Tag Archives: http://qurancordoba.com/

“SEMINAR KEAGAMAAN & KEBANGSAAN” Bersama QURAN CORDOBA

Dalam rangka menjalin hubungan yang kuat di antara sesama organisasi dan dilandasi kepedulian yang sama terhadap keislaman dan kebangsaan di Indonesia, atas dasar tersebut PT Cordoba Internasioanal Indonesia ( Quran Cordoba ) bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) IKIP SILIWANGI, Cimahi, Jawa Barat akan mengadakan seminar bersama yang ditunjukan kepada pelajar, mahasiswa dan masyarakat di Indonesia khususnya di daerah Bandung & Cimahi. Seminar yang mengusung tema “Siliwangi Mengaji, Siliwangi Mengkaji, Cinta NKRI, Manusia Islami” akan dilaksanakan pada hari Rabu, 20 November 2019 pukul 08.00-Selesai di Aula Graha Panca Bhakti IKIP SILIWANGI, Cimahi, Jawa Barat. Tema ini diangkat mengingat minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat milenial tentang bagaimana menjadi seorang muslim dan warga negara yang kuat, berkarakter dan berakhlak Qur’ani. Menyadari hal tersebut, panitia penyelenggara akan menghadirkan pembicara-pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya, mereka adalah: Bapak Ridwal Kamil ( Gubernur Jawa Barat ) Ustadz Cep Ma’mun (Trainer Pembelajaran Al-Quran Cordoba di Indonesia & Malaysia ) Ustadz Rahmat Baequni (Dai, Founder One Ummah Foundation, Ketua Garda Annas Pusat Bandung,dan Pembina Shuffah baitul Mumin ) Muhammad Elvandi, LC, MA ( Pembina MUDA – Muslim Berdaya, Pembina AFKAR Institute ) Untuk mengikuti seminar ini, Anda cukup melakukan registrasi dengan menghubungi nomor; 0859-7498-8016 (Nurul) atau 0838-2272-8453 (Restu) , dengan membayar infaq sebesar  Rp 150.000,00 Sebelum acara atau bisa juga dengan bayar ditempat dengan biaya sebesar Rp. 160.000,00 , Bukti transfer dikirim ke rekening Bank Muamalat Indonesia  no Rekening  1050013694 A.n Dendy Munandar, konfirmasi via WhatsApp ke nomer narahubung (sertakan bukti transfer). WhatsApp Image 2019-11-04 at 07.45.22 Redaktur: Restu Kurniawan

Pelatihan Hafalan Al Qur’an One Day One Colour

Telah Dibuka
Pelatihan Mudah Menghafal Qur’an untuk Umum
Bersama :
Ustadz Cep Mamun , Ustadz Wawan Iwandri :
* Trainer Quran di Indonesia, Malaysia & Singapore
* Konsultan Quran Cordoba
Ustadz Sahri:
* Founder & Trainer Metode Al-Itqon dan Al-Mumtaz SDIT Pangeran Diponegoro Semarang Sebagai Sekolah percontohan penghasil Hafiz Quran.
‘One Day One Colour’
Pelatihan Hafalan Mudah Metode Al-Hufaz
• Motivasi Quran
• Strategi Menghafal
• Trik Menghafal
• Aplikasi Hafalan
Syaratnya Mudah:
1. Diluar kota Bandung syarat dan ketentuan berlaku
2. Minimal peserta 100 orang
3. Menyediakan tempat pelatihan
4. Menyediakan keperluan Pelatihan
5. Peserta Khusus Ibu-ibu dan Bapak-bapak
Info Pelatihan: 081220660000

Produk Baru Al-Qur’an Cordoba 2019

Al-Qur’an Hafalan Mudah Al Hufaz per Juz

ukuran A5 Rp.180.000,-

  1. Al Qur’an Rasm ustmani Tajwid Warna
  2. Pembagian ayat Hafalan berdasarkan 5 blok warna
  3. Terjemah Al Qur’an
  4. Motivasi Qur’an
  5. Tema Ayat setiap Halaman
  6. Kata Kunci & Tabel Kontrol Hafalan
  7. Metode Al Hufaz
  8. Daftar Surat
  9. Ahlul Qur’an

 

Al-Qur’an Perkata Sambung Al Muslih

ukuran A5 Rp.72.000,-, A4 Rp.112.000,-

Konten Al Muslih

  1. Mushaf Tajwid
  2. Terjemah Depag
  3. Klasifikasi Terjemah
  4. Terjemah Perkata Warna/Sambung
  5. TRANSLITERASI LATIN
  6. Hadis Sahih/Riyadussalihin/ Asbabunnuzul
  7. Mujam Kosakata
  8. Ayat dalam Halaman
  9. Panduan Juz/Surah

 

Al-Qur’an Hafalan Mudah Al Hufaz

ukuran A4 Rp.149.000,-

  1. Al Qur’an Rasm ustmani Tajwid Warna
  2. Pembagian ayat Hafalan berdasarkan 5 blok warna
  3. Terjemah Al Qur’an
  4. Motivasi Qur’an
  5. Tema Ayat setiap Halaman
  6. Kata Kunci & Tabel Kontrol Hafalan
  7. Metode Al Hufaz
  8. Daftar Surat
  9. Ahlul Qur’an

 

Al-Qur’an Hafalan Cepat Al Hafiz

Ukuran A4 Rp.149.000,-

  1. Al Qur’an Rasm ustmani Tajwid Warna
  2. Pembagian ayat Hafalan berdasarkan 3 blok warna
  3. Motivasi Qur’an
  4. Tema Ayat setiap Halaman
  5. Kata Kunci & Tabel Kontrol Hafalan
  6. Metode Al Hufaz
  7. Daftar Surat
  8. Ahlul Qur’an

 

Al-Qur’an Wakaf Ibtida Jeda Al Mubtadi

Ukuran A5 Rp.88.000,-

Konten

  1. Mushaf Tajwid
  2. Wakaf Ibtida Jeda
  3. Ayat dalam Halaman
  4. Panduan Juz/Surah

 

Al-Qur’an Spesial for Muslimah Tajwid

  • Nadira Tajwid A6 Rp.89.000,-
  • Hilwa Tajwid A6 Rp.86.000,-
  • Tihany Tajwid A6 Rp.86.000,-
  • Arkadia Tajwid A6 Rp.89.000,-
  • Amira Tajwid A6 Rp.86.000,-
  • Mufida Tajwid A6 Rp.89.000,-

Konten Qur’an Muslimah Tajwid

  1. Qur’an Rainbow
  2. Tajwid
  3. Memiliki 4 Tema Utama : Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlaq
  4. Memiliki 319 tema penjelas tentang Wanita
  5. Kertas QPP & Art Paper
  6. Cover Jaket Fashionable

Buku Sahih Bukhari Muslim: Berisi Hadis-hadis Sahih Sebagai Referensi di Rumah

Imam An Nawawi mengatakan Kitab Shahih Muslim sebagai salah satu kitab yang paling shahih—setelah Alquran—yang pernah ada.

Imam An Nawawi mengatakan Kitab Shahih Muslim sebagai salah satu kitab yang paling shahih—setelah Alquran—yang pernah ada.

Sudahkah kamu memiliki atau tahu tentang Buku Shahih Bukhari Muslim? Atau mungkin sudahkah kamu mengetahui buku terjemahannya? Sudah banyak lo di pasaran penerbit yang menerjemahkannya.

Sebagaimana mengutip perkataan Imam An Nawawi di atas, sebaiknya kamu memiliki nya di rumah.

 

Buku ini dijual di pasaran dengan harga jual Rp 199.000 dengan tebal 1.446 halaman.

 

Tahu tentang Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim?

 

Nama Imam Bukhari adalah Muhammad, putra dari Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi. Beliau biasa disebut Abu Abdillah, dilahirkan pada Jumat setelah salat Jumat pada 13 Syawal 194 H di Bukhara (Bukarest).

Saat beliau masih kecil, ayahnya sudah meninggal sehingga dia pun diasuh oleh sang ibu. Ketika kecil kedua mata sang imam buta.

Suatu ketika ibunya bermimpi melihat Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Wahai ibu, sesungguhnya Allah telah memulihkan penglihatan putramu karena banyaknya doa yang kamu panjatkan kepadaNya.”

Pagi harinya dia dapati penglihatan anaknya telah sembuh.

Imam Bukhari memiliki kekuatan hafalan yang masyaa Allah. Beliau dalam umur sepuluh tahun sudah menghafal hadis.

Seperti yang diceritakan oleh Muhammad bin Al Azhar As Sijistani rahimahullah: “Dahulu aku ikut hadir dalam majelis Sulaiman bin Harb sedangkan Bukhari juga ikut bersama kami. Dia hanya mendengarkan dan tidak mencatat. Ada orang yang bertanya kepada sebagian orang yang hadir ketika itu, ‘Mengapa dia tidak mencatat?’ Maka orang itu pun menjawab, ‘Dia akan kembali Bukhara dan menulisnya berdasarkan hafalannya.’”

Maasyaa Allah, biografi lengkap bisa kamu baca di situs Muslim.or.id.

 

Sekarang mari kita simak sejenak biografi singkat tentang Imam Muslim. Beliau memiliki nama lengkap Abul Hasan Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kausyaz Al Qusyairi An Naisaburi.

Al-Qusyairi merupakan nisbah terhadap nasab (silsilah keturunan) dan An Naisaburi yakni nisbah terhadap tempat kelahiran beliau, yaitu Kota Naisabur, bagian dari Persia yang sekrang menjadi bagian dari Rusia.

Tentang al-Qusyairi, seorang pakar sejarah, ‘Izzuddin Ibnu Atsir, dalam kitab al-Lubab Fi Tahzibil Ansab (37/3) berkata: “al-Qusyairi adalah nisbah terhadap keturunan Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin ‘Amir bin Sha’sha’ah, yang merupakan sebuah kabilah besar. Banyak para ulama yang menisbahkan diri padanya.”

Beliau dilahirkan pada tahun 204 H (menurut pendapat paling kuat) dan wafat pada tahun 261 H di Naisabur, sehingga usia beliau pada saat wafat adalah 55 tahun. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Abu Abdillah al-Hakim an-Naisaburi dalam kitab Ulama al-Amshar, juga disetujui an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Biografi lengkap beliau bisa kamu baca disitus Muslim.or.id.

 

Cuplikan hadis

 

Salah satu cuplikan hadis di kitab salam, bab menjawab salam termasuk hak muslim terhadap sesama muslim.

 

 

Hadis Abu Hurairah ra, dia bekata, Aku mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak muslim atas muslim lainnya ada lima, yaitu menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan orang yang bersin.” HR. Bukhari, 23 – Kitabul Janaiz: 2- Bab Perintah mengiringi jenazah.

Kemudian bab orang yang naik kendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan dan kelompok yang sedikit kepada kelompok yang banyak.

Hadis Abu Hurairah ra, dia berkata bahwa Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan dan yang berjalan memberi salam kepada yang duduk dan kelompok yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak.” HR. Bukhari 79 – Kitabul Istizan: 5 –  Bab orang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan.

 

Kitab ini…

 

Alhasil buku Sahih Bukhari Muslim dengan judul asli Al-Lu’lu wal Marjan.’ Penyusunnya Muhammad Fuad Abdul Baqi, Penerbit PT. Cordoba Internasional Indonesia. Terdiri dari tiga bab, setebal 1446 halaman.

Buku ini terdiri atas 2.006 hadis. Penyusunan kitab ditujukan bagi pembaca agar mudah mengetahui seluruh hadis paling sahih dan valid dari derajatnya sehingga menjadi pedoman beramal dan konsisten dalam mengaplikasikannya.

Buku ini bisa menjadi referensimu di rumah. Ada banyak hadis yang bisa dibaca dan terapkan.

Tertarik ingin memilikinya? Bisa pesan langsung loh....

Keutamaan Berwakaf Al Qur’an

www.kitabisa.com/wakafqu

Wakaf Al Quran merupakan amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf sudah meninggal dunia; wakaf termasuk ke dalam amal jariyah atau amalan yang tidak putus pahalanya bagi orang yang beramal mewakafkan harta bendanya di jalan Allah Swt.
Sebagaimana dijelaskan dalam dalil,

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya” (HR. Muslim).

Keutamaan Orang yang Berwakaf (Wakif) Alquran

Dalam sejarah Islam, perintis amalan wakaf adalah baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Sebagaimana tertuang dalam hadits yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Syaibah daripada ‘Amr bin Sa’ad bin Mu’az, “Kami bertanya tentang Siapakah pewakaf yang paling pertama kali melakukannya?

Orang-orang Anshar menjawab, ‘wakafnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam Pada saat itu (622 SM), Rasulullah ketika tiba di Madinah sudah mewakafkan masjid Quba’ atas dasar ketaqwaan kepada Allah Swt. Dan wakaf untuk kedua kalinya, Rasulullah mewakafkan masjid Nabawi.

SUBHANALLAH….. Allahumma sholli ala Muhammad

Wakaf Menjadi Bagian dari 7 (tujuh) Amalan Jariyah

Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya di antara amal saleh yang mendatangkan pahala setelah orang yang mengamalkannya meninggal dunia, yaitu; ilmu yang disebarluaskan olehnya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (alquran) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang didirikan dengan tujuan dijadikan sebagai tempat bermalam (penginapan) orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil), sungai yang dialirkan guna kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Uraian Salah satu dari 7 (tujuh) Amal Jariyah sesuai dalil tersebut di atas.

Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat – Baik pendidikan formal maupun nonformal, semisal diskusi, ceramah, dakwah, termasuk amalan berupa tulisan buku yang berguna dan mempublikasikannya,

Mendidik anak hingga menjadi anak yang salih/salihah – Anak yang salih dan salihah akan senantiasa beramal kebajikan di dunia. Dalam hadis dijelaskan; kebaikan yang dilakukan oleh anak saleh pahalanya terus mengalir hingga sampai kepada orang tua yang mendidiknya meskipun keduanya telah wafat dengan tanpa mengurangi bobot pahala yang diterima oleh orang yang beramal (anak),

Mewariskan mushaf (alquran dan buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri, keluarga dan masyarakatnya,

Menyedekahkan sebagian harta – Orang yang beramal dengan menyedekahkan sebagian hartanya dengan penuh keikhlasan maka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda.

Hikmah Wakaf
•    Menebar Kalamullah, membumikan Al Qur’an
•    Sebagai pembuka jalan beribadah kepada Allah Swt.,
•    Mengajak muslim untuk berlomba-lomba di dalam kebaikan (fastabikul khairat),
•    Memberikan pahala yang mengalir terus-menerus meskipun orang yang beramal saleh tersebut telah wafat,
•    Demi kebaikan Islam,
•    Membantu mengurangi beban susah fakir miskin serta anak yatim.

Mari kita semua berwakaf Al Qur’an, untuk bekal kita kelak di akhirat.

Produk Al Qur’an Cordoba 2018

No Judul Konten Cover Ukuran Harga
1 Al-Qur’an Al-Hafidz Hafalan Cepat 3 blok, Tajwid Warna, Motivasi Quran, Motivasi Quran, Tema Ayat, Tabel Muraja’ah, Kata Kunci Hafalan Hard Cover A5       86,000
2 Al-Qur’an Al-Haramain Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Hard Cover A5       86,000
3 Al-Qur’an Al-Haramain Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Hard Cover B5     110,000
4 Al-Qur’an Al-Haramain Yusuf Terjemah, Tajwid Terbaru, Tafsir Ringkas Ayat Pilihan, Kajian tematik, Asbabun Nuzul, Hadis Nabawi, Medical Hadis, Sirah Nabawi, Riyadus Salihin, Tazkiyatun Nafs, Hadis Ar Bain, Mu’jam, Kisah Nabi & Rasul, Nasihat & Pelajaran Jaket Agenda A5     138,000
5 Al-Qur’an Al-Hijr Transliterasi Perkata Warna Sambung, Terjemah Perkata, Terjemah, Latin Perkata, Asbabun Nuzul, Riyadus Shalihin, Kosa kata Hard Cover A5       76,000
6 Al-Qur’an Al-Hufaz Hafalan Mudah 5 blok, Tajwid Warna, Terjemah, Motivasi Quran, Tabel Kontrol, Kata Kunci Hard Cover A5       86,000
7 Al-Qur’an Al-Quds Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket Agenda A6       79,000
8 Al-Qur’an Al-Uswah Transliterasi Perkata Warna Sambung, Terjemah Perkata, Terjemah, Latin Perkata, Asbabun Nuzul, Riyadus Shalihin, Kosa kata Hard Cover A4       98,000
9 Al-Qur’an Amira Rainbow Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
10 Al-Qur’an Amira Tajwid Rainbow Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
11 Al-Quran Anatolia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
12 Al-Qur’an Andalus Mushaf Transliterasi Latin & Terjemah per Ayat Jaket A5     169,000
13 Al-Quran Arkadia Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
14 Al-Quran Arkadia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
15 Al-Qur’an Ar-Riyadh Mushaf Perkata Warna Sambung, Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Riyadus Sakihin, Kosa Kata Hard Cover A5       75,000
16 Al-Qur’an Ar-Riyadh Mushaf Perkata Warna Sambung, Asbabun Nuzul, Hadis Sahih, Riyadus Sakihin, Kosa Kata Hard Cover A4     179,000
17 Al-Qur’an Fathir Bombay Mushaf Bombay 18 Baris Hard Cover A5       39,000
18 Al-Qur’an Hilwa Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       68,000
19 Al-Qur’an Iqro Waqaf  Ibtida Mushaf 15 baris, Wakaf Ibtida’ Hard Cover A5       69,000
20 Al-Qur’an Maqdis Al-Aqsa Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       79,000
21 Al-Qur’an Maqdis Reguler Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       56,000
22 Al-Qur’an Maqdis Yusuf Mushaf, Terjemah, Mu’jam, Terapi Quran, Aqidah, Asma ul Husna Jaket A6       89,000
23 Al-Qur’an Mufida Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak Jaket A5     145,000
24 Al-Qur’an Mufida Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       79,000
25 Al-Qur’an Mushaf Kabir Mushaf Jumbo Wakaf Ibtida’ Mula Henti, Lafdzul Jalalah Hard Cover B4     179,000
26 Al-Qur’an Mushawwir Mushaf Perkata, Transliterasi Latin,Terjemah Hard Cover A4       89,000
27 Al-Qur’an Muslimah Marwah Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Hard Cover A6       48,000
28 Al-Qur’an Muslimah Vathia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       68,000
29 Al-Qur’an Muslimah Zulfa Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Soft Cover A6       38,000
30 Al-Qur’an New Sofia Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       75,000
31 Al-Qur’an New Tihany Mushaf, Terjemah, Aqidah-Akhlak, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita,319 Tafsir Tematik Jaket A6       59,000
32 Al-Qur’an Tartil Tajwid Mudah, Belajar Tajwid kode al Fabetik, Qur’an Tahsin Hard Cover A4     189,000
33 Al-Qur’an The Amazing 101-in-1 33 Konten Utama, 68 Konten Tambahan Hard Cover A4     357,000
34 Al-Qur’an The Biggest Muhaf Jumbo, Transliterasi Latin Tajwid Warna, Tafsir Al Muyassar Hard Cover A4     348,000
35 Bulughul Maram Glosarium, Hadis, Transliterasi, Teks Hadis, Terjemah, Takhrij, Takhqiq, Kesimpulan Hard Cover B5     148,000
36 Cordobana Belajar membaca Al Qur’an sistem 3 hari Soft Cover B5       98,000
37 Fikih Sunah Wanita Hukum-hukum terkait dengan Wanita Hard Cover B5       99,000
38 Journey Through The Quran Panduan Praktis memahami Al Qur’an dengan Mind Map Hard Cover     145,000
39 Muhammad Sang Yatim Sirah Nabi Muhammad SAW Soft Cover       99,000
40 Paket Al-Qur’an Amazing 101 in 1 With E-Pen + Cordobana E-Pen Hard Cover A4  1,699,000
41 Paket Al-Qur’an Jaket Rainbow With E-Pen A1 Mushaf Tajwid, Rainbow, Terjemah, Hukum, Ibrah, Tokoh Wanita, Akidah-Akhlak plus epen Hard Cover A5     990,000

Cordoba Goes to School ‘ONE DAY ONE COLOUR’ ,Pelatihan Hafalan Mudah Metode Al-Hufaz

WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.47 PMWhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.42 PM WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.44 PM WhatsApp Image 2017-10-16 at 1.47.50 PMInsyaAllah lebih Istiqomah dengan “ONE DAY ONE COLOUR” Jadilah generasi muda Hafiz Quran dengan Metode Hafalan Mudah Al-Hufaz , Daftarkan sekolah Anda untuk mendapatkan pelatihan dari Kami ke 081220660000(Marcomm @qurancordoba).GRATISS !! #qurancordoba #sahabatquran #onedayonecolour #quranuntuksekolah #cordobagoestoschool

WORLD #QURANHOUR

WQH1

Ada satu waktu, dimana jutaan manusia berkumpul di sebuah tempat bernama Padang Arafah, ditanggal 9 Dzulhijjah setiap tahunnya. Mereka berkumpul untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT, dengan penuh harap dan doa. Masa yang sangat krusial bagi Jamaah Haji, karena Haji adalah Arafah, dan tidak dapat dibadalkan atau diganti, sehingga semua jamaah termsuk yang sakitpun datang walau harus ditandu dan diangkut helikopter.

Di masa itu Allah SWT membanggakan manusia yang berkumpul di Arafah di depan para Malaikat, karena mereka datang dari berbagai penjuru dunia, dengan pakaian ihram mereka berkumpul hanya karena keimanan mereka untuk mendapatkan Ridha dariNya.
Semangat itulah yang menjadi Inspirasi World #Quranhour, sebuah program yang dimulai tahun lalu tepatnya 1437H serentak diberbagai negara di dunia, sebuah semangat untuk membaca, menghayati dan mengamalkan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

World #Quranhour adalah pengingat untuk kembali kepada Al Qur’an, karena keseharian kita yang sering melupakannya. Al Qur’an seringkali dibaca hanya pada saat-saat tertentu saja, acara pernikahan, syukuran, ramadhan atau bahkan hanya menjadi pajangan dirumah kita. World #Quranhour mengajak masyarakat untuk kembali kepada Al Qur’an, untk kembali dibaca dan dihayati untuk selanjutnya diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia acara ini diinisiasi oleh Qordoba Qur’an, sebuah perusahaan penerbit Al Qur’an terkemuka, yang merasa bertanggungjawab untuk menebarkan dakwah qur’an dikalangan masyarakat secara umum. Tahun ini tema besar dari acara World #Quranhour adalah Nation Of Compassion, berharap tema ini menjadi inspirasi besar bagi masyarakat untuk menebarkan Kasih Sayang yang bersumber dari Al Qur’an. Karena inti dari Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam, maka Nation Of Cmpassion diharapan menjadi energi kedamaian yang diwujudkan oleh pengamalan rasa Kasih Sayang sesame manusia.

Program yang digulirkan kurang dari satu bulan ini, ternyata mendapatkan sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Tahun lalu jumlah peserta di Masjid Trans Studio berjumlah 3500 orang lebih, dan tahun ini, panitia yang menginformasikan acara ini melalui media sosial Facebook dan Whatsapp mendapatkan tanggapan yang lebih luar biasa. Tak kurang dari 8500 sms lebih masuk ke registrasi SMS Center, dan bahkan satu sekolah di Bandung SMPN 27, 1000 civitasnya yang terdiri dari Guru dan Muridnya akan mengikuti acara yang diselenggarakan di Masjid Pusdai Jawa Barat ini.

Acara ini akan diawali oleh Parade Tausiyah dari Ulama Jawa Barat diantaranya Ust. Evie Effendi, Ustadzah Mimin Aminah, dan Ust. Abdul Azis Abdul Rouf lc. Dengan acara utama yaitu secara serentak seluruh dunia pada jam 9 pagi membaca Qur’an bersama 8000 hadirin yang hadir di Pusdai, Pembacaan Ayat dan Surat Pilihan bersama Muzamil Hasbalah, Ust. Abu Rabbani, Ust. Ambiya Abu Fatin, Kembar Hafizh Hamanis, dilanjutkan Ceramah Semangat Jawa Barat Cinta Qur’an dari Wakil Gubernur Deddy Mizwar, dan Tausiyah Qur’ani dari Ust Hilman Rosyad Shihab Lc.

Semoga dengan adanya acara World #Quranhour ini menjadi inspirasi semangat untuk kembali kepada Al Qur’an sebagai sumber kedamaian didunia, khususnya di Indonesia.

Siaran Pers Kementerian Agama *Terkait Terjemahan ‘Awliya’ Sebagai ‘Teman Setia’, Ini Penjelasan Kemenag*

Kata ‘awliya’ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai ‘teman setia’ pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.

Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata ‘awliya’ pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari ‘pemimpin’ menjadi ‘teman setia’. Informasi yang viral di media sosial dengan menyertakan foto yang memuat halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 itu juga disertai keterangan yang menyebutnya sebagai ‘Al-Quran palsu’.
“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar,” tegas Muchlis.
Menurut Muchlis, kata ‘awliya’ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 – 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata ‘awliya’ diterjemahkan dengan ‘pemimpin’. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan ‘teman setia’.
“Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan ‘pelindung’, dan pada QS. Al-Nisa/4 diterjemahkan dengan ‘teman-teman’,” jelas Muchlis, Minggu (23/10).
Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.
“Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi,” terangnya.
Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata ‘awliya’ pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai *wali* dengan meninggalkan orang-orang mukmin”.
“Pada kata *wali* diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata *wali* pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.
Terkait penyebutan ‘Al-Quran palsu’ pada informasi yang viral di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, *terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran*. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”.
“Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” paparnya.

Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto, dan lainnya.
“Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urainya.
Kepada masyarakat, Muchlis berpesan bahwa dalam memahami Al-Quran hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.
*Humas Kemenag RI*
https://www.kemenag.go.id/berita/417806/soal-terjemahan-awliy-sebagai-teman-setia-ini-penjelasan-kemenag

Siaran Pers Kementerian Agama : Terkait Terjemahan ‘Awliya’ Sebagai ‘Teman Setia’, Ini Penjelasan Kemenag

Kata ‘awliya’ pada QS Al Maidah: 51 diterjemahkan sebagai ‘teman setia’ pada beberapa edisi terbitan Terjemahan Al-Quran yang beredar saat ini. Pgs. Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Kemenag Muchlis M Hanafi menjelaskan bahwa terjemahan Al-Quran tersebut merujuk pada edisi revisi 2002 Terjemahan Al Quran Kementerian Agama yang telah mendapat tanda tashih dari LPMQ.
Hal ini ditegaskan Muchlis menanggapi beredarnya postingan di media sosial tentang terjemahan kata ‘awliya’ pada QS Al-Maidah: 51 yang disebutkan telah berganti dari ‘pemimpin’ menjadi ‘teman setia’. Informasi yang viral di media sosial dengan menyertakan foto yang memuat halaman terjemah QS Al-Maidah: 51 itu juga disertai keterangan yang menyebutnya sebagai ‘Al-Quran palsu’.
“Tidak benar kabar yang menyatakan bahwa telah terjadi pengeditan terjemahan Al-Quran belakangan ini. Tuduhan bahwa pengeditan dilakukan atas instruksi Kementerian Agama juga tidak berdasar,” tegas Muchlis.
Menurut Muchlis, kata ‘awliya’ di dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 42 kali dan diterjemahkan beragam sesuai konteksnya. Merujuk pada Terjemahan Al-Quran Kementerian Agama edisi revisi 1998 – 2002, pada QS. Ali Imran/3: 28, QS. Al-Nisa/4: 139 dan 144 serta QS. Al-Maidah/5: 57, misalnya, kata ‘awliya’ diterjemahkan dengan ‘pemimpin’. Sedangkan pada QS. Al-Maidah/5: 51 dan QS. Al-Mumtahanah/60: 1 diartikan dengan ‘teman setia’.
“Pada QS. Al-Taubah/9: 23 dimaknai dengan ‘pelindung’, dan pada QS. Al-Nisa/4 diterjemahkan dengan ‘teman-teman’,” jelas Muchlis, Minggu (23/10).
Terjemahan Al-Quran Kemenag, lanjut Muchlis, pertama kali terbit pada tahun 1965. Pada perkembangannya, terjemahan ini telah mengalami dua kali proses perbaikan dan penyempurnaan, yaitu pada tahun 1989-1990 dan 1998-2002. Proses perbaikan dan penyempurnaan itu dilakukan oleh para ulama dan ahli di bidangnya, sementara Kementerian Agama bertindak sebagai fasilitator.
“Penyempurnaan dan perbaikan tersebut meliputi aspek bahasa, konsistensi pilihan kata atau kalimat untuk lafal atau ayat tertentu, substansi yang berkenaan dengan makna dan kandungan ayat, dan aspek transliterasi,” terangnya.
Pada terjemahan Kementerian Agama edisi perdana (tahun 1965), kata ‘awliya’ pada QS. Ali Imran/3: 28 dan QS. Al-Nisa/4: 144 tidak diterjemahkan. Terjemahan QS. Al-Nisa/4: 144, misalnya, berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir sebagai *wali* dengan meninggalkan orang-orang mukmin”.
“Pada kata *wali* diberi catatan kaki: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pelindung atau penolong. Catatan kaki untuk kata *wali* pada QS. Ali Imran/3: 28 berbunyi: wali jamaknya awliya, berarti teman yang akrab, juga berarti pemimpin, pelindung atau penolong,” jelas Muchlis.
Terkait penyebutan ‘Al-Quran palsu’ pada informasi yang viral di media sosial, Doktor Tafsir Al-Quran lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini mengatakan, *terjemahan Al-Quran bukanlah Al-Quran*. Terjemahan adalah hasil pemahaman seorang penerjemah terhadap Al-Quran. Oleh karenanya, banyak ulama berkeberatan dengan istilah “terjemahan Al-Quran”. Mereka lebih senang menyebutnya dengan “terjemahan makna Al-Quran”.
“Tentu tidak seluruh makna Al-Quran terangkut dalam karya terjemahan, sebab Al-Quran dikenal kaya kosa kata dan makna. Seringkali, ungkapan katanya singkat tapi maknanya padat. Oleh sebab itu, wajar terjadi perbedaan antara sebuah karya terjemahan dengan terjemahan lainnya,” paparnya.
Terkait kata atau kalimat dalam Al-Quran yang menyedot perhatian masyarakat dan berpotensi menimbulkan perdebatan, Kemenag menyerahkan kepada para ulama Al-Quran untuk kembali membahas dan mendiskusikannya. Saat ini, sebuah tim yang terdiri dari para ulama Al-Quran dan ilmu-ilmu keislaman serta pakar bahasa Indonesia dari Badan Bahasa Kemendikbud, sedang bekerja menelaah terjemahan Al-Quran dari berbagai aspeknya.
Mereka itu, antara lain: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. Huzaimah T Yanggo, Prof. Dr. M. Yunan Yusuf, Dr. KH. A. Malik Madani, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Dr. Muchlis M Hanafi, Prof. Dr. Rosehan Anwar, Dr. Abdul Ghofur Maemun, Dr. Amir Faesal Fath, Dr. Abbas Mansur Tamam, Dr. Umi Husnul Khotimah, Dr. Abdul Ghaffar Ruskhan, Dr. Dora Amalia, Dr. Sriyanto, dan lainnya.
“Teks Al-Quran, seperti kata Sayyiduna Ali, hammâlun dzû wujûh, mengandung aneka ragam penafsiran. Oleh karena itu, Kementerian Agama berharap umat Islam menghormati keragaman pemahaman keagamaan,” urainya.
Kepada masyarakat, Muchlis berpesan bahwa dalam memahami Al-Quran hendaknya tidak hanya mengandalkan terjemahan, tetapi juga melalui penjelasan ulama dalam kitab-kitab tafsir dan lainnya.

*Humas Kemenag RI*

Sumber : https://www.kemenag.go.id/berita/417806/soal-terjemahan-awliy-sebagai-teman-setia-ini-penjelasan-kemenag

Antara Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan

Kita sudah memasuki bulan Syawal, pada bulan syawal ada ibadah sunnah yang sudah sering kita laksanakan, yaitu puasa enam hari di bulan Syawal.

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan (secara penuh, pen.) kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka itu senilai dengan puasa selama setahun.” (HR. Muslim, no. 1984)

Tapi bagaimana apabila kita mempunyai hutang puasa di bulan Ramadhan sebelumnya, sementara kita ingin juga melaksanankan puasa enam hari di bulan Syawal?

Ada perbedaan pendapat mengenai hal tersebut. Namun, mayoritas ulama menyatakan, karena puasa Ramadhan wajib, dan bila punya utang puasa, maka dia harus segera menggantinya di bulan lain. Jadi, bila sudah masuk di bulan Syawal, maka sebaiknya dia segera mengganti atau membayar utang puasanya dulu, baru mengerjakan puasa Syawal. Artinya, yang wajib dulu dibayar, baru mengerjakan yang sunah.

Syekh Abdullah bin Jibrin dalam kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Li al-Mar’ati al-Muslimah, menjelaskan, sebaiknya dikerjakan yang wajib dulu, yakni membayar utang puasa Ramadhan, baru kemudian mengerjakan puasa Syawal.

Alasannya, berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim di atas, keutamaan puasa Syawal itu karena mengikuti puasa Ramadhan. Jadi, kata Syekh Abdullan bin Jibrin, puasa Ramadhan harus disempurnakan terlebih dahulu, baru mengerjakan yang sunah.

Namun demikian, ada pula ulama yang menyatakan, bahwa boleh saja mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu, mengingat waktunya sangat terbatas, yakni hanya satu bulan. Sedangkan untuk mengganti puasa Ramadhan, diperbolehkan di bulan lain.

Apalagi bagi perempuan, dalam setiap bulan, mereka mengalami masa haid. Dan waktu haid ini, berlangsung antara 4-10 hari, bahkan ada yang lebih. Secara otomatis, waktu utnuk mengerjakan puasa Syawal pun akan semakin sempit pula. Atas dasar ini, para membolehkan untuk mengerjakan puasa Syawal dulu, baru membayar utang puasa.

Berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan. (QS Al-Baqarah [2]: 148).

..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku) (QS Thaha [20]: 84).

Karena itu, mana yang bisa dilaksanakan dengan cepat, hendaknya itu yang dikerjakan terlebih dahulu. Jika waktunya masih panjang, sebaiknya membayar utang puasa Ramadhan dulu baru mengerjakan puasa Syawal. Namun, jika waktunya terbatas dan singkat, tidak masalah untuk mengerjakan puasa Syawal terlebih dahulu.

 

Sumber : Republika

 

 

Hadits Tentang Puasa Ramadhan

Berikut adalah kumpulan beberapa hadits tentang puasa Ramadhan, Semoga menjadi penyemangat menjelang Ramadhan dan penambah semangat dalam beribadah di bulan Ramadhan nanti :

 
اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ.

Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan (HR. Bukhari dan Muslim).

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari).

ثَلاَثَةٌ لاَتُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اَلصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَاْلإمَامُ الْعَادِلُ وَالْمَظْلُوْمُ.

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak doanya mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan donya orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

 

“Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Setiap hamba yang berpuasa di jalan Allah, Allah akan menjauhkannya dari api Neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya” [Bukhari-Muslim]

 

Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu (Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793)

 

“Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Hendaklah kamu bersahur karena dalam bersahur itu ada keberkatannya” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan daripada Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w telah bersabda: Apabila datang malam, berlalulah siang dan tenggelamlah matahari. Orang yang berpuasa pun bolehlah berbuka” [Bukhari-Muslim]

 

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah berbicara tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa” [Bukhari-Muslim]

 

“Dari Abu Hurairah ra: katanya Rasulullah saw berabda: “Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan berbuat jahat (padahal dia puasa), maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minum” [Bukhari]

 

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Seorang lelaki datang menemui Rasulullah s.a.w lalu berkata: Celakalah aku wahai Rasulullah s.a.w. Rasulullah s.a.w bertanya: Apakah yang telah membuatmu celaka?

Lelaki itu menjawab: Aku telah bersetubuh dengan isteriku pada siang hari di bulan Ramadan.

Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu memerdekakan seorang hamba? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah s.a.w bertanya: Mampukah kamu berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah s.a.w bertanya lagi: Mampukah kamu memberi makan kepada enam puluh orang fakir miskin? Lelaki itu menjawab: Tidak.

Rasulullah SAW kemudian memberikan kepadanya suatu bekas yang berisi kurma lalu bersabda: Sedekahkanlah ini.

Lelaki tadi berkata: Tentunya kepada orang yang paling miskin di antara kami. Tiada lagi di kalangan kami di Madinah ini yang lebih memerlukan dari keluarga kami.

Mendengar ucapan lelaki itu Rasulullah s.a.w tersenyum sehingga kelihatan sebahagian giginya. Kemudian baginda bersabda: Pulanglah dan berilah kepada keluargamu sendiri” [Bukhari-Muslim]

 

” Barang siapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah niscaya Allah akan manjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

” Di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan; pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorang pun selain mereka memasukinya…..” (Hadist riwayat Al-Bukhari)

“Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.” (Hadist riwayat Imam Ahmad)

” Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan kepadanya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya karena Aku’.” (Hadist riwayat Muslim)