quran Murah dengan Custom Cover

Wakaf adalah salah satu amal ibadah yang paling mulia bagi kaum Muslim. Wakaf dapat berupa membelanjakan harta benda untuk digunakan dijalan Allah. Amal ini begitu istimewa karena pahala yang didapat tidak akan putus walaupun pewakaf sudah meninggal selama wakaf tersebut masih digunakan. Wakaf Al Quran merupakan salah satu wakaf yang amal pahalanya akan terus mengalir selama Al Quran tersebut terus dibaca. Bertambah banyak orang yang memanfaatkannya, bertambah pula pahalanya, terlebih bila yang memanfaatkan hasil wakaf ini orang yang berilmu dinul Islam, ahli ibadah menurut Sunnah dan ahli da’wah Salafiyah, tentunya akan lebih bermanfaat lagi. Ini semua akan dipetik oleh pewakafnya besok pada hari kiamat.

Quran Cordoba sebagai penerbit Al Quran di Indonesia mengeluarkan program wakaf Quran murah dengan custom cover atau cover yang khusus dicetak untuk pewakaf. Cover yang dicetak sesuai dengan pesanan dari pewakaf dengan menggunakan logo serta tulisan sendiri. Quran Cordoba telah menangani berbagai program wakaf dari badan-badan wakaf nasional. Sekarang,saatnya anda untuk berwakaf.Al Quran Al Haramain Custom Cover

 Al Quran Al Haramain Custom Cover

Untuk Informasi lebih lanjut, hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6.

Silahkan berpartisipasi dalam gerakan wakaf sejuta Quran bersama rumahngaji.org

 

Quran Cordoba

Empat Wanita Terbaik Dalam Hadits Rasulullah SAW

Empat Wanita Terbaik Dalam Hadits Rasulullah SAW

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda,

ﺃَﻓْﻀَﻞُ ﻧِﺴَﺎﺀِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ: ﺧَﺪِﻳﺠَﺔُ ﺑِﻨْﺖُ ﺧُﻮَﻳْﻠِﺪٍ ﻭَﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ ﺑِﻨْﺖُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ،
ﻭَﺁﺳِﻴَﺔُ ﺑِﻨْﺖُ ﻣُﺰَﺍﺣِﻢٍ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓُ ﻓِﺮْﻋَﻮْﻥَ، ﻭَﻣَﺮْﻳَﻢُ ﺍﺑْﻨَﺔُ ﻋِﻤْﺮَﺍﻥَ

“Sebaik-baik wanita penghuni Surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim istri Fir’aun, dan Maryam binti ‘Imran.” (HR. Ahmad, no. 2668).

Terdapat empat wanita terbaik dalam Hadits Rasulullah SAW dalam hadits diatas. Empat wanita ini mendapatkan gelar terbaik karena mencintai Allah. Jika di urutkan berdasarkan jaman, maka pemabahasan wanita terbaik ini akan dimulai dari Asiyah.

1. Asiyah binti Muzhaim

Banyak orang yang tidak tahu sosok Asiyah binti Muzhaim. Keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

Saat bersama Fir’aun, Asiyah tidak dikaruniai seorang anak pun. Fir’aun sangat mencintainya karena kecantikan dan kematangan akhlaknya. Telah berapa banyak cobaan dan tantangan yang harus dihadapinya dengan penuh kesabaran. Hingga beliau bertemu dengan anak angkatnya seorang bayi laki laki yang kelak akan menjadi nabi yaitu Musa AS. Maka muncullah perasaan kasih sayang dalam diri Asiyah. Allah mengaruniakan cinta dan kasih sayang terhadap bayi tersebut melalui Asiyah. Tak pelak lagi, Asiyah memerintahkan agar bayi itu dibawa ke istana dengan bertekad memelihara dan mengasuhnya.

Ditangan Asiyah lah Musa menjadi sosok yang memiliki akhlak yang terpuji walaupun tinggal di lingkungan istana hingga diturunkannya wahyu dari Allah SWT kepada Musa AS. Mendengar kebenaran dari Musa, Asiyah percaya dan beriman kepada Allah SWT. Kebenarannya tidak dapat dihalangi oleh tantangan dan ancaman yang datangnya dari Fir’aun. Hingga meninggal dunia, hari-hari akhirnya Asiyah hanya dipenuhi dengan dzikir kepada Allah seraya mengucapkan, “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya.”

 

2. Maryam binti Imran

Maryam binti Imran adalah seorang wanita yang kisahnya diabadikan oleh Allah SWT dalam surat Maryam. Maryam adalah anak Nabi Imran AS. “Dan, (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas sekalian perempuan di alam. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk’.” (Surah Ali Imran ayat 42-43).

Maryam adalah wanita suci yang dibesarkan dalam asuhan nabi Zakariya dan berkhidmat di dalam Baitul Maqdis hingga dewasa. Terjadi ikhtilaf di kalangan ulama yang berpendapat bahwa Maryam adalah nabi atau bukan. Lalu Maryam pun mengandung Isa AS tanpa ayah dengan seizin Allah SWT. Saat mengandung Isa, Maryam menghadapi banyak cobaan mulai dari cobaan beratnya mengandung hingga lingkungan sekitar yang mempertanyakan kesucian Maryam.

Ketika bayi yang dikandungnya telah lahir, yaitu Isa as, Maryam pun masih mendapati kaumnya mempertanyakan tentang kesucian dan kehormatannya.
“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.”
“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.”
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”
Berkata Isa, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

3. Khadijah binti Khuwailid

Khadijah adalah Istri nabi Muhammad SAW, wanita pertama yang hatinya tersirami keimanan dan dikhususkan Allah untuk memberikan keturunan bagi Rasulullah SAW., menjadi wanita pertama yang menjadi Ummahatul Mukminin, serta turut merasakan berbagai kesusahan pada fase awal jihad penyebaran agama Islam kepada seluruh umat manusia. Khadijah adalah wanita yang lahir dari keluarga terhormat di lingkungan suku Quraisy. Sebelum menikah dengan Rasulullah Khadijah telah menikah dua kali dan sering dijuluki dengan wanita suci karena keutamaan akhlak dan sifat terpujinya. Khadijah mewarisi harta yang banyak dari suaminya yang telah meninggal dan memutuskan untuk tetap berdagang.

Khadijah tertarik dengan Nabi Muhammad SAW ketika menjalin kerja sama dagang. Cerita-cerita tentang Muhammad itu meresap ke dalam jiwa Khadijah, dan pada dasarnya Khadijah pun telah merasakan adanya kejujuran, amanah, dan cahaya yang senantiasa menerangi wajah Muhammad. Muhammad pun menyetujui permohonan Khadijah tersebut. Maka, dengan salah seorang pamannya, Muhammad pergi menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin As’ad untuk meminang Khadijah.

Khadijah adalah istri Nabi yang pertama dan menjadi istri satu-satunya sebelum beliau mneninggal. Allah menganugerahi Nabi Muhammad SAW melalui rahirn Khadijah beberapa orang anak . Dia telah mernberikan cinta dan kasih sayang kepada Rasulullah Muhammad SAW. pada saat-saat yang sulit dan tindak kekerasan dan kekejaman datang dari kerabat dekat. Bersama Khadijah, Rasulullah SAW mernperoleh perlakuan yang baik serta rumah tangga yang tenteram damai, dan penuh cinta kasih, setelah sekian lama beliau merasakan pahitnya menjadi anak yatim piatu dan miskin.

Saat Nabi Muhammad SAW mendapatkan wahyu pertama maka Khadijah meyakini seruan suaminya dan menganut agarna yang dibawanya sebelum diumumkan kepada rnasyarakat. Itulah langkah awal Khadijah dalam menyertai suaminya berjihad di jalan Allah dan turut menanggung pahit getirnya gangguan dalam menyebarkan agama Allah. Hingga datang wahyu untuk berdakwa secara terang-terangan Khadijah senantiasa menyemangati perjuangan Rasulullah SAW. Hingga akhirnya terjadilah pemboikotan oleh kaum Quraisy yang menentang dakwah Rasulullah, ketika itu kehidupan Khadijah sangat jauh dari kehidupan sebelumnya yang bergelimang dengan kekayaan, kemakmuran, dan ketinggian derajat. Khadijah rela didera rasa haus dan lapar dalam mendampingi Rasulullah SAW dan kaum muslimin. Dia sangat yakin bahwa tidak lama lagi pertolongan Allah akan datang. Keluarga mereka yang lain, sekali-kali dan secara sembunyi-sembunyi, mengirimkan makanan dan minuman untuk mempertahankan hidup.

Khadijah sakit keras akibat beberapa tahun menderita kelaparan dan kehausan karena pemboikotan itu. Semakin hari, kondisi badannya semakin menurun, sehingga Rasulullah SAW semakin sedih. Bersama Khadijahlah Rasulullah SAW membangun kehidupan rumah tangga yang bahagia. Dalam sakit yang tidak terlalu lama, dalam usia enam puluh lima tahun, Khadijah meninggal, menyusul Abu Thalib. Khadijah dikuburkan di dataran tinggi Mekah, yang dikenal dengan sebutan al-Hajun.

4.Fathimah binti Muhammad

Fatimah binti Muhammad atau lebih dikenal dengan Fatimah Az zahra (Fatimah yang selalu berseri) adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW dari pernikahan pertama dengan Khadijah. Fatimah lahir lima tahun sebelum Muhammad SAW diangkant menjadi Nabi dan Rasul. Fatimah tumbuh besar di bawah naungan wahyu Ilahi. di tengah kerasnya hidup Rasulullah saat berdakwah dan diboikot oleh orang-orang dari suku Quraisy. Fatimah adalah anak yang paling dicintai Rasulullah sehingga beliau bersabda ”Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku.” [Ibnul Abdil Barr dalam “Al-Istii’aab”].

Pada saat usia Fatimah menginjak lima tahun beliau telah ditinggal pergi Ibunya yang telah wafat. Secara tidak langsung Fatimah lalu menggantikan peran ibundanya dalam melayani,membantu,dan membela Rasulullah SAW sehingga beliau mendapat gelar Ummu Abiha ( Ibu dari Ayahnya). Dalam usia yang masih kanak-kanak Fatimah menjalani masa-masa sulit perlakuan keji kaum kafir Quraisy kepada ayahandanya, sehingga seringkali pipi beliau basah oleh linangan air mata kerana melihat penderitaan yang dialalmi ayahnya.

Beranjak dewasa, Fatimah yang telah siap menikah akhirnya dinikahkan oleh Rasulullah SAW dengan Ali Bin Abi Thalib sesuai perintah dari Allah SWT. Ali saat itu bukanlah orang kaya dan hanya memiliki 400 dirham sebagai mahar yang diberikan kepada Fatimah. Keluarga Azzahra dibangun atas dasar cinta dan kasih sayang kepada suami dan anak-anaknya. Pada tahun ke 2 hijriah lahirlah putra pertama Fatimah yang diberi nama Hasan setahun kemudian lahirlah Husain. Demikianlah Allah SWT berkehendak menjadikan keturunan Rasulullah saw dari Fatimah Azzahra r.a. Rasul mengasuh kedua cucunya dengan penuh kasih dan perhatian. Tentang keduanya beliau senantiasa mengenalkan mereka sebagai buah hatinya di dunia.

Sumber : Fatimah Az Zahra

Setiap wanita di dunia ini mempunyai tugas yang sama yaitu menjadi madrasah bagi anak-anak dan keluarganya. Begitulah yang dilakukan oleh Asiyah yang mendidik Musa, Maryam yang mendidik Isa, Khadijah yang menyemangati Rasulullah, dan Fatimah yang sangat berbakti dan mencintai ayahandanya Rasulullah SAW.

 

 

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era Modern

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era Modern

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era ModernAl Quran merupakan firma nAllah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril. Al Quran merupakan kitab penyempurna dari ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu. Di dalam Al Quran terdapat berbagai macam ilmu yang tidak diragukan lagi kebenarannya bagi orang yang beriman. Al Quran adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Quran sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Quran tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Quran diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Quran adalah firman Allah.

Keajaiban Al Quran yang Terbukti di Era Modern saat ini banyak sekali, menurut Harun Yahya keajaiban Al Quran dapat dibagi kedalam beberapa cabang ilmu pengetahuan yaitu :

1. Al Quran dan Astronomi

Banyak fakta, seperti penciptaan alam semesta dari ketiadaan, mengembangnya alam semesta, serta garis-garis edar planet di jagat raya, yang hanya mampu diketahui melalui astronomi modern, telah diberitakan dalam Al Qur’an sekitar 1400 tahun lalu.

2. Al Quran dan Planet Bumi

Banyak fakta ilmiah, dari lapisan-lapisan atmosfir hingga fungsi geologis gunung, dari proses pembentukan hujan hingga struktur dunia bawah laut, dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur’an.

3. Al Quran dan Fisika

Tahukah Anda bahwa unsur besi pada awalnya terbentuk di bintang-bintang di luar angkasa, bahwa materi diciptakan berpasang-pasangan, dan bahwa waktu adalah suatu konsep yang relatif? Al Qur’an telah mengisyaratkan tentang semua fakta ilmiah ini.

4. Al Quran dan Biologi

Al Qur’an memaparkan perkembangan embrio manusia dalam rahim ibu melalui penjelasan yang benar-benar sesuai dengan penemuan embriologi modern.

5. Informasi mengenai peristiwa masa depan dalam Al Quran

Allah mengisahkan dalam Al Qur’an tentang sejumlah peristiwa penting yang akan terjadi di masa depan, dan berbagai peristiwa ini terjadi persis sebagaimana kisah tersebut.

Semua keajaiban tersebut ada di dalam Al Quran. Untuk memudahkan dalam mempelajari tentang keajaiban-keajaiban Al Quran, Quran Cordoba telah menerbitkan Al Quran Amazing yang memiliki pembahasan yang lengkap tentang Al Quran. Amazing 101 in one memiliki 33 konten utama dan 68 materi tambahan dalam bentuk video.

Anda dapat memesan Al Quran Amazing dengan menghubungi

Hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Atau pesan Online di katalog Quran Cordoba

 

Sumber : Keajaiban Al Quran

 

 

 

empat macam model manusia di dunia

Empat Macam Model Manusia di Dunia

Di Dunia ini, apabila kita perhatikan terdapat empat macam model manusia di Dunia. Empat macam model manusia ini adalah :

1. Orang yang taat dan hidupnya bahagia.

2. Orang yang taat tapi hidupnya susah.

3. Orang yang ahli maksiat tapi hidupnnya bahagia.

4. Orang yang ahli maksiat dan hidupnya sengsara.

Bila anda berada pada nomor 1, itu hal biasa, karena Allah SWT berfirman :

“Barang siapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balsan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Quran Surat An Nahl : 97)

Bila anda berada pada nomer 4, ini juga hal biasa, karena Allah SWT mengatakan :

“Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (Quran Surat Thaha: 124)

Adapun bila anda berada pada nomor 2, ini barangkali ada 2 kemungkinan :

– Boleh jadi Allah mencintaimu dan Dia ingin menguji kesabranu, kemudian mengangkat derajatmu. Seperti Firman Allah :

” Dan Sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” ( Quran Surat Al Bawarah : 155)

– Boleh jadi juga di dalam ketaatan Anda ada celah dan dosa yang tidak anda sadari hingga Anda terus menunda-nunda untuk bertaubat. Untuk itu Allah menguji Anda supaya Anda kembali kepada-Nya. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Quran Surat As Sajdah: 21)

Namun bila anda berada pada posisi ke tiga, berhati-hatilah! Karena barangkali itu adalah istidraj.

Ini adalah posisi terjelek yang dihadapi oleh seorang manusia dan akibatnya sangat mengerikan. Azab dari Allah pasti datang jika anda tidak mengambil pelajaran dan taubat sebelum nasi berubah menjadi kerak.

Allah berfirman: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami-pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”. (Al An’am: 44)

Allah berfirman: “Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. (Quran Surat Adz Dzariyat: 55)

Semoga Bermanfaat. Aamiin

Sumber : Tarbiyah Syakhsiyah Quraniyah ( Abdul Aziz Abdur Rouf, LC) 2006

Quran Tajwid Indonesia

Aplikasi Al Quran Tajwid Indonesia Android Gratis

Aplikasi Al Quran Tajwid Indonesia Android Gratis

Quran Cordoba kembali berkontribusi untuk mencerdaskan bangsa dengan membuat aplikasi Al Quran Tajwid Indonesia android gratis bagi bangsa Indonesia. Aplikasi ini berjalan pada sistem operasi android yang dapat di unduh melalui google play store pada link berikut Quran Tajwid Indonesia.

quran tajwid Indonesia

Quran Tajwid Indonesia merupakan aplikasi Al-Quran dengan khat Indonesia pertama yang dilengkapi dengan tajwid berwarna. Dalam aplikasi ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur penunjang antara lain :
1. Tafsir Al-Muyassar lengkap 30 juz
2. Terjemah Departemen Agama Republik Indonesia
3. 45 Variasi Murottal yang bisa di download per-surah
4. Murottal yang bisa dijalankan sesuai dengan ayat yang sedang diputar

Aplikasi ini kami kembangkan berbasis Al-Qur’an Cordoba Amazing 101 in 1 yang telah menjadi best seller di Indonesia dan Malaysia.

Untuk pemasanan Al Quran Cordoba Amazing dengan harga grosir silahkan hubungi :

Hubungi segera 082214488800/ Pin BB 7CF1F0B6

Nantikan fitur-fitur apk Quran Cordoba berikutnya dalam waktu dekat. Mohon doanya agar aplikasi ini dapat menjadi bagian dari amal jariyah kami untuk seluruh muslim.

Kematian Raja Saudi Pertanda Kemunculan Imam Mahdi

Kematian Raja Saudi Pertanda Kemunculan Imam Mahdi?

Berita tentang Kematian Raja Saudi yang wafat pada hari jumat (23/1/2015) dini hari telah menyebar ke penjuru Dunia. Raja Abdullah bin Adbul Aziz adalah Raja Arab Saudi berumur 90 tahun yang telah menjadai raja sejak tahun 2005, namun raja Abdullah secara de facto sudah menjadi pemimpin Saudi mewakili Fahd yang menderita stroke sejak tahun 1995. Kematian Raja Saudi pertanda kemunculan Imam Mahdi pun mulai banyak terdengar di artikel dan berita-berita mancanegara. Peristiwa ini telah dikabarkan dalam riwayat berikut : “Akan diperintah tanah Hijaz (Saudi) oleh seorang lelaki bernama hewan, jika kamu melihatnya dari jauh, kamu mengira matanya kuyu, jika kamu dekatinya kamu tidak lihat ada sebarang masalah pada matanya. Dia kelak akan digantikan oleh saudaranya bernama Abdullah. Celakalah sesiapa yang menjadi pengikutnya! – diulanginya 3 kali – Berikan khabar gembira kepadaku tentang kematiannya, dan aku akan memberi tahu kamu khabar gembira tentang munculnya hujjah (Imam Mahdi).”

king abdullah

Menurut riwayat tersebut, sebelum Raja Abdullah naik tahta yang menjadi Raja adalah saudaranya yang bernama Raja Fahd. makna nama Fahd adalah nama seekor hewan yaitu harimau kumbang, seperti pada sumber berikut  http://babynamesworld.parentsconnect.com/meaning_of_Fahad.html . Raja Abdullah hari ini telah wafat dan Raja Salman bin Abdul Aziz yang menggantikannya. Salman merupakan adik dari Raja Abdullah yang umurnya lebih muda 12 tahun. Raja Salman merupakan anak ke 8 dari garis keturunan Raja Abdulaziz. Setelah Raja Salman meninggal maka pengganti berikutnya adalah Pangeran Muqri bin Abdulaziz yang telah ditentukan oleh pihak kerajaan Arab Saudi mulai hari ini.

Negara Arab Saudi terkenal dengan “Piagam Abdul Aziz” yang tertulis, “selama anak-anak saya masih hidup, kekuasaan tidak akan berpindah kepada cucu-cucu saya”, bahaya perselisihan akan bakal terjadi tentang siapa yang akan mewarisi tahta sekiranya anak anak Abdul Azis sudah meninggal dunia. Misteri masa depan monarki Saudi kelak adalah, siapa nanti pengganti Pangeran Muqri.Mungkinkah selepas ini, tahta Arab Saudi bakal diwarisi oleh cucu Ibn Saud. Masalahnya sekarang siapakah di antara cucu-cucu Ibn Saud itu yang berkelayakan untuk  mengambil alih tahta pemerintahan. Sudah pasti kesemua anak Raja-Raja yang pernah memerintah akan menuntut haknya.

Mungkinkah apa yang sedang dan akan berlaku di Arab Saudi kini adalah “permulaan akhir zaman” yang mana bakal menyaksikan kemunculan Imam Mahdi sebagaimana hadis di bawah;

Ummu Salamah RA melaporkan bahawa Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia akan alami banyak perselisihan setelah kewafatan seorang Khalifah. Seorang lelaki dari Madinah akan melarikan dirinya ke Mekah. Beberapa orang Mekah akan memaksa beliau agar menerima bai’ah (taat setia) mereka kepada beliau di antara Rukun dan al-Maqam. Satu pasukan tentara dari Sham akan dikirim menentang beliau dan mereka akan ditelan bumi di Baida’ (padang pasir di antara Mekah dan Madinah). Apabila diketahui manusia, mereka datang berbondong dari Sham dan Iraq untuk membai’ah beliau. Kemudian muncul pula seorang dari Kaum Quraish yang ibunya dari suku Kalb, menentang beliau dan akan dibunuh; peperangan tersebut dinamakan Perang Kalb. Mereka yang tidak menyaksikan ghanimah peperangan itu adalah kerugian . Al-Mahdi akan membahagi-bahagikannya dan memerintah mengikut Sunnah Baginda SAW. Kemudian beliau wafat dan Kaum Muslimin akan mensholatkan  beliau.”;- [ Riwayat Abu Daud, Kitab Al-Mahdi].

Wallahualam.

Sumber eramuslim

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam Bagian ke 2

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam Bagian ke 2

Setelah beberapa kisah orang-orang yang masuk Islam yang lalu,kini Quran cordoba kembali merangkum beberapa kisah orang-orang yang masuk Islam bagian ke 2. Seperti yang diketahui bersama, tragedi terror di Prancis yang lalu telah membuat Islamophobia diberbagai daerah negara-negara Eropa dan Barat. Namun, hal tersebut tidak membuat perkembangan Islam menjadi terhenti. Bahkan ada kisah seseorang yang masuk Islam karena tragedi teror di Prancis tersebut. Berikut kisah-kisah mereka.

1. Terpicu Charlie Hebdo, Sutradara Prancis Mualaf

Isabelle Matic

Sutradara asal Perancis, Isabelle Matic, memutuskan untuk masuk Islam pasca tragedi teror di Prancis pada 11 Januari 2015. “Antara pembunuhan yang terjadi di Charlie Hebdo dan kejadian lain setelahnya: saya memutuskan menjadi muslim,” kata Matic seperti dikutip dari www.onislam.net, Ahad, 18 Januari 2015.

Salah satu hal yang membuat Matic mengambil keputusan untuk memeluk agama Islam adalah karena cara Nabi Muhammad SAW menghadapi penduduk Mekkah yang arogan saat diajak untuk masuk agama Islam. “Kebaikan adalah cara melawan kejahatan. Itulah yang diajarkan Nabi.” Kata Matic. Pandangan tersebut sangat sesuai dengan prinsip hidupnya jauh sebelum Matic memeluk agama Islam dan saat Charlie Hebdo menerbitkan kartun-kartun yang melecehkan Nabi Muhammad SAW Matic justru berpandangan bahwa mereka tidak mengenal betul sosok Nabi Muhammad SAW dan hanya membayangkan lewat imajinasi mereka saja. Pengumuman Matic memeluk agama Islam dimuat juga di surat kabar Maroko.

 

2. Aktris Inggris Terinspirasi oleh Hidup Nabi Muhammad SAW

Aktris Inggris masuk islam

Dialah Myriam Francois-Cerrah yang dahulu memeluk agama Katolik skeptis,percaya kepada Tuhan tetapi tidak percaya kepada organisasi dalam agama tersebut. Bagi Myriam Quran sangat penting baginya. Saat masih beragama Katolik Myriam mendekati Quran dengan amarah, sebagai bagian dari upaya untuk membuktikan bahwa teman Muslimnya salah. Kemudian saya mulai membaca dengan pikiran yang lebih terbuka.

Pembukaan Quran dengan surat Al Fatihah,membuat Myriam berhenti sejenak dan berfikir bahwa dalam surat Al Fatihah menjelaskan tentang kitab suci sebelumnya. Penjelasan ini membuat Myriam ragu akan agama yang dianutnya dan berfikir bahwa ini semua adalah takdirnya dan sikap yang akan diambilnya pada suatu saat nanti akan berpengaruh besar pada kehidupannya.

Myriam adalah penyuka filsafat, oleh karena itu Al Quran sangat cocok dengannya. Menurutnya Al Quran seperti kombinasi dari berbagai filsafat yang ada saat itu seperti filsafat dari Kant, Hume, Sartre dan Aristoteles. Al Quran berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan filosofis yang mendalam yang diajukan selama berabad-abad tentang eksistensi manusia dan menjawab satu yang paling mendasar, yaitu mengapa kita di sini? kata Myriam.

Dalam diri Nabi Muhammad SAW, Myriam mengenali seorang pria yang ditugaskan dengan misi penting, seperti para pendahulunya, Musa, Yesus dan Abraham. Myriam harus bekerja keras untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang sejarah dari Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW mengatakan: “Maafkan dia yang berbuat jahat kepada Anda. Bergabung dengannya yang meninggalkan Anda. Berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepada Anda dan berbicara kebenaran bahkan jika itu melawan diri sendiri. ”

Myriam Francois-Cerrah menjadi populer ketika ia masih kecil ketika berakting dalam film popular tahun 90an berjudul Sense and Sensibility. Sekarang Ia mendapatkan popularitas lebih karena menjadi berkontribusi dalam meningkatnya perempuan terdidik dari kelas menengah yang masuk Islam di Inggris. Dia baru-baru ini telah memberikan kontribusi terhadap serangkaian video tentang Islam yang diproduksi di Inggris berjudul “Terinspirasi oleh Muhammad”.

Sumber onsilam.net

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam

Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam

Di Dunia saat ini terutama di negara-negara Eropa dan Barat, perkembangaan Islam sangat pesat. Perkembangan ini menyebabkan semakin banyak orang-orang yang masuk Islam. Berikut ini adalah beberapa kisah orang-orang yang masuk Islam.

1. Selusin Wanita Pekerja Asing Masuk Islam

Selusin Wanita Pekerja Asing Masuk Islam

Mereka adalah Fatma, Ayesha, Aasha, Yasmeen, Aisyah (Aeimy) Nareman, Fatima, Saira, Noor, dan Mariyam Sami, 12 pekerja asing perempuan yang masuk Islam secara bersama-sama di sebuah restoran. Oleh Lembaga dakwah Moulana Hifzur Rehman Seoharvi Academy acara digelar guna memberikan penghargaan bagi 12 pekerja asing wanita tersebut. Hadir juga seorang tamu khusus yakni Mariya Attarji yang sebelumnya dikenal sebagai Lisa Quiroga. Attarji merupakan seorang guru yang telah memeluk Islam beberapa tahun yang lalu. Sementara itu Mariyam Sami adalah seorang muallaf yang berkebangsaan Inggris. Secara singkat Sami menceritakan kisah hidupnya sebelum masuk Islam,dan kini Sami mengaku hidupnya lebih baik. Acara tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran. Dalam suasana emosional, para perempuan mualaf itu saling mengisahkan perjalanan hidup mereka dalam mendapat hidayah, termasuk tantangan dan kesulitan yang dihadapi.

2. Kisah Misionaris Kristen yang Masuk Islam

Kisah Misionaris Kristen yang Masuk Islam

Dialah Yusha Evans seorang misionaris dari Carolina Selatan yang masuk Islam karena membaca dan memahami Al Kitab. Kisah Yusha Evans mencari jalan kebenaran dimulai dari kedatangan teman yang bernama Benjamin. Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Alkitab dari awal hingga akhir. Ia memintanya untuk membaca Alkitab selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Alkitab. Pada saat Yusha membaca Alkitabnya lagi banyak pertanyaan yang bermunculan tentang beberapa kisah nabi yang justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan. Mereka malah seperti pelaku kriminal,  yang justru dicari-cari polisi.

Yusha akhirnya menemui sejumlah pendeta untuk menanyakan beberapa keganjilan tersebut. Namun,Pendeta-pendeta itu hanya menyuruh Yusha agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta hanya cukup percaya saja pada apa yang diajarkan.sejumlah pendeta memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka  memintanya untuk membaca Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut bahwa Yesus berkata Tuhan itu satu. Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus.Rasa penasarannya semakin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.

Dalam hatinya muncul kegamangan. Yusha berpendapat, hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang untuk melakukan khutbah Kristen di gerejanya. Saat kondisi imannya sedang goyah, Benjamin kembali menemui Yusha. ‘’Aku telah membaca Alkitab berulang kali. Alitab itu pula dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Ciptaannya pun sempurna dan kitabnya juga haruslah sempurna,’’ ujar Benjamin. Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih untuk mencari agama lain.

Sampai suatu hari, Yusha berkunjung ke rumah seorang temannya bernama Musa yang beragama Islam. Selama bertahun-tahun Yusha mengenalnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau temannya itu adalah seorang Muslim. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang agama. Dari situlah, Yusha berkenalan dengan Islam yang sebenarnya.

Singkat cerita Musa mengajak Yusha mengunjungi sebuah masjid yang tidak jauh dari rumahnya. Yusha tak percaya kalau di lingkungan tersebut terdapat masjid, rasa penasarannya kemudian mengantarkan Yusha mendengarkan khotbah Jumat yang disampaikan oleh khatib. Selesai shalat Jumat, Yusha segera menemui khatib tersebut dan mempertanyakan yang dilakukan oleh umat muslim saat itu. Khatib pun menjelaskan tentang shalat dan menyembah Allah. Namun Yusha ingin pembuktian akan kebenaran tersebut, maka sang Khatib pun memberikan Al Quran kepada Yusha untuk dibaca. Yusha pun pulang dan membacanya. Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Selama tiga hari, ia tidak dapat berhenti membacanya. Ia begitu meyakini kebenaran yang tercantum dalam Alquran. Hidayah Allah SWT memancar dalam kalbunya. Yusha pun bertekad untuk menjadi seorang Muslim.

Setelah kembali kepada sang khatib untuk menjadi seorang Muslim, Yusha harus mencari tahu tentang Nabi Muhammad SAW. Yusha pun membaca tentang kisah Nabi Muhammad. Ia pun meyakini Muhammad sebagai utusan Allah. Pada Desember 1998,  Yusha yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. ‘’Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.’’

Bersambung dalam Kisah Orang-Orang yang Masuk Islam Part 2..

Sumber : onislam.net/ islamevents.com/ yushaevans.com

 

 

 

membaca al quran ternyata dapat menyehatkan tubuh

Membaca Al Quran Ternyata Dapat Menyehatkan Tubuh

Al Quran

adalah kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammadh SAW lebih dari 1400 tahun yang lalu. Al Quran mengandung banyak sekali ilmu serta ajaran-ajaran yang harus dikerjakan oleh umat Islam,namun demikian Membaca Al Quran Ternyata Dapat Menyehatkan Tubuh. Banyak sekali efek yang di dapat dari membaca Al Quran seperti efek psikologis manusia. Efek positif pada kesehatan seorang Muslim yaitu dalam hal tekanan darah, denyut jantung, dan tingkat persepsi stres.

Membaca Al Quran ternyata dapat menyehatkan tubuh juga telah dibuktikan secara ilmiah oleh beberapa ilmuwan.Dialah Dr. Al Qadhi yang melakukan sebuah penelitian di klinik besar Florida Amerika serikat tantang manfaat menbaca Al-Quran bagi seseorang. Dia menyimpulkan bahwa seseorang yang membaca ataupun mendengar bacaan ayat suci Al-Quran maka orang tersebut memiliki perubahan pada kondisi psikologisnya.Penurunan depresi, ketenangan jiwa, kesedihan menurun itulah yang dirasakan oleh seseorang yang dijadikan objek penelitian Dr Al Qadhi itu dengan memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran beberapa jam kepadanya. Penelitian ilmiah tersebut didukung dengan alat penelitian yang super canggih seperti detak jantung, alat pengukur tekanan darah, ketahanan kulit terhadap aliran listrik dan ketahanan otot. Ternyata dari data yang dia dapatkan setelah memperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran dia menyimpulkan bahwa Al-Quran memengaruhi sebesar 97 % ketenangan jiwa seseorang dan juga menyembuhkan penyakit.

Pembuktian berikutnya dilakukan oleh Muhammad Salim di Universitas Boston. Dia melakukan penelitian dengan menggunakan 5 orang yang terdiri dari 3 orang pria dan 2 orang wanita. sebelumnya 5 orang tersebut belum mengerti tentang bahasa arab, dan belum mengerti apa yang akan diperdengarkan nantinya adalah Al-Quran. Dari penelitian tersebut Muhammad Salim dapat menyimpulkan bahwa sekitar 65 % respond terhadap pembacaan ayat suci Al-Qur’an dengan menggunakan tartil merasa tenang. Sedangkan untuk pembacaan bahasa arab saja sekitar 35 % merasakan ketenangan.

Peneliti Belanda dengan nama Vander Hoven melakukan penelitian pada bidang tertentu ini tapi mengejutkan dia tidak mempublikasikan hasilnya jelas. Dia hanya menyarankan, “Muslim yang bisa membaca bahasa Arab dan yang membaca Al-Quran secara rutin dapat melindungi diri dari penyakit psikologis.”

Yucel Saleh mengatakan bahwa, “Ada perubahan statistik dalam suhu tubuh dan tingkat pernapasan, tetapi mereka tidak cukup signifikan untuk mendukung efek positif dari doa pada kesejahteraan fisik.” Sekali lagi, dia tidak melaporkan apa yang menjadi hasil aktual nya penelitian dan isinya hanya untuk memberikan pernyataan bertentangan tentang manfaat psikologis Al-Quran.

 

Sumber : sebaiknya-andatahu

 

 

wanita ini siap ke gaza

Wanita ini siap ke Gaza

Wanita ini siap ke Gaza, dialah Dwi Agri Stefania (29) seorang Ibu muda berkacamata dan berjilbab pink ini berkata ” Saya tidak mau melewatkan peluang dan kesempatan emas ini,”tegasnya, sambil memegang Mushaf Al-Qur’an Multazam dari Quran Cordoba, yang dimenangkannya dalam lelang kemanusiaan, di even Seminar 7 Keajaiban Rejeki, akhir pekan yang lalu.

Ibu satu orang anak ini merasa bahagia dapat berkontribusi untuk rakyat Palestina dengan mengikuti dan memenangkan lelang Al Quran milik Ippho Santosa yang seluruh hasil lelang ini akan diberikan untuk Solidaritas Kemanusian Dunia Islam (SKDI) Program Recovery Gaza.

Keinginan Agri untuk membantu rakyat Palestina yang sedang terjajah tidak hanya sampai disitu. Agri sangat siap untuk menjadi relawan yang akan berangkat ke Palestina guna membantu warga Palestina yang sedang kesusahan. Kesamaan Ideologi dan dasar kemanusiaan yang tinggi menjadi pendorong ibu satu anak ini memiliki keinginan berangkat ke Palestina.

“Kalau ada akses dan kesempatan ke sana serta mendapatkan izin dari suami, saya siap ke sana membantu mereka,” tegas Agri dengan mantap.Dalam lelang ini Agri ingin meneguhkan tekadnya untuk menjadi wanita sholehah, yang ia mimpikan. “Saya ingin menjadi istri sholehah untuk suami saya, ingin menjadi anak yang sholehah untuk orang tua saya, ingin mendidik anak saya menjadi anak yang sholeh dan  ingin saya bersama keluarga selamat di dunia dan di akherat,” tutur alumnus IPB tahun 2008 ini, dengan nada bicara terbata-bata sambil meneteskan air mata.
Sumber ACT.id
Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah

Mencintai dan memuliakan Rasulullah Muhammad SAW adalah syarat sahnya iman. Barangsiapa dalam hatinya tidak ada rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam, niscaya dalam hatinya tiada keimanan sedikit pun.Pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW, sangat menyakiti hati umat Muslim di Dunia. Sebagai seorang Muslim sudah tentu seorang Rasul yang berhati mulia dan senantiasa menjadi panutan akan dibela dengan cara-cara tertentu.

Aksi terror yang terjadi di Perancis seakan membuka mata kita betapa aksi pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad SAW dapat memicu pertikaian oleh pihak-pihak yang tidak terima dan tentunya membela Rasulullah dengan cara mereka. Namun, Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah telah dijelaskan dalam Al Quran. Berikut penjelasannya :

Islam memandang penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Rasulullah Muhammad SAW sama artinya dengan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah dan agama Islam. Sebab, Allah Yang telah mengutus beliau sebagai penutup seluruh nabi dan rasul dengan membawa agama Islam.

Demikian pula penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada agama Islam sama artinya dengan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah dan Rasulullah Muhammad SAW. Tentu saja, penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Allah juga merupakan penghinaan, pelecehan dan caci makian kepada Rasulullah Muhammad SAW dan agama Islam.

 

majalah charlie_hebdo melecehkan Nabi Muhammad SAWMajalah Charlie Hebdo yang Melecehkan Rasullullah Muhammad SAW

Dalil – Dalil Al Quran

1. Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 12

وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
Jika mereka merusak sumpah (perjanjian damai)nya sesudah mereka berjanji dan mereka mencerca agama kalian, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.” (QS. At-Taubah [9]: 12)
Penjelasan dari ayat di atas :
Imam Ibnu Katsir berkata, “Makna firman Allah mereka mencerca agama kalian adalah mereka mencela dan melecehkan agama kalian. Berdasar firman Allah ini ditetapkan hukuman mati atas setiap orang yang mencaci maki Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam atau mencerca agama Islam atau menyebutkan Islam dengan nada melecehkan. Oleh karena itu Allah kemudian berfirman maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti, maksudnya mereka kembali dari kekafiran, penentangan dan kesesatan mereka.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 4/116)
2. Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 65-66
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ . لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?”

Tidak usah kalian meminta maaf, karena kalian telah kafir sesudah kalian beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kalian (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS. At-Taubah [9]: 65-66)

Penjelasan dari ayat di atas:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Ayat ini merupakan dalil yang tegas bahwa mengolok-olok Allah atau ayat-ayat-Nya atau rasul-Nya adalah perbuatan kekafiran. Sehingga mencaci maki lebih layak untuk menjadi perbuatan kekafiran. Ayat ini telah menunjukkan bahwa setiap orang yang melecehkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam,secara serius maupun bercanda, adalah orang yang telah kafir.” (Majmu’ Fatawa, 7/272)
3.Firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 74
يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلامِهِمْ
“Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan mereka telah menjadi kafir sesudah Islam.(QS. At-Taubah [9]: 74)
Penjelasan dari ayat di atas:

Imam Al-Qurthubi berkata: “Imam Al-Qusyairi menyatakan: “Makna dari perkataan kekafiran adalah mencaci maki Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam dan mencerca agama Islam. Adapun makna dari “dan mereka telah menjadi kafir sesudah Islam” adalah mereka menjadi kafir setelah mereka dianggap sebagai orang-orang Islam.” (Al-Jami’ li-Ahkamil Qur’an, 8/206)

Imam Muhammad Anwar Syah Al-Kasymiri berkata: “Kesimpulannya barangsiapa mengucapkan ucapan kekafiran baik secara sendau gurau maupun bermain-main, niscaya ia telah kafir menurut semua ulama, tanpa mempertimbangkan keyakinan dia. Hal ini seperti telah ditegaskan dalam kitab Al-Fatawa Al-Khaniyah dan Raddul Mukhtar.” (Ikfarul Mulhidin fi Dharuriyatid Dien, hlm. 59)

4.Firman Allah SWT dalam QS An Nisa’ ayat 140
وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذاً مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً
“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu wahyu di dalam Al-Qur’an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya kalau kamu tetap duduk bersama mereka, tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di dalam neraka Jahanam.” (QS. An-Nisa’ [4]: 140)

 

Penjelasan dari ayat di atas:

Imam Al-Qurthubi berkata: “Barangsiapa tidak menjauhi mereka, berarti ia rela dengan perbuatan mereka. Sementara rela dengan kekafiran merupakan sebuah kekafiran. Maka barangsiapa duduk dalams ebuah majlis kemaksiatan dan ia tidak mengingkari perbuatan mereka, niscaya dosanya sama dengan dosa mereka. Jika ia tidak mampu mengingkari mereka, maka ia selayaknya beranjak pergi agar tidak termasuk dalam golongan yang terkena ayat ini.” (Al-Jami’ fi Ahkamil Qur’an, 5/418)
Namun,Reaksi Seorang Muslim Menanggapi Pelecehan Terhadap Rasulullah patut di pertimbangkan dari pada menggunakan kekerasan akan jauh lebih baik apabila umat Islam diseluruh Dunia bersatu untuk bertindak tegas dengan menolak adanya bentuk pelecehan terhadap agama. Bentuk penolakan ini dapat dilaksanakan seperti mengajukan pengaduan-pengaduan kepada kedutaan-kedutaan , mengajukan (ancaman-ancaman), pemboikotan, pemutusan hubungan antar negara, memperketat peredaran media-media massa. Diterjemahkan sejarah hidup Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar ke dalam bahasa asing oleh orang-orang Muslim. Meminta agar segera mengumumkan permohonan maaf secara resmi dan terang-terangan kepada kaum muslimin. Meminta agar kaum muslimin diberi kebebasan berbicara dalam menjelaskan dan memperkenalkan hakikat agama Islam yang sesungguhnya. Dan masih banyak lagi cara-cara bagi kaum muslimin dalam rangka membela Islam dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sesungguhnya hal yang membuat mereka berani melakukan semua ini adalah kelemahan kaum Muslimin, jauhnya Kaum Muslimin dari agama, dan berpecah belahnya kaum Muslimin. Dan –amat disayangkan- kaum Muslimin tidak memiliki sikap tegas (dalam masalah ini).
Wallahualam.
Sumber Arrahmah
Sukses Menurut Al-Qur’an (Surah An-Nashr)

Sukses Menurut Al-Qur’an (Surah An-Nashr)

 An-Nashr adalah ayat Al Quran yang terakhir tu­run dalam bentuk surat. Surat ini bercerita tentang kesuksesan dan kemenangan. Menurut sebagian besar ulama, surat ini turun dua tahun setelah Fathul (kemenangan) Makkah. Isi surat ini adalah berita gembira tentang kemenangan agama Islam di tempat di mana berhala paling banyak disembah sebelumnya.

Dalam surat ini juga dideskripsikan dengan berbondong-bondongnya orang masuk Islam setelah 20 tahun Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dan para sahabat ber­juang. Inilah kesuksesan yang hakiki, dan pemenangnya adalah pemenang yang sesungguhnya. Di surat ini akan dijelaskan apa sebenarnya kesuksesan itu, bagaimana kesuksesan itu bisa diraih, dan apa saja yang seharusnya dilakukan oleh sang pemenang setelah kemenang­an itu datang dalam tiga ayat saja.

Namun para sahabat dekat Ra­sulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang sangat peka merasakan ada hal lain dari turunnya surat ini. Mereka justru bersedih. Ibnu Abbas merasa bahwa kalau Rasulullah di­­beritakan telah memenangkan aga­ma ini, itu berarti telah selesai tugas beliau, saat Rasulullah untuk pulang kembali kepada Allah tinggal sebentar lagi. Abu Bakar juga sependapat, dia menafsirkan kemenangan sempurna ini dengan bulan purnama. Setelah purnama bersinar terang dan sempurna, bulan akan  kembali berkurang sinarnya. Pertanda berkurangnya sinar itu adalah akan wafatnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan

Kata “Idzaa” artinya apabila. Ini adalah kata waktu, saat. Jadi yang namanya kemenangan itu, Allah te­gaskan, akan ada saatnya.

“Jaa-a” artinya datang, dan da­­tang­­nya itu karena Ada Yang Men­datang­kan. Datangnya kemenangan/kesuksesan adalah hasil per­paduan antara kerja keras dan taq­dir Allah. Itulah yang disebut taufiq. Keber­hasilan kita bukan se­mata-mata ka­­rena upaya kita, atau karena kita pinter. Bayang­kan, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam ber­juang memenangkan agama ini se­la­ma 20 tahun, baru ke­mudian Allah men­taqdirkan ke­me­nangan. Dan berapa lama beliau “menci­cipi” kemenangan besar Islam dalam hi­dupnya? Hanya dua tahun lebih. Itu­lah maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala katakan bah­wa kemenangan besar itu ada saatnya, dan terjadi­nya itu hanya pada satu saat saja da­lam hidupmu.

* Baca selengkapnya di majalah ESQ Life edisi Juni 2014

esqlife.com

Tukang Sapu Gaza Kembalikan US$ 30.000, Dan Menolak Hadiah Apapun

Tukang Sapu Gaza Kembalikan US$ 30.000, Dan Menolak Hadiah Apapun

JALUR GAZA, Jum’at (Al-Quds TV | Sahabat Al-Aqsha): Jawad Mansur, seorang petugas kebersihan di sebuah taman bermain anak-anak di kota Gaza, menyerahkan US$ 30.000 (setara dengan sekitar Rp 372 juta) kepada pemiliknya. Ia menolak diberi apapun sebagai hadiah dari pemilik uang itu. Demikian laporan Al-Quds TV kemarin malam (1/1).

Meski seperempat Jalur Gaza hancur lebur, listrik digilir 3-6 jam saja dalam sehari, air minum susah, sudah delapan tahun dikepung Zionis, saudara-saudara kita di Gaza tetap mempertahankan kemuliaan akhlaqnya.

Jawad Mansur yang sudah delapan tahun bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah taman di Gaza City, beberapa hari lalu kaget. Pagi-pagi seperti biasa ia berangkat ke tempatnya bekerja. Di pinggir jalan ia menemukan sebuah tas. Ketika dibuka isinya berikat-ikat uang dolar, total US$30 ribu.

Tanpa berpikir panjang, langsung dibawanya tas itu ke kantor polisi terdekat. Setelah semua laporan dan data dirinya dicatat ia meninggalkan kantor polisi itu, melanjutkan pekerjaannya.

Malam harinya, ia dipanggil ke kantor polisi lagi. Di tempat itu ia dipertemukan dengan seorang akuntan sebuah perusahaan pembotolan minuman ringan, Abu Muhammad. Rupanya pria ini kehilangan tasnya dalam perjalanan menuju bank.

Orang baik ketemu orang baik, dipertemukan oleh polisi yang baik, atas ketetapan dari Sang Maha Baik.

Rupanya petugas polisi sudah dilapori kehilangan uang itu. Namun Pak Polisi yang bertugas belum menunjukkan apa-apa kepada Abu Muhammad, yang mengaku pemilik uang. Pak Polisi lalu minta Jawad ‘memeriksa’ dulu Abu Muhammad.

Jawad, petugas kebersihan yang biasa dipanggil Abu Wasim itu bertanya, “Tas kamu isinya apa?”

“Uang,” kata akuntan itu.

“Berapa jumlahnya?” tanya Jawad lagi.

“Seluruhnya US$30.000,” jelas Abu Muhammad.

“Bagaimana kamu menyusun uang itu?” tanya Jawad, sudah semakin mirip polisi.

“Diikat dalam tiga ikatan, masing-masing 10 ribu dolar. Sebagian pecahan 50 dolaran, sebagian besar 100 dolaran,” jawab Abu Muhammad.

Sambil menghela nafas lega, Jawad ayah empat anak itu berkata, “Tas dan uang ini punya kamu.”

 

Saat diwawancarai oleh Al-Quds TV, mata Abu Muhammad berkaca-kaca dan sering melihat ke arah langit.

“Saya mati-matian mendesak orang baik ini (Jawad) untuk menerima sedikit hadiah. Tapi dia menolaknya,” kata Abu Muhammad menahan haru.

baca selengkapnya di :

http://www.smstauhiid.com/tukang-sapu-gaza-ini-kembalikan-us-30-000-yang-ditemukannya-menolak-hadiah-apapun/

Hukum Memperingati Maulid Nabi

Hukum Memperingati Maulid Nabi

Hukum Memperingati Maulid Nabi

Sungguh banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh kebanyakan kaum muslimim tentang hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad sholallahu ‘alahi wa sallam dan hukum mengadakannya setiap kelahiran beliau.

Adapun jawabannya adalah : TIDAK BOLEH merayakan peringatan maulid nabi karena hal itu termasuk bid’ah yang diada-adakan dalam agama ini, karena Rasulullah tidak pernah merayakannya, tidak pula para Khulafaur Rasyidin dan para Sahabat, serta tidak pula para tabi’in pada masa yang utama, sedangkan mereka adalah manusia yang paling mengerti dengan As-Sunnah, paling cinta kepada Rasulullah, dan paling ittiba’ kepada syari’at beliau dari pada orang–orang sesudah mereka.

Dan sungguh telah tsabit (tetap) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda : “Barang siapa mengadakan perkara baru dalam (agama) kami ini yang tidak ada asal darinya, maka perkara itu tertolak. “(HR. Bukhari Muslim).

Dan beliau telah bersabda dalam hadits yang lain : “(Ikutilah) sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk sesudahku. Peganglah (kuat-kuat) dengannya, gigitlah sunnahnya itu dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah perkara-perkara yang diadakan-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat. (HR. Tirmidzi dan dia berkata : Hadits ini hasan shahih).

Dalam kedua hadits ini terdapat peringatan yang keras terhadap mengada-adakan bid’ah dan beramal dengannya. Sungguh Alloh telah berfirman : “Apa yang telah diberikan Rasul kepadamu, maka ambillah dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. “(QS. Al-Hasyr : 7).
Alloh juga berfirman : “Maka hendaknya orang yang menyalahi perintah-Nya, takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih. “(QS. AN-Nuur : 63).

Allah juga berfirman : “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dan mereka ridho kepada Allah. Dan Allah menyediakan untuk mereka surga-surga yang di bawahnya ada sungai-sungai yang mengalir, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar. “(QS. At-Taubah : 100).

Allah juga berfirman : “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku dan Aku ridha Islam sebagai agamamu. “(QS. Al Maidah : 3). Dan masih banyak ayat yang semakna dengan ini.

Mengada-adakan Maulid berarti telah beranggapan bahwa Allah ta’ala belum menyempurnakan agama ini dan juga (beranggapan) bahwa Rasulullah belum menyampaikan seluruh risalah yang harus diamalkan oleh umatnya. Sampai datanglah orang-orang mutaakhirin yang membuat hal-hal baru (bid’ah) dalam syari’at Allah yang tidak diijinkan oleh Allah.

Mereka beranggapan bahwa dengan maulid tersebut dapat mendekatkan umat islam kepada Allah. Padahal, maulid ini tanpa di ragukan lagi mengandung bahaya yang besar dan menentang Allah dan Rasul-Nya karena Allah telah menyempurnan agama Islam untuk hamba-Nya dan Rasulullah telah menyempurnakan seluruh risalah sampai tak tertinggal satupun jalan yang dapat menghubungkan ke surga dan menjauhkan dari neraka, kecuali beliau telah meyampaikan kepada umat ini.

Sebagimana dalam hadits shohih disebutkan, dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali wajib atas nabi itu menunjukkan kebaikan dan memperingatkan umatnya dari kejahatan yang Allah ajarkan atasnya. “(HR. Muslim).

Dan sudah diketahui bahwa Nabi kita adalah Nabi yang paling utama dan penutup para Nabi. Beliau adalah Nabi yang paling sempurna dalam menyampaikan risalah dan nasehat. Andaikata perayaan maulid termasuk dari agama yang diridhoi oleh Allah, maka pasti Rasulullah akan menerangkan hal tersebut kapada umatnya atau para sahabat melakukannya setelah wafatnya beliau.

Namun, karena tidak terjadi sedikitpun dari maulid saat itu, dapatlah di ketahui bahwa Maulid bukan berasal dari Islam, bahkan termasuk dalam bid’ah yang telah Rasulullah peringatkan darinya kepada umat beliau. Sebagaimana dua hadits yang telah lalu. Dan ada juga hadits yang semakna dengan keduanya, diantaranya sabda beliau dalam khutbah Jum’at : “Amma ba’du, maka sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah (Al-Qur’an) dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Dan sejelek-jeleknya perkara adalah perkara yang di ada-adakan dan setiap bid’ah itu sesat. “(HR. Muslim).

Ayat-ayat dan hadits-hadits dalam bab ini banyak sekali, dan sungguh kebanyakan para ulama telah menjelaskan kemungkaran maulid dan memperingatkan umat darinya dalam rangka mengamalkan dalil-dalil yang tersebut di atas dan dalil-dalil lainnya.

Namun sebagian mutaakhirin (orang-orang yang datang belakangan ini) memperbolehkan maulid bila tidak mengandung sedikitpun dari beberapa kemungkaran seperti : Ghuluw (berlebih-lebihan) dalam mengagungkan Rasulullah, bercampurnya wanita dan laki-laki, menggunakan alat-alat musik dan lain-lainnya, mereka menganggap bahwa Maulid adalah termasuk BID’AH HASANAH, sedangkan kaidah Syara’ (kaidah-kaidah / peraturan syari’at ini) mengharuskan mengembalikan perselisihan tersebut kepada kitab Allah dan sunnah Rasulullah, sebagaimana Allah berfirman :
“ Hai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan Ulil Amri dari kalian maka bila terjadi perselisihan di antara kalian tentang sesuatu kembalikanlah kepada (kitab) Allah dan (sunnah) RasulNya bila kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir demikian itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya. “(QS. Ann Nisaa’ : 59).
Allah juga berfirman : “Tentang sesuatu apapun yang kamu berselisih, maka putusannya (harus) kepada (kitab) Allah, “(QS. Asy Syuraa : 10).

Dan sungguh kami telah mengembalikan masalah perayaan maulid ini kepada kitab Allah. Kami mendapati bahwa Allah memerintahkan kita untuk ittiba’ (mengikuti) kepada Rasulullah terhadap apa yang beliau bawa dan Allah memperingatkan kita dari apa yang dilarang. Allah juga telah memberitahukan kepada kita bahwa Dia – Subhanahu wa Ta’ala – telah menyempurnakan Agama Islam untuk umat ini. Sedangkan, perayaan maulid ini bukan termasuk dari apa yang dibawa Rasulullah dan juga bukan dari agama yang telah Allah sempurnakan untuk kita.

Kami juga mengembalikan masalah ini kepada sunnah Rasulullah. Dan kami tidak menemukan di dalamnya bahwa beliau telah melakukan maulid. Beliau juga tidak memerintahkannya dan para sahabat pun tidak melakukannya. Dari situ kita ketahui bahwa maulid bukan dari agama Islam. Bahkan Maulid termasuk bid’ah yang diada-adakan serta bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang yahudi dan nasrani dalam perayaan-perayaan mereka. Dari situ jelaslah bagi setiap orang yang mencintai kebenaran dan adil dalam kebenaran, bahwa perayaan maulid bukan dari agama Islam bahkan termasuk bid’ah yang diada-adakan yang mana Allah dan Rasulnya telah memerintahkan agar meningggalkan serta berhati-hati darinya.

Tidak pantas bagi orang yang berakal sehat untuk tertipu dengan banyaknya orang yang melakukan Maulid di seluruh penjuru dunia, karena kebenaran tidak diukur dengan banyaknya pelaku, tapi diukur dengan dalil-dalil syar’i, sebagaimana Allah berfirman tentang Yahudi dan Nasrani : “Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata : ‘Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani’. Demikianlah itu (hanya) angan-angan kosong mereka belaka. Katakanlah :’ Tunjukkanlah bukti kebenaran jika kamu adalah orang yang benar .” (QS. Al Baqarah : 111).
Allah juga berfirman : “Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh. “(QS. Al An’aam : 116 ). Wallahu a’lamu bis-shawab.

Maroji’ :

Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ilyas Agus Su’aidi As-Sadawy dari kitab At-Tahdzir minal Bida’, hal 7-15 dan 58-59, karya Syaikh Abdul Azis bin Abdullah bin Baaz rahimahullah. Untuk lebih jelasnya lagi dapat dilihat dalam bebrapa rujukan berikut :
1. Mukhtashor Iqtidho’ Ash Shirot Al Mustaqim (hal. 48-49) karya ibnu Taimiyah.
2. Majmu’u Fataawa (hal. 87-89) karya Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin.

Sumber :

BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 15
HUKUM MEMPERINGATI Maulid Nabi Muhammad sholallahu ‘alaihi wa sallam.

KEUTAMAAN DAN PAHALA MENJENGUK ORANG SAKIT

KEUTAMAAN DAN PAHALA MENJENGUK ORANG SAKIT

KEUTAMAAN DAN PAHALA MENJENGUK ORANG SAKIT

Diantara yang memperkuat kesunnahan menjenguk orang sakit ialah adanya hadits-hadits yang menerangkan keutamaan dan pahala orang yang melaksanakannya, misalnya:

1. Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menjenguk orang sakit maka berserulah seorang penyeru dari langit (malaikat), ‘Bagus engkau, bagus perjalananmu, dan engkau telah mempersiapkan tempat tinggal di dalam surga.”

2. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadist qudsi :

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla akan berfirman pada hari kiamat, ‘Hai anak Adam, Aku sakit, tetapi kamu tidak menjenguk-Ku.’ Orang itu bertanya, ‘Oh Tuhan, bagaimana aku harus menjengukMu sedangkan Engkau adalah Tuhan bagi alam semesta?’ Allah menjawab, ‘Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan sedang sakit, tetapi kamu tidak menjenguknya? Apakah kamu tidak tahu bahwa seandainya kamu menjenguknya pasti kamu dapati Aku di sisinya?’ ‘Hai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi tidak kamu beri Aku makan.’ Orang itu menjawab, ‘Ya Rabbi, bagaimana aku memberi makan Engkau, sedangkan Engkau adalah Tuhan bagi alam semesta?’ Allah menjawab, ‘Apakah kamu tidak tahu bahwa hamba-Ku si Fulan meminta makan kepadamu, tetapi tidak kauberi makan? Apakah kamu tidak tahu bahwa seandainya kamu beri makan dia niscaya kamu dapati hal itu di sisiKu?’ ‘Wahai anak Adam, Aku minta minum kepadamu, tetapi tidak kamu beri minum.’ Orang itu bertanya, ‘Ya Tuhan, bagaimana aku memberi-Mu minum sedangkan Engkau Tuhan bagi alam semesta?’Allah menjawab, ‘Hamba-Ku si Fulan meminta minum kepadamu, tetapi tidak kamu beri minum. Apakah kamu tidak tahu bahwa seandainya kamu memberinya minum niscaya akan kamu dapati (balasannya) itu di sisi-Ku?”

3. Diriwayatkan dari Ali r.a., ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada seorang muslim yang menjenguk orang muslim lainnya pada pagi hari kecuali ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga sore hari; dan jika ia menjenguknya pada sore hari maka ia didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat hingga pagi hari, dan baginya kurma yang dipetik di taman surga.” (HR Tirmidzi, dan beliau berkata, “Hadits hasan.”)

Wallahua’lam bishawwab
Semoga Allah merahmati kita semua. Aamin.

Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi
Gema Insani Press

UMAT ISLAM SHALAT HADAP KA'BAH, BUKAN BERARTI ALLAH BERADA DIDALAM KA'BAH

UMAT ISLAM SHALAT HADAP KA’BAH, BUKAN BERARTI ALLAH BERADA DIDALAM KA’BAH

UMAT ISLAM SHALAT HADAP KA’BAH, BUKAN BERARTI ALLAH BERADA DIDALAM KA’BAH

Si A : Mengapa orang Islam menyembah kotak hitam?

Ustadz : Salah itu! Umat Islam tidak menyembah kotak hitam, tapi menyembah Allah.

Si A : Bukankah orang Islam shalat menghadap Ka’bah, satu kotak yang berwarna hitam? Apakah Allah itu ada di dalam Ka’bah?

Belum sempat sang ustadz menjawab, terdengar handphone-nya si A berbunyi. Setelah si A selesai menjawab panggilan di handphonen-ya, dia memandang sang ustadz. Sang ustadz tersenyum.

Si A : Mengapa tersenyum? Apa jawaban dari pertanyaan saya tadi ustadz?

Ustadz : Hmm… Perlukah saya menjawab pertanyaanmu?

Si A : Ah, pasti kau tidak bisa menjawab bukan? hehehehe…..

Ustadz : Bukan itu maksud saya. Saya melihat kau kurang menyadarinya.

 

sumber Yusufmansurnetwork

Si A : Mengapa kau bicara begitu?

Ustadz : Tadi saya lihat kau bicara sendiri, ketawa dan tersenyum sendiri. Dan kau mencium HP itu sambil bicara “I love You”

Si A : Saya tidak bicara sendiri. Saya bicara dengan istri saya. Dia yang telfon saya tadi.

Ustadz : Mana istrimu? Saya tak melihatnya.

Si A : Istri saya di Padang. Dia telfon saya, saya jawab menggunakan telfon. Apa masalahnya? [ heran ]

Ustadz : Boleh saya lihat HP kamu?

Si A mengulurkan HP-nya kepada sang ustadz. Sang ustadz menerimanya, lalu membolak-balikan HP itu, menggoncang-goncangnya, mengetuk-ngetuk HP tersebut ke meja.

Ustadz : Mana istrimu? Saya lihat dia tidak ada di sini. Saya pecahkan HP ini pun istrimu tetap tak terlihat di dalamnya?

Si A : Mengapa kau bodoh sekali? Teknologi sudah maju. Kita bisa berbicara jarak jauh menggunakan telfon. Apa kau tak bisa menggunakan otakmu?

Ustadz : Alhamdulillah [senyum]. Begitu juga halnya dengan Allah SWT. Umat Islam shalat menghadap Ka’bah bukan berarti umat Islam menyembah Ka’bah. Tetapi umat Islam shalat atas arahan Allah. Allah mengarahkan umat Islam untuk shalat menghadap Ka’bah juga bukan berarti Allah ada di dalam Ka’bah. Begitu juga dengan dirimu dan istrimu. Istrimu menelfon menggunakan HP, ini bukan berarti istrimu ada di dalam HP. Tetapi ketentuan telekomunikasi menetapkan peraturan

Si A : Bisa saja kau [ Garuk kepala tak gatal ]

Ustadz : Ada satu lagi, bilamana shalat tidak menghadap ka’bah, maka arah shalat akan kacau. Ada dua jamaah shalatnya berhadap-hadapan, ada yang shalat sendiri, karena tidak ada arah akan ganjil, ada yang menghadap kekiri dan kekanan. Wah bisa terbayang kan ?

Si A : [ Merenung ]

SYAFA'AT Al-QUR'AN DAN PUASA KEPADA PENGAMALNYA

SYAFA’AT Al-QUR’AN DAN PUASA KEPADA PENGAMALNYA

PUASA DAN AL-QUR’AN KELAK AKAN MEMBERIKAN SYAFA’AT KEPADA PENGAMALNYA

Rosulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalaam bersabda :

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

“Puasa dan al Qur`an akan memberi syafa’at kepada seorang hamba pada hari Kiamat kelak. Puasa akan berkata : “Wahai, Rabb-ku. Aku telah menahannya dari makan pada siang hari dan nafsu syahwat. Karenanya, perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya”. Sedangkan al Qur`an berkata : “Aku telah melarangnya dari tidur pada malam hari. Karenanya, perkenankan aku untuk memberi syafa’at kepadanya”. Maka keduanya pun memberi syafa’at”. ( HR Ahmad, II/174; al Hakim, I/554; dari Abdullah bin ‘Amr. Sanad hadits ini hasan. Hadits ini dishahihkan oleh al Hakim dan disetujui oleh Imam adz Dzahabi. Kata Imam al Haitsami, diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabrani dalam Mu’jam Kabir. Rijal hadits ini rijal shahih. Lihat Majma’uz Zawaid III/181 )

Berkata para shahabat nabi: “Apabila kami mempelajari sepuluh ayat Al-Qur’an kami tidak berinjak meneruskannya hingga kami mendalaminya, mengilmui kandungannya, dan mengamalkannya.”

Hal ini bisa bermakna:

– Mengkaji al Qur-aan (mempelajari tafsirnya)
– atau, mempelajari cara membaca al Qur-aan
– atau, memperbaiki bacaan al Qur-aan
– atau, menghafalkan al Qur-aan
– atau, selainnya (yang bermakna belajar-mengajar)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّ الْقُرْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ

Dan Sesungguhnya Al Quran akan menemui pemiliknya pada hari kiamat saat kuburnya terbelah seperti orang kurus.

فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ

ia berkata: Apa kau mengenaliku?; Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu,

فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ

ia berkata: Apa kau mengenaliku?; Pemilik Al Quran menjawab: Aku tidak mengenalimu.

فَيَقُولُ أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ

Ia berkata: Aku adalah temanmu, Al Quran yang membuatmu haus ditengah hari dan membuatmu bergadang dimalam hari, setiap pedagang berada dibelakang dagangannya dan engkau hari ini berada dibelakang daganganmu.

فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا

Kemudian ia diberi kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, di kepalanya dikenakan mutiara kemuliaan dan kedua orang tuanya dikenakan dua hiasan yang tidak bisa dinilai oleh penduduk dunia .

فَيَقُولَانِ بِمَ كُسِينَا هَذِهِ

lalu keduanya berkata: Kenapa aku dikenakan perhiasan ini?

فَيُقَالُ بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

Dikatakan pada keduanya: Karena (kalian telah memerintahkan) anak kalian berdua (untuk mempelajari/menghafalkan/mengamalkan) Al Quran.

ثُمَّ يُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَاصْعَدْ فِي دَرَجَةِ الْجَنَّةِ وَغُرَفِهَا فَهُوَ فِي صُعُودٍ مَا دَامَ يَقْرَأُ هَذًّا كَانَ أَوْ تَرْتِيلًا

Kemudian dikatakan padanya: Bacalah dan naiklah ke tingkat surga dan kamar-kamarnya. Ia senantiasa naik (derajatnya di surga) selama ia membaca dengan cepat atau dengan tartil. (HR. Ahmad; dikatakan Syaikh Ahmad Syaakir; Didalamnya terdapat Basyir bin Al Muhajir dan Ibnu Ma’in mentsiqatkannya, dan ia merupakan perawi imam muslim. hadits ini dihasankan oleh Imam Ibnu Katsir)

An Nawwas bin Sam’an Al Kilabi radhiallahu ‘anhu berkata; Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ وَآلُ عِمْرَانَ

“Al Qur`an akan didatangkan pada hari kiamat bersama Ahli-nya, yaitu orang-orang yang telah beramal dengannya. Dan yang pertama kali adalah surat Al Baqarah dan Ali Imran.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan tiga permisalan terkait dengan keduanya, aku tidak akan melupakannya setelah itu. yakni:

كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا

“Seperti dua tumpuk awan hitam yang diantara keduanya terdapat cahaya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya.” (HR. Muslim)

 

Peninggalan Nabi SAW, Mengobati Rindu Kepada Rasulullah SAW

Peninggalan Nabi SAW, Mengobati Rindu Kepada Rasulullah SAW

Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Muhammad Rasulullah. Kita hanya bisa menjumpainya melalui do’a-do’a yang kita lantunkan, memohon syafa’at Nabi untuk keselamatan kita di akhirat dari pedihnya adzab neraka, tidakkah foto-foto berikut ini mengobati kerinduan kita yang sangat dalam kepada Sang Nabi Tercinta, Kekasih Allah, pribadi mulia panutan alam?? Ratusan orang meneteskan air matanya setelah menatap langsung baju beliau yang bersahaja dan sudah robek, sandal beliau, keranda beliau yang tak terhalang apapun. Allahu Akbar … serasa dekaaat denganmu ya Rasulullah … Andai aku bisa melihat wajahmu, rontok segala persendianku, tak tahan dengan kenikmatan memandang kemuliaan wajahmu… Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad ….

(Foto-foto ini kebanyakan adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Museum Topkapy di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …)
Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam …

Gambar-Gambar Eksklusif Peninggalan Nabi Muhammad SAW

baca selengkapnya di :

http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/peninggalan-pernak-pernik-nabi-saw-mengobati-rindu-akan-rasulullah-saw.htm#.VKyN_ntaths

Pola Makan Sehat Cara Rasulullah

Pola Makan Sehat Rasulullah

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (al-Ahzab [33]: 21).

Dalam berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memang sudah dirancang oleh Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai contoh teladan yang baik (uswah hasanah) bagi semua manusia. Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal pola makan yang bermuara pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai harganya. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, maka manusia rela mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang jauh sekalipun. Sayangnya, hanya sedikit orang yang penduli dan memelihara nikmat kesehatan yang Allah subhaanahu wa ta’ala telah anugerahkan sebelum dicabut kembali oleh-Nya.

Karena Allah telah menegaskan kepada kita bahwa Beliau (Rasulullah) adalah teladan, inilah teladan yg bisa kita ikut bagaimana pola makan Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam agar Sehat dan berberkah dan mendapatkan amal.

Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

“Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari no. 6412).

Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda,

“Nikmat yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah ketika dikatakan kepadanya, “Bukankah Aku telah menyehatkan badanmu serta memberimu minum dengan air yang menyegarkan?”

(HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani).

Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dalam bukunya “Panduan Diet ala Rasulullah”, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan bisa diumpamakan sebagai mahkota indah di atas kepala orang-orang sehat yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.

Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.

Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.

Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.

Pola makan seringkali dikaitkan dengan pengobatan karena makanan merupakan penentu proses metabolisme pada tubuh kita. Pakar kesehatan selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo’i) dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al’ilaji).

Dengan mencontoh pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).

Hal itu jauh lebih baik dan murah daripada harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakikatnya adalah racun, berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melalui makanan dengan senyawa kimia organik.

Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:

1. Di pagi hari, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.

2. Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

“Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri. “(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husyaim, dari `Ashim al Ahwal dan sebagainya,dari Sya’bi, yang bersumber dari Ibnu `Abbas r.a.)

“Sesungguhnya Rasulullah saw menarik nafas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

“Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.

4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

“Keluarga Nabi saw tidak pernah makan roti sya’ir sampai kenyang dua hari berturut-turut hingga Rasulullah saw wafat.” (Diriwayatkan oleh Muhammad bin al Matsani, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Basyar, keduanya menerima dari Muhammad bin Ja’far, dari Syu’bah, dari Ishaq, dari Abdurrahman bin Yazid, dari al Aswad bin Yazid, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

Sya’ir,khintah dan bur, semuanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan “gandum” sedangkan sya’ir merupakan gandum yang paling rendah mutunya. Kadang kala ia dijadikan makanan ternak, namun dapat pula dihaluskan untuk makanan manusia. Roti yang terbuat dari sya’ir kurang baik mutunya sya’ir lebih dekat kepada jelai daripada gandum.

Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat.”Rasulullah saw. tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.”(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman, dari’Abdullah bin `Amr –Abu Ma’mar-,dari `Abdul Warits, dari Sa’id bin Abi `Arubah, dari Qatadah, yang bersumber dari Anas r.a.)

“Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.”
Abdullah bin `Abdurrahman berkata : “Saus yang paling enak adalah cuka.”(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Shal bin `Askar dan `Abdullah bin`Abdurrahman,keduanya menerima dari Yahya bin Hasan,dari Sulaiman bin Hilal, Hisyam bin Urwah, dari bapaknya yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

“Rasulullah saw bersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

6. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat.

7. Disamping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).

“Nabi saw memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak).”(Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id, dari ayahnya yang bersumber dari `Abdullah bin Ja’far r.a.)

Qitsa adalah sejenis buah-buahan yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi saw memakan semangka dengan kurma (yang baru masak)”(Diriwayatkan oleh Ubadah bin `Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin `Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

8. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula Rasulullah lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah radiyallahu’anha.

9. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari, beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

10. Pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).

Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining (FC).

Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain:

  • Jangan minum susu bersama makan daging.
  • Jangan makan ayam bersama minum susu.
  • Jangan makan ikan bersama telur.
  • Jangan makan ikan bersama daun salad.
  • Jangan minum susu bersama cuka.
  • Jangan makan buah bersama minum susu

Demikianlah Pola makan Rasulullah, semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Wassalam

daulahislam.com

Tips Dari Ayah Musa, Anak Berumur 5 Tahun Hafal 29 Juz

Tips Dari Ayah Musa, Anak Berumur 5 Tahun Hafal 29 Juz

Subhanallah, inilah kebahagiaan orang tua yang luar biasa besar jika mampu mendidik anaknya menjadi penghapal Al Quran, seperti video berikut ini.

Mau tau tips ayahnya Musa dalam mendidik anaknya, Musa yang berusia 5,5 tahun namun sudah menguasai dan hafal 29 Juz Al Quran.

Bayangkan, Musa bocah asal Bangka ini memang hafal 29 Juz dan masuk 30 juz, kecuali surat An-Nahl dan surat Bani Israil. Bakat dan kemampuan Musa menjadi inspirasi para orang tua mengikuti Musa, peserta acara televisi RCTI  “Hafiz Indonesia” yang dibimbing oleh para juri berpengalaman seperti Syeikh Ali Jaber, Ustadz Amir Faishol Fath dan Ustadzah Lulu Susanti.

Ini Dia Tips Dari Abu Musa

Ini Pesan Dari Abu Musa (La Ode Abu Hanafi) ayah dari bocah penghafal Al Quran berusia 5,5 tahun.

Dialog ini melalui WhatsApp dengan Abu Musa di Jeddah Saudi Arabia.

Admin Assunnah: Akhi bisa kasih pesan khusus untuk anak-anak agar rajin menghafal al quran karena akan saya sebarkan di BBM fb dll singkat saja abu

La Ode Abu Hanafi (Abu Musa):

Cari istri sholehah, istiqomah dan sabar yang luar biasa, tegakkan amar ma’ruf dan nasi mungkar kepada anak meskipun masih kecil, jauhkan dari musik dan tontonan yang merusak, tanamkan aqidah dan tauhid kepada anak, tanamkan siapa ahlu sholah dan siapa ahlu maksiat. Orang tua harus menjadi contoh anak. Orang tua ketika amar ma’ruf dan nahi mungkar harus ada rasa tega diri mereka kepada anak-anak.

Contohnya ketika memerintahkan belajar…banyak orang tua yang gak tega Selain yang di atas….harta kita keluarkan tuk anak belajar

Admin Assunnah: Barakallahu fiik jazakallah khoyron masih ada lagi akhi ?

La Ode Abu Hanafi (Abu Musa):

Tentukan jadwal anak seketat mungkin, kapan belajar, makan, mandi, bermain…. Dan orangtua harus istiqomah dan jangan diremehkan dan di langgar. Gak usah pedulikan perkataan orang, Emas gak akan jadi mulianya dan berharga kecuali setelah penempaan yang luar biasa….

Kelembutan dan ketegasan ( keras terkadang juga sangat bermanfaat) harus senantiasa ada

Cukup dulu akhi.

Admin Assunnah: Barakallahu fiik masyaa Allah jazakallah khoyron semoga bermanfaat untuk saudara kita yang lainnya

Dialog ini pada 4 Ramadhan 1435/ 2 Juli 2014 ____

Semoga bermanfaat untuk kaum muslim di Indonesia dan seluruh dunia.

Beliau sekeluarga sering mendapat undangan dari Saudi dan Malaysia sudah menunggu. Sekolah Tahfidz Ibnu Umar sudah mengundang insya Allah Ta’alaa mereka akan datang jika mendapat kesempatan untuk memberi motivasi pada anak didik kami.

Barakallahu fiihim. “Mengantar Generasi Al Quran dan Assunnah Menjadi Pemimpin Bangsa”

[Ibnuumar/berbagaisumber/adivammar/voa-islam.com]

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2014/07/03/31361/tips-dari-ayah-musa-bocah-55-tahun-penghafal-29-juz-al-quran/#sthash.9wtszk7J.dpuf

KEUTAMAAN MEMBACA SEJUMLAH AYAT AL-QUR'AN DALAM SEHARI

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN DALAM SEHARI

Semua yang penting kudu ditargetin, dijadwalin, ngejar point, ini ada dan dianjurin ketika kita membaca Al-Qur’an, ini gak ada ruginya dah, buat mendekatkan diri kepada Allah, karena sesiapa yang dekat, maka akan dekat juga dengan pertolongan-Nya. Terlebih ia juga menjadi obat hati, jadi cahaya buat jiwa, agar ngejalanin hidup menjadi lapang selapang-lapangnya, baik lahir maupun bathin. Mudah-mudahan bisa diamalin, ini harapan saya semoga bisa jadi motivasi, pencerahan, agar kebiasa jalanin hari dengan Al-Qur’an. Jangan lupa ditadaburin, baca terjemahannya, akan lebih bagus cari kitab tafsir semisal ibnu katsir, al qurthubi, agar faham dan diamalin isinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من قرأ في يوم وليلة خمسين آية لم يُكتب من الغافلين، ومن قرأ مائة آية كُتب من القانتين، ومن قرأ مائتي آية لم يُحاجهِ القرآن يوم القيامة ، ومن قرأ خمسمائة كُتب له قنطار من الأجر

Barangsiapa yang membaca 50 ayat dalam sehari semalam, maka ia tidak dicatat sebagai seorang yang lalai. Barangsiapa yang membaca 100 ayat, maka ia dicatat sebagai orang yang qaniith (taat). barangsiapa yang membaca 200 ayat maka ia tidak akan dibantah oleh al Qur-aan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang membaca 500 ayat, maka dicatat baginya perbendaharaan harta berupa pahala (SHAHIIH li ghayrihi; HR. Ibnus Sunniy, lihat silsilah ash-shahiihah no. 642-643 sumber penomoran shahiih wa dhaiif al-adzkaar)

Wirid-wirid membaca ayat al Qur-aan berdasarkan hadits yang shahiih

1. Membaca ayat kursi [1 ayat]

dibaca setiap selesai shalat [total 5x], pagi [1x] dan petang [1x], sebelum tidur malam [1x];

[total 8]

2. al-ikhlash, al-falaq dan an-Naas [total 15 ayat]

dibaca masing-masing SEKALI setiap selesai shalat [5×15 = 75], pagi petang (masing-masing 3x) [2 x (3×15) = 2 x 45 = 90], sebelum tidur (dibaca secara berurutan 3x) [45]

[total 210]

3. ‘Aali Imran 190-200 [10 ayat]

dibaca ketika bangun tidur [10 ayat]

[total 10 ayat]

4. al Baqarah 285-286 [2 ayat]

dibaca ketika sebelum tidur [2 ayat]

[total 2 ayat]

5. Surat as-Sajadah [30 ayat] dan Surat al-Mulk [30 ayat]; total [60 ayat]

dibaca ketika sebelum tidur [60 ayat]

TOTAL POINT 1 – 5 = 290

untuk ini saja totalnya sudah, 290 ayat yang kita baca dalam sehari semalam.

maka kita tinggal memerlukan 210 ayat (dan ini kira-kira setara dengan satu juz, lebih sedikit) al Qur-aan untuk mencapai 500 ayat sehingga kita bisa dicatat pembendaharaan harta berupa pahala..

marilah kita meraih keutamaan ini… TAPI ingatlah, amalan yang dicintai Allah adalah yang sedikit, tapi KONTINYU..

Bertahaplah dalam mengamalkan sesuatu, sehingga kita tidak terbebani dengan beban yang berat, yang malah nantinya kita meninggalkannya yang ini tidak baik bagi kita sendiri.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ

“Wahai ‘Abdullah ( ibn ’ Amr ibnul ’ Ash ) , janganlah engkau seperti si fulaan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.” (HR. Bukhari no. 1152 )

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ فَوَاللَّهِ لَا يَمَلُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى تَمَلُّوا إِنَّ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَى اللَّهِ مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ

“Hendaknya kalian melakukan sesuatu yang kalian mampui. Demi Allah, Allah Azzawajalla tidak akan pernah bosan hingga kalian sendiri yang bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai oleh Allah adalah yang paling kontinyu (terus menerus).”
[Hadits shahih, dikeluarkan oleh Ahmad 6/247, Muslim 6/73, Ath-Thabrany, hadits nomor 564 di dalam Al-Kabir]

Bukankah kita MAMPU

Membaca ayat kursi dalam setiap selesai shalat [total 5x], pagi [1x] dan petang [1x], sebelum tidur malam [1x]

bukankah kita MAMPU

Membaca surat al-ikhlash, al-falaq dan an-Naas dalam setiap shalat 5 waktu (masing-masing sekali); pagi dan petang (masing2 3x), dan sebelum tidur (secara berurutan masing2 3x)?!

Untuk kedua hal ini saja, bacaan rutin ayat al qur-aan kita dalam sehari sudah 218 ayat; yang semoga kita termasuk dalam orang-orang yang tidak dibantah al Qur-aan di hari kiamat.

Maka semoga Allah memberikan kita kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan agamaNya yang mulia dan agung ini.. aamiin

Yusuf Mansur

SANG AYAH MAU MEMAAFKAN PEMBUNUH TAPI SYARATNYA HAFAL AL-QUR'AN

SANG AYAH MAU MEMAAFKAN PEMBUNUH TAPI SYARATNYA HAFAL AL-QUR’AN

SANG AYAH MAU MEMAAFKAN PEMBUNUH TAPI SYARATNYA HAFAL AL-QUR’AN

Seorang menyatakan akan mengampuni pembunuh anaknya jika pembunuh anaknya itu berhasil menghafal Al-Quran, sebuah koran lokal melaporkan pada hari Sabtu lalu. Rabi’ah al-Dousary, ayah dari pemuda yang terbunuh bernama Abdullah, berjanji untuk mengampuni pembunuh anaknya yang sedang dihukum, Faisal al-Ameri, jika pembunuh anaknya itu berhasil menghafal semua Al-Qur’an sebelum meninggalkan penjara, surat kabar Saudi al-Yawm melaporkan.

Ameri sendiri sudah divonis hukuman mati karena membunuh Abdullah selama pertengkaran yang terjadi di lingkungan mereka.

Komite tinggi koreksi di provinsi timur kerajaan Saudi telah membujuk Rabi’ah al-Dousary untuk memaafkan dan mengampuni Ameri yang telah membunuh anaknya.

Sang ayah, yang menolak untuk menerima uang darah, berusaha mengajarkan Ameri pelajaran yang jauh lebih berharga, bersikeras mengampuni pembunuh anaknya dengan satu syarat: pembunuh harus menghafal 30 juz Al-Quran sebelum pembebasannya dari penjara.

Anak adalah harta tidak ternilai, bila dinilai dengan uang, emas, intan bahkan ditukar oleh satu pulau, jelas tidak akan terbayarkan bagi orang tuanya yang memiliki cinta.

Dan Kecintaan pada anak, memang tidak bisa pula menghalangi taqdir Ilaahi, namun dibalik kecintaan bercampur dendam bila dihayati lebih jauh, ia tidak akan mengembalikan nyawa sang buah hati, tetapi mungkin kita bisa mendalami maksud dari sang ayah, ketika kehilangan anak diambil oleh Allah, kedukaannya diarahkan dengan memaafkan sipembunuh dengan syarat menghafal Al-Qur’an. Semoga hanya redho Allah yang ia cari.

Memang masalah qishas berlaku pada hukum Syariat memang diterapkan pada negara Saudi adalah haknya, namun diluar semua itu ada naruni yang tidak sekedar balasan dendam, atau haknya terbayarkan.

Dibalik tujuan sibapak mungkin saja agar sipembunuh dapat kembali kepada jalan Allah, kembali bertaubat, memberi kesempatan padanya. Beratnya rasa kehilangan, semoga menjadi faktor keyakinan dia, yang menjadikan ukuran beratnya balasan Allah yang luarbiasa kelak diyaumil hisab yang ia cari, yaitu sebuah prestasi keikhlasan taqdir dan pengorbanan kepada Rabb-Nya, syukur-syukur sipembunuh ketika menghafal Qur’an bisa menjadi seorang ulama.

Kepasrahan serta keikhlasannya sibapak terhadap Allah semoga akan berbuah karunia-Nya yang tak terhingga dihari yang segala sesuatu berada dibawah pengadilan-Nya, ia mengharap syurga Allah, abadi dan kekal berkumpul dengan anaknya kelak dalam kenikmatan Rahmat-Nya, inilah sebuah harga yang tak terbayar oleh apapun. Insya Allah. Amin.

MARI MEMPERBAIKI KUALITAS SHALAT KITA

MARI KITA PERBAIKI KUALITAS SHALAT

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengerjakan shalat, dan setelah selesai beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

يَا فُلَانُ أَلَا تُحَسِّنُ صَلَاتَكَ أَلَا يَنْظُرُ الْمُصَلِّي كَيْفَ يُصَلِّي لِنَفْسِهِ إِنِّي أُبْصِرُ مِنْ وَرَائِي كَمَا أُبْصِرُ بَيْنَ يَدَيَّ

‘Wahai Fulan, kenapa engkau tidak membaguskan shalatmu? Kenapa orang yang shalat itu tidak mau intropeksi bagaimana ia mengerjakan shalat untuk dirinya? Sesungguhnya aku mampu melihat dari belakangku seperti aku melihat melalui depanku’..”

Dalam riwayat lain: “Rasulullah shalat zhuhur mengimami kami, setelah salam beliau memanggil seorang laki-laki yang ada di shaf terakhir, beliau bersabda,

يا فلان ، ألا تتقي الله !؟ ألا تنظر كيف تصلي ؟! إن أحدكم إذا قام يصلي إنما يقوم يناجي ربه … فلينظر كيف ينجيه ! إنكم ترون أني لا أ راكم ، إني و الله لأرى من خلف ظهري ، كما أرى من بين يدي

‘Wahai fulan, tidakkah kamu bertakwa kepada Allah. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kamu shalat? Sesungguhnya salah seorang dari kalian jika dia berdiri shalat, dia berdiri bermunajat kepada Rabbnya maka hendaknya dia memperhatikan bagaimana dia bermunajat kepadaNya, sesungguhnya kalian beranggapan aku tidak melihat kalian. Demi Allah, sesungguhnya aku melihat di belakang punggungku seperti aku melihat di depanku’.”

Dan juga riwayat beliau yang lain:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَى مَا وَرَائِي كَمَا أَنْظُرُ إِلَى مَا بَيْنَ يَدَيَّ فَسَوُّوا صُفُوفَكُمْ وَأَحْسِنُوا رُكُوعَكُمْ وَسُجُودَكُمْ

“Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku dapat melihat apa yang ada di belakangku sebagaimana aku dapat melihat apa yang ada di depanku, maka luruskanlah barisan shalatmu serta perbagus ruku’ dan sujud kalian.” (Shahiih; Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, an-Nasaa-iy, Ibnu Khuzaimah dalam shahiihnya, al-Hakim dalam shahiihnya; dan selainnya)

( Kualitas Shalat yang buruk )

Allah SWT berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An-Nisaa: 142)

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

تِلْكَ صَلَاةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَيْ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لَا يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا

“(Shalat Ashar) itulah shalat (yang biasanya ditelantarkan) orang munafik, ia duduk mengamat-amati matahari, jika matahari telah berada diantara dua tanduk setan, ia melakukannya dan ia mematuk empat kali (- Rasul pergunakan istilah mematuk, untuk menyatakan sedemikian cepatnya, bagaikan jago mematuk makanan -pent) ia tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (HR. Muslim)

( Wajibnya memperbaiki kualitas Shalat )

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengerjakan shalat, dan setelah selesai beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

يَا فُلَانُ أَلَا تُحَسِّنُ صَلَاتَكَ أَلَا يَنْظُرُ الْمُصَلِّي كَيْفَ يُصَلِّي لِنَفْسِهِ إِنِّي أُبْصِرُ مِنْ وَرَائِي كَمَا أُبْصِرُ بَيْنَ يَدَيَّ

‘Wahai Fulan, kenapa engkau tidak membaguskan shalatmu? Kenapa orang yang shalat itu tidak mau intropeksi bagaimana ia mengerjakan shalat untuk dirinya? Sesungguhnya aku mampu melihat dari belakangku seperti aku melihat melalui depanku’..”

Dalam riwayat lain: “Rasulullah shalat zhuhur mengimami kami, setelah salam beliau memanggil seorang laki-laki yang ada di shaf terakhir, beliau bersabda,

يا فلان ، ألا تتقي الله !؟ ألا تنظر كيف تصلي ؟! إن أحدكم إذا قام يصلي إنما يقوم يناجي ربه … فلينظر كيف ينجيه ! إنكم ترون أني لا أ راكم ، إني و الله لأرى من خلف ظهري ، كما أرى من بين يدي

‘Wahai fulan, tidakkah kamu bertakwa kepada Allah. Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana kamu shalat? Sesungguhnya salah seorang dari kalian jika dia berdiri shalat, dia berdiri bermunajat kepada Rabbnya maka hendaknya dia memperhatikan bagaimana dia bermunajat kepadaNya, sesungguhnya kalian beranggapan aku tidak melihat kalian. Demi Allah, sesungguhnya aku melihat di belakang punggungku seperti aku melihat di depanku’.”

Dan juga riwayat beliau yang lain:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَى مَا وَرَائِي كَمَا أَنْظُرُ إِلَى مَا بَيْنَ يَدَيَّ فَسَوُّوا صُفُوفَكُمْ وَأَحْسِنُوا رُكُوعَكُمْ وَسُجُودَكُمْ

“Dan demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku dapat melihat apa yang ada di belakangku sebagaimana aku dapat melihat apa yang ada di depanku, maka luruskanlah barisan shalatmu serta perbagus ruku’ dan sujud kalian.” (Shahiih; Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, an-Nasaa-iy, Ibnu Khuzaimah dalam shahiihnya, al-Hakim dalam shahiihnya; dan selainnya)

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّهُ لَا تَتِمُّ صَلَاةٌ لِأَحَدٍ مِنْ النَّاسِ حَتَّى يَتَوَضَّأَ فَيَضَعَ الْوُضُوءَ يَعْنِي مَوَاضِعَهُ ثُمَّ يُكَبِّرُ وَيَحْمَدُ اللَّهَ جَلَّ وَعَزَّ وَيُثْنِي عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ بِمَا تَيَسَّرَ مِنْ الْقُرْآنِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِمًا ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَيَرْفَعُ رَأْسَهُ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِدًا ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيُكَبِّرُ فَإِذَا فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ تَمَّتْ صَلَاتُهُ

“Sesungguhnya tidak sempurna shalat seseorang sehingga dia berwudlu’ yaitu membasuh anggota wudlu’nya (dengan sempurna) kemudian bertakbir, memuji Allah Jalla wa ‘Azza, menyanjung-Nya dan membaca AL Qur’an yang mudah baginya. Setelah itu mengucapkan Allahu Akbar, kemudian ruku’ sampai tenang semua persendiannya, lalu mengucapkan “Sami’allahu liman hamidah” sampai berdiri lurus, kemudian mengucapkan Allahu Akbar, lalu sujud sehingga semua persendiannya tenang. Setelah itu mengangkat kepalanya sambil bertakbir. Apabila dia telah mengerjakan seperti demikian, maka shalatnya menjadi sempurna.”

Dari Abul Yasar bahwa Nabi bersabda,

منكم من يصلي الصلاة كاملة ، و منكم من يصلي النصف ، والثلث ، الربع ، و الخمس حتي بلغ العشر

“Di antara kalian ada yang shalat dengan sempurna, di antara kalian ada yang shalat setengah, sepertiga, seperempat dan seperlima sampai men- capai sepersepuluh.” (Hasan, Diriwayatkan oleh an-Nasal dengan sanad hasan. Nama Abui Yasar -dengan ya dan sin, keduanya dibaca fathah- adalah Ka’ab bin Amr as-Sulami. Ikut dalam perang Badar. HN. 538 dalam Shahiih Targhiib wat tarhiib)

( Agar ketidaksempurnaan shalat kita tertambal )

Rasululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

“Sungguh amalan hamba yang pertama kali dihisab dari seorang hamba adalah sholatnya. Apabila bagus maka ia telah beruntung dan sukses dan bila rusak maka ia telah rugi dan menyesal. Apabila ada kekurangan dari sholat wajib yang ia kerjakan, , maka Rabb Azza wa Jalla berfirman, ‘Lihatlah apakah hambaKu itu memiliki sholat tathawwu’ (sholat Sunnah). Lalu disempurnakan dengannya yang kurang dari sholat wajibnya tersebut, kemudian seluruh amalannya diberlakukan demikian…(HR at-Tirmidziy dan lain-lain; kemudian ia berkata bahwa hadits ini; “Hadits Hasan Gharib”)

Di Tulis Oleh : Ust.Yusuf Mansur

Amalan Seorang Muslim Ketika Mendapat Musibah

Amalan Seorang Muslim Ketika Mendapat Musibah

Sebagai hamba Allâh Ta’ala, semua manusia dalam kehidupan di dunia ini tidak akan luput dari berbagai macam cobaan, baik berupa kesusahan maupun kesenangan. Hal itu merupakan sunnatullâh yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir.

Allâh Ta’ala berfirman:

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan (Qs al-Anbiyâ’/21:35)

Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:

“(Makna ayat ini) yaitu: Kami menguji kamu (wahai manusia), terkadang dengan bencana dan terkadang dengan kesenangan, agar Kami melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang ingkar, serta siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa”.[1]

KEBAHAGIAAN HIDUP DENGAN BERTAKWA KEPADA ALLAH TA’ALA

Allâh Ta’ala dengan ilmu-Nya yang Maha Tinggi dan hikmah-Nya yang Maha Sempurna menurunkan syariat-Nya kepada manusia untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup mereka. Oleh karena itu, hanya dengan berpegang teguh kepada agama-Nyalah seseorang bisa merasakan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan akhirat.

Allâh Ta’ala berfirman:

Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu
yang memberi (kemaslahatan)[2] hidup bagimu
(Qs al-Anfâl/8:24)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata:

“(Ayat ini menunjukkan) bahwa kehidupan yang bermanfaat hanya didapatkan dengan memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam. Maka, barang siapa tidak memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam, dia tidak akan merasakan kehidupan (yang baik) meskipun fisiknya hidup, sebagaimana binatang yang paling hina. Jadi, kehidupan baik yang hakiki adalah kehidupan seorang dengan memenuhi seruan Allâh Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam secara lahir maupun batin”[3].

Allâh Ta’ala berfirman:

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu (di dunia) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya (di akhirat nanti)” (Qs Hûd/11:3)

Dalam mengomentari ayat-ayat di atas, Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh mengatakan:

“Dalam ayat-ayat ini Allâh Ta’ala menyebutkan bahwa Dia akan memberikan balasan kebaikan bagi orang yang berbuat kebaikan dengan dua balasan: balasan (kebaikan) di dunia dan balasan (kebaikan) di akhirat. [4]

 

Amalan Seorang Muslim Ketika Mendapat Musibah

 

Amalan Seorang Muslim Ketika Mendapat Musibah

Seorang Mukmin dengan ketakwaannya kepada Allâh Ta’ala, memiliki kebahagiaan yang hakiki dalam hatinya, sehingga masalah apapun yang dihadapinya di dunia ini tidak akan membuatnya mengeluh atau stres, apalagi berputus asa. Hal ini disebabkan keimanannya yang kuat kepada Allâh Ta’ala membuat dia yakin bahwa apapun ketetapan yang Allâh Ta’ala berlakukan untuk dirinya maka itulah yang terbaik baginya.

Dengan keyakinannya ini pula Allâh Ta’ala akan memberikan balasan kebaikan baginya berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwanya. Inilah yang dinyatakan oleh Allâh Ta’ala dalam firman-Nya:

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali denga izin Allâh; barang siapa yang beriman kepada Allâh, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu
(Qs at-Taghâbun/64:11)

Imam Ibnu Katsîr rahimahullâh berkata:

“Maknanya: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allâh Ta’ala, kemudian dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allâh Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allâh Ta’ala tersebut, maka Allâh Ta’ala akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Allâh Ta’ala akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan sesuatu yang lebih baik baginya.”[5]

Inilah sikap seorang Mukmin yang benar dalam menghadapi musibah yang menimpanya.

Meskipun Allâh Ta’ala dengan hikmah-Nya yang Maha Sempurna telah menetapkan bahwa musibah itu akan menimpa semua manusia, baik orang yang beriman maupun orang kafir, akan tetapi orang yang beriman memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh orang kafir, yaitu ketabahan dan pengharapan pahala dari Allâh Ta’ala dalam menghadapi musibah tersebut. Dan tentu saja semua ini akan semakin meringankan beratnya musibah tersebut bagi seorang Mukmin.

Dalam menjelaskan hikmah yang agung ini, Ibnul Qayyim rahimahullâh mengatakan:

“Sesungguhnya semua (musibah) yang menimpa orang-orang yang beriman dalam (menjalankan agama) Allâh Ta’ala senantiasa disertai dengan sikap ridha dan ihtisâb (mengharapkan pahala dari-Nya). Kalaupun sikap ridha tidak mereka miliki maka pegangan mereka adalah sikap sabar dan ihtisâb. Ini (semua) akan meringankan beratnya beban musibah tersebut. Karena, setiap kali mereka menyaksikan (mengingat) balasan (kebaikan) tersebut, akan terasa ringan bagi mereka menghadapi kesusahan dan musibah tersebut.

Adapun orang-orang kafir, mereka tidak memiliki sikap ridha dan tidak pula ihtisâb. Kalaupun mereka bersabar (menahan diri), maka (tidak lebih) seperti kesabaran hewan-hewan (ketika mengalami kesusahan).

Sungguh Allâh Ta’ala telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya yang artinya:

”Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allâh apa yang tidak mereka harapkan” (Qs an-Nisâ/4:104).

Jadi, orang-orang Mukmin maupun kafir sama-sama menderita kesakitan, akan tetapi orang-orang Mukmin teristimewakan dengan pengharapan pahala dan kedekatan dengan Allâh Ta’ala.”[6]

HIKMAH COBAAN

Di samping sebab-sebab di atas, ada lagi faktor lain yang bisa meringankan semua kesusahan yang dialami seorang Mukmin di dunia ini, yaitu merenungi dan menghayati hikmah-hikmah agung yang Allâh Ta’ala jadikan dalam setiap ketentuan yang terjadi pada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dengan merenungi hikmah-hikmah tersebut, seorang Mukmin akan semakin yakin bahwa semua cobaan yang menimpanya pada hakikatnya adalah kebaikan bagi dirinya, untuk menyempurnakan keimanannya dan semakin mendekatkan diri-Nya kepada Allâh Ta’ala.

Semua ini, di samping akan semakin menguatkan kesabarannya, juga akan membuatnya selalu bersikap husnuzh zhann (berbaik sangka) kepada Allâh Ta’ala dalam semua musibah dan cobaan yang menimpanya.

Dengan sikap ini, Allâh Ta’ala akan semakin melipatgandakan balasan kebaikan baginya, karena Allâh Ta’ala memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam sebuah hadits qudsi yang artinya:

“Aku (akan memperlakukan hamba-Ku) sesuai dengan persangkaannya kepada-Ku”.[7]

Maknanya: Allâh Ta’ala akan memperlakukan seorang hamba sesuai dengan persangkaan hamba tersebut kepada-Nya, dan Dia akan berbuat pada hamba-Nya sesuai dengan harapan baik atau buruk dari hamba tersebut, maka hendaknya hamba tersebut selalu menjadikan baik persangkaan dan harapannya kepada Allâh Ta’ala.[8]

Di antara hikmah yang agung tersebut adalah:

1.

Allâh Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai obat pembersih untuk mengeluarkan semua kotoran dan penyakit hati yang ada pada hamba-Nya. Kalau seandainya kotoran dan penyakit tersebut tidak dibersihkan maka dia akan celaka (karena dosa-dosanya), atau minimal berkurang pahala dan derajatnya di sisi Allâh Ta’ala. Jadi musibah dan cobaanlah yang membersihkan penyakit-penyakit itu, sehingga hamba tersebut meraih pahala yang sempurna dan kedudukan yang tinggi di sisi Allâh Ta’ala[9].

2. Allâh Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan tersebut sebagai sebab untuk menyempurnakan penghambaan diri dan ketundukan seorang Mukmin kepada-Nya, karena Allâh Ta’alamencintai hamba- Nya yang selalu taat beribadah kepada-Nya dalam semua keadaan, susah maupun senang.[10]Inilah makna sabda Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam :“Sungguh mengagumkan keadaan seorang Mukmin, semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang Mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya.”[11]
3. Allâh Ta’ala menjadikan musibah dan cobaan di dunia sebagai sebab untuk menyempurnakan keimanan seorang hamba terhadap kenikmatan sempurna yang Allâh Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang bertakwa di surga kelak. Inilah keistimewaan surga yang sangat jauh berbeda keadaannya dengan dunia Allâh Ta’ala menjadikan surga-Nya sebagai negeri yang penuh kenikmatan yang kekal abadi, serta tidak ada kesusahan dan penderitaan padanya selamanya. Sehingga kalau seandainya seorang hamba terus-menerus merasakan kesenangan di dunia, maka tidak ada artinya keistimewaan surga tersebut, dan dikhawatirkan hatinya akan terikat kepada dunia, sehingga lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal abadi di akhirat nanti.[12]Inilah di antara makna yang diisyaratkan dalam sabda Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam :”Jadilah kamu di dunia ini seperti orang asing atau orang yang sedang melakukan perjalanan.”[13]

PENUTUP

Sebagai penutup, ada sebuah kisah yang disampaikan oleh imam Ibnul Qayyim rahimahullâh tentang gambaran kehidupan guru beliau, imam Ahlus sunnah wal jama’ah di jamannya, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullâh. Kisah ini memberikan pelajaran berharga kepada kita tentang bagaimana seharusnya seorang Mukmin menghadapi cobaan dan kesusahan yang Allâh Ta’ala takdirkan bagi dirinya. Ibnul Qayyim rahimahullâh berkata:

“Dan Allâh Ta’ala yang Maha Mengetahui bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bahagia hidupnya daripada beliau (Ibnu Taimiyyah rahimahullâh). Padahal kondisi kehidupan beliau sangat susah, jauh dari kemewahan dan kesenangan duniawi, bahkan sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan (siksaan dan penderitaan yang beliau alami di jalan Allâh Ta’ala), yang berupa (siksaan dalam) penjara, ancaman dan penindasan (dari musuh-musuh beliau). Tapi di sisi lain (aku mendapati) beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling tegar hatinya serta paling tenang jiwanya.

Terpancar pada wajah beliau sinar keindahan dan kenikmatan hidup (yang beliau rasakan). Dan kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah rahimahullâh), jika ditimpa perasaan takut yang berlebihan, atau timbul (dalam diri kami) prasangka-prasangka buruk atau (ketika kami merasakan) kesempitan hidup, kami (segera) mendatangi beliau (untuk meminta nasehat).

Dengan hanya memandang (wajah) beliau dan mendengarkan ucapan (nasehat) beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang.”[14]

[1]

Tafsîr Ibnu Katsîr (5/342- cet Dâru Thayyibah).

[2] Lihat Tafsîr Ibnu Katsîr (4/34).
[3] Kitab Al-Fawâ-id (hal 121- cet. Muassasatu Ummil Qura’)
[4] Al-Wâbilush Shayyib (hal 67- cet. Dârul Kitâbil ‘Arabi).
[5] Tafsîr Ibnu Katsîr (8/137)
[6] Ighâtsatul Lahfân (hal 421-422 – Mawâridul Amân)
[7] HR al-Bukhâri (no 7066- cet. Dâru Ibni Katsîr) dan Muslim (no 2675)
[8] Lihat kitab Faidhul Qadîr (2/312) dan Tuhfatul Ahwadzi (7/53)
[9] Lihat keterangan Imam Ibnul Qayyim dalam Ighâtsatul Lahfân (hal 422 – Mawâridul Amân)
[10] Lihat keterangan Imam Ibnul Qayyim rahimahullâh dalam Ighâtsatul Lahfân (hal 424 – Mawâridul Amân)
[11] HR Muslim (no 2999)
[12] Lihat keterangan Imam Ibnul Qayyim dalam Ighâtsatul lahfân (hal 423 – Mawâridul amân), dan imam Ibnu Rajab dalam Jâmi’ul ‘Ulûmi wal Hikam (hal 461- cet. Dâr Ibni Hazm).
[13] HR al-Bukhâri (no. 6053)
[14] Kitab Al-Wâbilush Shayyib (hal 67- cet. Dârul Kitâbil ‘Arabi)

Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, M.A

Artikel www.muslim.or.id

Memaknai Terjadinya Bencana

Memaknai Terjadinya Bencana

Oleh KH Said Aqil Siradj
Bencana datangnya tak mudah diterka. Sedangkan, berbagai bencana dahsyat yang terjadi selalu diwarnai oleh beragam penjelasan, sikap, dan pola tindakan. Bencana seolah tak mampu menghadirkan keimanan baru yang semakin memusatkan kepercayaan pada sumber utama kehidupan yakni Allah SWT. Sebabnya, masih  sedemikian menancapnya kepercayaan mitologis yang bernuansa takhayul dan khurafat.

Jarak mitos dan nalar rasional pun kian merenggang. Fenomena alam masih lebih banyak dikonstruksi oleh mitos ketimbang ilmu pengetahuan. Demikian dahsyat dan kompleksnya perilaku alam, ilmu pengetahuan, dan teknologi pun masih belum sepenuhnya mampu mencandra geliat alam semesta dengan validitas yang tinggi. Di sela-sela “kenisbian” ini, lalu mitologi pun kian mekar ketimbang sains modern.

Bagaimana agama memaknai bencana? Dalam panduan ajaran Islam, bencana adalah “musibah”, bukan petaka atau “azab”. Kendati, boleh jadi terdapat dimensi azab Tuhan di dalamnya terutama dalam menghukum perilaku manusia yang merusak (fasad) di alam semesta. Suatu musibah, tentu selalu memerlukan kepasrahan iman dalam sabar dan tawakal, juga hikmah bagi kehidupan. Para korban tak boleh berlama-lama dalam duka dan nestapa, karena jalan hidup masih terbuka dan dibukakan Tuhan. Bencana bukan akhir segala-galanya.

Musibah dalam khazanah Islam adalah apa yang telah menimpa (ashaba) secara tidak menyenangkan, dari yang berkadar ringan hingga berat. Sebab, musibah bisa beragam. Karena ulah manusia sendiri, baik diri sendiri maupun orang lain, yang menyebabkan penderitaan hidup. Atau, karena ulah hukum alam sebagaimana bencana gempa, banjir, tsunami, dan gunung meletus. Kita ingat,  hukuman Tuhan seperti yang menimpa kaum Madyan, Saba, dan Firaun, adalah ulah manusia yang berbuat “fasad” (kerusakan).

Bagi setiap orang beriman, musibah apa pun sebab dan jenisnya, betapapun menyakitkan dan menyengsarakan, akhirnya harus diterima sebagai kenyataan “qadha dan taqdir” yang memerlukan pengimanan. Itulah, makna dari rukun iman yang keenam, iman kepada ketentuan Allah yang menimpa diri kita. Dengan naik (mi’raj) ke langit iman, maka siapa pun yang mengalami musibah, seberat apa pun, akhirnya akan sampai ke titik keseimbangan. Titik harmoni dalam suasana jiwa yang thuma’ninah dan mutmainah.

Kosmologi “musibah” dalam mengonstruksi bencana, juga memerlukan ikhtiar-ikhtiar dan pertobatan baru bagi siapa pun yang menjalani kehidupan selama ini. Nabi Yusuf, Ibrahim, Ismail, dan Nabi Muhammad SAW memberi teladan bagaimana menghadapi dan mengubah musibah menjadi suatu energi “kesabaran yang indah” (QS al-Ma’rij: 5; Yusuf: 18, 82), juga menghasilkan sikap “syukur”, sebagaimana layaknya orang-orang yang tercerahkan dan mencerahkan kehidupan dalam sosok “ulul azmi” (QS al-Ahqaf: 35).

Musibah bahkan diubah menjadi kepasrahan bertauhid dengan simbol inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, sebagaimana menjadi pakaian orang-orang yang sabar yang bermuara pada raihan berkah dan rahmat Allah (QS al-Baqarah: 155-157).

republika edisi 17 oktober 2011

cara mengobati pengaruh sihir

Cara Mengobati Pengaruh Sihir

Cara Mengobati Pengaruh Sihir

Al-Qady Iyad berkata, “Sihir termasuk satu jenis penyakit yang dapat menimpa siapapun termasuk Nabi Saw. Sebagaimana penyakit-penyakit lain yang tidak dapat dihindari, karena yang demikian itu hanyalah suatu kewajaran. Apa yang dialami beliau hanyalah dalam urusan keduniaan.
Ada beberapa petunjuk beliau tentang Cara Mengobati Pengaruh Sihir ini. Ada dua macam pengobatan yang diriwayatkan dari beliau:

1. Cara inilah yang paling efektif,  yaitu dengan mengenyahkannya. Diriwayatkan secara sahih, bahwa beliau memohon kepada Allah Swt. tentang hal ini. Lalu Allah Swt. memberikan petunjuk agar mengeluarkan sihir itu dari dalam sumur, yang ternyata ada pada sebuah sisir dari beberapa helai rambut yang jatuh saat di sisir, dan seludang mayang jantan. Ketika benda-benda itu dikeluarkan, pengaruh sihir tersebut menjadi hilang sehingga seakan-akan beliau baru lepas dari belenggu. Cara ini seperti mengeluarkan materi yang kotor dari badan.

2. Membersihkan bagian yang terkena sasaran sihir. Sihir berpengaruh terhadap kebiasaan fungsi tubuh dan mengacaukan struktur dan sifatnya. Jika pengaruh sihir tampak di salah satu anggota tubuh, maka berbekam banyak mendatangkan manfaat.

(Diambil dari kitab Ibnu’l Qayyim Al-Jauziyyah, Zadu’l Ma’adi fi Hadyi Khayri’l ‘Ibadi, Juz 4, t.t.: 124-127).

Download Quran Cordoba Amazing 7 in one

Saksikan video-video islami hanya di Rumahngaji.tv

Amalan Di Pagi Hari

Amalan Di Pagi Hari

Amalan Di Pagi Hari

Waktu yang berkah adalah waktu yang penuh kebaikan. Waktu pagi telah dido’akan khusus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai waktu yang berkah. Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Apabila Nabi shallallahu mengirim platun pasukan, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengirimnya pada pagi hari. Sahabat Shokhr sendiri (yang meriwayatkan hadits ini, pen) adalah seorang pedagang. Dia biasa membawa barang dagangannya ketika pagi hari. Kerana hal itu dia menjadi kaya dan banyak harta. Abu Daud mengatakan bahwa dia adalah Shokhr bin Wada’ah.

 (HR. Abu Daud no. 2606. Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud).Ibnu Baththol mengatakan, “Hadits ini tidak menunjukkan bahwa selain waktu pagi adalah waktu yang tidak diberkahi. Sesuatu yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada waktu tertentu) adalah waktu yang berkah dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik uswah (suri teladan) bagi umatnya. Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu yang lainnya karena pada waktu pagi tersebut adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (kerja). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktiviti. Oleh kerana itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.” (Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163, Maktabah Syamilah).

Waktu Pagi adalah Waktu Semangat Untuk Beramal
Dalam Shohih Bukhari terdapat suatu riwayat dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

“Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu berterusan . Lakukanlah ibadah (secara berterusan) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.”

 (HR. Bukhari no. 39. Lihat penjelasan hadits ini di Fathul Bari).
Al Jauhari mengatakan bahwa yang dimaksud ‘al ghodwah’ adalah waktu antara shalat fajar hingga terbitnya matahari.
 (Lihat Fathul Bari 1/62, Maktabah Syamilah).Syaikh Abdurrahman  bin Nashir As Sa’di mengatakan bahwa inilah tiga waktu utama untuk melakukan safar (perjalanan) iaitu perjalanan fizik baik jauh ataupun dekat. Juga untuk melakukan perjalanan ukhrowi (untuk melakukan amalan akhirat).

 (Lihat Bahjah Qulubil Abror, hal. 67, Maktbah ‘Abdul Mushowir Muhammad Abdullah).KEBIASAAN ORANG SHOLIH DI PAGI HARI

Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

An Nawawi dalam Shohih Muslim membawakan bab dengan judul ‘Keutamaan Tidak Beranjak Dari Tempat Shalat Setelah Shalat Shubuh Dan Keutamaan Masjid’.

 Dalam bab tersebut terdapat suatu riwayat dari seorang tabi’in, Simak bin Harb. Beliau rahimahullah mengatakan bahwa dia bertanya kepada Jabir bin Samuroh : “Apakah engkau sering menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk?”.
 Jabir menjawab : “Ya. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (guyon) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum saja.”
 (HR. Muslim no. 670).Al Qadhi mengatakan bahwa inilah sunnah yang biasa dilakukan oleh salaf dan para ulama. Mereka biasa memanfaatkan waktu tersebut untuk berdzikir dan berdo’a hingga terbit matahari.”

 (Syarh An Nawawi ‘ala Muslim, 8/29, Maktabah Syamilah).Kebiasaan Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu :
Dari Abu Wa’il, dia berkata:

“Pada suatu pagi kami mendatangi Abdullah bin Mas’ud selepas kami melaksanakan shalat shubuh. Kemudian kami mengucapkan salam di depan pintu. Lalu kami diizinkan untuk masuk. Akan tetapi kami berhenti sejenak di depan pintu. Lalu keluarlah budaknya sambil  berkata: “Mari silakan masuk.” Kemudian kami masuk sedangkan Ibnu Mas’ud sedang duduk sambil berdzikir.Ibnu Mas’ud lantas berkata, “Apa yang menghalangi kalian padahal aku telah mengizinkan kalian untuk masuk?”

Lalu kami menjawab, “Tidak, kami mengira bahwa sebagian anggota keluargamu sedang tidur.”

Ibnu Mas’ud lantas bekata, “Apakah kalian mengira bahwa keluargaku telah lalai?”. Kemudian Ibnu Mas’ud kembali berdzikir hingga dia mengira bahwa matahari telah terbit. Lantas beliau memanggil budaknya, “Wahai budakku, lihatlah apakah matahari telah terbit?”
Si budak tadi kemudian melihat ke luar. Jika matahari belum terbit, beliau kembali melanjutkan dzikirnya. Hingga beliau mengira lagi bahwa matahari telah terbit, beliau kembali memanggil budaknya sambil  berkata, “Lihatlah apakah matahari telah terbit.” Kemudian budak tadi melihat ke luar. Jika matahari telah terbit, beliau mengatakan : “Segala puji bagi Allah yang telah menolong kami berdzikir pada pagi hari ini.”

 (HR. Muslim no. 822)Keadaan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah :
Ketika menjelaskan faedah dzikir bahwa dzikir dapat menguatkan hati dan ruh, Ibnul Qayim mengatakan:

 “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah suatu saat shalat shubuh. Kemudian (setelah shalat shubuh) beliau duduk sambil berdzikir kepada Allah Ta’ala hingga pertengahan siang. Kemudian berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.”
 (Al Wabilush Shoyib min Kalamith Thoyib, hal.63, Maktabah Syamilah).TIDUR PAGI ITU DIBENCI
Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Kerana pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah).

Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian kerana waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rezeki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).”

 (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah).Di antara bahaya tidur pagi adalah :
Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya. Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim.
Beliau rahimahullah berkata:
“Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”

 (Miftah Daris Sa’adah, 2/216).Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya, dia juga akan malas-malasan pula.

Menghambat datangnya rezeki. Ibnul Qayyim berkata:
“Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah:
[1] tidur di waktu pagi,
[2] sedikit sholat,
[3] malas-malasan dan
[4] berkhianat.”
(Zaadul Ma’ad, 4/378).

Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat.
(Zaadul Ma’ad, 4/222).

DI ANTARA SEBAB TIDUR DI PAGI HARI
Pertama: Tidak shalat malam

Tidak shalat malam dapat menyebabkan malas di pagi harinya. Cara mengatasi hal ini adalah dengan mengerjakan sholat malam kerana dengan melakukan hal tersebut akan terlepaslah ikatan-ikatan syaitan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ertinya :
“Syaitan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan syaitan akan mengatakan, “Malam masih panjang, tidurlah!”.
Jika dia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika dia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika dia mengerjakan sholat, lepaslah ikatan terakhir.
Di pagi hari dia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas.”

 (HR. Bukhari no. 1142 dan Muslim no. 776)Dari Abu Wa’il, dari Abdullah, beliau berkata:
“Ada yang mengatakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa terdapat seseorang yang tidur malam hingga shubuh (maksudnya tidak bangun malam, pen). Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan : “Demikianlah syaitan telah mengencingi kedua telinganya.”

(HR. An Nasa’i no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1330. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 640 mengatakan bahwa hadits ini shohih).Kedua, Sering berjaga malam (begadang)

Begadang bisa menyebabkan lelah dan ngantuk di pagi harinya. Cara mengatasinya adalah dengan tidur di awal malam.

Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan bersembang-sembang  setelahnya.”

 (HR. Bukhari no. 568).Ketiga, Kebiasaan.

Ini juga adalah sebab orang sering tidur pagi karena kesehariannya memang seperti ini. Selepas shalat shubuh, kebiasaannya adalah menghampiri tilam, mengambil selimut dan bantal, sehingga terus tidur hingga matahari meninggi lalu beranjak kerja atau kuliah. Orang yang punya kebiasaan seperti ini telah hilang keberkahan dari dirinya di waktu pagi.Cara mengatasinya dengan bersungguh-sungguh menghilangkan kebiasaan buruk tersebut dan senantiasa dibantu  dengan meminta tolong pada Allah.
Allah Ta’ala berfirman, artinya : ”Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di dalam jalan Kami, maka sungguh akan Kami tunjukkan mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”

 (QS. Al ‘Ankabut : 69).AMAL-AMAL MENGISI WAKTU PAGI
Membaca Al Qur’an dan memahami maknanya

Saudaraku, isilah waktu pagimu dengan membaca Al Qur’an. Ingatlah bahwa Al Qur’an nanti dapat memberi syafa’at bagi kita di hari yang penuh kesulitan pada hari kiamat kelak.

Dari Abu Umamah Al Bahiliy, (beliau berkata):
“Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, artinya :
“Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya.
Bacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut.
Bacalah pula surat Al Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin menghafalnya.”
(HR. Muslim no. 1910. Lihat penjelasan hadits ini secara lengkap di At Taisir bi Syarhi Al Jami’ Ash Shogir, Al Munawi, 1/388, Asy Syamilah)

Mengulang Hafalan Al Qur’an

Bagi yang memiliki hafalan Al Qur’an juga dapat mengisi waktu paginya dengan mengulangi hafalan karena waktu pagi adalah waktu terbaik untuk menghafal dibanding dengan waktu siang yang penuh dengan kesibukan.

Ikatlah hafalan tersebut dengan banyak mengulanginya. Dari Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ

“Sesungguhnya orang yang menghafalkan Al Qur’an adalah bagaikan unta yang diikat. Jika diikat, unta itu tidak akan lari. Dan apabila dibiarkan tanpa diikat, maka dia akan pergi.”
(HR. Bukhari no. 5031 dan Muslim no. 789).

Al Faqih Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin memiliki kebiasaan menghafal Al Qur’an di pagi hari sehingga dapat menguatkan hafalannya.
Beliau rahimahullah mengatakan :
“Cara yang paling bagus untuk menghafalkan Al Qur’an -menurutku- adalah jika seseorang pada suatu hari menghafalkan beberapa ayat maka hendaklah dia mengulanginya pada keesokan paginya. Ini lebih akan banyak menolongnya untuk menguasai apa yang telah dia hafalkan di hari sebelumnya. Ini juga adalah kebiasaan yang biasa saya lakukan dan menghasilkan hafalan yang bagus.”
(Kitabul ‘Ilmi, hal. 105, Darul Itqon Al Iskandariyah).

Membaca Dzikir-dzikir Pagi
Waktu pagi juga utamakan dengan  membaca dzikir-dzikir pagi. Bacaan dzikir di waktu pagi secara lebih lengkap dapat dilihat dalam kitab Hisnul Muslim yang disusun oleh Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni.

Menuntut ilmu agama

Waktu pagi juga boleh  kita isi dengan mempelajari ilmu agama. Hal ini dapat  kita lakukan dengan menghadiri majlis ilmu atau dengan membaca berbagai kitab para ulama.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mengisi waktu pagi dengan hal-hal yang bermanfaat. Amin.

Wallahu A’lam.

(Diambil dari tulisan Ust. Muhammad Abduh Tuasikal -dengan perubahan seperlunya-, http://rumaysho.com ). http://azwariskandar.blogspot.com/2009/12/keberkahan-waktu-pagi-nasehat-bagi.html

Ustadz Yang Berdakwah Diatas BIS Kota | Penerbit Al-Qur'an Indonesia

Ustadz Yang Berdakwah Diatas BIS Kota

 Ustadz Yang Berdakwah Diatas BIS Kota

Selepas Dhuhur, sebuah bis kota penuh penumpang melaju perlahan meninggalkan terminal Leuwi Panjang, Bandung. Suara bis bercampur dengan deru kendaraan lain membuat suasana bising. Tiba di sebuah lampu merah, bis berhenti. Mendadak dari dereten kursi penumpang paling depan seorang lelaki berpeci putih berdiri. Dengan bahasa yang santun dan ramah, ia menyapa para penumpang. “Assalamu’alaikum.” Lalu, ia minta ijin beberapa menit untuk menyampaikan sesuatu. “Saya di sini tidak mewakili lembaga apapun. Tanpa bermaksud menggurui, saya hanya berbagi ilmu dan saling mengingatkan,” katanya. Sesaat kemudian mengalir kalimat-kalimat penuh makna. “Hidup bahagia adalah keinginan kita semua,” katanya, ”di sisi lain, persepsi setiap orang tentang bahagia berbeda-beda. Ada yang beranggapan kebahagiaan terletak pada harta. Yang lain berpendapat kebahagiaan ada pada kekuasaan. Ada pula yang berpikir kebahagiaan hanya bisa didapat melalui ketenaran atau popularitas. Karena itu, mereka mengejar dan mencari semua itu. Padahal, semua itu tidak akan mampu mendatangkan kebahagiaan yang dicari.”

”Sejatinya,” masih kata pria berpeci putih itu, ”kebahagiaan itu terdapat di dalam hati, bukan pada materi. Kebahagiaan tidak terletak pada sarana. Ia bisa diraih jika kita mengetahui rumus dan sumber asalnya.”

Pria itu kemudian memberi resep sederhana. Secara ringkas, menurutnya, sumber kebahagiaan ada tiga: berfikir positif, membahagiakan orang lain dan zikir.

Saat pria itu berceramah, sebagian penumpang ada yang memperhatikan secara serius. Ada juga yang mengobrol dan ada pula yang cuek. Tetapi, sepertinya ia tidak terganggu dengan berbagai respon penumpang. Ia terus berpetuah.

Itulah sepenggal kisah Saleh Muslim (33) berdakwah di atas bis kota. Meski kadang mendapat cemoohan, Solmus, demikian biasa dipanggil, tetap istiqomah menjalaninya sejak empat tahun lalu.

Dalam seminggu, tiga kali ia menjalani dakwah yang penuh tantangan itu. “Tapi itu dulu. Sekarang seminggu sekali,” kata Solmus menambahkan. Bukan karena surut, melainkan ia punya tanggung jawab lain. Kini, ia mengajar di sebuah SD di kota kembang. “Biasanya saya berdakwah setiap Rabo, setelah mengajar,” jelasnya.

( Ide Dakwah )

Sehari Solmus biasanya berdakwah di 3 bis. Ia lebih suka memilih waktu sore hari, “Suasananya lebih enak untuk memasukkan nilai-nilai,” katanya.

Berawal dari kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Bandung. Tiap hari ia naik bis untuk menuju kampusnya itu. Saking seringnya naik bis, ia jadi paham karakter transpotasi dalam kota yang murah meriah ini.

Bis kota, kata ayah tiga anak ini, seperti ruang terbuka. Siapa saja boleh naik dan memanfaatkannya. Maka tak heran bila pengamen, pedagang asongan, pengemis bahkan pencopet silih berganti naik. Mereka semua mengais rezeki dari angkutan massal ini.

Dari pengalaman itu, Solmus menemukan ide: menjadikan bis kota sebagai ladang dakwah. “Sekedar untuk mengingatkan para penumpang tentang agama dan kehidupannya supaya lebih bermakna dan bahagia,” kata mantan aktivis dakwah kampus ini.

Segera ia mulai menjalankan rencananya. Ternyata berceramah di bis bukan hal mudah meski hanya sekedar berbicara. Harus bermental kuat, di samping materi yang harus cocok dengan keadaan para penumpang yang heterogen.

Di samping itu, harus pandai melihat situasi dan kondisi yang tepat. “Jangan sampai bersamaan dengan pengamen dan pedagang asongan atau pengemis,” katanya.

Solmus menceritakan pengalamannya. Suatu ketika ia baru memulai tausyiah. Tiba-tiba naik rombongan pengamen. Merasa didahului, mereka marah-marah sambil memaki-maki. “Kalau ceramah di masjid, jangan di bis kota. Di sini untuk mencari uang,” kata mereka.

Lain kali ia diuji oleh pedagang asongan. Saat ia berceramah, pedagang asongan itu berkata ke sebagian penumpang. Pedagang asongan itu berkata ke sebagian penumpang, “Tong di denge-tong di denge,”. Jangan di dengar-jangan di dengar.

Mengahadapi semua tantangan itu, Solmus tetap tenang. Ia tidak menyurutkan langkah. “Itu bagian dari ujian dakwah yang harus dihadapi dengan sabar,” katanya.

Dari pihak Damri sendiri, sebagai pengelola bis kota, ada oknum yang semula melarang Solmus. Dia beralasan, bis kota bukan masjid. “Selain itu, dia takut dakwah saya mengundang kecemburuan kelompok agama lain,” tambah Solmus.

Tetapi setelah Solmus menjelaskan, oknum tadi bisa memahami dan mendukung.

( Hikmah )

Bagi Solmus berdakwah di atas bus kota mendatangkan banyak hikmah, baik bagi dirinya sendiri maupun keluarganya. Kalau pengajian biasa jamaah harus diundang dulu, beda dengan bis kota, “Mereka menunggu dai,” ujar Solmus.

Jika membaca sirah, lanjut Solmus, Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassalam pun suka berdakwah di tempat-tempat umum. Misalnya di pasar atau di kerumunan orang banyak. Di dilihat dari sini, maka penumpang bis kota merupakan kumpulan orang yang dilihat dari prespektif dakwah adalah objek dakwah.

“Mungkin mereka ada yang belum tersentuh agama atau melupakannya sehingga mudah-mudahan dengan adanya dakwah di bus kota menjadi sarana sampainya hidayah pada mereka,” jelas Solmus.

Dakwah Solmus di bus kota mendapat respon positif, baik penumpang maupun pihak Damri. “Pernah ada penumpang non Muslim memuji dan mendukung dakwah saya,” katanya.

Direktur Damri Pusat sendiri tahun lalu langsung mengundang Solmus ke Jakarta. Atas usahanya tersebut ia mendapat “penghargaan.” “Saya diundang ke Jakarta untuk memberi pengajian di kantor pusat,” katanya.

Yang paling membahagiakan Solmus adalah akhir 2012 lalu. Ia mendapat kesempatan menuaikan umroh ke Tanah Suci. Ada salah satu orangtua siswa didiknya yang mengetahui dan simpati atas dakwah Solmus di bus kota.

Solmus juga telah menulis isi ceramah-ceramahnya di bis kota dan tempat lainnya dalam sebuah buku kumpulan ceramah singkat. Ia berharap, buku tersebut bermanfaat dan dakwahnya di kendaraan umum ada yang melanjutkan atau meniru sehingga ada nilai lebih saat orang naik kendaraan umum

sumber : yusuf mansur network

Surga Itu Lebih Indah Dari Dunia | Penerbit Al-Qur'an Indonesia

Surga Itu Lebih Indah Dari Dunia

Salah satu di antara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..”(QS. Al-Baqarah : 24-25).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133), dan mengenai neraka (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.”(QS. Ali Imran : 131).[1] Oleh karena itulah, Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (wafat 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”

Surga Itu Lebih Indah Dari Dunia

Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dalam hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’ (QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dengan dunia untuk menjatuhkan dan merendahkannya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dengan menyebut manusia yang berhasil memasuki surga dan selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13)[5] Berikut ini akan kami pilihkan beberapa sifat dan kenikmatan yang ada di dalam surga secara ringkas. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menggapai surgaNya.

Penamaan Surga

Surga (Al Jannah) secara bahasa berarti : kebun (al bustan), atau kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kata al jannah untuk menyebut pohon kurma. Secara istilah, surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata. Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya : Darus Salam (Negeri Keselamatan;lihat QS. Yunus : 25), Darul Khuld (Negeri yang Kekal;lihat QS. Qaaf : 34), Jannatun Na’im (Surga yang Penuh Kenikmatan;QS. Luqman: 8), Al Firdaus (QS. Al Kahfi : 108), dan berbagai penamaan lainnya.[6]

Pintu-Pintu Surga

Surga memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhu dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, “Di dalam surga terdapat delapan pintu, diantaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”[7]. Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan”.[8]

Tingkatan Surga

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya surga terdiri atas seratus tingkat, jarak antara dua tingkatnya seperti jarak antara langit dan bumi, Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya”[9]. Tingkatan surga yang paling tinggi ialah Firdaus. Nabi memerintahkan ummatnya untuk berdoa memohon Firdaus melalui sabdanya, “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepadaNya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari surga, diatasnya terdapat ‘Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai surga”[10]

Bangunan-Bangunan dalam Surga

“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi” (QS. Az-Zumar : 20). Dari Abu Musa Al Asy’ari dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin di dalam surga disediakan kemah yang terbuat dari mutiara yang besar dan berlubang, panjangnya 60 mil, di dalamnya tinggal keluarganya, di sekelilingnya tinggal pula orang mukmin lainnya namun mereka tidak saling melihat satu sama lain.”[11]

Makanan Penghuni Surga

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqi’ah : 20-21). Adapun buah-buahan surga adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala (yang artinya), “Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa” (QS. Al Baqarah : 25). Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan keserupaan dalam ayat diatas dengan, “Ada yang berpendapat serupa dalam hal jenis, namun berbeda dalam penamaan, ada pula yang berpendapat saling menyerupai satu sama lain, dalam kebaikannya, kelezatannya, kesenangannya, dan semua pendapat tersebut benar.”[12]

Minuman Penghuni Surga

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari piala (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Insan : 5-6). Ibnu Asyur menjelaskan mengenai kafur “Yaitu minyak yang keluar dari tanaman mirip oleander yang tumbuh di negeri Cina, ketika usianya telah mencapai satu tahun mengalir dari dahannya minyak yang disebut kafur. Minyak tersebut kental, dan apabila bercampur dengan air jadilah ia minuman memabukkan”[13]. Oleh karena itu, “ka’san” dalam ayat ini maksudnya ialah piala yang biasa menjadi wadah khamr, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain. Kata “ka’san” ini juga dipakai dalam ayat, “Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe” (QS. Al Insan : 17) dan maksudnya ialah minuman arak yang telah bercampur jahe, karena bangsa Arab dahulu biasa mencampur arak dengan jahe untuk menghilangkan bau busuk yang timbul darinya.

Dahsyatnya Neraka

Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran : 192). Demikian pula firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az Zumar : 15). Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)

Penamaan Neraka

An Naar, neraka secara bahasa ialah kobaran api (al lahab) yang panas dan bersifat membakar. Secara istilah bermakna, suatu tempat yang telah disiapkan Allah subhanahu wa ta’ala bagi orang-orang yang mendurhakai-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)” (QS. Al Ahzab : 64). Neraka memiliki beragam nama selain an naar, diantaranya Jahannam (lihat QS. An Naba’ : 21-22), Al Jahim (QS. An Naziat : 36), As Sa’ir (QS. Asy Syura : 7), Saqar (QS. Al Mudatsir : 27-28), Al Huthomah (QS. Al Humazah : 4), dan Al Hawiyah (QS. Al Qari’ah : 8-11)

Pintu-Pintu Neraka

“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al Hijr : 44). Pintu yang dimaksud ialah bertingkat ke bawah, hingga ke bawahnya lagi, disediakan sesuai dengan amal keburukan yang telah dikerjakan, sebagaimana ditafsirkan oleh Syaikh As Sa’diy.

Kedalaman Neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, “Kami bersama Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian apakah itu?’ Kami pun menjawab, ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui’. Rasulullah berkata, ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun lalu. Batu itu jatuh ke dalam neraka, hingga baru mencapai dasarnya tadi’. [14]

Bahan Bakar Neraka

“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah : 24). Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS. Al Anbiya : 98)

Panas Api Neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa salam bersabda, ‘Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam. Para shahabat kemudian mengatakan, ‘Demi Allah! Jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup wahai Rasulullah! Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini’”.

Makanan Penghuni Neraka

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al Ghasiyah : 6-7). Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, “Itu adalah pohon dari neraka”. Said bin Jubair berkata, “Itu adalah Az Zaqum (pepohonan berduri bagi makanan penghuni neraka)”. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah batu.

Minuman Penghuni Neraka

Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya” (QS. Ibrahim : 16-17). Yaitu mereka diberi air yang amatlah busuk baunya lagi kental, maka merekapun merasa jijik dan tidak mampu menelannya. “Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya” (QS. Muhammad : 47). Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)” (QS. Al Hajj : 20).[15]

Mengingat Nikmat Surga dan Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati

Yahya bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan”. (QS. Az Zumar : 47).[16] Semoga tulisan ini dapat menambah rasa takut dan harap kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memotivasi kita untuk meningkatkan amal shalih, dan menjauhi larangan-laranganNya.

Penulis: Yhouga Ariesta M

Artikel www.muslim.or.id

Cara Menyimpan & Membawa Al-Qur'an | Penerbit Al-Qur'an Indonesia

Cara Menyimpan dan Membawa Al-Quran

Cara Menyimpan dan Membawa Al-Quran

Al-Qur`an adalah kalamullah, firman Allah SWT yang diturunkan kepada nabi kita Muhammad s.a.w selama 23 tahun secara berangsur-angsur. Tidak main-main perkataan Allah ini dan tidak akan ada makhluk Allah yang dapat menyaingi ilmu-Nya untuk dapat membuat kitab serupa dengan Al Qur’an. Hal ini karena Allah Ta’ala telah menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah s.a.w sebagai salah satu mukjizat Nabi dan sebagai pedoman bagi kita, umatnya, untuk menjalani kehidupan yang fana di dunia ini hingga akhir zaman. Berinteraksi aktif dengan al-Qur`an, menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir dan bertindak maka dari itu merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim agar isi dari Al Qur’an tetap terjaga sejak zaman Rasulullah hingga saat ini.
Namun, bagaimana seharusnya sikap kita dalam membaca Al-Qur’an? Berikut akan dibahas beberapa adab dalam membaca Al-Qur’an.

Saudaraku, alQuran ini kitab mulia. Bagaimana kita akan peroleh kemuliaan al-Qur’an jika tak memuliakannya?

Para imam terdahulu tak pernah pisahkan antara mengaji al-Qur’an dengan adabnya. Ini sepaket. Adab-adab berikut ini diambil dari sebuah kitab khusus yang Imam Nawawi tulis mengenai adab dalam berinteraksi dengan al-Qur’an. Lihatlah bagaimana perkara adab ini serius untuk diperhatikan. Bisa tak peroleh pahala mengaji karena tak beradab saat mengaji.

Kalau begitu mari kita simak apa saja adab berinteraksi dengan al-Qur’an. Semoga Allah SWT memudahkan kita para hambaNya dalam memuliakan al-Qur’an :
ADAB MEMBACA AL-QURAN
1)          Sebelum membaca Al-Qur’an disunnahkan berwudhu terlebih dahulu.
2)          Sebelum membaca Al-Qur’an, disunnahkan membaca ta’awwudz dan basmalah.
3)          Membaca doa sebelum memulakan bacaan al-Quran.
4)          Membaca al-Quran dengan menghadap qiblat.
5)          Meletak al-Quran ditempat yang sesuai, seperti papan rehal.
6)          Memakai pakaian yang suci, lengkap dan menutup aurat.
7)          Membaca dengan tertib dan beradab.
8)          Al-Qur’an harus dibaca dengan tartil dan tajwid yang benar.
9)          Membaca dengan suara merdu dan baik.
10)       Tidak boleh membaca Al-Qur’an sambil bernyanyi menari atau memekik seperti orang kesakitan.
11)       Menumpukan perhatian kepada bacaan dan menjauhkan daripada amalan-amalan seperti bercakap-cakap, ketawa dan bertepuk-tepuk tangan.
12)       Janganlah menghentikan bacaan Al-Qur’an sembarangan hanya karena akan berbicara dengan orang lain atau memenuhi kebutuhan yang tidak penting.
13)       Mengakhiri bacaan dengan sodaqollahul’azhim.
14)       Menciumnya setiap kita selesai membacanya.
15)       Apabila ketika membaca Al-Qur’an terasa ingin buang angin, atau mulut terasa akan menguap, hentikanlah bacaan Al-Qur’an sejenak untuk menyelesaikan hajat tersebut.
ADAB MEMBAWA AL-QURAN
1) Hendaklah mempunyai wuduk.
2) Memegang al-Quran dengan tangan kanan.
3) Membawa separas bahu.
4)  Saat membawa Al-Qur’an, disunnahkan mendekapnya dengan tangan kanan.
ADAB MENYIMPAN AL-QURAN
1) Simpan al-Quran di tempat yang tinggi dan bersih.

2) Al-Quran ditaruh di tempat yang dialas tinggi.
3) Tidak menjadikan Al-Quran sebagai bantal.

Waktu terbaik membaca al-Quran | Penerbit Al-Qur'an Indonesia

Waktu terbaik membaca al-Quran | Penerbit Al-Qur’an Indonesia

SALAH satu kegiatan utama berkaitan dengan Al Qur’an tentu adalah membacanya. Semua ibadah berkaitan dengan Al Qur’an dijanjikan dengan pahala yang besar, termasuk dalam hal membacanya. Namun, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, untuk lebih mencapai dan memperoleh manfaat dari membaca Al Qur’an tersebut, Islam telah mengatur adab-adab dan etika ketika seorang muslim membaca Al Qur’an.

Pertama Dianjurkan dan disunahkan dalam membaca Al-Qur’an dalam kondisi yang sempurna: Bersih, Menghadap Qiblat, serta senantiasa menjagan Waktu terbaik untuk membaca Al-Qur’an seperti Malam hari, ba’da Maghrib, dan ba’da Shubuh sebagaimana firman Allah

إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (Al-Muzammil:6)
dan juga

إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

“Sesungguhnya membaca Al-Qur’an di waktu Fajar disaksikan (oleh Malaikat),” (Al-Isra:78)

Dan membaca Al-Qur’an dalam kondisi berdiri, duduk, berbaring, berjalan bahkan ketika berkendaraan, sebagaimana firman-Nya:

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring,” (Ali Imran: 191).

Kedua Maka disunnahkan memperbanyak bacaan baik ketika pagi, siang, sore dan malam sebagaimana hadits Rasulullah “Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR. Muslim).

Kedua Membaca Al-Qur’an adalah sebaik-baik dzikir. Dalam sebuah hadits qudsi diriwayatkan, Allah SWT telah berfirman, ”Barangsiapa yang disibukkan dengan Al Qur’an dan berdzikir kepada-Ku, hingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka aku akan memberikan apa yang terbaik yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan firman Allah atas perkataan makhluk-Nya adalah seperti keutamaan Allah atas semua makhluknya.” (HR. Turmudzi)

Ketiga Membaca Al-Qur’an dengan tartil lebih diutamakan dari pada membaca dengan terburu-buru sehingga seluruh huruf-hurufnya jelas dan lebih menyentuh ke dalam hati.

 وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan bacalah Al Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (Al Muzzammil:4)

Keempat Memperindah bacaan sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Hiasilah Al Qur’an itu dengan suaramu.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lainnya disebutkan “Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur’an menjadi baik.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i) [Dedih Mulyad/SPU]

SELENGKAPNYA: kunjungi spupurwakarta.org

TABLIGH AKBAR MENYAMBUT HARI IBU

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASI – Quran Cordoba

Hari ini Tanggal 17 Desember 2014 Quran Cordoba bersama PKPU BANDUNG Pengurus Pusat Gerakan Muslimat Indonesia , Bank BJB Syariah , Majalah Ummi , Bank Syariah Mandiri , Ina Cookies , dan KHARISMA KERONCONG 90.9LITA FM .

Telah Menyelenggarakan acara

TABLIGH AKBAR MENYAMBUT HARI IBU

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASI

Dengan mengahdirkan Ustadz Aam Amiruddin ,
K.H. Prof. Dr. Miftah Farid, . R. Giselawati Wiranegara (istri Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar ) dan kang harry bpm

Acara yang diselenggarakan di PUSDAI Bandung – Jawa Barat ini , Sesuai judulnya, dengan di selenggarakanya acara ini kami berharap akan semakin banyak ibu ibu indonesia yang bisa menjadi inspirasi bagi seluruh warga indonesia. aamiin

TABLIGH AKBAR MENYAMBUT HARI IBU

[accordion]
[pane title=”Ibu Ina sedang membagikan Doorprize” start=open]
Ibu ina sedang membagikan doorprize
[/pane]
[pane title=”Doorprize dari Quran Cordoba”]
Doorprize dari Quran Cordoba
[/pane]
[pane title=”Stand Bazar”]
Stand Bazar
[/pane]

[pane title=”Stand Bazar”]

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASI|Penerbit Al-Qur'an Indonesia

[/pane]

[pane title=”Stand Bazar”]

MENJADI IBU YANG MENGINSPIRASi

[/pane]
[/accordion]

 

Cara Menjadi Hafidz Al-Qur'an | Penerbit Al-Qur'an Indonesia

Cara Menjadi Hafidz Al-Quran

 

Cara menjadi hafidz Al-Quran sebenarnya sangat mudah hanya saja kita belum mengetahui caranya sehingga kita menganggapnya sulit. Untuk itu melalui artikel ini saya mencoba untuk berbagi informasi mengenai cara menghafal Al Quran tanpa menghafal. Semoga dengan mengetahui Cara menjadi hafidz Al-Quran ini menjadi inspirasi dan dapat memacu semangat sobat sekalian dalam menghafal Al Quran.

Menghafal Al Quran merupakan perbuatan yang sangat mulia dan sudah dijanjikan Surga oleh Allah SWT bagi para penghafal Quran. Jadi bagi para pencari tiket surga sebenarnya salah satu caranya adalah dengan menghafal Al Quran. Hanya saja kita selama ini terlalu malas (termasuk penulis) dalam menghafal Al Quran dan menginginkan cara-cara yang instan sekejap mata langsung hafal. Padahal kalau dicicil sedikit demi sedikit, seayat demi seayat dari sejak pertama kali terbersit niat ingin menghafal Al Quran mungkin sekarang ini kita yang membaca artikel ini sudah hafal beberapa juz bahkan bisa jadi telah hafal 30 juz Al Quran.

1. Baca ayat pertama dengan detil dan tartil, kemudian ulangi lagi sebanyak 20 kali. Mungkin pada awalnya anda mengucapkannya terbatah-batah tapi pada pengucapan yang ke 20 saya yakin insya Allah anda sudah fasih mengucapkannya bahkan tanpa melihat lagi. Cukup membaca dan jangan menghafal, apalagi memejamkan mata. (1×20)

2. Baca ayat kedua menggunakan metode yang sama yaitu dibaca sebanyak 20 kali. Bila telah usai maka gabungkan ayat 1 dan 2. Jadi bacalah ayat pertama, lanjutkan dengan ayat kedua kemudian ulangi lagi baca ayat pertama, lalu kedua. Lakukan lagi membaca ini sebanyak 20 kali. ((2×20) +((1+2)x20)).

3. Baca ayat ke tiga menggunakan metode yang sama yaitu dibaca sebanyak 20 kali. Bila telah usai maka bacalah ayat 1,2 dan 3 kemudian ulangi sebanyak 20 kali. ((3×20) + ((1+2+3)x20)).

4. Begitu juga dengan ayat ke 4. ((4×20) + ((1+2+3+4)x20)).

5. Pada ayat ke 5 juga anda lakukan cara yang sama. ((5×20) + ((1+2+3+4+5)x20)). Nah pada langkah ke lima ini anda simpan dulu apa yang telah anda dapatkan. Dan saya yakin anda insya Allah telah dapat membaca ayat 1-5 dengan lancar tanpa melihat Al Quran lagi alias hafal, bahkan letak titik dan komanya anda tau. Right?
http://qurancordoba.com/wp-admin/post-new.php
Nah bagaimana sobat sekalian, sangat mudah bukan? cukup membaca tanpa perlu menghafal, tapi hadiahnya adalah hafal. Iya kan? nah untuk tahap selanjutnya Insya Allah akan saya sampaikan pada artikel berikutnya,cara Menjadi hafidz Al Quran, so don’t miss it. Semoga artikel cara Menjadi hafidz Al Quran di atas bisa bermanfaat bagi anda semua dan mari kita doakan agar temen-temen yang membaca artikel ini kemudian giat menghafal Al Quran kita doakan agar proses menghafalnya lancar dan bisa menghafal sampai 30 Juz. Aamin.

Jika dirasa artikel tips cara mudah menghafal Al Qur’an tanpa menghafal ini bermanfaat, jangan sungkan-sungkan untuk menyebarluaskannya semoga dengan begitu insya Allah kita akan mendapatkan pahala secara berjamaah.. 🙂

 

tiportips.com

Kisah Menghafal Al-Quran

Kisah Menghafal Al-Quran

 

Jika ada sebuah rekor jumlah penghafal suatu kitab dan masuk ke guiness of book, kitab yang berabad-abad dihafal oleh jutaan orang tanpa ada yang berubah sedikitpun isinya. Maka jawabnya adalah al Qur’an. Pakistan beberapa tahun lalu pernah  tercatat sebagai Negara penghafal Qur’an terbanyak yaitu sekitar 7 juta, sementara di jalur Gaza palestina informasi mutakhir menyebutkan setiap tahun berhasil melantik 15 ribu penghafal Qur’an.

Belum lagi di mesir dan belahan negri muslim lainnya termasuk Indonesia.’Inilah kitab suci al Qur’an yang tidak ada keraguan sedikitpun di dalamnya’, dijaga oleh para penghafalnya. Kebanggaan sebagai Muslim mempunyai kitab suci yang sangat dihormati, diagungkan, bahkan kesuciaannya begitu dijaga, maka inspirasi dari penghafal Qur’an dikenal dengan Hafiz  harus terus digali dan dicari, karena kemuliaan umat islam tergantung dari kedekatan umatnya dalam berinteraksi dengan al Qur’an.

Ketika mendengar kata menghafal Al Qur’an ‘tahfiz’ yang ada dalam benak setiap muslim pasti berbeda-beda, gambaran yang umum biasanya tentang tadarusan, aktivitas kaku, hanya di mesjid, pesantren, berdiam diri dan eksklusif dengan persepsi bahwa menghafal Qur’an itu sangat sulit, mustahil, banyak, menyita waktu, mengulang-ulang bacaan dan lainnya. Apakah persepsi itu benar? Sudah benarkah dengan pemikiran kita?

Bagaimana kita memahami cara menghafal Qur’an yang benar, yang mengikuti sunah Nabi SAW, yang relevan dengan perkembangan zaman? Dan muslim apapun status dan profesinya mampu juga untuk menghafal Al Qur’an, bangga melaksanakan aktivitas Tahfizh Qur’an tersebut sebagaimana Rasulullah, para sahabat, Salafusholeh, para Ulama dan umat Islam melakukannya sepanjang 14 abad ini.

Acara Ramadhan tahun 2013 di Televisi sangat spesial bagi penghafal Al Qur’an, karena ada program Hafiz Indonesia. Semua muslim, termasuk siapapun yang tidak mengenal dan faham Al Qur’an pasti akan takjub dan bangga melihat anak-anak kecil mampu melafalkan ayat-ayat al Qur’an tanpa melihat tulisannya. Hafal Qur’an saat belum balig, jiwanya bersih, akhlaknya baik sangat membanggakan bagi orang-tuanya, agamanya, dan Indonesia.

Acara tersebut sangat berpengaruh, menyentuh bahkan memiliki rating tertinggi dan favorit untuk program acara di bulan Ramadhan.  Di  timur tengah anak-anak usia dibawah 10 tahun hafal 30 juz itu biasa dan banyak, ini menjadi pertanda sebuah generasi baru, generasi penjaga Al Qur’an, para pencinta wahyu. pertanda kebangkitan Islam yang dimulai semaraknya umat kembali kepada Al Qur’an. ‘Mindset’ bahwa “anak kecil saja bisa maka yang pernah kecil pun pasti bisa”. maka ada sebuah pertanyaan, apakah kita sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, pengusaha mempunyai kemauan untuk menghafal al Qur’an, kemauan dan tekad yang kuat untuk minimal menghafal 3 juz  atau 1 juz al Qur’an, hanya juz 30 bukan 30 juz, kemauan yang disertai kemampuan untuk menghafal ayat-ayat Allah, Kitab suci yang menjadi kebanggan kita sebagai umat Islam, Firman suci yang menjadi mukjizat, sumber hukum, sumber semua ilmu pengetahuan, sumber petunjuk dan keselamatan umat manusia di dunia dan ke akhirat kelak.

Menurut Ulama ‘Abd al-Rabbi Nawabuddin tahfidz adalah proses menghafalkan al-Qur’an dalam ingatan sehingga dapat dilafadzkan di luar kepala secara benar dengan cara-cara tertentu dan terus menerus”. Menghafal Qur’an merupakan suatu aktivitas mulia, berpahala, amal ibadah yang dijamin masuk surga, tentu memerlukan metode, cara untuk menjalaninya dan ilmu yang terkait dengannya. Maka definisi yang saya sampaikan yaitu “Tahfidz Adalah: Usaha Menyimpan Hafalan Al-Qur’an ke dalam hati dengan Menggunakan metode  Tertentu yang berkesan sehingga mampu untuk mengingatnya lagi”.

Ini terkait dengan memory otak, bagaimana informasi disimpan dalam fikiran, menjaga hafalan Qur’an dalam akal dan hati.Tidak ada definisi yang disepakati atau metode yang pasti, semuanya hanya untuk mendekati bahwa aktivitas Tahfiz ini sangat mulia, unik, turun-temurun secara mutawattir sehingga keaslian al Qur’an tetap terjaga. Metode yang Rasulullah lakukan dengan Malaikat Jibril adalah ‘Talaqi’, yaitu Malaikat Jibril membaca langsung diikuti bacaan tersebut oleh Rasulullah. Rasulullah pun  setiap setahun sekali di bulan Ramadhan membacakan hafalan Al Qur’annya kepada malaikat Jibril. Metode talaqi ini terus digunakan kepada para Sahabat Rasul, para Ulama sampai kepada kita semua. Lalu zaman modern ini bagaimana metode dalam menghafal Qur’an?.

Memoar yang saya sampaikan ini pengalaman pribadi ketika menghafal Qur’an, lika-liku dan perjuangan saat menghafal Qur’an 30 juz, kebanggaan dan kebahagiaan sepanjang hidupku sebagai muslim saat menghatamkan Al Qur’an. Sebagaimana ucapan seorang ulama, “ kenikmatan berinteraksi dengan al Qur’an hanya bisa dirasakan oleh orang yang pernah merasakannya”, sulit melukiskan perasaan nikmatnya menghafal Qur’an, yang bisa disampaikan hanya perjalanannya, sebuah metode yang telah dilakukan, berbagai hambatan, masalah dan solusinya, memoar ini memberikan inspirasi indahnya hidup dibawah naungan al Qur’an.

Kenangan  diguyur 1 ember air oleh Ayah sendiri karena tidak mau belajar mengaji, lalu saat kelas 3 SD  Ayah wafat dan saya masih belum bisa baca al Qur’an. Di akhir hayatnya almarhum ayah berbisik kepada Ibu supaya besar saya rajin baca Qur’an, wasiat tersebut masih teringat. Inspirasi awal dari figur ayah yang bukan seorang kiayi,bukan ustaz, hanya lulusan Ekonomi UNPAD yang faham tentang pembinaan agama di keluarga, pendidikan Qur’an untuk anak-anaknya.

Masuk pesantren di Ciamis namun hanya bertahan 8 bulan. Kesan mengaji dan menghafal Qur’an di waktu shubuh sangat kuat dan masuk bawah sadar, walaupun hanya sebentar terasa bekas memorinya. Itulah awalnya inspirasi dari konsistensi Ibadah, pentingnya lingkungan yang Qur’ani, keberkahan hidup ketika melaksanakan sholat Dhuha dan ketenangan yang terasa di hati dan fikiran walaupun masih usia Sekolah Dasar.

Hidup sudah ada takdirnya, berusaha dan tawakal itulah yang mesti kita lakukan. Kembali menghafal Qur’an saat sekolah di SMA Negri 4 Bandung. tinggal semacam di Rumah Tahfiz yang dibiayai oleh Yayasan Sosial. Saat itu Rumah Tahfiz belum semarak dan menyebar seperti sekarang. Dari SMA selesai menghafal 10 juz, Tentu saja mengahafal Qur’an dengan status sebagai pelajar butuh metode dan proses untuk menjalaninya. Saya kutip dari buku ‘Menghafal Qur’an dengan otak kanan” Lima prinsip yang harus kuat selama perjalanannya; keikhlasan dengan niat tulus meraih Ridho Allah, Doa dan Ibadah yang selalu istiqomah, menjauh dari pengaruh-pengaruh kemaksiatan dan dosa, Menjadikan Qur’an sebagai jalan Ilmu, dan terakhir sifat sabar yang kuat dengan tidak pernah putus asa selama proses menghafal Qur’an.

Menghafal Qur’an di sekolah Negri dengan pergaulan dan pengaruh negatif tentu sangat mengganggu untuk istiqomah menghafal, namun ada hal-hal menarik ketika tidak ada guru saya membaca Qur’an di kelas sendiri, saat istirahat menyempatkan menghafal Qur’an sehingga teman-teman ada yang mengikutinya, bahkan ada kebanggaan ketika Guru-Guru pun ikut menghafal dan mencoba mengecek hafalan Qur’annya kepada saya. Pelajaran dari kisah tersebut, Ada tiga faktor yang bisa menghambat proses menghafal saat sudah punya kemauan hafal Qur’an diantaranya; faktor mental kejiwaan sehingga tidak percaya diri untuk menghafal Qur’an, Faktor akhlak pergaulan yang tidak mengenal batas sehingga ikut terpengaruhi, faktor manajemen waktu atau konsentrasi karena menghafal Qur’an menjadi program pribadi bukan program dari sekolah. faktor penghambat tersebut bisa diatasi apabila kita tahu solusinya dengan memegang teguh lima prinsip yang harus dimiliki seorang penghafal Qur’an.

Memoar pribadi ini karena merindukan lahirnya generasi penghafal Qur’an yang sholih, kuat, terbina, berwawasan luas dan mampu menjadi pemimpin. Memoar ini juga karena pengalaman sebuah metode tahfiz di sekolah,kampus,perkantoran yang sesuai dengan konteks zaman sekarang. menghafal Qur’an yang mampu memprogram kehidupan, mendukung kesuksesan hidup, menghindari pengaruh negatif zaman teknologi, meraih keberkahan di seluruh aspek pekerjaan.

Menghafal Qur’an bukan hanya skill yang diperlombakan dalam acara Musabaqoh, tidak sebatas menguji memory fikiran, otak kiri, tahfiz harus masuk ke fikiran bawah sadar, maknanya masuk ke dalam relung hati. Al Qur’an yang mampu mensugesti pribadi menjadi Islami, Keluarga menjadi harmonis, masyarakat menjadi sejahtera, Negara menjadi baldatun thayyibun warabbun ghaffur.amin

Kota Jakarta, Cipayung Bambu Apus Tahun 2005 di Mah’had tahfiz Ustman Bin Affan. Itulah tempat saya selesai hafal 30 juz, terkesan Ustaz yang tawadhu, ikhlas, sangat perhatian dengan dakwah syiar Al Qur’an, Ustad Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc Al Hafiz. Setiap hari menghafal 1 halaman sehingga cukup 2 tahun untuk selesai, proses menjaganya itulah waktu yang lama, terus membaca mengulang hafalan ‘murajaah’ sampai akhir hayat.

‘Pelatihan menghafal cepat’, ‘Training Memory’ sampai Hipnosis dan NLP. Tema tersebut sedang ngetrend, banyak diadakan di berbagai kampus, perusahaan. Diburu semua untuk kesuksesan, perbaikan hidup, therapy. Tahun 2013 ini, Saya mempelajari, baru memahami dan mengkaitkannya untuk proses menghafal al Qur’an. Prinsipnya keutamaan al Qur’an sangat luar biasa, fadhilahnya untuk kehidupan dunia, syafaat pertolongannya untuk akhirat. Menghafal Qur’an dan faham isinya akan merasakan kemukjizatannya. Metodenya dengan pendekatan ilmu tersebut.  Menghafal Qur’an dengan otak kanan, Ilmu tentang fikiran bawah sadar, pendekatan Neuro Linguistic Programming ‘NLP’. sepertinya berat, namun hanya alat untuk mempermudah proses hafal al Qur’an, membantu daya ingat hafalan al Qur’an, membuat aktivitas tahfiz al Qur’an menjadi lebih menyenangkan dan berkesan.

Contoh hubungan bagaimana mengkaitkan ilmu tersebut dengan Tahfiz Qur’an, Ada teori dari Charles tebbet terkait fikiran bawah sadar, bahasa Qur’annya Shudur, bagaimana kita bisa memprogram fikiran bawah sadar, menginstaal relung hati. kaitannya dengan metode menghafal Qur’an sampai masuk ke fikiran bawah sadar atau internalisasi.

1.  Repetition / Pengulangan; menghafal Qur’an intinya banyak pengulanagan, semakin banyak membaca, mendengar, memperhatikan Qur’an maka menghafal Qur’an jadi lebih mudah dan berkesan. Metode Repetition ini langkah dasar, awal masuk ke fikiran bawah sadar.

2. Figure otoritas / teladan yang baik, dalam metode menghafal Qur’an hal ini terkait dengan almarhum ayah, kata-katanya mampu masuk bertahan lama karena pengaruh figur, saat menghafal qur’an menjadi penguat dan motivasi untuk selalu semangat. Program Menghafal Qur’an harus dari yang punya otoritas,figur teladan dari orang tua, guru, tokoh bangsa, sampai presiden.

3. Identitas kelompok / Lingkungan yang baik, menghafal Qur’an butuh suasana yang baik, tenang, jauh dari hura-hura, mencari teman dengan identitas yang sama menjadi penting. setiap orang selalu mencari temannya yang sama kelompok aktivitasya.

4. Emosi yang intens / hafalan masuk ke Shudur, perasaan senang, menghafal Qur’an diiringi pemahaman, hati yang terbuka, emosi yang terlibat dan meluap-luap, Tahfiz akan menjadi mudah, berkesan dan tidak mudah lupa.

5. Induksi Hypnosis / Program tahfiz yang mengikat, sistem yang disengaja, memaksa diri untuk berinteraksi dengan Al Qur’an, metode Therapi yang harus ada kesadaran dari semua muslim untuk ‘berelaksasi’ dengan Ayat-ayat Qur’an, menerima, patuh dan mencintai al Qur’an sepenuhnya, sehingga tersugesti dengan program Tahfiz Qur’an, menjadi kebiasaan sehari-hari, menjadi keyakinan,  dan al Qur’an menjadi nilai yang sangat berharga di dalam diri setiap muslim.

Di akhir memoar tentang Kisah menghafal Al-Quran ini, saya cukup menyimpulkan dari sebuah ayat al Qur’an yang bermakna as Shudur atau fikiran bawah sadar. Membuktikan al Qur’an dihafal dengan metode, dengan ilmu, memberikan penjelasan kepada kalian semua bahwa penghafal al Qur’an itu pilihan Allah, dan kita punya haq untuk dipilih apapun profesinya, menghafal Qur’an itu mudah, sangat berkesan memberikan ketenangan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak. Amin.

 

Kisah menghafal Al-Quran ini Di Tulis Oleh : Ust.Heri Mahbub Al-Hafidz. untuk qurancordoba.com

 

10 Cara Untuk Memuliakan Ibu

10 Cara Untuk Memuliakan Ibu

Jaman sudah semakin tidak karuan, kultur ketimuran semakin terkikis dan pendidikan agama sudah banyak dikesampingkan. Sekarang banyak ditemui anak yang hilang sopan terhadap orang tuanya, tidak mempunyai sikap berbakti bahkan menelantarkan orang tua yang sudah lanjut usia.

Berbuat baik kepada kedua orang tua hukumnya wajib, baik waktu kita masih kecil, remaja atau sudah menikah dan sudah mempunyai anak bahkan saat kita sudah mempunyai cucu. Ketika kedua orang tua kita masih muda atau sudah lanjut usianya bahkan pikun kita tetap wajib berbakti kepada keduanya.

Mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan berbagai pengorbanan. Pengorbanan itu tak hanya dalam hal tenaga, waktu dan materi, bahkan demi anak nyawa pun rela dikorbankan.

Berikut ini setidaknya ada 10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang cukup sederhana yang dapat kita lakukan untuk berbakti atau memuliakan orang tua, termasuk kepada orang tua yang telah tiada.

1.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang pertama adalah Lemah Lembut Dalam Bertutur Kata Kepada Orang Tua

Jagalah setiap tutur kata kita sebagai anak agar senantiasa lemah lembut tatkala berbicara kepada orang tua. Jauhi ucapan-ucapan bernada tinggi, apalagi kata-kata kasar. Kepada pimpinan atau bos kita saja kita bisa berusaha santun (meskipun terkadang hanya basa-basi), seharusnya kita pun bisa bertutur lemah lembut kepada orang tua. Kadang kita temui anak yang berkata kepada orang tuanya dengan cara berteriak-teriak.

2.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang kedua adalah Membantu Berbagai Pekerjaan Rumah

Banyak dari kita yang tidak menyadari sebenarnya ada berbagai rutinitas orang tua, terutamanya Ibu yang sebenarnya cukup melelahkan, namun atas dasar tanggung jawab sebagai orang tua, perkara-perkara rutinitas dalam keseharian itu tidak menjadikan mereka berkeluh kesah. Maka tidak ada salahnya bagi kita untuk membantu meringankan beban orang tua tersebut, seperti halnya membantu mencuci piring, menyapu halaman, mengepel lantai, membersihkan rumah dan semisalnya. Meskipun mungkin kita tidak setiap hari membantu dalam meringankan pekerjaan-pekerjaan tersebut, tapi niscaya itu akan membuat orang tua merasa bahagia.

3.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang ketiga adalah Ringan Tangan Menjalankan Perintah Orang Tua

Jika orang tua memerintahkan suatu hal kepada kita, yang mana hal tersebut dapat kita jalankan, maka janganlah menolak atau menunda-nunda jika memang kita tidak memiliki udzur dalam perkara tersebut. Orang tua ‘melayani’ kita sejak kita lahir, sejak masih bayi hingga dewasa dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Sungguh tidak pantas ketika tiba saatnya orang tua kita memerintahkan kita untuk melakukan suatu perkara yang sanggup kita kerjakan, namun kita mencari-cari alasan untuk mengelak dari perintah tersebut.

4.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang keempat adalah Senantiasa Bersikap Sopan dan Santun

Tidak sekedar ucapan yang lemah lembut saja yang harus kita jaga, namun juga disertai dengan sikap sopan dan santun terhadap orang tua. Semisal kita mengucapkan salam ketika pulang, tidak sekedar seperti orang masuk pasar. Terlebih lagi kita harus menjauhi sikap kurang ajar kepada orang tua.

5.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang kelima Bersikap Sabar dan Menahan Marah

Sering kali kita mendengar ucapan dari sekian banyak orang terkait orang tua yang semakin bertambah usia mereka, maka akan semakin ‘rewel’ sikap mereka, seperti anak kecil lagi. Terkadang dipicu oleh kondisi kesehatan yang sudah tidak prima lagi, terkadang orang tua semakin usianya renta mereka jadi lebih sensitif dan mudah marah. Dalam keadaan seperti ini kita harus berusaha untuk menahan diri dengan bersabar. Bahwasanya surga itu adalah tempat yang salah satu ciri-ciri penghuninya adalah mereka yang dapat menahan marah.Bayangkan bagaimana kesabaran orang tua mengasuh kita sejak kecil hingga dewasa, sabar menghadapi kebandelan kita, sabar menasehati kita, dll.

6.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang keenam adalah Memberi Hadiah Kepada Orang Tua

Memberi hadiah tidak hanya khusus dituntunkan kepada pasangan suami-istri ataupun dari orang tua kepada anak. Namun anak pun dapat memberikan suatu hadiah kepada orang tuanya. Hadiah tidak haruslah yang mahal, namun yang penting dapat menyenangkan orang tua kita. Semisal untuk Ibu kita beri hadiah berupa jilbab yg syar’i, atau kepada bapak kita hadiahkan sebuah sarung yang bagus, semisal tatkala Alloh ‘Azza wa Jalla memberi kita kemudahan dalam hal rezeki yang berlebih. Betapa orang tua akan merasa dimuliakan anak.

7.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang ketujuh adalah Tidak Menyia-nyiakan Kerja Keras Orang Tua

Di jaman sekarang ini, banyak kita temui anak yang tidak bisa menghargai perjuangan dan kerja keras orang tuanya dalam menafkahi mereka, menyekolahkan mereka, dan hal yang semisalnya yang notabene perjuangan tersebut adalah untuk membuat kita menjadi lebih baik. Semisal bentuk tidak menghargai perjuangan dan kerja keras orang tua adalah: bolos sekolah, menghambur-hamburkan uang pemberian orang tua, malas belajar, dan sikap negatif lainnya yang dilakukan seorang anak.

8.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang kedelapan adalah Merawat Mereka Saat Usia Semakin Renta

Saat kita masih kecil hingga kita dewasa orang tua merawat kita dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Saat kita sakit sejak kita bayi hingga dewasa, orang tua menjaga kita siang dan malam. Ingatlah bagaimana Ibu kita memandikan kita, menyuapi kita dengan telaten, memakaikan baju setiap hari, mengajari kita hal-hal yang baik, mengganti popok kita, dll. Sekarang banyak kita temui, anak-anak yang menaruh orang tuanya di panti jompo dikarenakan mereka lebih memilih menghabiskan semua waktu untuk mengejar nafsu duniawi. Sungguh kebanyakan orang tua akan nelangsa dengan perlakuan seperti ini.

9.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang kesembilan adalah Doa Anak Yang Shalih Untuk Orang Tua Yang Telah Meninggal

Bagi Kaum Muslimin yang mana kedua orang tua atau salah satunya telah tiada, bahwasanya doa dari anak yang sholeh begitu luar biasa memberi manfaat bagi orang tua yang telah meninggal. Telah banyak hadits yang menerangkan tentang bagaimana kebaikan yang akan didapatkan orang tua di kehidupan setelah mati tatkala memiliki anak-anak yang sholeh yang mau mendoakan mereka. Dan shaleh ataupun shalehah itu harus diperjuangkan dengan cara taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya anak-anak yang tidak mau taat kepada perintah Alloh dan sebaliknya gemar berbuat dosa akibat meninggalkan shalat, berbuat maksiat, tidak mau belajar ilmu agama dan hal-hal yg dibenci Alloh serta RasulNya.. maka sang anak hanya akan memberikan beban berat yang harus dipertanggung jawabkan orang tuanya di yaumul akhirat.

10.10 Cara Untuk Memuliakan Ibu yang kesepuluh adalah Menjaga Silahturahmi Dengan Kerabat ataupun Teman Orang Tua

Termasuk juga dalam ini adalah menyambung hubungan dengan teman atau sahabat dari orang tua kita yang telah tiada. Dalam syariat Islam bahwasanya dituntunkan untuk kita senantiasa menyambung tali silahturahmi dengan keluarga-keluarga dari orang tua kita yang telah tiada sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua. Kita usahakan meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah paman, tante dan semisalnya.

Hadits Shahih :

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk syurga.

[Hadits Riwayat Muslim 2551, Ahmad 2:254, 346]

Penjelasan ringkas dari hadits di atas: Bahwasanya kedua orang tua itu adalah ‘ladang pahala’ untuk kita menggapai surga Alloh ‘Azza wa Jalla. Terdapat kemuliaan tatkala seorang anak ikhlas dan sadar dalam memuliakan serta berbakti kepada kedua orang tuanya dalam perkara-perkara yang ma’ruf (perkara yang baik dan tidak melanggar syariat).

Dan sungguh celaka dan merugi bagi seorang anak yang tatkala kedua orang tua atau salah satunya masih hidup lantas ia enggan merawatnya, enggan berbakti kepada mereka terlebih tatkala orang tua sudah renta, bahkan sampai membiarkan orang tua terlantar tanpa perhatian dan kasih sayang dari anak-anaknya. Demi mengejar karir, demi membahagiakan istri atau suami, sering kali akhirnya orang tua dilupakan dan dikesampingkan. Tanpa disadari mereka mendekatkan diri dengan api neraka dan azab-Nya.

 

Sumber

Figur Ibu Muslimah Yang Didambakan

Figur Ibu Muslimah Yang Didambakan

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(QS. At-Tahrim : 6).

Adalah sangat disayangkan, betapa ibu muslimah, terutama mereka yang menetap di selain negara-negara Arab, sangat lemah dalam memahami isi dan esensi Al-Qur’an. Padahal sepatutnya dengan “pedoman hidup” itu seorang ibu dapat menuntun dirinya, keluarga serta anak-anak menaati ajaran-ajaran Islam, dan perintah Allah SWT.

Ada pula problem keluarga lain yang berkaitan dengan Kompas kehidupan manusia ini. Yaitu bahwa ibu muslimah tidak memulai dengan dirinya dalam membenahi tatanan rumah tangga. Malah ia hanya menyuruh anak-anaknya saja yang mengikuti aktifitas keagamaan. Baik dengan membiayainya mengikuti kursus-kursus pengajian atau menyelenggarakan sendiri privat pengajian keluarga di rumah.

 

Figur Ibu Muslimah Yang Didambakan

Namun sayang seribu kali sayang, sang ibu tidak ikut serta didalamnya dan sekaligus mengawasi, bahkan menyibukkan diri sendiri dengan berbagai kegiatan sepele. Tidak secuilpun memberikan dorongan bagi diri pribadi dengan santapan-santapan rohani yang dapat diteladani, terutama bagi anak-anak wanitanya. Malah ia bersibuk ria dengan obrolan ngalor-ngulon dengan konco-konco arisannya, dan memadati diri dengan kesibukan karir. Bahkan sering merasa perlu dengan mengambil tugas kantornya untuk dibawa menjadi seperti sama dengan urusan rumah.

Perhatiannya dipecah berkeping-keping menjadi seribu satu keping. Hingga pada akhirnya, membagi kasih sayang kepada keluarga dengan kepingan terakhir, ketika badan telah letih dan ketika senyum tiada lagi bercahaya.

Dampak negatif yang paling sering timbul dari keadaan ini ialah renggangnya hubungan komunikasi antara ibu dan anak, terutama dalam masa kanak-kanak dan remaja, suatu masa yang sangat rawan dan menentukan perkembangan pembentukan kejiwaan sang anak pada masa dewasanya nanti. Dimana pada akhirnya sang anak memperkaya kaidah/norma baik-buruk didalam jiwanya sesuai dengan apa yang dia ketahui dari masyarakat sekitarnya! Bila keadaan lingkungan masyarakatnya bobrok, maka nilai-nilai kebobrokanlah yang nantinya dijadikan parameter kebajikan.

Disamping itu, ibu-ibu muslimah banyak juga yang sudah terbiasa dan berlangganan untuk membeli majalah-majalah wanita. Padahal isinya lebih banyak berbau racun daripada madunya. Gambarnya dipenuhi dengan corang menjijikkan seronok dan kotor. Dan ketika mereka pulang kantor, melepas lelah dengan bermacam kumpulan fiktif dan khayaliyah. Sepi dari sugesti Islamiyah.

Diantara ibu-ibu muslimah, juga masih ada yang membiarkan anak putrinya keluyuran bebas. Masih mungkinkah mereka disebut muslimah?

Cermin kesibukan Ummahatul Mukminah dimasa lalu, adalah mereka sangat ketat dan membagi perhatiannya secara utuh dalam bidang pendidikan anak. Terlebih Ummahatul Mukminah harus dapat memberikan contoh kepada generasi mukminin pada saat itu, perhatikan firman Allah : “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.(QS. Al-Ahzaab : 6).

Bagi anak putri, dianjurkan untuk menggunakan sebagian besar waktunya di rumah ibu atau anak wanitanya keluar jika kondisi memang memerlukan, atau adanya kebutuhan bersilaturahmi dengan keluarganya atau sahabat handai wanitanya. Hingga ia dapat leluasa menanamkan pengaruhnya pada keuarga dengan corak keislaman dan mengantarkan anak-anaknya ke jenjang kedewasaan yang Islami yang berdasarkan nilai-nilai syari’at Allah SWT.

Lebih jauh lagi ia dapat mendisiplinkan anak dengan aturan Islam secara ketat, dengan menciptakan suasana dan atribut keislaman di rumah. Bila hal ini berlangsung tetap dan teguh, dengan sendirinya pengaruh-pengaruh jahat jahiliyah terkikis habis.

Figur ibu muslimah yang didambakan dulu, di zaman Rasulullah mewujudkan suasana dan cuaca Islamiyah di tengah-tengah keluarga. Anak-anak para sahabat nabi SAW menerima pengajaran dan pendidikan Islam sejak mereka dalam buaian. Dan ibu mereka membacakan alunan ayat-ayat suci Al-Qur’an semenjak mereka masih menyusui. Bila sudah pandai sedikit bercakap, menuntunnya kalimat-kalimat dan doa-doa. Seperti kalimat tahlil, tahmid, takbir dan taqdis. Jika melakukan suatu pekerjaan seperti makan, minum atau tidur menyertainya dengan doa seusai dengan perintah Rasulullah. Dengan begitu anak akan terbiasa dengan kesibukan Islami.

Mereka para orang tua dari sahabat Rosul, selalu menjaga umur anaknya, dan tidak melewatkan begitu saja secara sia-sia. Hingga mereka megisinya dengan berbagai masukan pendidikan, yang materinya disesuaikan dengan tingkat usia mereka, misalnya, pada usia 6 tahun, anak diperintahkan menegakkan sholat, dan jika 10 tahun meninggalkan pekejaan itu, anak dipukulnya.

Hiburan anak

Figur ibu muslimah yang didambakan, jelas mampu menghibur putra-putrinya dengan berbagai kisah-kisah menarik dan bernafaskan Islam. Sehingga ibu muslimah perlu menguasai banyak kisah-kisah dan sejarah Islam, kejayaan dimasa lalu dan kegigihan para pejuang-pejuangnya. Sangat perlu bagi ibu muslimah mengenal tiap nama-nama para sahabat dan kiprah mereka dalam menyebarkan da’wah Islam. Dan dalam menyampaikan kisah tersebut perlu disertakan harapan kepada Allah, agar kelak anak-anaknya dapat mencontoh sikap, sifat dan kiprah yang baik dari mereka.

Figur ibu muslimah yang didambakan didalam kalam dan katanya, perlu membatasi pada hal-hal yang baik semata supaya anak pun meniru pada segi baiknya saja. Tiada yang patut ditolerir, jika anak kandung mengucapkan lisan keji, ibu muslimah sedikitpun tidak membiarkan anak-anaknya mendengarkan senandung lagu-lagu atau syair picisan yang bakal merubah tingkah polahnya dan menggeser akhlaqnya dari fitrahnya. Juga ia tak rela membebaskan anak-ananya menyaksikan film-film dan siaran urakan. Tapi bukan hanya melarang dengan hanya mampu mengatakan : jangan! atau tidak! Pada usia tertentu anak perlu mendapat alasan-alasan syar’i berdasarkan petunjuk dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Bacaan

Bila anak sudah mampu membaca, sepatutnya Figur ibu muslimah yang didambakan menyediakan buku-buku berisi bacaan sehat. Dan anak perlu diperkenalkan dengan perpustakaan kecil dan menempatkan padanya buku-buku bermutu semata. Dan ibu, seharusnya senantiasa mengajak putra-putrinya berdialog. Agar dapat terdeteksi sejumlah masukan-masukan pemikiran pada anaknya, dan meninjau sejauh mana nilai-nilai Islam telah diketahui dan diterapkan baik selama dan atau diluar kontrol perhatian orang tua.

Hingga bila diketahui terdapat racun di dalam pemikiran anaknya sebagai hasil pergaulan diluar rumah dengan kawan-kawan atau buku-buku temannya, Figur ibu muslimah yang didambakan dapat segera meng-counter-nya, dan memperbaiki atau meluruskan (jika terdapat Penyimpangan).

Sumber

Al-Quran Jalan Hidupku

Al-Quran Jalan Hidupku

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ َنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا فمَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَمَّا بَعْدُ.

Segala puji bagi Allah, kita memujiNya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk (hidayah). Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk di sembah, kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma ba’du.

Dalam judul Al-Quran Jalan Hidupku akan saya bahas tentang:
I.   Keistimewaan Al-Qur’an.
II.  Orang-orang yang akan mendapat rahmat.
III. Koreksian Al-Qur’an Digital.
I.   Keistimewaan Al-Qur’an.
Karena Allah berfirman dalam QS Al-Jatsiyah 20:
هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّقَوْمِ يُوقِنُونَ ﴿٢٠﴾
020. Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
Juga sebagai obat dan rahmat, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Isra’ 82.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَاراً ﴿٨٢﴾
082. Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Komentar Faizah: Al Quran bisa dibuat obat, meskipun cuma mendengarkan,  atau dibaca sendiri, terkadang Qulhu 3kali, falaq 3kali, annas 3kali. Bekam atau habbatussauda’ dan madu, sudah cukup. Adapun bekam kering untuk mengeluarkan anginnya saja, kecuali  penderita darah tinggi dll. Untuk sakit yang tidak wajar atau parah, saya bacakan Al Quran selama 40hari, pagi sore. Terkadang cuma sehari. Alhamdulillah dengan izin Allah penyakit itu hilang, kalau ajalnya habis, maka kematian tidak bisa ditunda tapi segera mendapat kemudahan. Benarlah doa ibunya Maryam (Uiidzuhaabika wadzurriyyatahaa minasysyaithanirrajiim) yang artinya” Aku mohon perlindunganMu untuknya, dan anak cucunya dari(gangguan) setan yang terkutuk.” QS Ali Imran 36.

Keterangan: Apabila yang sakit laki-laki, maka tinggal merubah dlammir haa diganti dengan huu.

Boleh dilihat dalam blog  yang berjudul “Al-Quran jalan hidupku“. Tahun/ bulan: 2012/07, karena berkaitan dengan judul ini. Tercantum hadisnya perobatan dengan membaca fatihah dan  sahabat yang sabar ketika sakit,  dibalas surga. Nabi Ibrahim diangkat derajatnya sebab taat. Adapun macam -macam perobatan dan dalilnya sudah tercantum dalam blog yang berjudul ” Kiat menyembuhkan penyakit ” Bulan dan tahunnya 2013 / 05.

Rasulullah saw juga pernah  bersabda:

 عنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ
Abu Umamah Al Bahili  berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bacalah Al Qur`an”, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al Baqarah dan Ali Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menaungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al Baqarah, karena dengan membacanya akan memperoleh barakah, dan dengan tidak membacanya akan menyebabkan penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-ukang sihir.” HR Muslim 1337
Ayat-ayat AlQur an itu, apabila dibaca ketika shalat, maka lebih utama, oleh sebab itu Rasulullah pernah bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْثًا وَهُمْ ذُو عَدَدٍ فَاسْتَقْرَأَهُمْ فَاسْتَقْرَأَ كُلَّ رَجُلٍ مِنْهُمْ مَا مَعَهُ مِنْ الْقُرْآنِ فَأَتَى عَلَى رَجُلٍ مِنْهُمْ مِنْ أَحْدَثِهِمْ سِنًّا فَقَالَ مَا مَعَكَ يَا فُلَانُ قَالَ مَعِي كَذَا وَكَذَا وَسُورَةُ الْبَقَرَةِ قَالَ أَمَعَكَ سُورَةُ الْبَقَرَةِ فَقَالَ نَعَمْ قَالَ فَاذْهَبْ فَأَنْتَ أَمِيرُهُمْ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَشْرَافِهِمْ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا مَنَعَنِي أَنْ أَتَعَلَّمَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ إِلَّا خَشْيَةَ أَلَّا أَقُومَ بِهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ وَاقْرَءُوهُ فَإِنَّ مَثَلَ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوحُ رِيحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَمَثَلُ مَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ وُكِئَ عَلَى مِسْكٍ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ.
Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah pernah mengutus rombongan para sahabat dalam jumlah banyak, beliau meminta kepada mereka untuk membaca, beliau meminta setiap orang dari mereka untuk membacakan apa yang dia hafal dari Al Qur`an, beliau datang kepada seseorang yang paling muda umurnya di antara mereka dan bertanya: “Apa yang kamu hafal dari Al Qur`an wahai Fulan?” dia menjawab; “Saya hafal ini dan ini dan surat Al Baqarah, ” beliau bertanya: “Apakah kamu hafal surat Al Baqarah?” dia menjawab; “Ya, ” Beliau bersabda kepadanya: “Pergilah dan kamu yang jadi imam bagi mereka, ” Seseorang yang paling terkemuka di antara mereka berkata; “Demi Allah wahai Rasulullah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari surat Al Baqarah selain karena aku takut tidak dapat mengamalkannya, ” Rasulullah SAW bersabda: “Pelajarilah Al Qur`an” dan bacalah, karena perumpamaan Al Qur`an bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal AlQur`an ada dihatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan, HR Tirmidzi 2801.
Adapun orang yang ahli salat, akan memasuki surga lewat babus shalah. Tidak ada bacaan yang lebih baik dari pada bacaan Al-Qur’an. Sebagaimana hadits:
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَجُلًا جَاءَهُ فَقَالَ أَوْصِنِي فَقَالَ سَأَلْتَ عَمَّا سَأَلْتُ عَنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَبْلِكَ أُوصِيكَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَإِنَّهُ رَأْسُ كُلِّ شَيْءٍ وَعَلَيْكَ بِالْجِهَادِ فَإِنَّهُ رَهْبَانِيَّةُ الْإِسْلَامِ وَعَلَيْكَ بِذِكْرِ اللَّهِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ فَإِنَّهُ رَوْحُكَ فِي السَّمَاءِ وَذِكْرُكَ فِي الْأَرْضِ.
Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwasanya ada seorang laki-laki datang kepadanya seraya berkata; “Beri aku nasihat!” Abu Sa’id berkata; “Engkau meminta apa yang aku pernah memintanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebelummu! Aku nasihatkan kepadamu untuk selalu bertakwa kepada Allah, karena takwa adalah ujung pangkal segala urusan, hendaklah engkau berjihad karena itu adalah rahbaniyyah (kependetaan) dalam Islam. Hendaklah engkau selalu mengingat Allah dan membaca Al Qur`an, karena itu adalah rokhmu ke langit dan dzikirmu di bumi.” HR Ahmad 11349. Lemah.

Meskipun hadis diatas lemah, namun tidak bertentangan dengan dalil, cuma sebagai pendukung. Bagi yang membacanya dengan lancar, didampingi oleh malaikat yang mulia, adapun yang membacanya dengan terbata-bata mendapat 2pahala. Benarlah hadits-hadits pembaca Al-Qur’an ketika salat, punya keistimewaan tersendiri.

Adapun orang yang tidak memiliki hafalan dari Al-Qur’an ibarat rumah yang sudah tua / rapuh sebagaimana hadits:
سنن الترمذي ٢٨٣٧: عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ.
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Sunan Tirmidzi 2837: Dari Ibnu Abbas ia berkata; Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang didalam dirinya tidak ada sedikitpun al-Qur’an ibarat rumah yang runtuh.” Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.
Di samping hafal AlQuran, maka kita di perintah untuk mengamalkan, agar tidak bertentangan dengan isinya. Karena banyak orang yang membaca Al Quran tapi Al Quran mela’natnya. Amatlah buruk baginya. Sebagaimana Allah mengumpamakan mereka bagaikan keledai yang memikul kitab. Oleh sebab itu Ingatlah firman Allah dalam QS Al Jum’at 5:
مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ ﴿
٥
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim. QS AlJum’at 5.
Karena mereka bertentangan dengan isi Al-Qur’an. Semoga kita tidak termasuk mereka. Amin. Ayat tersebut mirip dengan (QS. Ash-Shaf3).
كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴿٣﴾
003. Amat besar kebencian disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.
II.    Orang-orang Yang Akan Mendapat Rahmat.
1.    Seorang suami/istri yang membangunkan (diperciki air) untuk diajak salat malam, sebagaimana hadit:
سنن النسائي ١٥٩٢ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى ثُمَّ أَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ ثُمَّ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ.
Sunan Nasa’i 1592:Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Allah merahmati seorang pemuda yang bangun untuk shalat dimalam hari, lalu ia membangunkan istrinya untuk shalat, jika ia enggan maka ia memercikkan air diwajahnya, dan Allah merahmati seorang istri yang bangun untuk shalat dimalam hari lalu ia membangunkan suaminya untuk shalat, jika ia enggan maka ia memercikkan air kewajahnya.”
2.    Orang yang menjual / membeli / menerima pelunasan hutang dengan mudah, sebagaimana hadis:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ وَإِذَا اشْتَرَى وَإِذَا اقْتَضَى.
Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Ayyasy telah menceritakan kepada kami Dari Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Semoga Allah merahmati kepada  orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli dan juga orang yang meminta haknya .Shahih Bukhari 1934:
.    3-Orang  yang mencukur rambut kepala ketika selesai umrah / hajji, sebagaimana hadits:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ ارْحَمْ الْمُحَلِّقِينَ قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ اللَّهُمَّ ارْحَمْ الْمُحَلِّقِينَ قَالُوا وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَالْمُقَصِّرِينَ.
وَقَالَ اللَّيْثُ حَدَّثَنِي نَافِعٌ رَحِمَ اللَّهُ الْمُحَلِّقِينَ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ قَالَ وَقَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِي نَافِعٌ وَقَالَ فِي الرَّابِعَةِ وَالْمُقَصِّرِينَ.
1612:Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya”. Orang-orang berkata: “Dan juga bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?”. Beliau tetap berkata: “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya”. Orang-orang berkata lagi: “Dan juga bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?”. Beliau baru bersabda: “Ya, juga bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya”. Dan AlLaits berkata, telah menceritakan kepada saya (Nafi’), katanya; Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah merahmati orang-orang yang mencukur rambutnya”, sekali atau dua kali. Dia berkata, dan berkata, Ubaidullah telah menceritakan kepada saya Nafi’; dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, pada ucapan yang keempat: “Dan bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya”. Shahih Bukhari
4.    Orang yang di sakiti orang lain karena da’wah sebagaimana hadis;
صحيح البخاري ٥٥٩٩: عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِسْمَةً فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَاللَّهِ مَا أَرَادَ مُحَمَّدٌ بِهَذَا وَجْهَ اللَّهِ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ فَتَمَعَّرَ وَجْهُهُ وَقَالَ رَحِمَ اللَّهُ مُوسَى لَقَدْ أُوذِيَ بِأَكْثَرَ مِنْ هَذَا فَصَبَرَ.
Dari Abu Wa`il dari Ibnu Mas’ud radliallahu ‘anhu dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membagikan suatu bagian, lantas seorang laki-laki dari Anshar berkata; “Demi Allah, dalam hal ini Muhammad tidak mengharapkan wajah Allah.” Lalu saya langsung mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengabarkan kepada beliau, tiba-tiba wajah beliau berubah menjadi merah dan bersabda: “Semoga Allah merahmati Musa, sungguh dia lebih banyak disakiti daripada ini lalu dia bersabar.” Shahih Bukhari 5599.
5-Orang yang mendengarkan (ketika Al-Qur’an dibaca), maka dari itu
Allah berfirman:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْءَانُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
             Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang {diamlah}agar kamu mendapat rahmat. ( Al A`raf 204 ).
Setelah saya pahami perintah tersebut, saya  berhenti dari mengadakan semaan-Al-Qur’an 30 juz sehari karena tiada tuntunannya. Apalagi Rasulullah SAW pernah bersabda “Hkatamkan Al Quran dalam 1minggu, dan jangan lebih dari itu. Lantas aku memilih yang jelas ada perintahnya, dan membacanya dirumah, baik untuk mengajar, atau saya baca ketika salat, (wajib, sunnah), yang penting benar-benar ikhlas, suara sedang agar tidak mengganggu orang yang disekitarnya. Karena ada perintah, ketika Al Quran dibaca supaya didengarkan agar mendapat rahmat.  Begitu juga orang tua yang menyayangi anaknya, karena barang siapa yang tidak berbelas kasih (terhadap anak) maka Allah tidak akan berbelas kasih kepadanya.
6.   Sahabat yang wafat ketika mengikuti rasul berhijrah, Sebagaimana ayat
:
وَالَّذِينَ هَاجَرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ قُتِلُوا أَوْ مَاتُوا لَيَرْزُقَنَّهُمُ اللَّهُ رِزْقًا حَسَنًا وَإِنَّ اللَّهَ لَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ.
Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezki.[1]
 Adapun yang perlu kita waspadai, sabda rasul: “Celakalah orang-orang yang berlebihan.” Apabila ingin memuji seseorang katakanlah! menurutku dia baik dan hanya Allah yang mengetahuinya. Inilah pesan rasul.
Di hari kiamat, Allah akan bertanya kepada 3orang, yaitu (1) orang yang gugur dijalan Allah / mati syahid, (2) orang yang kaya raya, banyak infak, (3) pelajar / pengajar Al-Qur’an / pembaca Al-Qur’an. Kemudian ni’mat-ni’mat  itu didatangkan dan dia mengakuinya, lantas Allah bertanya: “Untuk apakah ni’mat itu kau gunakan? Dia ( pembaca Al Quran) menjawab: Aku belajar/aku mengajar dan membaca Al-Qur’an pun untuk keridhaan-Mu.  Allah berfirman: “Bohong kamu”, tapi kamu belajar agar disebut alim dan qori’ terbaik. Sungguh telah disebut demikian untukmu. Allah memerintah kepada malaikat, lalu diseret dan dilemparkan ke neraka.
(Ya Allah selamatkanlah kami dari siksaan api neraka) Hadisnya sudah tercantum dalam judul ” PENTINGNYA IKHLASH” Tahun dan bulannya 2013/04.
Rahasia dari hadis ini, agar manusia mengerjakan perintah Allah dengan ikhlash. tidak karena manusia, sehingga amalnya tidak sia-sia.
 Perintah Allah tentang membaca Taawwudz (Audzu billahi minasy syaithaanirrajiim) sebelum membaca Al-Qur’an, dan hanya itu saja  yang diperintahkannya kepada kita. Boleh dilihat dalam QS Annahel 98.
III. Koreksi Al-Qur’an Digital.
Riwayat Hafsh dari Ashim dengan Rasm Usmani.
Atas permintaan CV. Surya Sukses Sejahtera, Alhamdulillah, saya bersyukur atas rahmat dan pertolongan-Nya kepadaku, sehingga bisa menyelesaikan koreksian Al quran ini. Semoga ada manfaatnya. Amin.
Memang ada  perbedaan, baik dalam tulisan huruf/harakat namun tidak merobah arti, hanya saja ketika saya mendengarkan bacaan Imam Masjidil Haram (Al-hafidz Syeikh Abdul Rahman Assudaisi) melalui Al-Qur’an Digital, lantas diganti oleh Imam yang tidak disebut namanya. Beliau membaca surat al-Furqan 34 ada lafadz sebagai berikut:
الَّذِينَ يُحْشَرُونَ عَلَى وُجُوهِهِمْ إِلَى جَهَنَّمَ أُوْلَئِكَ شَرٌّ مَّكَاناً وَأَضَلُّ سَبِيلاً ﴿٣٤﴾.
034. Orang-orang yang digiring ke neraka Jahannam dengan diseret atas muka-muka mereka, mereka itulah orang yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. QS AlFurqan 34.
I.       Yukhsyaruuna, ( mereka digiring) tapi terbaca yakhsyaruuna, ( mereka menggiring ) berhubung bacaan ini merubah arti, maka saya jelaskan yang sebenar nya.
Dari ayat tersebut diatas, sudah jelas bahwa balasan orang-orang kafir sangat sengsara, Adapun orang-orang mu’min akan mendapatkan balasan yang luar biasa yang disebut surga Aden. Sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-bayyinah 7-8.
II.    Dalam Al Qur’an surat Muhammad / 15 ada lafadz (am-‘aa ahum) terbaca am’aa akum, yang saya dengarkan saat itu”Al Hafiz Syekh Abdurrahman Assudaisi” Karena yang sering saya dengarkan ketika saya di Masjidil Haram.
Ketepatan ayat tersebut menjelaskan tentang keni’matan yang dirasakan oleh penduduk surga  dan pedihnya siksaan penduduk neraka, ayatnya sebagai berikut:
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِّن مَّاء غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِن لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاء حَمِيماً فَقَطَّعَ أَمْعَاءهُمْ ﴿١٥﴾.
015. (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang didalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh didalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya? Muhammad 15.Mudah-mudahan dari cerita ini, kita bisa memilih balasan yang berupa ni’mat, serta berlindung dari sengsaranya azab neraka.

Wassalam.
Apabila terdapat hilaf mohon diberi tahu.

Bagi yang baru mengenal Al-Qur’an ini sebagian saran :
1.    Surat al-An’am / 116. Apabila (Penunjuk) diarahkan ke permulaan ayat, maka akan kembali lagi ke ayat 115 (jadi, diarahkan di pertengahan ayat / akhir).
2.    Lafadz Allah meskipun di sini tidak ada tanda panjang, namun tetap semua bacaan Allah dibaca panjang. Al-Qur’an ini, meskipun ada yang tak berharakat, mudah difahami (bila sering mendengarkan, faham dengan sendirinya).
3.    Surat Ali Imron /190 (liulil albaab)
4.    Surat al-hasyr / 2 (yaa ulil abshaar) dan yang ada di surat lain (meskipun waw-nya disukun) tetap dibaca pendek.
5.    Surat Al-A’rof / 164
Setelah tanwin bertemu huruf alif atau Al biasanya ada tanda nun kecil. Cantah bacaan: qawmanillaahu, di surat al-Jum’ah / 11 (aw lahwanin fadhdhuu dan yang lainnya (mirip-mirip).
6.    Surat Al-Baqarah / 62. (Bacaan wannashaaraa meskipun di situ tertulis wannashaarayaa (ya sebagai tanda panjang saja), begitu juga di surat Al-Haj / 17.dsb.
7.    Setiap huruf nun yang tidak ada harokatnya, berarti disukun (Al-Baqoroh : yunfiquun) dan bacaan-bacaan yang lain.
Semua bacaan Ulaaika, alifnya dibaca pendek, meskipun ada huruf waw yang disukun. Contoh (surat Al-Baqoroh / 5) begitu juga lainnya.
8.    Surat Luqman ayat 4 (contoh bacaan yang panjangnya menggunakan huruf waw berharokat 2) tetap dibaca sholaata & zakaata meskipun tulisannya sholawaata dan zakawaata.
9.    Setiap bacaan anaa tetap dibaca pendek, meskipun ada huruf mad yang disukun. Cantah : surat al-Kahfi / 34, anaa di baca pendek. dsb.
Di Tulis oleh Faizah mahrus untuk qurancordoba.com

Berkaitan dengan judul “KIAT MENGHAFAL AL QURAN” Tahun/bulan 2013/12.

Semoga bermanfaat,bila terdapat hilaf mohon diberi tahu.Wassalam

Muraqabah Allah (merasa Selalu Diawasi Allah) | Penerbit Al-Qur'an Indonesia

Muraqabah Allah (Merasa Selalu Diawasi Allah) | Penerbit Al-Qur’an Indonesia

 

Mukaddimah

Kajian kali ini sangat urgen sekali untuk direnungi sekaligus diamalkan, sebab hanya dengan begitu semua amalan kita akan dapat bernilai. Betapa tidak, bukankah ketika melakukan suatu amalan, seorang hamba selalu berharap agar diganjar oleh Allah dan dinilai-Nya ikhlash karena-Nya bila amalan itu baik dan bila amalan itu buruk, pastilah seorang hamba takut ada yang mengetahuinya. Padahal semua itu pastilah diketahui oleh Allah sebab Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Karena itu, sudah sepantasnyalah seorang hamba merasa dirinya selalu diawasi oleh Allah sehingga semua amalannya terjaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ini semua, tentunya berkat penjagaan seorang hamba terhadap Rabbnya di mana buahnya, Rabbnya pun akan selalu menjaganya.

Naskah Hadits

Dari Ibn ‘Abbas RA., dia berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW., lalu beliau bersabda, ‘Wahai Ghulam, sesungguhnya ku ingin mengajarkanmu beberapa kalimat (nasehat-nasehat), ‘Jagalah Allah, pasti Allah menjagamu, jagalah Allah, pasti kamu mendapatinya di hadapanmu, bila kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan bila kamu minta tolong, maka minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, bahwa jikalau ada seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfa’at bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberikannya kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu, dan jikalau mereka berkumpul untuk merugikanmu (membahayakanmu) dengan sesuatu, maka mereka tidak akan bisa melakukan itu kecuali sesuatu yang telah ditakdirkan Allah atasmu. Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. at-Turmudzy, dia berkata, ‘Hadits Hasan Shahih’. Hadits ini juga diriwayatkan Imam Ahmad)

Urgensi Hadits

Al-Hafizh Ibn Rajab RAH., berkata, “Hadits ini mencakup beberapa wasiat agung dan kaidah Kulliyyah (menyeluruh) yang termasuk perkara agama yang paling urgen. Saking urgennya, sebagian ulama pernah berkata, ‘Aku sudah merenungi hadits ini, ternyata ia begitu membuatku tercengang dan hampir saja aku berbuat sia-sia. Sungguh, sangat disayangkan sekali bila buta terhadap hadits ini dan kurang memahami maknanya.” (Lihat, Jaami’ al-‘Uluum, Jld.I, h.483)

Kosa Kata

Makna perkataannya:

Di belakang Nabi : yakni di atas kendaraannya

Wahai Ghulam : yakni bocah yang belum mencapai usia 10 tahun

Jagalah Allah : yakni jagalah aturan-aturan-Nya (Hudud-Nya) dan komitmenlah terhadap segala perintahnya serta jauhilah segala larangannya

Pena-pena (pencatat) telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering : yakni takdir-takdir telah ditetapkan dan telah dicatat di Lauh al-Mahfuuzh

Pesan-Pesan Hadits

1. Hadits di atas menunjukkan perhatian khusus Nabi SAW., terhadap umatnya dan kerja karas beliau di dalam menumbuhkan mereka di atas ‘aqidah yang benar dan akhlaq mulia. Di sini (dalam hadits) beliau mengajarkan si bocah ini –yang tak lain adalah Ibn ‘Abbas- beberapa nasehat dalam untaian yang singkat namun padat makna.

2. Di antara isi wasiat ini adalah agar menjaga Allah Ta’ala, yaitu dengan menjaga Hudud-Nya, hak-hak, perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. Menjaga hal itu dapat direalisasikan dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan tidak melanggar apa yang diperintahkan dan diizinkan-Nya dengan melakukan apa yang dilarang-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “Inilah yang dijanjikankepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat.” (Q.s.,Qaaf:32-33)

3. Di antara hal yang terdapat perintah agar menjaganya secara khusus adalah shalat sebagaimana firman-Nya, “Jagalah segala shalat(mu), dan (jagalah) shalat Wustha.” (Q.s.,al-Baqarah:238), dan thaharah (kesucian) sebagaimana bunyi hadits Rasulullah SAW., “Beristiqamahlah (mantaplah) sebab kamu tidak akan mampu menghitung-hitung. Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik pekerjaan kamu adalah shalat sedangkan yang bisa menjaga wudlu itu hanya seorang Mukmin.” (HR.Ibn Majah). Di antaranya juga adalah sumpah sebagaimana firman-Nya, “Dan jagalah sumpahmu.” (Q.s., al-Maa`idah:89)

4. Di antara penjagaan yang diberikan oleh Allah adalah penjagaan-Nya terhadapnya di dalam kehidupan dunia dan akhirat:

a. Allah menjaganya di dunia, yaitu terhadap badannya, anaknya dan keluarganya sebagaimana firman-Nya, “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (Q.s., ar-Ra’d:11). Ibn ‘Abbas RA., berkata, “Mereka itu adalah para malaikat yang menjaganya atas perintahAllah. Dan bila takdir telah tiba, mereka pun meninggalkannya.” (Dikeluarkan oleh ‘Abduurrazzaq, al-Firyaaby, Ibn Jarir, Ibn al-Mundzir dan Ibn Abi Haatim sebagai yang disebutkan di dalam kitab ad-Durr al-Mantsuur, Jld.IV, h.614). Allah juga menjaganya di masa kecil, muda, kuat, lemah, sehat dan sakitnya.

b. Allah juga menjaganya di dalam agama dan keimanannya. Dia menjaganya di dalam kehidupannya dari syubhat-syubhat yang menyesatkan dan syahwat yang diharamkan.

c. Allah juga menjaganya di dalam kubur dan setelah alam kubur dari kengerian dan derita-deritanya dengan menaunginya pada hari di mana tiada naungan selain naungan-Nya

5. Di antara penjagaan Allah lainnya terhadap hamba-Nya adalah menganugerahinya ketenangan dan kemantapan jiwa sehingga dia selalu berada di dalam penyertaan khusus Allah. Mengenai hal ini, Allah berfirman ketika menyinggung tentang Musa dan Harun AS., “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku berserta kamu berdua; Aku mendengar dan melihat.” (Q.s., Thaaha:46) Demikian juga dengan yang terjadi terhadap Nabi dan Abu Bakar ash-Shiddiq saat keduanya berhijrah dan berada di gua, Rasulullah SAW., bersabda, “Apa katamu terhadap dua orang di mana Yang Ketiganya adalah Allah? Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah beserta kita.” (HR.Bukhari, Muslim dan at-Turmudzy)

6. Seorang Muslim wajib mengenal Allah Ta’ala, ta’at kepada-Nya dan selalu mengadakan kontak dengan-Nya dalam semua kondisinya sebab orang yang mengenal Allah di dalam kondisi sukanya, maka Allah akan mengenalnya di dalam kondisi sulitnya dan saat dia berhajat kepada-Nya

7. Terkadang ada orang yang tertipu dengan kondisi kuat, fit, muda, sehat dan kayanya namun sesungguhnya nasib orang yang demikian ini hanyalah kerugian, kesia-siaan dan celaka

8. Seorang harus selalu antusias untuk memperbanyak meminta pertolongan kepada Allah dan memohon kepada-Nya dalam semua kondisi dan situasi yang dihadapinya. Hendaklah dia tidak memohon kepada selain-Nya terhadap hal tidak ada yang mampu melakukannya selain Allah seperti meminta kepada para wali yang shalih, orang mati dan sebagainya. Allah berfirman, “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu pula kami meminta tolong.” (Q.s., al-Fatihah:5)

9. Sesungguhny apa-apa yang menimpa seorang hamba di dunia, baik yang mencelakakan dirinya atau yang menguntungkannya; semuanya itu sudah ditakdirkan atasnya. Dan tidaklah menimpa seorang hamba kecuali takdir-takdir yang telah dicatatkan atasnya di dalam kitab catatan amal sekalipun semua makhluk berupaya untuk melakukannya (mencelakan dirinya atau memberikan manfa’at kepadanya). Allah berfirman, “Katakanlah, sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.” (Q.s.,at-Taubah:51)

10. Bila seorang hamba telah mengetahui bahwa tidak akan ada yang dapat menimpanya baik berupa kebaikan, keburukan, hal yang bermanfa’at atau pun membahayakannya kecuali apa yang telah ditakdirkan oleh Allah darinya, serta mengetahui bahwa seluruh upaya yang dilakukan semua makhluk karena bertentangan dengan hal yang ditakdirkan tidak akan ada gunanya sama sekali; maka ketika itulah dia akan mengetahui bahwa hanya Allah semata Yang memberi mudlarat, Yang menjadikan sesuatu bermanfa’at, Yang Maha Memberi atau pun Menahannya. Sebagai konsekuensi dari semua itu, seorang hamba mestilah mentauhidkan Rabbnya dan menunggalkan-Nya dalam berbuat keta’atan dan menjaga Hudud-Nya.

11. Seorang Muslim harus menghadapi takdir-takdir Allah yang tidak mengenakkannya dengan penuh keridlaan dan kesabaran agar bisa meraih pahala atas hal itu. Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diganjari pahala mereka dengan tanpa hisab (perhitungan).” (Q.s., az-Zumar:10). Dan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW., bersabda, “Sungguh menakjubkan kondisi seorang Mukmin; sesungguhnya semua kondisinya adalah baik, jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur; maka itu adalah baik baginya. Dan bila ia ditimpa hal yang tidak menguntungkannya (kemudlaratan), ia bersabar; maka itu adalah baik (pula) baginya.” (HR.Muslim)

12. Seorang Muslim tidak boleh dihantui keputusasaan dan pupus harapan terhadap rahmat Allah ketika mengalami suatu problem atau musibah. Ia harus bersabar dan mengharap pahala dari Allah atas hal itu serta bercita-cita agar mendapatkan kemudahan (jalan keluar) sebab sesungguhnya kemenangan itu bersama kesabaran dan bersama kesulitan itu ada kemudahan .

(SUMBER: Silsilah Manaahij Dawraat al-‘Uluum asy-Syar’iyyah –al-Hadiits- Fi`ah an-Naasyi`ah, karya Prof.Dr.Faalih bin Muhammad ash-Shaghiir, h.104-109)

pengusahamuslim.com

10 Faedah Berdoa dengan Lemah Lembut | Penerbit Al-Qur'an Indonesia

10 Faedah Berdoa dengan Lemah Lembut | Penerbit Al-Qur’an Indonesia

Pelajaran dari Surat Maryam (seri 1): Di antara contoh yang bisa diambil dari Nabi Zakariya, bagaimanakah ketika ia berdoa memohon keturunan pada Allah hingga usia tua. Ia pun meminta doa pada Allah dengan serius, ia berdoa dengan suara lembut atau lirih.

Apa yang dimaksud doa semacam itu? Apa faedah dari doa yang lirih dan lemah lembut?

Perintah Berdoa dengan Lemah Lembut

Allah Ta’ala berfirman,

كهيعص (1) ذِكْرُ رَحْمَةِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا (3)

Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad. (Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 1-3)

Dalam kisah Zakariya terdapat pelajaran yang bisa digali. Di antaranya, salah satu adab doa adalah dengan suara lemah lembut, tidak dengan suara keras.

Kenapa sampai Zakariya memilih berdoa dengan suara lemah lembut, tidak dengan suara keras?

Asy Syaukani memberikan beberapa alasan dari berbagai pendapat ulama:

  • Berdoa dengan suara lirih lebih menjauhkan diri dari riya’, yaitu ingin dipuji dalam beramal.
  • Karena Zakariya meminta memiliki keturunan pada usia yang sudah uzur dan yang diminta pun adalah perihal dunia.
  • Zakariya berdoa seperti itu karena takut dari kaumnya.
  • Usianya yang sudah lemah dan tua renta yang tidak memungkinkan suara keras.

Itulah beberapa alasan yang disebutkan oleh para ulama mengapa sampai Zakariya bisa berdoa dengan suara lemah lembut dan lirih. Lihat Fathul Qodir, 3: 443.

Faedah Berdoa dengan Lemah Lembut

Disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengenai faedah berdoa dengan lemah lembut:

1- Menunjukkan keimanan yang benar karena yang memanjatkan doa tersebut mengimani kalau Allah itu mendengar doa yang lirih.

2- Ini lebih menunjukkan adab dan pengagungan. Hal ini dimisalkan seperti rakyat, ia tidak mungkin mengeraskan suaranya di hadapan raja. Siapa saja yang berbicara di hadapan raja dengan suara keras, tentu akan dibenci. Sedangkan Allah lebih sempurna dari raja. Allah dapat mendengar doa yang lirih. Sudah sepantasnya dalam doa tersebut dengan beradab di hadapan-Nya yaitu dengan suara yang lemah lembut (lirih).

3- Lebih menunjukkan kekhusyu’an dan ini adalah ruh dan inti doa.

4- Lebih menunjukkan keikhlasan.

5- Lebih mudah menghimpun hati untuk merendahkan diri dalam doa, sedangkan doa dengan suara keras lebih cenderung tidak menyatukan hati.

6- Doa yang lemah lembut menunjukkan kedekatan orang yang berdoa dengan Allah. Itulah pujian Allah pada Zakariya,

إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

Tatkala Zakariya berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 3)

Disebutkan bahwa para sahabat pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan. Mereka mengeraskan suara mereka saat berdoa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ أَرْبِعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ؛ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَإِنَّمَا تَدْعُونَ سَمِيعًا قَرِيبًا إنَّ الَّذِي تَدْعُونَهُ أَقْرَبُ إلَى أَحَدِكُمْ مِنْ عُنُقِ رَاحِلَتِهِ

Wahai sekalian manusia, lirihkanlah suara kalian. Kalian tidaklah berdo’a pada sesuatu yang tuli lagi ghoib (tidak ada). Yang kalian seru (yaitu Allah), Maha Mendengar lagi Maha Dekat. Sungguh yang kalian seru itu lebih dekat pada salah seorang di antara kalian lebih dari leher tunggangannya.” (HR. Ahmad 4: 402. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Kedekatan di sini yang dimaksud adalah qurb khosh (kedekatan yang khusus), bukan qurb ‘aam (kedekatan yang umum) pada setiap orang. Allah itu dekat pada hamba-Nya yang berdoa, Allah dekat dengan setiap hamba-Nya yang beriman dan Allah itu dekat dengan hamba-Nya ketika sujud.

7- Doa yang dibaca lirih akan ajeg (kontinu) karena anggota tubuh tidaklah merasa letih (capek) yang cepat, beda halnya jika doa tersebut dikeraskan. Doa yang dikeraskan tidak bisa berdurasi lama, beda halnya dengan doa yang lirih.

8- Doa lirih lebih selamat dari was-was dibandingkan dengan doa yang dikeraskan. Doa yang dijaherkan akan lebih membangkitkan sifat basyariah (manusiawi) yaitu ingin dipuji atau ingin mendapatkan maksud duniawi, sehingga pengaruh doa jadi berkurang.

9- Setiap nikmat pasti ada yang hasad (iri atau dengki). Termasuk dalam hal doa, ada saja yang iri (hasad) baik sedikit atau banyak. Karena bisa ada yang hasad, maka baiknya memang doa itu dilirihkan biar tidak ada iri ketika yang berdoa itu mendapatkan nikmat.

10- Dalam doa diperintahkan untuk lemah lembut, sebagaimana dalam dzikir. Perintah dalam dzikir,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآَصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ

Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’raf: 205). Mujahid dan Ibnu Juraij menyatakan bahwa ayat tersebut berisi perintah untuk mengingat Allah dengan hati dengan menundukkan diri dan bersikap tenang tanpa mengeraskan suara dan tanpa berteriak-teriak. Bersikap seperti inilah yang merupakan ruh doa dan dzikir. (Disarikan dari Majmu’ Al Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 15: 15-20)

Semoga bermanfaat.

 

Referensi:

Fathul Qadir, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, terbitan Dar Ibnu Hazm dan Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H.

Majmu’atul Fatawa, Ahmad bin Abdul Halim Al Harroni Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, terbitan Dar Ibnu Hazm dan Darul Wafa’, cetakan keempat, tahun 1432 H.

Selesai disusun di Darush Sholihin, 13: 07 WIB, 25 Safar 1436 H

Rumahsho.com