Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerjasama dengan Penerbit Quran Cordoba meluncurkan program gerakan urang nulisan Al-Qur’an (Geulisan) di Pendopo Wali Kota Bandung, Jumat (24/9). Program yang diluncurkan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Jika sebelumnya yang berpartisipasi yakni anak-anak penyintas thalassemia, kaum disabilitas, dan para pemuda hijah yang tergabung di komunitas Tingweh pada rabu 22 september 2021 lalu di Rumah Makan Sate Mang Oded, kini program Geulisan diikuti oleh 30 Camat se-kota Bandung di Pendopo Wali Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan peluncuran program gerakan menulis Al-Qur`an bagian dari rangkaian hari jadi Kota Bandung ke 211. Pihaknya berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi serta mengajak kepada masyarakat khususnya kaum muslim untuk mencintai Al-Qur’an.

“Tujuan kami membuat gerakan ini tidak lain untuk mengajak warga termasuk para camat untuk menulis Al-Qur`an serta mensosialisasikan kepada warga untuk mencintai Al-Qur’an melalui menulis,” ujarnya.

Menurut Oded, dengan menggencarkan menulis Al-Qur’an maka secara tak langsung warga akan membacanya (Al-Qur’an). Tetapi, kalau membaca itu belum tentu bisa menulisnya.

“Alhamdulillah bersama Penerbit Quran Cordoba kami berkolaborasi mengajak warga cintai Al-Qur’an,” lanjutnya.

Sementara itu Dirut Penerbit Quran Cordoba, Usman El Qurtubi menjelaskan bahwa Al-Qur’an tulis yang kini diperkenalkan oleh Pemkot Bandung merupakan ide besar anak-anak Bandung yang ada di perusahaan Cordoba dan asli Bandung. Bergerak dibidang penerbitan dan kreatif, membuat Cordoba tergerak untuk lebih memperkenalkannya lagi ke khalayak.

“Kami harap, Geulisan semakin memperkenalkan Al-Qur’an kepada masyarakat Bandung sebagai titik awal. Agenda ini bisa berlanjut sampai daerah-daerah di Jabar,”

Beliau menambahkan, Al-Qur’an tulis yang diluncurkan ini, teknisnya hampir sama dengan Al-Qur’an pada umumnya, yakni terdiri dari 30 juz. Namun, tulisan Al-Qur’annya disamarkan sekitar 25 persen.

“Jadi, dengan begitu anak-anak atau orang dewasa bisa belajar menulis Al-Qur’an dengan cara menebalkan tulisan Al-Qur’an yang samar itu. Kami juga saat ini tinggal menunggu langkah dari Pemkot Bandung untuk teknis berikutnya,” ucapnya pada launching Al-Qur’an tulis di Pendopo Bandung, Jumat (24/9/2021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *