M.A.I
Membaca dan tadabur Quran adalah dua hal berbeda namun saling berkaitan. Membaca Quran merupakan aktifitas ibadah bermakna umum yang biasa dilakukan seorang muslim seperti menunaikan sholat fardhu maupun sunnah. Sedangkan tadabur, maknanya lebih khusus dan mendalam.
Sementara tadabur lebih pada pemahaman kemudian mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. Memang tidak mudah untuk bisa mengamalkan isi Al-Quran atau menghafalnya menjadi bacaan wirid harian, semua sebetulnya manfaatnya sangat penting, berikut penjelasannya.
BACA JUGA: 5 Langkah Hafal Al-Qur’an Metode Tadabbur: Temukan Ketenangan di Setiap Ayat-Nya
Arti dari tadabur Quran adalah memahami, merenungi, meresapi makna dalam ayat-ayat Al-Qur’an kemudian mengamalkan dan mengimplementasikannya. Jadi bukan hanya membaca seperti aktifitas rutin untuk mendapatkan pahala di sisi Allah SWT saja.
Mentadaburi Al-qur’an sangat dianjurkan oleh orang-orang terdahulu. Sayyidina Ali pernah berkata:
Artinya: “Wahai penghafal Al-Qur’an atau pemilik ilmu, amalkan apa yang kau miliki, sesungguhnya orang alim adalah orang yang mengamalkan ilmunya”.
Imam Hasan al-Bashri juga menegaskan:
“Tidaklah seorang merenungi ayat-ayat Al-Qur’an kecuali ia mengikuti apa yang terkandung di dalamnya. (Khalidal-Lahim, Mafatih Tadabbur Al-Qur’an wa al-Najah fi al-Hayat, 21).
Tadabur Quran merupakan hal yang mudah dan bisa dikerjakan oleh siapa saja. Banyak ayat menjelaskan bahwa Al-Quran merupakan kitab yang mudah untuk dipelajari. Ini merupakan indikasi anjuran untuk mentadaburinya.
Berikut ayat-ayat tentang tadabur Quran:
Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur’an memberi petunjuk jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh. Bahwa bagi mereka ada pahala besar.”
Artinya: "Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur'an? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya."
Artinya: “Maka apa mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an atau hati mereka telah terkunci?”
BACA JUGA: Pentingnya Tadabur dengan Memahami Ayat-Ayat Saat Menghafal Quran
Dengan adanya ayat-ayat yang menjelaskan anjuran mentadaburi kitab suci, maka sudah jelas aktifitas ini memiliki banyak keutamaan. Lalu bagaimana cara melakukannya? Berikut beberapa tahapan yang bisa diikuti.
Tadabur Quran harus dimulai dengan niat ikhlas dan kuat. Niat ini nantinya yang akan jadi motivasi untuk bisa konsisten. Supaya niat ikhlas, selalu ingat bahwa dengan membaca saja pahalanya besar apalagi jika memahami arti kemudian mengamalkannya.
Langkah selanjutnya adalah mulai membaca Al-Qur’an dengan fokus. Fokus di sini adalah tartil dan khusyu’ terhindar dari pikiran-pikiran lain selain bacaan yang benar dan sesuai dengan tajwid.
Tartil ini merupakan perkara wajib saat membaca kitab suci sebab salah pengucapan bisa merubah arti. Jadi sebelum memahami arti, cara baca setiap hurufnya harus benar terlebih dahulu.
Membaca tafsir sangat penting untuk mempermudah dalam memahami konteks dan latar belakang ayat. Biasanya dalam kitab terjemahan sudah ada tafsirnya sekaligus, jadi bisa langsung dipelajari.
Tahap ini tidak boleh dilewatkan karena akan mempercepat pemahaman. Sebagian besar isi dalam kitab Al-Quran adalah mengenai kehidupan para Nabi. Termasuk hikmah-hikmah positif juga ada dalam perjalanan kehidupan nabi dan rasul.
Banyak perkara yang terjadi pada zaman Nabi dan Rasul masih relevan dengan kehidupan saat ini. Peristiwa-peristiwa penting tersebut selain mempertajam pemahaman juga meningkatkan keimanan akan kebenaran ayat-ayat Al-Quran.
Mentadaburi kitab suci bisa dianalogikan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap peristiwa pada dasarnya juga merupakan ayat Allah yang bisa dipelajari dan diambil hikmahnya. Dengan pemahaman logis ini sekaligus juga mempermudah pengamalannya.
BACA JUGA: Hidupmu Sebening Tilawah Al-Qur'an: Temukan Ketenangan dan Kebahagiaan
Sebagai umat Islam yang menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup, penting sekali untuk merenungi dan menerapkan isi di dalam kitab tersebut. Berikut beberapa arti penting tadabur yang bisa menambah motivasi menerapkannya.
Merenungi dan menerapkan isi dalam kitab suci memberikan ketenangan. Selama membaca baik ayat maupun terjemahannya dengan fokus maka akan memunculkan pikiran positif sehingga bisa melupakan masalah-masalah dalam hidup.
Kitab Al-Quran berisi firman Allah yang apabila dibaca kemudian dipahami artinya berkomunikasi dengan Allah. Ini akan meningkatkan iman dan taqwa terlebih karena di dalamnya berisi kebenaran-kebenaran mulai dari proses penciptaan sampai hari akhir.
Keutamaan mentadaburi kitab suci adalah menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Salah satunya adalah karena firman Allah memberi kabar gembira dan janji yang pasti. Sifat manusia yang sering khawatir akan terminimalisir karena membaca firman tersebut.
Tadabur Quran memberikan jaminan kebaikan bagi para pelakunya. Saat membaca, tiap satu huruf saja sudah mendapatkan pahala kebaikan apalagi sampai memahami artinya. Semakin banyak membaca dan meresapi
Pesan-pesan positif, anjuran-anjuran sesuai kewajiban maupun sunah jika diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari akan memberi perubahan pada pribadi seseorang. Menjalani hidup sesuai ajaran agama akan menjaga seseorang selalu berbuat kebaikan.
Dekat dengan kitab suci akan secara otomatis mendorong seseorang mengikuti semua yang tercantum didalamnya. Sehingga dari sikap, tingkah laku, cara pikir, perkataan semua akan jadi lebih baik dari sebelumnya.
Tidak ada pengaruh negatif sedikitpun saat seseorang berpegang teguh pada kitab suci agama dan mengamalkan isinya. Inilah mengapa tadabur Quran dianjurkan karena memang penting untuk dilakukan.
link:
https://islam.nu.or.id/ilmu-al-Quran/pentingnya-merenungi-al-qur-an-bukan-cuma-membaca-ELmDa
https://tanwir.id/merenungkan-al-Quran-tadabbur-definisi-ayat-kitab-dan-praktiknya/
https://langit7.id/read/25756/1/mengenal-tadabbur-alQuran-dan-penerapannya-dalam-kehidupan-seharihari-1668726708#:~:text=%22Hanya%20dengan%20mentadaburi%20ayat-ayatnya%2C%20merenungkan%20maknanya%20dan%20memikirkannya,membaca%20dengan%20cepat%20yang%20tidak%20mengandung%20maksud%20ini.%22