Heri Mahbub
Ingin puasa Ramadhan lebih bermakna? Ikuti Rasulullah ﷺ yang memiliki cara khusus, membuat puasanya penuh berkah. Dari sahur hingga berbuka, ada sunnah di malam kita bisa menirunya, agar lebih ikhlas, sehat, dan pahala berlipat. Simak puasa ala Rasulullah yang bisa mengubah Ramadhanmu menjadi lebih istimewa!
qurancordoba - Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan dengan Allah. Untuk meraih keberkahan maksimal, tidak ada teladan yang lebih baik selain meniru ala Rasulullah berpuasa sepanjang Ramadhan.
Bagaimana Rasulullah SAW menjalani ibadah puasa? Artikel ini akan mengulas kebiasaan Rasul yang bisa kita terapkan agar Ramadhan kita lebih bermakna dan sesuai dengan ajaran Islam.
Salah satu kebiasaan Rasulullah SAW dalam berpuasa adalah menyegerakan berbuka setelah matahari terbenam. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
Artinya: "Manusia akan tetap dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah SAW berbuka dengan kurma dan air. Jika tidak ada kurma, beliau memilih minum air putih sebelum makan hidangan lainnya. Hal ini menunjukkan kesederhanaan dan manfaat kesehatan, di mana kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Jadi, tidak selalu harus berbuka dengan yang manis, seperti banyak orang menyampaikan.
Sahur adalah bagian penting dari puasa. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak melewatkan sahur, sebagaimana dalam sabdanya:
Artinya: "Rasulullah berkata: Makan sahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau biasanya makan kurma, air, susu, atau makanan sederhana lainnya saat sahur. Mengonsumsi makanan bergizi yang kaya serat dan protein bisa membantu menjaga energi sepanjang hari, sehingga kita dapat menjalankan puasa dengan lebih baik.
Puasa tidak hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga lisan dan hati dari hal-hal yang buruk. Rasulullah SAW mengajarkan agar saat berpuasa, seseorang harus mengendalikan amarah, menghindari perkataan yang sia-sia, dan menjauhi pertengkaran.
"Jika seseorang berpuasa, maka janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar. Jika seseorang mencacinya, hendaklah ia berkata: ‘Aku sedang berpuasa.’"
(HR. Bukhari dan Muslim)
Meneladani cara Rasulullah berpuasa berarti menjaga lisan, menghindari ghibah (menggunjing), serta memperbanyak doa dan dzikir.
Ramadhan adalah bulan penuh pahala, dan Rasulullah SAW memanfaatkan waktu ini untuk meningkatkan ibadah. Beberapa amalan yang beliau lakukan selama Ramadhan meliputi:
Rasulullah saw pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan” (HR Tirmidzi).
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, dan di bulan Ramadhan, beliau semakin semangat memperbanyak sedekah, membantu orang lain, serta menunjukkan kasih sayang kepada siapapun.
Meskipun berpuasa, Rasulullah SAW tetap menjalankan aktivitasnya dengan penuh semangat. Beliau tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Bahkan, beberapa peperangan besar dalam Islam, seperti Perang Badar, terjadi saat bulan Ramadhan.
Kita bisa meniru beliau dengan tetap menjalankan tugas sehari-hari, bekerja dengan niat ibadah, dan menjaga semangat dalam melakukan kebaikan. Iman dan ikhlas mengisi Ramadhan kunci untuk tetap produktif sepanjang hari.
Artinya: “Siapa yang beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW semakin meningkatkan ibadahnya dengan beriktikaf di masjid. Iktikaf adalah berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama untuk muhasabah dan meraih keberkahan malam di Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
"Bahwa Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah bersabda dalam hadis lainnya:
Artinya: “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan" (HR. At-Tirmidzi)
Kita dapat mengikuti sunnah ini dengan meluangkan waktu lebih banyak untuk beribadah di malam-malam terakhir Ramadhan, baik di masjid maupun di rumah.
Rasulullah SAW selalu menjaga kesehatannya, termasuk saat berpuasa. Beberapa kebiasaan sehat yang beliau terapkan antara lain:
Dengan menjaga pola makan dan gaya hidup sehat seperti Rasulullah, kita bisa menjalani puasa dengan lebih baik dan tetap produktif sepanjang hari.
Meniru cara Rasulullah berpuasa sepanjang Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hati, lisan, mata serta meningkatkan ibadah. Dari menyegerakan berbuka, makan sahur, memperbanyak ibadah, tetap produktif, beriktikaf, Silaturahim hingga menjaga kesehatan, semua ini adalah sunnah-sunnah yang bisa kita terapkan untuk mendapatkan berkah dan keutamaan Ramadhan.
BACA JUGA: Ini Makna Tadarus Al-Quran Sebenarnya, Sesuai Ayat-ayat dan Hadist Nabi
Mari jadikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna dengan meneladani Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah puasa. Dengan mengikuti sunnahnya, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga memperoleh manfaat mental, spiritual, fisik yang luar biasa.
Semoga kita semua diberikan kekuatan, ketaqwaan, dan keistiqamahan untuk menjalankan puasa sebagaimana Rasulullah SAW.